Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
labirin tak berujung


__ADS_3

pagi hari di pulau tingkat ke dua.


Xiao Zhou membuka matanya dan menatap sekeliling, tampak dirinya berada di sebuah ruangan yang sangat asing baginya, terlihat seorang pria berusia sekitar 50 tahun duduk di depan nya.


pria itu memiliki tubuh gemuk, dengan pakaian berwarna hijau gelap, kepala setengah botak, jenggot dan kumis tebal, serta alis nya melengkung ke atas dengan mata lebar, membuat nya terlihat seperti labu terbungkus daun.


"paman aku ada dimana?" tanya Xiao Zhou.


pria itu mengangguk, dan menatap mata Xiao Zhou dalam-dalam, dan tidak menjawab pertanyaan Xiao Zhou


"apa kau penguasa pulau tingkat pertama," pria itu balik bertanya.


"paman aku sedang kesal, jika paman tidak menjawab di mana aku, sebaiknya aku akan pergi," ucap Xiao Zhou keluar dari ruangan itu dan wajah Xiao Zhou berubah menjadi pucat saat melihat alam di depan mata nya.


Xiao Zhou berada di pinggiran sungai dan sungai itu mengalir ke arah jurang, dan menjadi air terjun yang terjatuh ke sebuah gunung di bawahnya, mulai tampak istana nya di bawah sana.


matanya menatap kearah paman gemuk itu,


"bagaimana aku bisa ada di pulau tingkat kedua?" tanya Xiao Zhou mendekati paman gemuk itu.


"namaku Xiang Sun, aku adalah penjaga pulau tingkat ke dua," ucap paman gemuk itu.


"namaku Xiao Zhou, paman," ucap Xiao Zhou memperkenalkan diri nya.


"jadi kau tidak mengetahui bagaimana caramu masuk ke pulau ini?" tanya Xiang Sun.


Xiao Zhou hanya menggeleng.


"baiklah, biar aku lihat" ucap Xiang Sun, dan memejamkan mata untuk sesaat.


mata Xiang Sun terbuka, kini mata nya sudah berubah, bola matanya begitu besar, tidak menyisakan warna putih di samping nya, bola mata itu berwarna kuning kecoklatan, dengan retina kecil, seperti mata seekor reptil. retina kecil itu berputar dari atas kebawah melihat tubuh Xiao Zhou.


"demi jenggot naga.... kau manusia penuh dengan kejutan, aku tidak bisa mempercayai ini, jika tidak melihat nya secara langsung," ucap Xiang Sun.


matanya kembali normal, sambil menggelengkan kepalanya.


"apa kau tahu kenapa aku bisa masuk ke pulau ini paman," tanya Xiao Zhou.


"di tubuh mu terdapat pedang yang sangat kuat, pedang itu tidak bisa di halangi dengan kekuatan apapun di tiga alam ini, dia mewakili semesta, dengan pedang itu kau bisa melewati setiap gerbang yang di segel sekali pun, bahkan mungkin kau bisa menuju ke tempat itu,dan kau sangat beruntung memiliki nya," ucap Xiang Sun, sambil menunjukan sebuah pintu besar di ujung lain pulau ke dua itu.


"paman Xiang, gerbang itu menuju kemana?" tanya Xiao Zhou.

__ADS_1


"itu adalah pulau tingkat ke tiga, penguasa kami masuk ke gerbang itu, dan hingga saat ini belum kembali, hanya setengah jiwa nya yang ada di pulau ini." ucap Xiang Sun.


"aku ikut sedih mendengar yang terjadi dengan penguasa pulau ini, tapi paman Xiang aku pun tidak akan hidup lama lagi," ucap Xiao Zhou.


"kau benar, benda mengerikan di dantian mu akan menghancurkan jiwa mu, sangat di sayangkan, baiklah buah besar... aku akan mencoba menolong mu, dan setelah itu bisakah kau masuk sebentar ke gerbang itu melihat penguasa kami," ucap Xiang Sun.


Xiao Zhou menyipitkan matanya, begitu banyak pertanyaan di kepalanya.


"buah besar? kami?" batin Xiao Zhou


"paman ada banyak yang ingin kutanyakan, tapi pertama apakah kau bisa menyembuhkan aku?" tanya Xiao Zhou.


"hahaha.... buah besar, tidak ada tabib bahkan dewa saat ini yang mampu menyembuhkan, yang bisa menyembuhkan mu hanya lah jiwa tua yang ada di jiwa mu itu," ucap Xiang Sun.


Xiao Zhou menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dan menatap Xiang Sun dengan tatapan bertanya.


"buah besar.... dengarkan aku baik-baik, di pohon jiwa mu kini menempel dua jiwa tua, jiwa tua itu hanya menempel di permukaan saja, jiwa mu tidak benar-benar menyerap seluruh kemampuan jiwa-jiwa tua itu, jika sampai akar jiwa mu menyerap seluruh kemampuan jiwa-jiwa tua itu, aku yakin tidak kau bisa menghentikan roda gila di dantian mu itu," ucap Xiang Sun.


"paman Xiang, bagaimana caraku agar akar jiwa ku menyerap jiwa-jiwa tua itu?" tanya Xiao Zhou.


"hemmm.... seperti ini bocah bodoh, ibarat buah... kau itu sudah memiliki ukuran besar yang lebih dari cukup, bahkan sangat besar, tetapi sayangnya kau belum matang, cara mematangkan nya adalah dengan pertapaan," ucap Xiang Sun.


