Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
Shinobi


__ADS_3

Xiao Zhou, sedang menggendong dua orang bayi di kedua tangan nya, dan beberapa dayang pengasuh masuk, dan mengambil bayi itu dan membawanya keluar ruangan nya di lantai tertinggi di istana ke 15.


beberapa wanita cantik masuk ke ruangan itu, menatap Xiao Zhou dengan tatapan kesal, Xiao Zhou duduk dan menekuk satu kaki dan menaikkan di atas banku panjang di ruangan itu.


wanita-wanita cantik itu duduk mendekati nya.


"suami kau sudah beberapa hari pulang, tapi kau tidak pernah bicara pada salah satu dari kami, katakan apa yang terjadi" ucap wanita cantik, yang sesekali terlihat taring sedikit panjang di bibir indah nya.


"aku tidak apa-apa" ucap Xiao Zhou.


"suami kami sudah mendengar cerita dari nona Jung tentang kejadian di tepi jurang itu, kami tahu perasaan mu" ucap wanita yang masih mengenakan pakaian Kaisar dari kekaisaran Wang.


Xiao Zhou menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkan guci arak nya, sesaat mata nya menatap guci itu dalam-dalam, dan menuangkan isi ke sebuah cawan di dekat nya.


Xiao Zhou meletakkan guci nya dimeja, dan mengambil cawan itu dan meneguk isi nya.


"aahhh.... kalian istirahat lah, aku sedang tidak ingin di ganggu" ucap Xiao Zhou.


"aku tidak akan kemana-kemana sebelum kau menjawab pertanyaan-pertanyaan dari kami," ucap Zhang Rui dengan tatapan kesal.


"berisik" guman Xiao Zhou pelan.


"baiklah... aku sudah membunuh seorang wanita yang mencintaiku, dan aku tidak bisa memanfaatkan diriku" ucap Xiao Zhou dengan tatapan dingin, membuat wajah para wanita di sekeliling nya sedikit merinding.


"kau tidak melakukan nya suami, itu sebuah kecelakaan, dan sudahlah lagipula nona Lun Zhing Yue saat ini masih hidup" ucap Xia xhialun yang sekarang mengelus wajah Xiao Zhou, tampak wajah Xiao Zhou sedikit tenang karena elusan tangan Xia xhialun.


"kalian tidak akan mengerti, saat wanita yang seharusnya kulindungi mati di hadapan ku, itu sama artinya aku yang membunuhnya, aku tidak pantas di sebut lelaki, dan aku tidak ingin itu terjadi pada kalian," ucap Xiao Zhou dan mengelus kepala Zhang Rui yang duduk di lantai dekat dengan kakinya.


"suami dengarkan kami, kami sudah tahu bahwa suami kami orang yang hebat, dan tentu saja memiliki lawan yang kuat, tapi kami semua tidak takut kematian, kami akan mati jika hatimu sudah meninggalkan kami, dan itu yang kami lebih takuti dari pada hanya sekedar kematian" ucap Xue dengan senyum menenangkan.


"hemm.... kalian memang selalu bisa memberi ku keterangan" ucap Xiao Zhou dan menyentuh wajah Xue dengan lembut.


dan seorang wanita lain nya dengan rambut terurai, mengambil guci itu dan melakukan hal yang sama dengan Xiao Zhou,


"malam ini giliran ku melayani mu suami, sebaiknya kau jangan melarikan diri" ucap wanita dengan rambut terurai itu yang tidak lain adalah Kim Yun.


"iya... aku tahu Yun'er" ucap Xiao Zhou sambil tersenyum.


"dan juga aku ingin memiliki bayi suami" ucap Kim Yun dengan wajah memerah.


"bersabarlah Yun'er... ada yang harus aku urus dulu, setelah itu aku akan memberikan mu inti darah ku padamu" ucap Xiao Zhou.


"suami bisakah kau ke kamar ku, setelah selesai dengan adik Kim?" bisik Xia xhialun, dengan senyum nakal.


