Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
tekad Lun Zhing yue


__ADS_3

***


tiga ch kedepan akan banyak adegan dewasa nya dan sedikit fulgar, bagi yang tidak suka di skip aja Genk.


pagi itu Lun Zhing yue sedang sarapan bersama Liu fenghua di rumah makan dekat tempat usaha pembuatan pil mereka.


"kakak Liu bagaimana menurut dengan ini?" ucap Lun Zhing yue menunjukkan guci milik Xiao Zhou.


bibir Liu fenghua terbuka, dirinya mengenal betul guci milik suami nya.


"bagaimana kau mendapatkan benda itu?" tanya Liu fenghua.


"katakan padaku kakak Liu, aku sangat tahu jika arak ini adalah milik dari pria bertopeng yang selama ini aku cari, dan aku yakin kakak menyembunyikan sesuatu dariku" ucap Lun Zhing yue.


Liu fenghua menggeleng, dan memegang tangan Lun Zhing yue.


"baiklah adik Lun, aku akan jujur padamu, aku harap kau tidak membenciku setelah mengetahui kebenaran nya" ucap Liu fenghua, dan mulai bercerita tentang Xiao Zhou.


bibir Lun Zhing yue bergetar, mata nya berkaca-kaca tidak percaya akan apa yang di dengar nya.


Lun Zhing yue menarik nafas dalam-dalam mencoba mengendalikan perasaan nya, yang hancur tak bersisa.


"ini sangat menyakitkan kakak Liu, untuk pertama kalinya aku menyukai seseorang pria tetapi pria itu sudah beristri, aku harus pergi saat ini kakak Liu, terimakasih sudah mengatakan semua nya padaku, dan satu lagi kakak Liu, aku tidak akan mendekati suami mu lagi, aku berjanji kakak Liu" ucap Lun Zhing yue.


"adik Lun kau tidak perlu menjanjikan apa-apa padaku, lakukan apa yang terbaik menurut mu, kau akan pergi kemana?" tanya Liu fenghua.


"saat ini aku perlu sendiri kakak Liu, aku mohon diri" ucap Lun Zhing yue dan pergi dari rumah makan itu.


Lun Zhing yue masuk kedalam kamar nya dan duduk di sebuah kursi di ruangan itu, tanpa membalas sapaan dari Lun Xiang Tien.


Lun Xiang Tien mengikuti cucunya dan mendekati nya.


"ada apa cucuku, kenapa kau menangis" ucap Lun Xiang Tien, sambil mengelus kepala cucunya.


"apa yang harus kulakukan sekarang kakek, satu-satu nya pria yang aku sukai itu sudah beristri" ucap Lun Zhing yue

__ADS_1


"hemmm.... siapa yang kau maksud? apa pelayan kecil itu?" tanya Lun Xiang Tien tenang.


"kakek.... kenapa kakek bisa tahu" ucap Lun Zhing yue menatap Lun Xiang Tien dalam-dalam.


"hehe... dari awal kakek melihat kalian begitu serasi, tapi kakek tidak tahu kau sudah begitu cepat menyukai nya, padahal hanya sekali bertemu saja" ucap Lun Xiang Tien pelan dengan suara serak nya.


"tidak kakek, aku sudah pernah bertemu sekali sebelum dia datang kerumah ini sebagai pelayan Huang Lang" ucap Lun Zhing yue.


"ohhh... hehehe... jadi begitu? hemmm... cucuku kakek tidak akan melarang mu, jika kau ingin bersama pelayan kecil itu, tapi cobalah membuka hati mu untuk pria lain, kakek rasa jika cucu kakek ini begitu cantik dan pintar, dan dunia ini begitu luas kau tidak akan susah mendapatkan seorang suami yang lebih baik pemuda itu, yueyu kau sudah dewasa, berpikirlah dengan pantas" ucap Lun Xiang Tien tegas.


Lun Zhing yue mengangguk, dan mengusap air matanya,


Kakek benar.... aku bukan gadis belasan tahun lagi, kakek selalu mengajariku untuk lebih menggunakan otak ku daripada hati, terimakasih kakek, aku merasa lebih baik saat ini" ucap Lun Zhing yue.


"hehe... baiklah cucuku, kakek percaya kau akan melakukan nya" ucap Lun Xiang Tien dan keluar dari kamar cucu nya.


"Xiao Zhou, aku akan melupakan mu dari hidupku" ucap Lun Zhing yue.


***


Xiao Zhou duduk di sebuah kursi dengan tangan terikat di belakang.


"baiklah pelayan..., kau dengar baik-baik, namaku Han Yui, aku adalah ibu dari majikan mu, dan aku sangat berkuasa di tempat ini, suami ku yang lemah tidak akan berani menentang ku, karena akulah yang membesarkan sekte ini berkat hubungan ku dengan pejabat-pejabat tinggi di kekaisaran Wang, hanya anakku Huang Lang yang berani padaku, jadi bocah jika aku ingin membunuh mu itu akan sangat mudah" ucap Han Yui.


"jadi pelayan kecil, sekarang nyawamu dalam genggaman ku, katakan apa kau seorang mata-mata? atau kau ingin mencuri dari sekte ini?" tanya wanita itu.