"hohoho.... manusia membutuhkan sembilan bulan untuk menancapkan akar jiwa nya di tubuh janin, aku tidak tahu kau membutuhkan beberapa tahun untuk menancapkan jiwa itu," ucap Xiang Sun


mata Xiao Zhou melebar, dan berdiri, mendekati paman itu dan menarik leher pakaian Xiang Sun.


"apa kau sudah gila? katakan saja aku sudah tidak bisa di sembuhkan, jangan kan waktu untuk bertapa, bahkan aku tidak tahu besok adalah hari terakhir ku," teriak Xiao Zhou, dan mendorong Xiang Sun.


Xiao Zhou melangkah meninggalkan Xiang Sun.


"buah besar..... tunggu aku, hei buah besar," Xiang Sun berteriak mengejar Xiao Zhou.


Xiao Zhou berhenti dan berbalik menatap Xiang Sun,


"dengarkan aku dulu buah besar," ucap Xiang Sun dan menotok dada Xiao Zhou.


Xiang Sun mengeluarkan sebuah mutiara merah dari kening nya, dan mutiara itu masuk ke kening Xiao Zhou.


"itu adalah mutiara naga, mutiara itu mampu menahan larva pijar di tubuh ku, aku akan meminjamkan pada mu, sekarang mutiara itu akan melapisi dantian mu dan menahan roda itu selama yang kau inginkan," ucap Xiang Sun.


Xiao Zhou sedikit mengerutkan keningnya dan merasakan panas di bagian lambung bawah nya, Xiang Sun melepaskan totokan Xiao Zhou.

__ADS_1


Xiao Zhou mulai duduk bersila, dan menghisap energi qi di sekitar nya, terasa dantian nya mulai terisi oleh energi qi tubuh Xiao Zhou mulai bersinar dan melayang dengan posisi masih bersila. dan beberapa saat kembali mendarat di tempat nya tadi.


"aahhhh... tubuh ku terasa sangat segar, paman Xiang, bagaimana sekarang?" tanya Xiao Zhou.


Xiang Sun tersenyum riang,


"hahah... itu bagus buah besar, benar-benar bagus, sekarang masuklah ke gerbang itu dan lihat apa penguasa kami ada di tempat itu? ingat kau tidak boleh terlalu lama di tempat itu, masuk beberapa menit saja" ucap Xiang Sun.


Xiao Zhou dan Xiang Sun terbang ke seberang pulau itu, pulau itu cukup luas, butuh beberapa menit hingga keduanya mencapai tempat itu.


Xiao Zhou mulai melangkah dan masuk ke gerbang besar itu, tubuh Xiao Zhou seperti begitu kecil karena gerbang itu memiliki tinggi hampir melebihi tinggi bangunan berlantai empat.


Xiao Zhou melewati gerbang itu, dan melihat sebuah batu besar bertuliskan huruf dewa kuno.


"jika kau masih memiliki perasaan sebaiknya jangan mencari aku, karena yang mampu mengendalikan aku adalah kehampaan, jangan berpaling sebelum kau menguasai ku secara sempurna" Xiao Zhou memalingkan wajahnya dari batu itu dan menatap ke depan nya, tidak ada jalan di hadapan nya, hanya sebuah rantai besar yang membentang menuju ke sebuah pulau di atas nya.


"jadi rantai besar ini yang mengikat pulau di atas itu," guman Xiao Zhou.


beberapa awan melintas menyerupai bentuk ikan dan tersapu oleh angin dan membuat awan itu tidak berbentuk lagi.


Xiao Zhou menggelengkan kepalanya.


dan beberapa saat berikutnya rantai besar itu bergerak ke kiri dan di ganti oleh rantai besar lain nya yang bergerak dari arah kanan, dan ke posisi yang sama dengan rantai tadi.


Xiao Zhou melompat ke atas anak rantai itu dan melangkah di diatas nya, satu anak rantai saja memiliki panjang sekitar enam meter, perlu beberapa langkah untuk Xiao Zhou melewati satu anak rantai.


semakin keatas terasa semakin licin kabut menutupi penglihatan, dan rantai di depan nya mulai bercabang, dan beberapa rantai melintang di atas Xiao Zhou.


"ini jebakan, rantai ini adalah labirin yang tidak berujung, aku sama sekali tidak memiliki ide untuk ini, tapi batin ku mengatakan aku tidak boleh menatap ke belakang." batin Xiao Zhou.


Xiao Zhou memejamkan matanya dan mendorong tubuh nya keudara, dan seperti terbang dalam posisi mundur, dalam mata nya yang terpejam sesuatu yang aneh terjadi di sekeliling, waktu seperti berputar kembali. Xiao Zhou berhenti saat kaki nya menyentuh tanah, dan melangkah sedikit mundur.


"untung nya aku tidak terlalu jauh," batin Xiao Zhou yang sudah kembali di posisi pertama nya datang.


terlihat awan menyerupai ikan terlihat lagi dan tersapu oleh tiupan angin, dan sesaat rantai di depan nya bergerak ke kiri di ganti dengan rantai dari kanan, hal yang sama persis seperti kejadian tadi.


kening Xiao Zhou berkerut,


"ini seperti apa? aku yakin tidak bisa kembali jika masuk lebih dalam lagi," batin Xiao Zhou.


Xiao Zhou mengeluarkan pedang semesta nya, tampak urat-urat mulai keluar dari tangan Xiao Zhou, dan dalam beberapa detik tangan Xiao Zhou berubah menjadi keunguan. begitu pula dengan setengah bagian kanan dari wajah Xiao Zhou, mulai berubah.

__ADS_1


__ADS_2