
"kalian semua tinggal kan tempat ini dan kembali berjaga mulai besok pagi," ucap pejabat militer itu.
"prajurit itu menundukkan kepalanya lagi, dan berlari kecil meninggalkan tempat itu bersama semua prajurit lain nya.
tidak berselang lama, beberapa orang bercadar hitam melesat di udara memasuki kediaman Yu Jin tua.
seorang pria bercadar suruhan Penyihir Agung, mulai mundur dan ingin segera melaporkan ke pada tuan nya, namun sayangnya gerakan nya terlambat saat seorang pria berusia sekitar 40 tahun sudah berada di hadapan nya.
"kau?? kau tidak akan berani membunuhku, aku adalah suruhan Penyihir Agung," pria bercadar itu." menatap sang pengganti.
"hahaha.. pria bercadar, dalam kegelapan malam di saat malam ritual? hemmm.... sudah menjadi tugas ku mengamankan pria yang tidak jelas itu.
dan yang lebih penting kau sedang mengendap-endap di kediaman mertua penguasa, itu sudah alasan yang kuat untuk menghabisi mu, karena keamanan kerabat penguasa di atas segala nya, apa kau paham?" ucap sang Pengganti.
orang suruhan Penyihir Agung itu mengerutkan keningnya,
"orang ini sedang mencari alasan untuk membunuh ku," batin mata-mata Penyihir Agung, dan berusaha membuka cadar nya, namun sayangnya pedang sang pengganti sudah lebih dulu memotong tangan pria bercadar itu dan hanya beberapa menit sudah meregang nyawa tanpa bisa melepaskan cadar mereka.
"cih... dasar serangga, aku akan membunuh mu, dengan atau tanpa cadar itu, maafkan aku... tidak ada saksi untuk malam ini," ucap sang pengganti, dan menghisap tubuh tidak bernyawa itu beserta darah yang berceceran di tanah.
terlihat Yu Jin tua sedang berlutut dengan darah segar menyembur dari bibirnya,
sang pengganti yang sudah menggunakan cadar, sedikit merendahkan tubuhnya, dan menatap mata pria tua itu.
"dengarkan aku baik-baik Yu Jin tua, jika kau menuruti semua perintah ku maka istrimu akan selamat, bertingkah lah seperti sedang tidak terjadi apa-apa, jangan sampai penjaga pulau atau siapa pun mengetahui ini, jika itu sampai terjadi kau dan istri mu akan lenyap selama nya, dan kau tidak akan memiliki penerus," ucap sang pengganti.
Yu Jin tua mengangguk, raut wajah nya seperti begitu tertekan, dengan tatapan mata kosong.
*****
beberapa hari setelah malam ritual.
malam itu Xiao Zhou berada di sebuah balai kecil beratap yang terapung di atas sebuah telaga kecil di belakang istana Ratu Xhin Ye. sebuah jembatan kayu yang di terangi lentera yang terpasang begitu rapi berjejer sepanjang jembatan itu membuat suasana sedikit terang dan nyaman di malam gelap itu.
__ADS_1
Xiao Zhou duduk di salah satu bangku di balai kecil itu, dan membuka sebuah kitab yang di berikan oleh Penyihir Agung pada nya.
keningnya sedikit berkerut, seolah-olah tidak percaya apa yang di bacanya.
"hanya wanita yang bisa menguasai tehnik pedang bulan dengan sempurna, karena struktur tulang mereka yang lebih ramping, dan lebih kecil," guman Xiao Zhou.
"apa kitab itu begitu menarik, hingga kau mengabaikan ku?" terdengar suara wanita yang sangat dikenalinya.
Xiao Zhou berdiri, dan membungkuk tanpa menatap orang itu
"Ye'er?? maaf aku tidak menyadari kedatangan mu," ucap Xiao Zhou, menatap Ratu Xhin Ye.
"malam ini aku merasa sedikit panas, aku ingin mencari udara segar," ucap Ratu Xhin Ye dan melepaskan jubah nya, membuat bibir Xiao Zhou sedikit terbuka.
para dayang yang berdiri tidak jauh dari tempat itu hanya tertunduk, dan tidak berani menatap pasangan itu sama sekali.
malam itu Ratu Xhin Ye mengenakan pakaian tidur tipis berwarna coklat gelap, bahkan kulit putih nya terlihat menerawang di balik pakaian tidur itu karena tipis, dan bahan yang digunakan nya begitu lembut, sehingga terlihat jelas garis lekukan di pusar dan beberapa bagian tubuh wanita itu.
Dengan dandanan sedikit berat, dan rambut panjang yang di biarkan terurai, membuat hidung Xiao Zhou dapat menikmati keharumannya tubuh wanita itu, serta senyum cerah dari wanita mampu membuat orang yang melihat nya akan ikut tersenyum tanpa mereka sadari.