"aku juga" ucap Zhang Rui tidak mau kalah.

__ADS_1


"hihihi... kalian semua sudah tidak tahan rupanya, tapi aku akan tidak tidur sampai pagi malam ini, suami kecil apa kau paham apa yang aku maksud bukan? ucap Xue dengan senyum yang memperlihatkan gigi taring nya.


"hihihi... kalian semua akan aku buat kecewa, adik kecil ini tidak akan aku lepaskan semalaman, kalian tahu aturan nya bukan, malam ini bocah ini milikku" ucap Kim Yun dan meneguk isi cawan nya, dan menarik tangan Xiao Zhou dan membawa nya masuk ke kamar tidur utama milik Xiao Zhou.


malam itu Kim Yun mulai mendesah, dan hanya beberapa menit sudah berteriak kencang,


"yaah dewa... aku keluar hanya dengan beberapa gerakan saja, aku tidak dapat menahan nya, benda ini benar-benar membuat ku gila" batin Kim Yun.


"maafkan aku adik kecil, tadi itu aku hanya terlalu bernafsu, kau sudah sangat lama pergi suami, sekarang kau harus membayar nya," ucap Kim Yun dan mulai menaiki tubuh Xiao Zhou, dan mencoba menekan benda itu dari atas, terlihat benda itu sudah penuh dengan cairan bekas milik Kim Yun, tetapi hanya setengah saja yang mampu di telan oleh milik Kim Yun.


"aahhh.... benda ini sudah memenuhi ku, ini begitu nikmat, aku sudah keluar berkali-kali, tetapi tubuh ku seperti menginginkan nya lagi, dan lagi, aku masih merasa nikmat seperti waktu tadi saat pertama kali melakukan nya" batin Kim Yun yang terus bergerak, walaupun sesekali tubuh nya menegang, dan mengejang, dan kini mencoba bergerak sampai Xiao Zhou mengambil alih permainan dan membuat nya mengejang beberapa kali lagi


dan hanya satu jam Kim Yun sudah terlelap dalam tidur nya, dan paginya Kim Yun membuka matanya dan menemukan suami masih terbaring di samping nya, dan mereka saling berpelukan dengan hangat.


Kim Yun tersenyum dan mengelus wajah Xiao Zhou dengan begitu lembut.


"kau benar-benar pintar membahagiakan wanita di atas ranjang suami, walaupun semalam sedikit kasar, tapi aku tahu dan merasakan kau sebenarnya begitu lembut, dan sangat menyayangi ku" guman Kim Yun dan mencoba bangkit dari ranjang besar Xiao Zhou.


Kim Yun dengan melangkah perlahan, keluar dari kamar nya, para dayang sudah menunggu nya di depan kamar Xiao Zhou seperti biasa.


"dayang tolong matras ranjang dari tuan muda di ganti" ucap Kim Yun dengan sedikit malu, yang melihat matras itu sudah basah oleh air seni nya semalam.


"kami sudah biasa melakukan nya ratu Kim," ucap dayang yang bertugas di ruangan Xiao Zhou.


****


pagi itu Xiao Zhou, Xue, dan Kim Yun sudah duduk di depan meja makan dan mulai sarapan mereka.


terlihat Jung Min Ha sedang menggendong anak Yun Li Wei, sedang Yun Li Wei sedang menyisir rambut Jung Min Ha, keduanya terlihat begitu akrab, dan sesekali senyum mereka mengembang.


Xiao Zhou menyipitkan matanya menatap kedua wanita berbeda usia itu, dan kembali ke meja makan nya dan teringat dengan stempel kekaisaran Yunha.


"Yun'er apa kau tahu tentang stempel kekaisaran Yunha? bagaimana jika stempel itu hilang?" tanya Xiao Zhou.


"hemmm... itu tidak akan terjadi, jika pun hila-ng....." suara Kim Yun terputus bibir nya sedikit terbuka.


"jangan katakan kau mencuri stempel kekaisaran itu suami" ucap Kim Yun dengan tatapan begitu terkejut.


