
kenapa kau harus menyelamatkan ku, bagaimana dengan teman-teman mu," ucap Xiao Zhou dengan nada tinggi.
"pelayan itu benar, meski ketiga teman ku sedang ke kota, tapi kenapa saat itu aku tidak memikirkan mereka, aku hanya berpikir tentang pelayan ini, dan berlari ke arah nya bahkan aku melupakan sepupu ku, aku harap mereka semua selamat," batin Park Min Ji.
"kau tidak perlu khawatir, teman-teman ku sedang tidak ada di rumah itu, dan juga mereka memiliki kemampuan yang cukup, tapi kau... kau sama sekali tidak bisa bertarung, jadi kau yang harus aku selamatkan pertama," ucap Park Min Ji berbohong.
"baiklah... apa kita sekarang sudah selamat dari pembunuh-pembunuh hebat seperti katamu itu? jika sudah, aku akan pergi," ucap Xiao Zhou berdiri, dan mulai menepuk-nepuk pakaian nya.
Park Min Ji menatap Xiao Zhou dengan sedikit kesal,
"apa bocah ini tidak mempunyai perasaan sama sekali meninggalkan ku, setelah aku menyelamatkan nya?" batin Park Min Ji.
"selamat? aku juga tidak begitu yakin, tapi jika kau ingin pergi, lakukan saja, lagipula dengan kekuatan ku, nanti siang kekasih ku pasti sudah menemukan ku," ucap Park Min Ji sedikit malu untuk meminta Xiao Zhou menemani nya.
dan langit sudah mulai tampak membiru Xiao Zhou mulai melangkah, dan Park Min Ji mengikuti nya,
"aku rasa arah kita ke tempat yang sama," ucap Park Min Ji, yang masih menjaga harga dirinya.
Xiao Zhou hanya diam, dan keduanya meninggalkan tempat itu, tampak wajah Park Min Ji dan Xiao Zhou begitu kotor, setelah melewati goa yang sempit dan berdebu.
langit mulai terang, dan mereka berhenti tidak jauh dari sebuah desa,
"nyonya di depan ada sebuah desa, sebaiknya kita berpisah di tempat ini," ucap Xiao Zhou.
Park Min Ji mengangguk, dan menatap Xiao Zhou dalam-dalam dengan sorot kesal, dan melangkah melewati Xiao Zhou menuju desa itu.
Xiao Zhou berbalik arah dan memperbaiki letak pedang kematian nya, tidak lebih dari lima langkah seseorang sudah memanggil nya.
"tunggu!!! apa kau tidak punya perasaan hah? aku sudah menyelamatkan nyawa mu, tapi kau sama sekali tidak berterima kasih padaku," teriak Park Min Ji dengan mata melebar.
Xiao Zhou menghentikan langkahnya, dan menghembuskan nafas nya panjang, dan berbalik menatap Park Min Ji.
"bukankah kekasih mu akan menemukan mu saat siang tiba?" ucap Xiao Zhou.
"itu benar, tapi apa kau membiarkan seorang wanita bangsawan seperti ku ini seorang diri, tidak... tidak tanpa cincin penyimpanan ku, aku akan menjadi santapan para serigala, dan aku tidak Sudi," teriak Park Min Ji kesal.
"baiklah nyonya apa yang kau inginkan?" tanya Xiao Zhou, yang mengetahui jika ucapan terimakasih tidak akan membuat wanita itu puas.
__ADS_1
Park Min Ji tiba-tiba tersenyum cerah, dan mendekati Xiao Zhou dan melangkah berputar di sekitar nya.
"itu sepertinya senyum penindasan nyonya," guman Xiao Zhou.
"hehe... benar kah? menurut mu?" balas Park Min Ji senyum nya semakin menjadi, membuat bibir sedikit tebal itu semakin menggoda.
"hemm... apa yang seharusnya di lakukan seseorang untuk membalas jika nyawanya sudah di selamatkan?" tanya Park Min Ji, dengan kening berkerut.
Xiao Zhou hanya terdiam sesaat,
"pepatah lama mengatakan, uang di bayar uang, darah di bayar darah, dan nyawa di bayar nyawa," ucap Xiao Zhou tampak rahangnya seperti bergerak karena kesal.
"tepat... kau cukup berwawasan untuk seorang pelayan, sekarang nyawa mu milik ku, kau adalah pelayan ku sampai aku membebaskan mu," ucap Park Min Ji.
"kapan kau membebaskan ku?" tanya Xiao Zhou.