"ehemmm... kau tidak menjawab pertanyaan ku suami," ucap Ratu Xhin Ye menaikkan satu alis kecil nya, dan duduk bangku Xiao Zhou tadi sambil menimpakan paha panjangnya di paha yang lain, sedetik tampak pakaian dalam dengan warna putih yang di kenakan wanita itu terlihat, karena belahan pakaian itu begitu tinggi hingga mendekati pangkal pahanya.
"hihihi... tidak percuma aku berdandan begitu lama, melihat reaksi mu ini sangat menggelikan," batin Ratu Xhin Ye.
tampak bulir-bulir keringat di kening Xiao Zhou mulai muncul,
"em... ini kitab pedang bulan yang Penyihir Agung berikan padaku," ucap Xiao Zhou yang akhirnya berhasil menjawab pertanyaan Ratu Xhin Ye.
Ratu Xhin Ye mengeluarkan sapu tangan dan menyerahkan nya kepada Xiao Zhou alis nya terangkat, bola mata menatap kening Xiao Zhou sambil mengangguk, saat Xiao Zhou belum mengerti.
"hihihi... bersihkan itu!!! ucap Ratu Xhin Ye.
Xiao Zhou menerima sapu tangan itu dan mulai membersihkan wajah nya.
__ADS_1
"hemmm... sebenarnya ada yang ingin aku tunjukkan padamu malam ini, tapi sepertinya kau sedang sibuk, baiklah suami... terus lah berlatih, aku akan kembali ke kamar ku," bisik Ratu Xhin Ye, dengan suara begitu menggoda, dengan sedikit mendesah.
Ratu Xhin Ye berdiri dan melangkah meninggalkan nya, tetapi Xiao Zhou menarik lengan Ratu Xhin Ye dan mendorong tubuh indah itu ke sebuah dinding kayu yang ada di balai terapung itu.
mata keduanya saling menatap penuh gairah.
"apa yang kau lakukan?" bisik Ratu Xhin Ye membiarkan saja perlakuan Xiao Zhou, bahkan seperti sedang mengundang Xiao Zhou untuk berbuat lebih jauh.
Xiao Zhou menarik pinggang Ratu Xhin Ye, dan menaikkan satu paha nya ke pinggang nya.
aahhh.... desah kecil terdengar dari bibir merah Ratu Xhin Ye, saat benda mereka saling bersentuhan.
para dayang itu seperti bergetar mendengar ******* Ratu Xhin Ye, Dayang kepala mengerakkan tangan nya seperti mengusir ayam, dan memerintahkan para pengikut di belakang nya, agar mereka untuk mundur beberapa langkah dan berbalik arah, tidak lagi menatap ke arah balai kecil yang penuh lenguhan nafas yang begitu memburu.
"aahhhh... suami kau menekan ku terlalu keras sakit di bagian ini," ucap Ratu Xhin Ye tetapi tangan nya menarik bokong Xiao Zhou membuat nya lebih menekan daerah itu.
ssssss... aahhh... lenguhan nafas Ratu Xhin Ye terdengar lagi,
"sekarang jauh lebih baik," Ratu Xhin Ye tersenyum, tubuh nya mulai bergerak seirama dan meladeni hentakan Xiao Zhou, nafas nya mulai tersengal-sengal, dan suara nya sedikit bergetar dan terputus-putus.
"kau tahu.... malam ini aku untuk pertama kalinya aku berdandan untuk seorang pria, biasanya aku hanya berdandan untuk posisi ku saja sebagai penguasa, ini sedikit membuat ku malu, apa.. apa kau menyukai nya? katakan suami apa aku terlihat cantik?" tanya Ratu Xhin Ye pelan, dan tubuh nya masih bergerak pelan mengikuti gerakan Xiao Zhou.
Xiao Zhou sedikit mengangguk,
"tentu saja istri... aku sangat menyukai nya, kau terlihat seperti anak anjing yang menggemaskan," ucap Xiao Zhou, dan mencium leher Ratu Xhin Ye.
wajah Ratu Xhin Ye membeku, tubuh nya juga berhenti bergerak, mata Ratu Xhin Ye terpejam dalam-dalam, dan beberapa saat terlihat senyum mematikan dari bibirnya, dan menahan bibir Xiao Zhou dengan jemari indah nya, untuk menghentikan ciumannya.
"apa? kau baru saja menyebut ku apa? hahaha... hah... aku tidak percaya ini?? suami... kau sedang tidak serius bukan? kau baru saja memujiku dengan mengatakan aku mirip anak anjing...." teriak Ratu Xhin Ye.
blaaarrrrr......
bommmmm......
__ADS_1
jedaarrrrr........
byurrrrr.........