
Wei Jilli di tengah panggung membuka jubah hijau nya.
"pakai ini anakku," ucap Wei Hongli ayah dari Wei Jilli melempar pedang tingkat langit yang berwarna keemasan,
"terima kasih ayah walupun aku yakin tidak sampai menggunakan pusaka ini," ucap Wei Jilli sambil memandang rendah Xiao Zhou.
tiba-tiba saja seorang pria sepuh terbang ke tengah panggung,
"aku akan menjadi penengah pertarungan ini, dan aku bersumpah akan bersikap adil, tidak ada aturan khusus, pemenang nya adalah orang yang berdiri paling akhir," ucap pria sepuh tersebut.
"ayah" ucap Kaisar Ming.
semua berlutut.
"hormat kami Yang mulia," teriak semua orang.
"hahaha .... ini sangat menarik, bangunlah kalian semua aku bukan kaisar lagi, aku hanya kakek yang ingin melihat calon suami cucu tersayang ku" ucap pria sepuh itu.
"baiklah bocah kecil, tidak ada alasan untuk mu mundur sekarang naiklah ke atas panggung," ucap pria sepuh itu.
Xiao Zhou maju beberapa langkah dengan kedua tangan masih di belakang punggung nya xiao zhou melayang dengan anggun dengan kedua tangan yang masih bertautan dibelakang punggung nya, dan mendarat di hadapan Wei Jilli,
semua orang terpukau dengan gaya terbang Xiao Zhou, hanya orang di tingkat pendekar surgawi bisa melakukan terbang tanpa menggunakan tangan sebagai penyeimbang nya, seperti yang dilakukan xiao zhou.
"seperti nya ada yang salah" batin Wei Hongli.
"bocah ini tidak dapat di duga sama sekali" batin Wei Hongli lagi wajah nya menjadi pucat, keringat dingin membasahi wajahnya.
Semua orang terlihat begitu tegang menghentikan semua kegiatan mereka, bahkan tidak ada yang bersuara, mereka begitu bersemangat menyaksikan pertarungan yang akan terjadi, bukan karena kemapuan kedua orang tersebut, tetapi karena taruhan yang begitu berharga, seorang wanita tanpa cela yang juga merupakan seorang puteri Kaisar.
ilustrasi Puteri Ming Mei
"kalian berdua bisa mulai," ucap pria sepuh tersebut.
Wei Jilli mencabut pedang nya dari sarung pedang nya dan mulai menyerang Xiao Zhou dengan semua kemampuan nya.
Xiao Zhou mengeluarkan pedang yang digunakan untuk tugas pengawal nya,
Xiao Zhou memejamkan mata dan mulai menahan serangan dari Wei Jilli, dan dengan mudah menghindari serangan dari Wei Jilli, hanya beberapa tebasan Xiao Zhou melepaskan tebasan nya, dan di tahan oleh pedang emas Wei Jilli
traaanggggg...
Energi qi Xiao Zhou begitu besar membuat Wei Jilli terpental keluar panggung dengan darah keluar dari bibir nya,
uhukkkk....
"bajingan.... selama ini bocah itu menyembunyikan kekuatan nya, kurang ajar... bagaimana sekarang," batin Wei Jilli matanya menatap ke semua orang.
semua mata tidak berkedip sama sekali mereka tidak percaya jika Wei Jilli bisa terlempar saat pertarungan baru beberapa detik di mulai.
__ADS_1
Puteri Ming Mei terlihat begitu senang, ujung bibir nya tertarik ke atas.
tapi tidak ada yang memperhatikan nya
semua orang terkaget dengan pertarungan ini
hanya beberapa tarikan nafas saja Wei Jilli sudah terluka.
Wei Jilli menggeretak gigi nya, marah karena merasa dibodohi oleh Xiao Zhou.
"aku tidak boleh kalah... tidak kali ini, Puteri tidak boleh lepas dari genggaman ku, aku sangat mencintai Puteri Ming Mei sejak aku melihat nya pertama kali, aku dan keluargaku sudah melakukan semua cara untuk mendapatkan posisi ini, posisi sempurna ini tidak boleh lepas bagaimana caranya," batin Wei Jilli.
Wei Jilli mengeluarkan beberapa pil dan menelan pil itu, tubuh nya seketika membengkak, wajah terlihat sedikit mengerikan dan mulai menyerang kembali secara ganas, semua orang menahan nafas,
pedang di tangan Wei jilli mengeluarkan petir.
dan lagi-lagi hanya sekali tebasan tubuh Wei Jilli kembali harus terlempar lagi namun tidak sampai keluar panggung, dan pedang xiao zhou sudah hancur karena petir Wei Jilli.
"sebaik nya tuan muda Wei menyerah saja, tubuh anda sudah tidak bisa bergerak lebih lama lagi" ucap Xiao Zhou.
Wei Jilli seperti tersambar petir antara marah dan putus asa, terbayang Puteri Ming Mei yang sangat dirinya cintai harus jatuh kepelukan lelaki yang sangat dirinya benci, tapi semua sudah terlambat untuk menyesali kebodohannya.
"kauuuu.? meskipun mati aku tidak akan menyerah.." teriak Wei Jilli tidak terima, dan bersiap menyerang, dan ucapan Xiao Zhou benar, baru beberapa langkah tubuh Wei Jilli sudah ambruk dan tak sadarkan diri.
" kalian sudah melihat pertarungan ini di menangkan oleh pemuda tanggung ini," ucap pria sepuh itu.
Puteri Ming Mei seperti lupa diri, dan berlari keatas panggung dengan senyum di wajah nya.
