
"Itu mata uang kekaisaran Wang, kami menggunakan itu sebagai alat pembayaran," ucap Xiao Zhou kesal karena menjelaskan mata uang.
"aku tahu... aku tidak sebodoh itu, tapi.... tapi apa kau memiliki nya lagi?" tanya Ratu Xhin Ye begitu antusias.
"gunakan sihir mu," ucap Xiao Zhou kesal yang sudah tahu arah pembicaraan Ratu Xhin Ye.
"hihihi... aku bisa membuat batu menjadi emas, tapi itu tidak akan berlangsung lama, itu adalah penipuan wanita terhormat seperti ku, tidak bisa melakukan itu," ucap Ratu Xhin Ye, menjelaskan seperti sesuatu pada anak kecil.
"selalu saja wanita terhormat itu muncul," guman Xiao Zhou menarik tangan Ratu Xhin Ye dengan kesal karena mengetahui sebentar lagi wanita itu akan menguras isi cincin penyimpanan nya.
seharian itu mereka berdua berkeliling kota huangdong, dan memasuki beberapa toko, dan membeli banyak barang.
Mereka memasuki toko pakaian khusus wanita, pemilik toko seorang wanita tua, yang terlihat berpenampilan seperti istri bangsawan tinggi.
Ratu Xhin Ye menengadahkan telapak tangan nya, alis kecil nya terangkat, dan bola matanya yang indah menatap Xiao Zhou dan beralih ke telapak tangan nya, membuat Xiao Zhou hanya menghembuskan nafas nya pajang, membuat pemilik toko itu tersenyum karena tingkah kedua nya seperti anak kecil.
Xiao Zhou memberikan beberapa koin emas, dan Ratu Xhin Ye tersenyum cantik, dan mengusir Xiao Zhou keluar dari toko meninggalkan nya dengan pemilik toko itu
malam itu mereka melangkah menuju pulau keseimbangan, untuk kembali ke pulau tingkat ke dua, kedua nya terdiam karena Ratu Xhin Ye ingin menginap di kota huangdong, karena ini pertama kalinya dirinya melihat langsung penginapan.
Namun Xiao Zhou tidak menanggapi nya, dan memilih kembali ke pulau itu. keduanya saling membuang wajah mereka, menjaga jarak dan melompat-lompat di atas permukaan air danau, sampai dua orang berpakaian hitam melayang tidak jauh dari pasangan itu.
Xiao Zhou dan Ratu Xhin Ye dapat merasakan hawa dari kedua orang itu, memiliki kemampuan langit di tingkat bawah, dan Ratu Xhin Ye sedikit merapat tubuh nya ke arah Xiao Zhou.
"Zhou'er... biar aku yang menghabisi kedua orang itu, dan orang yang di atas itu kau bisa membunuh nya dengan mudah," ucap Ratu Xhin Ye, yang mengetahui jika ada seorang lagi diatas mereka yang sedang menonton, memiliki kemampuan langit tingkat dasar.
__ADS_1
"tapi nyonya...
"berhenti membantah ku, aku dalam suasana hati yang tidak baik sekarang karena ulah mu, kebetulan sekali ada dua orang yang siap aku jadikan pelampiasan kekesalan ku," ucap Ratu Xhin Ye.
Ratu Xhin Ye, memejamkan matanya dan kristal merah menyala di kening nya, sesuatu mulai bergerak di bawah air danau, satu orang sudah melesat sedikit menjauhi danau biru, dan seorang lagi yang bertubuh lebih gempal mengeluarkan pelindung tubuh nya.
puluhan rantai tajam penuh tulisan dewa, mengarah ke tubuh pria dalam segel pelindung nya,
craannnnkkkkk.....
pemuda gempal itu berputar membuat pelindung baru, tapi sayang nya rantai itu dengan sangat mudah menembus pelindung tubuh itu, sekali Gus menghancurkan tubuh beserta tulang dan tengkorak pria gempal itu dari segala arah, membuat pria gempal itu seperti terpaku di udara dan tidak bernyawa.
teman nya yang menatap kejadian itu seperti mematung, wajah nya terlihat pucat dengan keringat bercucuran di wajah nya, dan dengan sekuat tenaga melesat menjauh.
