Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
nyawa suku bulbul


__ADS_3

tidak ada serangan kejutan dari pasukan Moin zhu dan mou Gul, semua strategi sudah di gunakan oleh mereka, tetapi tidak dapat menghancurkan formasi labirin kota terlarang dari suku bulbul.


di hari kelima pasukan iblis terlihat mulai putus asa, dengan jumlah tidak lebih dari enam puluh ribu.


"aku yakin besok mereka akan menyerang dengan sisa pasukan yang tersisa, ini akan sedikit merepotkan karena pengendali tanah kami sudah hampir kehabisan energi qi mereka selama lima hari ini" ucap pejabat dari suku bulbul.


semua orang hanya diam tidak ada yang berani bicara, karena mereka tahu dan sangat percaya pada kemampuan pejabat militer itu begitu tangguh dalam mengatur pasukan.


"besok saat aku kibarkan bendera merah, kalian lakukan serangan dari arah yang aku tunjuk, apa kalian pada mengerti?" tanya pejabat itu, sambil menatap semua orang yang hadir hadir ruang pertemuan di benteng kota shinjong itu.


"kami mengerti pejabat" ucap hampir semua orang di tempat itu, dan mereka mulai membubarkan diri.


"kau begitu hebat pejabat militer, kenapa bukan kau saja yang menjadi penguasa di pulau itu, aku rasa kau lebih layak dari pemuda bertopeng itu" ucap Wei houcon saat hanya tinggal mereka berdua saja.


"hahaha... jika tidak ada yang ingin anda sampaikan masalah pertempuran besok, aku mohon diri tuan Wei" ucap pejabat itu dan melangkah meninggalkan tempat pertemuan tersebut.


"tunggu!!! kau mengerti pertanyaanku tadi bukan? kau sebaiknya berpikir secar serius tentang usulan ku tadi" ucap Wei houcon lagi.


"dengarkan aku baik-baik tuan Wei, penguasa pulau kami tidak bisa di ukur dengan kemampuan hanya satu bidang saja, strategi perang hanya bagian kecil dari tugas penguasa kami, jika mau penguasa kami bisa berperang sendiri, dan aku yakin penguasa kami tidak akan kalah" ucap pejabat itu, mulai melangkah meninggalkan Wei houcon yang sedang membeku.


"dan satu lagi tuan Wei, tidak ada dari suku bulbul yang di lahirkan sebagai penguasa, kami suku bulbul akan hidup dan berguna jika penguasa kami tetap hidup, dia adalah nyawa dari kami semua, kecuali tuan penjaga saja yang bisa hidup tanpa penguasa pulau" ucap pejabat itu.

__ADS_1


pagi di kota huangdong.


dua wanita cantik sedang berbincang sambil menikmati hidangan di sebuah rumah makan di pinggiran danau biru.


semua orang di dalam rumah makan itu memperlihatkan mereka, seperti tidak pernah melihat wanita sebelum nya.


"adik Lun kau mengundang ku pagi-pagi bertemu, apakah ada yang ingin kau bicarakan?" tanya Liu fenghua sambil menutupi leher jenjang nya yang terlihat bekas ulah nakal suaminya.


"ehemmmm... tidak ada kakak Liu aku hanya ingin membahas masalah pekerjaan kita saja, tolong panggil aku adik yueyu saja, aku sudah merasa sangat nyaman dengan mu kakak Liu" ucap Lun Zhing yue berbohong.


"hihihi... lihat wajah mu gadis bodoh.... kau tidak bisa membohongi kakak Liu mu ini, katakanlah!!! dari wajah mu kakak yakin kau sedang jatuh cinta, siapa pemuda beruntung itu?, apa pemuda bermarga Huang itu?," ucap Liu fenghua, sambil menggenggam jemari tangan Lun Zhing yue.


Lun Zhing yue menggelengkan kepalanya, wajah nya menjadi merah seperti gadis belasan tahun.


Liu fenghua menggelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat tingkah dari Lun Zhing yue yang sangat berbeda dari biasanya.


"adik Yueyu... aku tidak memiliki seorang ad...." tiba-tiba suara Liu fenghua berhenti, wajah nya menatap dalam-dalam mata Lun Zhing yue.


"adik Yueyu tolong ceritakan pada kakak" ucap Liu fenghua yang sudah mengerti arah pembicaraan Lun Zhing yue menuju ke arah suaminya, karena hanya suami nya saja di pulau itu yang bisa membuat wanita secantik Lun Zhing yue tertarik.


Lun Zhing yue mengangguk, dan mulai menceritakan kejadian malam itu dan memotong sedikit di bagian dirinya menggesekan bagian tersensitif di tubuh mereka masing-masing.

__ADS_1


"aku yakin pemuda itu masih sangat muda, usianya tidak lebih dari 17 tahun, dan yang aku ingat remaja itu memiliki gambar di Lambung kiri nya seperti gambar di bawah telinga kakak Liu itu" ucap Lun Zhing yue.


mata Liu fenghua terbelalak, dan dengan cepat mengendalikan perasaan nya.


"hemmm.. seperti nya aku mengenal pria yang kau maksud adik, katakan padaku apa bocah itu menggoda mu? apa kau menyukai bocah tengik itu?" tanya Liu fenghua seperti tidak sabaran.


"kakak Liu apa kakak marah?" tanya Lun Zhing yue yang sedikit bingung karena Liu fenghua terlihat sedikit menekan nya.


"ehemmm... tentu saja tidak adik Yueyu, kakak hanya tidak ingin bocah kecil itu menggoda mu itu saja" ucap Liu fenghua mulai menormalkan nada suara nya.


"pemuda itu tidak menggodaku kakak Liu, dia hanya menawariku minuman saja, bahkan dirinya ingin pergi jika saja aku tidak menghentikan nya, jadi bisakah kakak Liu memberi tahu nya jika setiap malam aku memainkan musik yang pemuda itu sukai di tempat biasa" ucap Lun Zhing yue sambil tertunduk malu.


Liu fenghua menutup matanya dalam-dalam sambil mengangguk, dan merasakan kesulitan Lun Zhing yue.


tidak mudah bagi seorang wanita yang biasanya begitu dingin, sekarang seperti tidak memikirkan harga diri nya dan memberanikan diri mengatakan semua itu.


Liu fenghua menggenggam tangan Lun Zhing yue


"baiklah adik Yueyu... kakak mengerti, bocah kecil itu saat ini sedang meninggalkan pulau adik Lun, nanti jika dirinya kembali aku akan memberi tahu nya" ucap Liu fenghua sekedar menenangkan hati Lun Zhing yue, pikiran nya begitu kacau.


terlihat wajah Lun Zhing yue begitu senang mendengar jawaban dari Liu fenghua, dan kedua berbincang penuh senyum di pagi itu.

__ADS_1


"adik Yueyu... maafkan aku sebenarnya aku tidak ingin membohongi mu, tapi aku tidak ingin melihat wajah ceria mu itu hancur jika aku mengatakan yang sebenarnya, pria yang kau maksud itu adalah suamiku.


aku harap suamiku bisa menjelaskan padamu yang sebenarnya, aku yakin dia tidak akan membunyikan kebenaran jika dia sudah memiliki istri, zhou'er bukan pria suka membohongi wanita" batin Liu fenghua


__ADS_2