Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
lorong sepi


__ADS_3

di lorong sepi di belakang rumah hiburan di kota huangdong.


desahan seorang wanita terdengar samar-samar.


"hentikan kali ini cukup, atau aku benar-benar marah" ucap Lun Zhing yue dengan tatapan mulai marah.


"baiklah... adik Yueyu maafkan aku, aku hanya terbawa suasana" ucap Wang Zhu menyadari kemarahan Lun Zhing yue, dan menghentikan aktivitas nya dan memeluk bahu Lun Zhing yue.


"sebaiknya kita pulang saat ini, kakak Zhu maafkan aku karena belum bisa menerima perasa-an...." suara Lun Zhing yue terputus,


sebuah totokan di lakukan oleh Wang Zhu dari belakang, dan melakukan nya lagi di dada Lun Zhing yue.


"kakak Zhu kau jangan kurang ajar, kita teman dari remaja, sadarlah!!!!" ucap Lun Zhing yue, dengan bibir gemetar mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya.


"haha... maafkan aku adik Yueyu, aku harus melakukan ini, aku begitu mencintaimu sejak pertemuan kita, kemampuan mu begitu tinggi aku tidak akan bisa melawan mu jika bertarung, sekarang aku akan melakukan itu dengan mu, dan setelah nya aku akan minta maaf pada kakek mu, dan bersumpah akan menikahi mu, dan bertanggung jawab jika kau hamil" ucap Wang Zhu mantap.


"kau jangan kelewatan Wang Zhu, jika kau melakukan nya setelah itu aku akan membunuh mu" ucap Lun Zhing yue.


"kau? kau tidak akan membunuhku, aku terlalu lembut dan naif dengan persahabatan kita sejak remaja, jadi kau nikmati saja apa yang ku berikan padamu malam ini" ucap Wang Zhu.


Wang Zhu menarik pakaian bawah milik Lun Zhing yue keatas dan memperlihatkan, paha mulus, dan pakaian dalam Lun Zhing yue yang dan berwarna terang, dan sangat tipis, sehingga dapat terlihat samar-samar benda yang ada di balik nya.


"ini sangat cantik, adik Yueyu kau benar-benar sangat menggairahkan" ucap Wang Zhu dan sesekali membasahi bibir nya dengan lidah nya.


"hentikan bajingan, atau aku berteriak" ucap lun zhing Yue.


"berteriak lah, jika kau lakukan itu aku akan menotok Nadi bicara mu, tapi aku sangat suka desahan wanita saat ku tiduri" ucap Wang Zhu dan mulai mengelus perut Lun Zhing Yue dan perlahan tangan nya kebawah memasukan tangannya di balik pakaian dalam Lun Zhing yue.


"ahhhkkk..." suara Lun Zhing yue terpekik dan bibirnya terbuka saat tangan Wang Zhu memainkan milik nya yang paling di jaga.


"sepertinya aku sudah sedikit basah adik Yueyu, kita akan lakukan dengan cepat" ucap Wang Zhu lagi dan mengeluarkan pusaka nya yang berukuran normal saja.


wajah Lun Zhing yue memerah karena malu dengan ucapan Wang Zhu, dan menyadari bahwa bagian bawahnya sudah basah karena ciuman mereka tadi.


"tolong hentikan ini, aku akan melepaskan mu, jika kau berhenti sekarang" teriak Lun Zhing yue, begitu marah dan khawatir.

__ADS_1


Wang Zhu sudah seperti menggila, bibirnya mulai menciumi gunung Lun Zhing yue dan tangan nya memainkan tubuh bawah Lun Zhing yue.


"aahhh.... hentikan... tollooonggg!!!!!" teriak lun zhing Yue


"adik bodoh kau jangan buang-buang suara indah mu itu, suara musik itu begitu kencang tidak ada yang mendengar mu" ucap Wang Zhu dan mulai menciumi bibir indah dari Lun Zhing yue


tidak jauh dari tempat mereka.


"dasar pria tidak tahu malu" guman Xiao Zhou pelan, dan melambaikan tangan nya di depan wajah nya, tampak kristal biru cerah dan sedikit bersinar, muncul pada kening nya.


aliran udara di sekitar tempat itu seketika berhembus kencang, membuat rambut Xiao Zhou sedikit bergoyang, dan wajah nya kini sudah mengenakan topeng yang biasa di gunakan nya.


"saatnya menidurkan anjing kecil" guman Xiao Zhou pelan.


Xiao Zhou melempar pelan sebuah kerikil ke arah Wang Zhu, tapi bagi Wang Zhu kerikil itu seperti serangan yang sangat berbahaya, dan begitu cepat.


menyadari ada serangan, Wang Zhu melompat kebelakang beberapa meter.


"binatang mana yang berani mengganggu kesenangan ku" ucap Wang Zhu menatap sekeliling nya, dan sebuah gerobak terbuat dari tembaga melesat begitu cepat, jauh lebih cepat dari kerikil tadi ke arah nya.


blarrrrrrrr.....


tubuh Wang Zhu, terhantam gerobak tembaga dan membuat terlempar dan menghantam dinding bangunan, serta membuat nya tidak bisa bergerak lagi.


