Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
ch.22


__ADS_3

"Ji'a.... apa maksud mu dengan perkataan tidak mungkin?" tanya pangeran ke empat.


"oh... tidak pangeran aku hanya asal bicara, tabib apa itu tidak masalah jika di totok seperti itu," ucap Park Min Ji.


"tentu saja tidak nyonya, untuk segi kesehatan anda, itu sangat baik, tapi akan sedikit mempengaruhi tempramen, anda akan sedikit jadi pemarah, hanya saja tehnik totokan seperti itu begitu rumit, bahkan guruku saja tidak sanggup melakukan nya, karena tempat nadi yang akan di totok itu begitu sulit di temukan, hanya tabib dengan kemampuan hebat dan juga harus memiliki kultivasi di ranah pendekar suci yang mampu melakukan nya," ucap tabib itu.


tatapan mata Park Min Ji menjadi kosong, kening nya berkerut hebat mendengar semua ucapan tabib sepuh itu.


"apa yang sebenarnya terjadi? tidak mungkin pelayan tanpa kultivasi itu mampu melakukan totokan ini? siapa dia sebenarnya nya?" batin Park Min Ji mengingat cipratan darah di tubuh Xiao Zhou semalam.


"anda sangat beruntung totokan ini sangat sempurna, sayang nya totokan ini tidak bertahan lama hanya beberapa hari saja, setelah itu biarkan dulu sebulan, setelah itu baru anda bisa di totok lagi, tapi nyonya katakan padaku siapa orang yang melakukan penotokan ini, karena seumur hidup aku belum pernah bertemu orang seahli ini," ucap tabib tua itu lagi.


"hemmm... i-tu, aku bertemu dengan seorang tabib secara tidak sengaja beberapa hari yang lalu di kota pusat kota binjong," ucap Park Min Ji berbohong, membuat tabib itu mengelus janggut nya seperti berpikir keras.


Park Min Ji mulai khawatir jika tabib itu bertanya lagi,


"tabib bagaimana penyakit ku ini? apa anda bisa menyembuhkan nya?" tanya Park Min Ji.


"maafkan aku nyonya, tubuh anda adalah tubuh giok salju, aku tidak sanggup, tapi aku memiliki kenalan dia adalah mantan tabib mendiang Kaisar Tang terdahulu, yang juga seorang pengendali api, dia adalah penjaga api suci, mungkin teman ku mengetahui pemilik elemen api abadi, teman ku itu tinggal di puncak gunung hunzu, tiga atau empat hari perjalanan dari sini, semoga anda berjodoh dengan nya," ucap tabib itu.


Park Min Ji terlihat masih begitu tenang, meski ada sedikit kekecewaan di hatinya, tapi kenyataan ini sudah di ketahui nya sejak kecil, dan pikiran lain mulai memenuhi benaknya.


"sudah seharian aku memikirkan tentang kemungkinan totokan yang di lakukan pelayan itu, apa dia seorang tabib? atau kebetulan saja? hemm... dia terlalu muda untuk itu, tidak satupun yang masuk akal tentang pemuda itu, aahhh... aku begitu lelah, tapi satu hal yang aku tahu dia sudah berusaha menolong ku sewaktu pingsan itu, baiklah aku akan bicara padanya," batin Park Min Ji kemarahan nya mulai reda pada Xiao Zhou, dan berusaha mencari celah agar tidak di ketahui oleh siapapun untuk bertemu pemuda itu.


langit mulai gelap barulah Park Min Ji mendapat kesempatan bertemu Xiao Zhou, keduanya bertemu di pinggiran telaga di dekat rumah megah itu, keduanya hanya terdiam untuk beberapa saat.

__ADS_1


"aku datang ingin meluruskan beberapa masalah," ucap Park Min Ji matanya menatap ke arah permukaan telaga, seperti masih malu jika menatap remaja itu.


sesaat Xiao Zhou menatap wanita itu, dan ikut menatap permukaan telaga, dan mengangguk.


"dengarkan aku.... seperti kata-kata yang pernah kau ucapkan, ada hal yang sebaiknya aku tidak tahu, aku rasa itu ada benarnya, aku tidak akan bertanya siapa dirimu, dan mungkin kau akan mengelak jika aku bertanya apa kau menotok ku beberapa hari yang lalu? tapi apapun itu kau telah menolong ku Zhou'er, dan aku berterimakasih karena nya, dan... un-tuk kejadian malam itu," ucapan Park Min Ji terhenti sesaat.


wanita itu menatap sesaat ke arah Xiao Zhou dan menghela nafasnya seperti sedang menguatkan tekad nya, tampak pemuda itu menatap ke arah semak tidak jauh dari mereka.