"sabar cucuku kau terlihat begitu bersemangat, ingat kau itu hadiah, bukan yang mendapat hadiah." ucap pria sepuh itu menggoda cucunya, beberapa orang hanya tersenyum saja.
"kakek maaf" ucap Puteri Ming Mei
"hahaha anak muda kadang tidak bisa menyembunyikan perasaan nya," ucap pria sepuh itu.
"anak muda terimalah hadiah mu, jagalah cucuku, sayangi dia seperti aku menyayangi nya," ucap pria sepuh itu mengelus kepala Puteri Ming Mei.
"baik Yang Mulia, akan aku ingat pesan anda," ucap Xiao Zhou.
Puteri Ming Mei berpindah tempat kini wanita cantik itu berdiri di belakang Xiao Zhou tangan mereka sesekali bersentuhan, dan seperti saling menginginkan jemari panjang wanita muda itu meremas jemari Xiao Zhou.
"sebaik nya kita turun puteri" ucap Xiao Zhou, dan menarik tangan puteri...
dan tiba-tiba seseorang sudah terbang di udara memegang pedang dan menebaskan pedang nya kearah Xiao Zhou dan puteri.
udara sekitar berubah menjadi gelombang yang setajam pedang, Xiao Zhou tanpa berpikir melesat dan melindungi Puteri Ming Mei dari pedang energi yang melesat ke arah mereka berdua.
Mata Kaisar Ming melebar, bibir nya sedikit terbuka, tidak percaya apa yang dilihat, wajahnya tampak begitu khawatir dengan keselamatan Puteri kesayangan nya, dan berusaha melompat ke arah panggung, namun beberapa orang memegang nya.
para undangan juga begitu kaget terjadi penyerangan di aula tamu istana Kekaisaran Ming, dimana Kekaisaran itu adalah istana teraman di semua kekaisaran yang ada.
"bocah malang itu pasti mati" ucap salah tamu undangan yang sudah sepuh,
__ADS_1
dengan kultivasi yang di miliki nya dengan mudah dirinya melihat gerakan penyerang itu.
"sudah terlambat" batin pria sepuh itu.
traaannnngggggg...
tangan kanan Xiao Zhou masih memegang jemari Puteri Ming Mei, tangan kiri nya, kini sudah memegang pedang panjang nya, untuk menangkis serangan pedang energi itu.
puteri yang mengenali pedang panjang itu hanya tersenyum kegirangan.
"sudah kuduga orang yang menyelamatkan aku di hutan itu adalah dirimu, kenapa kau harus menyembunyikan identitas mu suami?" ucap Puteri Ming Mei.
Xiao Zhou hanya mengangguk,
"kau masih mengingat nya istri ku" ucap Xiao Zhou.
Puteri Ming Mei sangat senang dengan sebutan baru untuk dirinya dari Xiao Zhou.
beberapa orang melesat ke atas panggung di antara nya mengenakan jubah jendral Kekaisaran Ming.
"kau sudah gila, berani sekali membuat keributan di istana dan menyerang puteri kaisar, bahkan jika kau memiliki 10 nyawamu tidak cukup untuk membayar perbuatan mu ini," ucap salah satu jendral dan mengayukan tombak yang mata tombak nya berbentuk golok, ke arah penyerang itu.
praangggg...
panggung pun ikut terkoyak oleh ayunan tombak besar itu, dan menghantam penyerang itu hingga terlempar dan terluka parah, penyerang itu tidak lain adalah Wei Hongli ayah Wei Jilli, yang juga seorang perdana menteri Kekaisaran Ming.
****
di aula keluarga kekaisaran Ming.
Kaisar Ming mendekati Xiao Zhou,
"Hormat ku Yang mulia" ucap Xiao Zhou gugup teringat saat mereka minum arak bersama.
"aahhh anak muda seperti nya kau dalam masalah besar, mengingat kau sudah memiliki dua calon istri dan sekarang mendapat istri baru lagi," ucap Kaisar Ming dan menatap Xiao Zhou tenang.
"maafkan aku yang mulai, awal nya tidak terpikirkan akan berakhir seperti ini, tapi jika Yang Mulia mengijinkan puteri menikah dengan ku, aku akan bertanggung jawab atas semua tindakan dan ucapan ku Yang Mulia," ucap Xiao Zhou.
"hemmm... bagusss... kapan kau akan menikahi puteri ku," ucap Kaisar
"1 tahun lagi yang mulia" ucap Xiao Zhou.
"1bulan," tiba-tiba Puteri Ming Mei ikut bersuara dengan mata melebar kearah Xiao Zhou.
"dua bulan puteri," ucap Xiao Zhou sedikit gugup, berusaha menawar.
"berani sekali kau bocah tawar menawar dengan calon istri mu ini," ucap Puteri Ming Mei dan mulai mencubit perut Xiao Zhou
Kaisar Ming tersenyum melihat tingkah putri nya.
"hah sudah... Puteri, sudah... tidak perlu bertengkar seperti putriku, baiklah... dua bulan lagi," ucap kaisar Ming tersenyum, dan memanggil pengawal nya, dan tidak lama dua orang pengawal sudah di hadapan Kaisar Ming.
__ADS_1
"pengawal sampaikan kepada semua menteri senior untuk menghadap ku besok di aula istana, ini tentang pernikahan Puteri ku yang akan menikah dua bulan lagi," ucap Kaisar Ming yang juga terlihat bahagia.
"baik... Yang Mulia," ucap pengawal itu dan cepat-cepat meninggalkan tempat itu.