"bagaimana ini? aku bisa saja memporak-porandakan sekte ini, tapi usaha ku akan sia-sia, begitu terjadi kekacauan pilar langit akan tahu, dan akan menarik mustika formasi itu secepatnya, dan itu berarti misiku sudah gagal" batin Xiao Zhou memutar otak agar tidak ketahuan sebagai pencuri yang di utus Dewa Lou yi.


"maafkan aku nyonya tapi aku akan berterus terang, dari pertama melihat anda di tempat ini aku begitu menyukai anda nyonya, aku begitu terobsesi sehingga diam-diam aku selalu memperhatikan nyonya, dan mengikuti anda" ucap Xiao Zhou dengan tatapan sedikit mesum, dan berpura-pura ketakutan.


wanita cantik itu berpikir beberapa saat, dan mengamati wajah serta tubuh Xiao Zhou, ada sedikit kebanggaan di mata Han Yui, karena tubuhnya masih bisa membuat pemuda tanggung seperti Xiao Zhou begitu terobsesi.


"hemmm... bocah pelayan seperti nya, dengan usia mu saat ini kau sedang mulai ingin mengetahui tubuh wanita bukan hahaha." ucap wanita cantik itu dan membuka beberapa kancing bagian atas pakaian nya, dan memperlihatkan sedikit gunung besar nya yang indah.


"bagaimana? apa kau menyukai nya? ini akan mengobati sedikit rasa penasaran mu, tapi sayang sekali kau hanya seorang pelayan, apa kau tahu di dunia ini yang paling aku benci adalah pelayan, dan aku tidak akan pernah tidur dengan seorang pelayan" ucap wanita itu dingin dan kini mengangkat kakinya dan perlahan menginjak kebanggaan Xiao Zhou.

__ADS_1


kaki wanita itu menekan kebanggaan Xiao Zhou dengan keras, membuat milik Xiao Zhou bereaksi membesar dan begitu keras.


mata wanita yang di panggil bibi Yui itu melebar, bibirnya sedikit terbuka.


"apa ini? ini begitu besar? aku tidak percaya bocah kecil ini memiliki benda yang begitu besar, bahkan aku tidak pernah berpikir jika ada benda sebesar ini" batin Han Yui dan menelan ludah nya


"hemmm... bocah kau memiliki benda yang cukup mengagumkan juga," ucap Han Yui sedikit gugup dan tubuh nya mulai panas.


"demi dewa... perasaan aneh apa ini? bahkan aku bisa terangsang hanya karena memikirkan nya saja, aku harus melihat nya, tapi aku punya harga diri, aku juga sudah mengatakan tidak menyukai pelayan, ini benar-benar membuat ku gila" batin Han Yui, memutar otak nya ingin melihat kebanggaan Xiao Zhou, tapi begitu malu karena dari awal mengatakan tidak menyukai nya.


"baiklah bocah, sebelum kau mati akan aku berikan kau sedikit hiburan pada tubuh puber mu ini, tapi mata mu harus di tutup" ucap Han Yui sambil mengeluarkan kain hitam untuk menutup mata Xiao Zhou.


Xiao Zhou hanya diam, dan sedikit lega karena kedok nya tidak di ketahui Han Yui.


saat ini Xiao Zhou benar-benar tidak bisa melihat karena sekarang dirinya tidak bisa mengeluarkan energi qi nya untuk memvisualisasikan udara di sekitar nya.


perlahan Han Yui membuka pakaian bagian bawah Xiao Zhou dan terbebas lah kebanggaan Xiao Zhou dengan sempurna.


suara Han Yui terpekik dan menutup bibir indah nya dengan jari-jari tangan nya.


"i-ni begitu indah, bentuk dan ukuran nya membuat ku begitu bernafsu" batin Han Yui wajah nya begitu dekat dengan benda besar itu, bibirnya terbuka lebar, dan lidah nya sedikit keluar, tampak air liur nya mulai membasahi permukaan bibir itu, bahkan ada yang menetes.


" aku tidak dapat mengendalikan diriku lagi" batin Han Yui dan mulai memberikan sapuan nikmat pada benda milik Xiao Zhou.


ahhhkkk... Xiao Zhou sedikit menahan desahannya.


Han Yui sudah seperti tidak peduli dengan harga diri nya lagi, mata nya begitu bernafsu, dan begitu memanjakan milik Xiao Zhou. tubuh bagian bawahnya sudah begitu basah, hingga mengalir di paha bagian dalam nya.


"apakah ini sudah cukup pelayan kecil?" tanya Han Yui


"iya nyonya, ini sudah cukup" ucap Xiao Zhou.


"harus kita bisa lebih bersenang-senang jika saja kau bukan seorang pelayan, tapi aku akan memberi mu sedikit hiburan lagi" ucap Han Yui yang kini sudah menyiapkan jubah nya dan duduk di pangkuan Xiao Zhou.


"aahhkkkk...." suara desahan nya tertahan, saat kedua benda sensitif mereka bersentuhan, dan mulai saling menggesek, walaupun terhalang pakaian dalam Han Yui, tapi kedua nya begitu terlihat menikmati nya.

__ADS_1


__ADS_2