
"a-pa menantuku? benarkah? aahh.... aku belum pernah melihat wajah penguasa ke 15, tapi bagaimana dia bisa sekuat ini? sepertinya kali ini Sang Pembunuh Dewa akan mengalami kesulitan," guman Kaisar Langit mengangguk.
Ratu langit juga ikut tersenyum,
"kali ini kau memilih dengan tepat Puteri ku, kau melanggar perintah langit tentang pembatalan pernikahan diplomasi, tapi kau melawan perintah ayah mu dan memilih bocah hebat ini, untuk pertama kali nya ibu mendukung kenakalan mu ini," ucap ibu Yun Qixuan dan mengelus kepala Puteri nya.
"ibu... maafkan aku, semua karena kesalahan ku juga, aku tidak pernah tahu jika penguasa ke 15 adalah pria yang bagitu aku cintai sebelum nya," ucap Puteri Yun Qixuan memeluk ibu nya.
"hihihi... sudahlah gadis bodoh, apa kau ingin terlihat jelek di depan calon suami mu itu?" ucap Ratu langit, membuat Puteri Yun Qixuan dengan cepat mengusap air matanya dan merapikan rambut nya yang awalnya sedikit acak-acakan.
"Yang Mulia... maaf aku sedikit terlambat," ucap Xiao Zhou sambil membungkuk dan masih memegang pedang tebal yang bukan miliknya.
Kaisar langit hanya mengangguk,
"aku senang kau datang," ucap Kaisar Langit tersenyum senang.
Dan tiba-tiba saja Sang Pembunuh Dewa sudah kembali berdiri di tempat nya tadi.
"kau? berani nya memukul ku, aku Sang Pembunuh Dewa bersumpah akan membalas jutaan kali lipat dari yang kau lakukan padaku," ucap Sang Pembunuh Dewa.
Xiao Zhou hanya menyungging sudut bibirnya,
"Tanpa pedang mu ini mustahil kau bisa menghajar ku," ucap Xiao Zhou dan melempar pedang itu ke tangan Sang Pembunuh Dewa.
Sang Pembunuh Dewa menangkap pedang tebal nya, namun sesuatu yang aneh terjadi, pedang tebal nya begitu berat hingga pemuda itu menggunakan kedua tangan nya untuk menahan berat pedang itu, kedua lututnya bergetar hebat dan mulai berlutut kedua tangan nya menyentuh lantai hingga lantai itu remuk karena pedang itu begitu berat, dan pedang itu tergeletak di lantai menindih kedua tangan Sang Pembunuh Dewa.
__ADS_1
"ini tidak mungkin? cincin langit bunuh orang itu," ucap Sang Pembunuh Dewa.
cincin Langit berputar di sekeliling Sang Pembunuh Dewa.
"Dewa Ling, pedang bulan tidak bisa menuruti permintaan anda lagi, orang i-tu maksud ku pemuda itu menguasai tehnik pedang bulan dengan sempurna, aku tidak pernah terpikirkan olehku jika dia seorang pemuda, meski wajah nya sedikit cantik, seharusnya dia adalah seorang wanita, tapi banyak yang tidak bisa kita percayai di alam ini," ucap Dewi cincin langit, sedikit memuji ketampanan Xiao Zhou.
"apa maksud mu?" tanya Sang Pembunuh Dewa.
"pemuda itu adalah pengendali dan menjadi tuan pertama dari pedang bulan ini," ucap cincin langit.
Wajah Sang Pembunuh Dewa memerah karena kemarahan nya,
"siapa sebenarnya kau?" ucap Sang Pembunuh Dewa dengan suara bergetar, tubuh nya masih berlutut dengan kedua tangan di lantai.
"aku adalah Dewa kematian," ucap Xiao Zhou dengan wajah serius.
"hahaha.... kau tidak mungkin Dewa kematian, aku abadiiiii.. dan aku tidak tunduk pada kematian," teriak Sang Pembunuh Dewa.
"jika aku bukan Dewa? kenapa kau berlutut dan hampir bersujud di hadapan ku? kau akan merasakan bagaimana rasanya menjadi orang-orang yang selalu kau tindas," ucap Xiao Zhou.
Xiao Zhou mendekati Sang Pembunuh Dewa dan berdiri di hadapan nya, satu kakinya terangkat dan meletakkan telapak kaki kanan nya di atas kepala Sang Pembunuh Dewa.
"kelemahan? aku dengar kau begitu membenci kelemahan," ucap Xiao Zhou.
kepala Sang Pembunuh Dewa bergetar, air mata keluar dari sudut matanya karena begitu marah, dan perlahan air mata itu berubah menjadi darah, dan mengingat saat dirinya menginjak kepala Yun Fengyin.
__ADS_1
"bagaimana pun juga kau harus menghormati lawan mu bocah," ucap Sang Pembunuh Dewa, menirukan ucapan Kaisar Langit.
"aku hanya mengikuti apa yang telah kau lakukan tidak lebih," ucap Xiao Zhou, senyum di bibirnya menghilang dan kembali dengan wajah serius nya.
Dewa lautan mendarat di halaman istana langit, mata nya melebar tidak percaya Sang Pembunuh Dewa sedang bersujud dengan kepala terinjak di hadapan seorang remaja.
"Demi Dewa.... apa yang sebenarnya terjadi di tempat ini? Yang Mulia... apa Sang Pembunuh Dewa sudah menyerah?" tanya Dewa lautan menatap ke arah Kaisar Langit.
"jika seseorang melakukan hal seperti itu? aku pikir ucapan mu benar Dewa lautan," ucap Kaisar Langit yang ikut menatap adegan itu.
Sang Pembunuh Dewa begitu merasa terhina,
"aku tidak akan pernah menyerah, kalian semua akan menerima balasan ku," teriak Sang Pembunuh Dewa dan melepaskan pedang nya dan melompat ke udara menyerang Xiao Zhou dengan tangan kosong,"
"kau begitu sombong dengan kemampuan mu yang hanya secuil, kau tidak pernah tahu kekuatan-kekuatan di luar sana, masih banyak orang-orang di atas kemampuan mu ini, jadi sebaiknya kau tidak terlalu berbangga, dan menindas orang," ucap Xiao Zhou dan menebaskan Pedang semesta ke arah Sang Pembunuh Dewa.
sressttt......
tubuh Sang Pembunuh Dewa terbelah dan hanya hitungan detik sudah kembali menyatu dan tampak segar.
"kau lihat aku abadi, dan aku harus sombong dengan kemampuan ku," teriak Sang Pembunuh Dewa dan mengeluarkan energi qi berwarna merah seperti saat menyerang Pilar Langit Zhou Shilin.
Semua orang harus membuat pelindung karena panas yang begitu tinggi.
"abadi? tidak.... tidak ada yang benar-benar abadi di hadapan ku, dan panas ini tidak seberapa daripada panas yang melelehkan dantian ku," ucap Xiao Zhou.
__ADS_1
"kau akan merasakan yang namanya panas, hingga dantian mu meleleh," ucap Xiao Zhou dan memukul lambung Sang Pembunuh Dewa hingga dantian nya hancur dan meleleh.
blaaarrrrr....