"aku tidak tahu, mungkin seumur hidup mu," ucap Park Min Ji.
"aku tidak mau," ucap Xiao Zhou dan berbalik meninggalkan Park Min Ji.
namun langkah Xiao Zhou tidak berhenti,
"baiklah... dua tahun, aku rasa kau akan setuju," ucap Park Min Ji mengejar Xiao Zhou, namun Xiao Zhou masih terus melangkah.
"cukup bocah.... baiklah dua bulan," teriak Park Min Ji, yang sedikit kesulitan mengejar Xiao Zhou.
"satu bulan," ucap Xiao Zhou.
"he'eh" Park Min Ji menggeleng,
"dua bulan penawaran ku terakhir, dan kau bebas dari hutang nyawa mu itu," ucap Park Min Ji.
Xiao Zhou berhenti dan berbalik ke arah Park Min Ji,
"katakan tujuan mu nyonya?" tanya Xiao Zhou.
"hemmm... kini kau pelayan ku, kau tidak boleh bertanya, hanya ikuti saja aku, kemana pun apa kau mengerti," ucap Park Min Ji menatap Xiao Zhou tajam, dan melangkah mendahului remaja itu menuju desa.
__ADS_1
Xiao Zhou mengikuti langkah wanita cantik itu, sesekali mata Xiao Zhou menatap bokong indah Park Min Ji yang bergoyang begitu indah saat wanita itu melangkah di depan nya.
mereka memasuki sebuah desa, dan dari orang-orang itu mereka menemukan sebuah rumah yang di sewakan, pemilik nya adalah nyonya Wen, wanita tua yang cukup kaya di desa itu,
"aahh... kalian seperti nya dari jauh, dan kalian panggil saja aku bibi Wen, dan kalian bisa menyewa salah satu rumah ku," ucap nyonya Wen.
Park Min Ji menatap ke arah Xiao Zhou,
"aku tidak memiliki uang saat ini, apa pelayan ini memiliki uang?" batin Park Min Ji.
"aahhh... bibi Wen, kami sedang terkena masalah, jadi kami tidak memiliki banyak uang saat ini, apa nyonya memiliki rumah yang murah?" tanya Park Min Ji.
nyonya Wen sedikit terkejut mendengar ucapan Park Min Ji, karena penampilan mereka sama sekali tidak seperti orang miskin.
"baiklah... aku memiliki sebuah rumah yang agak jauh dari sini, kalian bisa menyewa nya, katakan berapa yang kalian punya?" tanya nyonya Wen.
Park Min Ji mengangguk ke arah Xiao Zhou, dengan mata sedikit melebar,
Xiao Zhou merogoh jubah nya mendekati wanita tua itu dan menyerahkan beberapa koin perak, membuat wanita tua itu hanya tersenyum hambar,
"hemmm... dengan uang segini? kalian benar-benar mendapat masalah jika tidak mulai bekerja, baiklah, kalian berdua ikuti aku," ucap nyonya Wen.
mereka melewati Padang rumput yang begitu luas di pinggiran desa, menuju sebuah rumah kecil yang sederhana.
Park Min Ji dan nyonya Wen tampak mulai akrab, bahkan saat Park Min Ji mulai memuji kecantikan wanita tua itu, membuat nyonya Wen semakin ramah, bahkan mengembalikan beberapa koin perak yang di berikan Xiao Zhou kepada Park Min Ji, Xiao Zhou hanya menggeleng di belakang kedua wanita itu, dan sesekali memanjakan mata remaja itu untuk menikmati bongkahan indah milik Park Min Ji
nyonya Wen membawa kedua tamunya ke rumah di hamparan rumput luas itu, dan meninggalkan mereka berdua di depan rumah itu.
keduanya masuk ke rumah itu, meskipun begitu sederhana tetapi rumah itu cukup bersih dan lengkap, dan hanya sedikit jauh dari pemukiman.
"apa kau sudah puas?" ucap Park Min Ji dengan wajah kesal.
"apa maksud mu nyonya?" Xiao Zhou balik bertanya.
"cih... pelayan mesum, apa kau pikir aku tidak melihat kau selalu memperhatikan ku, dan aku tahu arti tatapan mu itu," ucap Park Min Ji yang mengetahui mata Xiao Zhou selalu menatap tubuh nya dari belakang.
"uhukkkk.... ehemm..." Xiao Zhou terbatuk dan menatap ke arah lain.
__ADS_1