Lun Zhing yue sekilas melihat orang yang melempar gerobak itu, tubuh nya tidak bisa di gerakkan, tapi masih bisa merasakan seseorang melayang di belakang nya, dengan sekali gerakan jari-jari Xiao Zhou melepaskan totokan di tubuh Lun Zhing yue.


"apakah itu kau?" guman Lun Zhing yue bertanya pelan, dan dengan cepat memutar tubuhnya, tanpa memperdulikan pakaian yang masih berantakan, tapi sayang nya orang yang menolong nya sudah tidak ada lagi.


"aku sangat berharap jika itu kau tuan Xiao Zhou, beri aku alasan untuk tetap di sisimu, tapi sepertinya kau masih marah padaku" guman Lun Zhing yue lagi terlihat wajahnya begitu kecewa.


malam itu Lun Zhing yue tidak dapat memejamkan matanya, pikiran nya terus mencoba mengingat kejadian di lorong rumah hiburan itu.


"ahhh... aku tidak bisa melihat dengan jelas orang yang menolong ku tadi, ini begitu membuat ku putus asa, besok pagi aku akan ke tempat itu lagi, aku harap bisa menemukan sesuatu" batin Lun Zhing yue,


****

__ADS_1


sudah beberapa hari Han Yui berusaha menghindari Xiao Zhou, dirinya sengaja selalu menyibukkan dirinya di luar, dan jarang pulang ke kediaman nya di sekte pilar keadilan.


seperti malam itu Han Yui sedang berpesta dengan teman-teman nya, mereka semua adalah istri-istri pejabat yang kesepian, beberapa dari mereka membawa pasangan gelap masing-masing.


"kakak Yui, kau terlihat berbeda apa kau sedang kesal?" tanya seorang wanita yang jauh lebih muda usia nya dari Han Yui tetapi Han Yui terlihat lebih muda dari wanita itu.


"nyonya Yan, aku sedang kesal dengan seorang pemuda" jawab Han Yui dingin.


"hihihi... kakak Yui ternyata kau bisa menyukai seseorang juga, saat kau kesal kau artinya sedang memikirkan nya, apa pemuda itu hebat? aku ingin melihat nya, bisakah kakak membawa nya ke tempat ini?" ucap nyonya Yan.


"hemmm... nanti akan aku bawa pemuda itu ke sini, baiklah sekarang bagaimana dengan pesanan ku?" tanya Han Yui


"hihihi.... kakak Yui bersabar lah, kami sudah membawa nya untuk mu, kau tidak akan kecewa, mereka yang terbaik di kota ini, tapi ingat pemuda itu harus kau bawa ke tempat ini, aku ingin melihat nya" ucap wanita yang di panggil nyonya Yan itu dengan seringai nakal nya.


ruangan besar tempat Han Yui dan teman-teman nya begitu mewah, dengan beberapa penjaga di depan pintu, dan khusus bagi mereka saja yang bisa masuk ke tempat itu, tidak akan ada pengunjung lain bisa masuk ke tempat mereka.


mereka duduk di bangku-bangku panjang dan di kelilingi oleh tirai berenda, yang sangat tipis, sehingga walaupun tertutup tirai mereka masih dapat menyaksikan pertunjukan di depan mereka.


beberapa penari wanita sedang melakukan gerakan tarian yang mengundang birahi, dan musik yang mendawai mengiringi tarian nakal itu.


"kakak Yui mereka sudah datang" ucap nyonya Yan, dua orang pemuda bertelanjang dada masuk ke ruangan mewah itu, dan berdiri di hadapan Han Yui.


pemuda yang baru datang itu begitu berbeda, yang satu terlihat cukup tampan, dengan tubuh sedikit kekar, dan yang satunya tampak memiliki tubuh begitu kekar dan tinggi, wajah nya terlihat begitu kasar dengan bulu lebat di wajah dan beberapa bagian badan nya.


kedua pria itu mulai membuka sisa dari pakaian mereka dan memperlihatkan pusaka masing-masing.


walaupun dalam ruangan temaram Han Yui dapat melihat dengan jelas pusaka para pria itu, yang masih jauh dari kenangan nya.


"ukuran nya sedikit lebih besar dari orang kebanyakan, dengan bentuk nya meruncing, sangat berbeda dari milik bocah pelayan itu, baiklah... kita lihat apa benda itu bisa memuaskan aku" batin Han Yui.


mata Han Yui tidak bergerak sedikitpun, wajahnya masih tetap dingin, saat kedua pemuda itu mulai menjamah tubuh nya, dan mengeluarkan semua kemampuan terbaik mereka.


"ini hanya seperti hari-hari yang lalu, pelayan kecil ku bisa membuat ku basah hanya dengan menatapku saja" batin Han Yui dan pikiran nya teringat saat tubuh nya bergulat dengan Xiao Zhou,


aahhhhsss.... Han Yui mendesah dan mulai terbakar birahi, mengingat perlakuan Xiao Zhou pada tubuh nya yang begitu dahsyat beberapa hari yang lalu.

__ADS_1


"sebaiknya kita ke kamar" ucap Han Yui dan berdiri serta melangkah memasuki kamar yang hanya beberapa langkah dari tempat nya duduk, dan di ikuti oleh dua pemuda tadi.


__ADS_2