"i-ni tidak mungkin? dia seorang pilar langit, pelindung tubuh kakak ku sangat keras, tapi rantai itu menembus nya seperti menembus kertas basah saja." ucap pria berpakaian hitam itu, dan merasakan sesuatu mendekat ke arah nya, sudut matanya bergerak ke arah kiri, dan bawah nya, pria itu berusaha mempercepat gerakan nya, tapi sebuah rantai menyala kebiruan melesat dari bawah air seperti lecutan cambuk ke atas dan membelah tubuh pria itu.
preeesssssttt......
pria itu terbunuh, tanpa suara jeritan sedikit pun, darah berhamburan dan berceceran ke permukaan air danau.
mata Xiao Zhou hampir tidak berkedip saat melihat kedua orang yang berkemampuan langit tingkat bawah meregang nyawa dalam hitungan detik.
"nyonya seperti kau benar-benar sedang marah, apa kita sebaiknya ke kota lagi dan menginap? aku masih banyak memiliki koin emas," ucap Xiao Zhou pelan, sambil menelan ludah nya.
"cih... aku sudah tidak ingin, tapi jika suami memaksa aku tidak boleh menolak," ucap Ratu Xhin Ye dengan suara mulai lembut, dan sedikit sungging di sudut bibirnya.
__ADS_1
Xiao Zhou melangkah mendekati seorang yang sedang membeku di atas awan melihat kejadian pembantaian itu, Xiao Zhou mengeluarkan pedang semesta nya dan dalam sekali tebasan, pedang itu mengeluarkan naga hitam dan melesat ke atas dan menghantam Dewa asmara yang berada di atas nya, yang terlambat untuk melarikan diri.
aaahhhhkkkkkkkk..... luka memenuhi tubuh Dewa asmara, dan tubuh nya terjatuh ke dalam danau biru.
mata Ratu Xhin Ye melebar melihat jurus Xiao Zhou, dan mengenal betul naga hitam milik Xiao Zhou, tubuh nya bergetar hebat, kakinya hampir menyentuh permukaan air danau jika dirinya tidak cepat-cepat menguasai kesadaran nya.
"naga hitam itu? k-kau kah orang itu? apa pemuda ini yang telah menolong ku di gerbang pulau tingkat ke tiga itu?" batin Ratu Xhin Ye sambil menatap Xiao Zhou tanpa berkedip, kepala menggeleng seperti tidak percaya.
dengan sisa tenaga yang tersisa Dewa asmara kembali ke atas, dan melayang berhadapan dengan Xiao Zhou, pakaian berwarna nya kini sudah compang-camping.
"aku tidak menyangka kau memiliki teman berkemampuan setara dengan pilar langit, bagaimana bisa selama ini ada orang yang begitu hebat, tidak di ketahui oleh langit?" ucap Dewa asmara.
"hentikan" terdengar suara berat seorang pria, dan Xiao Zhou begitu mengenal suara itu.
"ayah mertua?" ucap Xiao Zhou menatap seseorang pria yang mendekati nya, membuat Ratu Xhin Ye melupakan sejenak tentang naga hitam itu, dan menatap seorang pria sepuh melangkah anggun di hadapan mereka.
Dewa kebijaksanaan mendekati Dewa asmara yang penuh luka,
"paman Dewa kebijaksanaan, aku tahu penguasa ke 15 adalah menantu paman, tapi dia sudah membunuh putera ku, aku harus membalas dendam paman," ucap Dewa asmara dengan nafas terengah-engah.
"dendam? Dewa asmara, kau sudah aku anggap keponakan ku sendiri, dendam dan Budi tidak bisa di bawa mati mereka harus di bayar, atau dilepaskan, jika tidak jiwa mu tidak akan bisa mencapai nirwana atau pun neraka, tapi Dewa asmara.... apa kau tahu apa yang di lakukan oleh putera mu? dia ingin merenggut kesucian seorang istri, kematian adalah hukuman setimpal untuk perbuatan nya, aku tahu jiwa asmara mu yang sulit menerima kata-kata ku, tapi sebagai seorang paman menasehati mu adalah suatu kewajiban bagiku," ucap Dewa Kebijaksanaan.
"maafkan aku paman, aku tidak memiliki kebajikan seperti milik mu dalam tubuh ku, tapi aku akan memikirkan apa yang paman katakan," ucap Dewa asmara dan menghilang dari tempat itu.
Dewa kebijaksanaan mengangguk, sambil mengelus janggut panjang nya, dan melangkah di atas permukaan air danau mendekati Xiao Zhou.
__ADS_1
"menantu ku lama tidak berjumpa, kau terlihat sedikit hi-tam," ucap Dewa Kebijaksanaan suaranya terputus dan terkejut saat melihat wajah hitam Xiao Zhou.
"aku sedikit mengalami kecelakaan ayah mertua," ucap Xiao Zhou sedikit membungkuk.