"waktu malam itu.... um... semua sudah terjadi, dan bagus nya lagi kita tidak akan pernah bertemu, jadi aku harap kau tidak pernah membicarakan peristiwa itu dengan siapapun, kau mengerti maksud ku bukan? aku sudah memiliki kekasih, aku tidak ingin hubungan kami hancur karena kejadian seperti itu, dan juga jangan pernah berpikir aku menyukai kejadian terkutuk itu, setelah ini aku tidak ingin melihat mu lagi," ucap Park Min Ji.


"aku sangat mengerti nyonya, tidak perlu khawatir aku akan diam, dan juga aku tidak berani berpikir seperti yang anda katakan tadi," ucap Xiao Zhou sambil tersenyum tipis.


"aahh... itu bagus, baiklah aku bisa mempercayai mu, um... aku akan pergi," ucap Park Min Ji yang juga tersenyum ke arah Xiao Zhou


"silahkan nyonya," ucap Xiao Zhou sedikit menyingkirkan tubuh nya sambil menunduk, dan wanita dengan mata bulat itu pun meninggalkan Xiao Zhou.


"maksud ku aku akan pergi meninggalkan kekaisaran ini," ucap Park Min Ji dengan suara sedikit bergetar.


Xiao Zhou hanya mengangguk,


"selamat jalan nyonya, semoga kita tidak bertemu lagi," ucap Xiao Zhou.


Park Min Ji memejamkan matanya dalam-dalam, dan mengangguk.


"itu adalah yang terbaik," guman Park Min Ji pelan, dan melangkah pelan, seperti sedang menunggu ucapan Xiao Zhou untuk menahan nya.

__ADS_1


namun Xiao Zhou hanya diam, dan Park Min Ji pun menjauh dan sesekali berbalik menatap ke arah Xiao Zhou, dan wanita itu pun masuk ke rumah megah itu.


"keluarlah... wanita itu sudah pergi," ucap Xiao Zhou menatap ke arah semak-semak tadi.


"ooohhh... kau melihat ku rupanya, apa yang kalian telah lakukan malam itu?" ucap pria yang keluar dari semak-semak itu.


"aku tidak bisa memberitahu mu," ucap Xiao Zhou.


"hihihi.... pelayan kurang ajar, kau bisa saja mati saat ini juga, tapi itu akan mengurangi keindahan drama ini, entah kau mau cerita atau tidak, ucapan nyonya Park sudah cukup bagiku, dan dengan itu maka nyonya Park akan aku jadikan budak ranjang ku, hahaha...." ucap Kim bong Goo menatap culas ke arah Xiao Zhou.


Xiao Zhou hanya menatap acuh Kim bong Goo, dan berbalik meninggalkan pria itu.


"tunggu pelayan.... kau seperti nya tidak khawatir akan keselamatan mu dan wanita itu, apa kau tidak menyukai nya?" tanya Kim bong Goo.


"nyonya Park adalah kekasih teman mu bukan kekasih ku, aku tidak ada urusan mencampuri urusan nyonya Park dan anda tuan, lagipula aku dengar pangeran ke empat suka mempermainkan istri orang lain, mungkin kali ini dia mendapat balasan dari perbuatan nya, semoga kau berhasil," ucap Xiao Zhou dan melangkah meninggalkan Kim bong Goo.


Kim bong Goo mengerutkan keningnya, menatap punggung Xiao Zhou yang mulai menghilang,


"dia tidak terkejut sama sekali melihat ku, seperti nya bukan sekedar pelayan biasa, kata-kata nya sama sekali tanpa emosi, dan itu sangat membuat ku kesal," guman Kim bong Goo.


Park Min Ji dengan perasaan tidak menentu memasuki ruangan khusus milik nya setelah berbicara dengan Xiao Zhou, hati nya terasa sedikit sakit dan juga sesak, wanita berkulit halus itu menatap ruangan nya yang gelap seperti suasana hati nya.


" ini aneh, kenapa pelayan belum menyalakan lentera di ruangan ku," guman Park Min Ji.


setelah beberapa saat Park Min Ji sudah berhasil menyalakan lentera di ruang tidur nya, dan mencium aroma harum dan merasakan seseorang berada di ruangan nya dengan cepat berbalik dan menatap orang itu,

__ADS_1


"siapa?" tanya Park Min Ji meski begitu mengenal aroma minyak wangi yang di cium nya itu, dan seorang pria keluar dari tempat yang gelap menuju tempat yang terkena cahaya lentera.


__ADS_2