"aku tidak mencuri, tapi bisa di bilang kebetulan menemukan nya, ceritakan lah" ucap Xiao Zhou.


"stempel itu tidak bisa di ganti, karena itu adalah pusaka pemberian langit, dan stempel itu ada yang menjaga nya, dimana pun stempel itu akan di ikuti oleh penjaga nya, dan Kaisar Yunha akan mengetahui nya" ucap Kim Yun dan mulai menyuap makanan nya.


dan Zhang Rui masuk ke ruang makan itu, wajah nya terlihat kelelahan,


"kakak Zhang apa kau baik-baik saja?" tanya Kim Yun.

__ADS_1


"iya aku baik adik Kim," ucap Zhang Rui sambil menutup tanda merah di beberapa lehernya.


mata Kim Yun melebar, saat melihat leher Zhang Rui.


"bocah kecil, semalam kau tidak kemana-mana bukan? tanya Kim Yun, dan pandangan nya tiba-tiba teralihkan ke tempat dimana terdengar suatu keributan.


"tolong beritahu penjaga di gerbang ke kekaisaran ku, hari ini aku tidak hadir di istana karena kurang sehat" ucap seorang wanita yang tidak lain adalah Xia xhialun.


Xia xhialun masuk ke ruang makan itu dengan sedikit tertatih, dan pakaian yang di kenakan nya menutupi sampai ke lehernya.


mata Kim Yun semakin melebar,


"aahhh.... bocah tengik ini" batin Kim Yun kesal, yang kini menatap tajam kearah Xue.


Xue hanya merunduk dan tersenyum melihat reaksi Kim Yun kesal, dan secara perlahan membetulkan pakaian nya yang menutupi gunung nya.


****


sudah sebulan Xiao Zhou di pulau keseimbangan, dan setelah menerima laporan dari para pejabat nya,


sore itu Xiao Zhou dan Jung Min Ha sedang berjalan-jalan di pulau nya, salju sudah membuat desa suku bulbul menjadi putih, kota kecil yang ada di pulau nya masih ramai di kunjungi pelancong, bahkan di musim salju seperti sekarang ini.


"aku harus bertambah kuat untuk melindungi apa yang menjadi milikku" guman Xiao Zhou, dan tiba-tiba terlihat bayangan hitam berdiri di bawah gerbang pulau nya.


Xiao Zhou mendekati bayangan hitam itu, dan sekarang Xiao Zhou melihat dengan jelas bahwa bayangan itu adalah Shinobi yang selama ini di pikiran nya.


"sudah saatnya kita pergi" ucap Shinobi dengan mata merah menyala.


di sebuah kediaman dibelakang istana ke 15, seorang manusia menyerupai harimau, tiba-tiba melesat ke udara menghacurkan sebagian atap istana Xiao Zhou dan membuat semua istri Xiao Zhou keluar melihat nya.


manusia berwajah harimau itu mendarat di halaman istana, dan melihat kearah gerbang pulau itu, posisi istana ke 15 yang berada di atas perbukitan, sehingga dengan mudah dapat melihat gerbang pulau di bawahnya.


tampak pria dengan wajah harimau itu begitu khawatir, dan berubah sedikit menyeramkan dari biasanya yang selalu tenang, dan berwibawa dan pedang besar di tangan sudah menyala.



ilustrasi tetua Zhifu.


" tidakk.... tidak untuk kali ini" ucap manusia harimau itu yang tidak lain adalah tetua Zhifu.


"apa yang terjadi?" teriak Liu fenghua menatap tertua Zhifu.


"sudah terlambat" ucap tetua Zhifu sambil menunjuk Xiao Zhou di gerbang pulau itu. dan melemparnya pedang nya dengan sangat kencang ke arah Shinobi itu.


para istri Xiao Zhou begitu khawatir dan sedikit bingung dengan reaksi dari tetua Zhifu yang begitu berbeda, belum pernah mereka melihat tetua Zhifu begitu marah dan panik seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2