Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
lamaran untuk Yun Li Wei.


__ADS_3

di sisi lain istana iblis naga emas Utara bertarung dengan Long Fei yang sering juga di sebut naga merah, kedua nya saling bertukar jurus, dan bayangan naga keluar dari jurus mereka berdua, memporak-porandakan semua nya. taman yang awalnya indah menjadi kubangan dan kawah di mana-mana.


naga api seperti hilang kepercayaan diri saat melihat luka begitu serius dari naga emas Utara,


"seperti nya semua rencana sudah gagal, sebaiknya aku pergi dari sini, naga emas Utara tidak akan bertahan lagi, aku pun tidak ada untungnya berhadapan dengan penguasa timur" batin Chen Yuan, memikirkan cara untuk pergi dari tempat itu.


Xiao Zhou mendarat di dekat lun Xiang Tien,


"Xiao Zhou kau sudah datang rupanya, bagaimana apa kau bertemu dengan teman yang kau cari?" tanya Lun Xiang Tien


"aku sudah bertemu dengan nya dan menyelesaikan semua urusan ku, kakek tua" ucap Xiao Zhou.


"itu bagus Zhou'er, apa kau masih ingin bersenang-senang dengan ketua sekte golok api itu? beberapa hari yang lalu bukan kah kau sudah membantai ratusan murid nya di hutan jasad" sambil menunjuk naga api.


"aku tidak ada dendam dengan nya kakek tua, dia bukan urusan ku" ucap Xiao Zhou dingin.


"apa?? jadi kau pemuda yang membunuh semua murid yang aku perintahkan menghancurkan sekte hantu pembunuh?" tanya naga api geram, seluruh tubuh nya kini tampak kemerahan dan dibeberapa bagian keluar asap.


"aku harus menghabisi mu," ucap naga api dan mengeluarkan golok besar nya dan berselimut api


blarrrrrrrr.....


tanah terbelah seperti anak sungai kecil karena tebasan golok Chen Yuan, secara vertikal.


Xiao Zhou dan Lun Xiang Tien sudah menghidar sebelum golok itu mengenai tubuh mereka.


Xiao Zhou mulai bertarung dengan Chen Yuan keduanya memperlihatkan kemampuan perpedang mereka, golok api milik Chen Yuan begitu ganas, dan cepat.


blarrrrrrrr....


punggung Xiao Zhou terkena tebasan golok api itu membuat pakaian di punggung Xiao Zhou hancur dan memperhatikan gambar tanda tambah indah di punggung Xiao Zhou.


"gambar dari seorang ahli karya seni yang sangat menawan, tebasan itu dapat membelah batu setebal satu meter, tapi bocah ini tidak terluka sama sekali, benar-benar bocah yang penuh kejutan" batin Lun Xiang Tien sambil menggeleng tidak percaya apa yang di lihat nya.


"hahaha.. bagaimana bocah, apa kau masih ingin melanjutkan pertarungan ini, seperti punggung mu akan terbelah dua" ucap Chen Yuan dan memasukkan golok ke cincin nya, menyangka Xiao Zhou sudah tewas.


"ini baru permulaan yang menyenangkan, ayolah bedebah aku yakin kau masih bisa lebih baik dari ini" teriak Xiao Zhou.


Xiao Zhou menancapkan pedang kematian nya di tanah, tangan kanan nya melepas pakaian atas nya yang sudah tidak berbetuk lagi.


" jurus pedang pembuka surga level 3 surga kemarahan" teriak Xiao Zhou hawa di sekitar nya menjadi panas, sorot mata Xiao Zhou begitu manakutkan, dan senyum lebar nya terlihat mengerikan, membuat merinding siapa saja yang melihatnya.


"matilah kau bedebah" teriak Xiao Zhou sebuah serangan berbetuk burung Phoenix hitam sangat panas menerjang ke arah tubuh Chen Yuan.


"apa?? aku pikir bocah itu sudah mati, ini tidak mungkin punggung nya bahkan tidak tergores sama sekali" batin Chen Yuan dan mengeluarkan golok api nya.


Chen Yuan menebaskan golok besar nya ke udara sebuah bayangan naga api berwarna merah bara, keluar dari tebasan nya dan mengarah ke burung Phoenix hitam itu.

__ADS_1


Chen Yuan terbang dan masuk kedalam naga api itu yang akan bertabrakan dengan bayangan Phoenix hitam itu.


udara di sekitar dua bayangan binatang itu memuai dan mulai terbakar, tidak ada yang sanggup mendekati kedua petarung api itu, bahkan Long Fei dan naga emas Utara yang menguasai elemen es harus sedikit menjauh.


"jurus nyanyian pedang kematian" teriak Xiao Zhou, dan tiba-tiba saja gambar di punggung Xiao Zhou menjadi memerah bercahaya, dan tubuh Xiao Zhou melesat kencang mengikuti bayangan burung Phoenix hitam itu.


bommmmm.......


kedua bayangan binatang itu bertabrakan, ledakan dahsyat terjadi di udara menyilaukan semua orang.


aaahhhkkkk, panassss........ teriak Chen Yuan begitu keras.


"sebelum nya tidak ada yang mampu mengalahkan panas dari naga api ku, tapi Phoenix kecil itu ribuan kali lebih panas dari naga api ku," guman Chen Yuan, dan mendarat dengan kepala menghantam tanah.


blarrrr.... suara tubuh Chen Yuan membuat sebuah kawah besar.


Chen Yuan berusaha berdiri, tetapi hanya mampu sampai posisi berlutut saja.


"suara yang begitu indah dan mengerikan" ucap Chen Yuan tubuh nya perlahan menjadi debu api dari ujung jarinya, dan tidak ada yang tersisa, bahkan golok api nya pun mulai meleleh seperti tembaga ringan.


"pertarungan yang jauh dari apa yang kupikirkan" guman Lun Xiang Tien sedikit serak, mendekati Xiao Zhou dan mendarat pelan dengan posisi setengah berlutut, dengan bertelanjang dada.


terlihat rambut sedikit panjang dari Xiao Zhou bergoyang-goyang, dan pakaian bawah nya sedikit melambai, membuat nya tampak seperti dewa yang turun dari langit,


dan tubuh tidak berotot nya begitu bersih dan indah, serta keringat yang membasahi tubuh Xiao Zhou membuat wanita yang menyaksikan dari lantai atas istana itu menelan ludah nya, membayangkan tubuh itu.


"maafkan aku ibu mertua, aku tidak sengaja" ucap Wang Jia Li bersungguh-sungguh.


langit sudah mulai gelap Long Fei berhasil membunuh naga emas Utara. Xiao Zhou dan Lun Xiang Tien mendekati nya.


"bantu aku berdiri" ucap Long Fei,


Xiao Zhou memapah nya dan melangkah ke arah istana iblis,


"saudara Long Fei, seperti nya sekarang kau sudah ada yang menjaga, aku mohon diri, dan kau zhou'er aku harap kita akan bertemu lagi, banyak yang ingin aku tanyakan padamu" ucap Lun Xiang Tien dan terbang dalam kegelapan malam.


Yun Li Wei berlari dan menerobos segel milik Xiao Zhou di ikuti Wang Jia Li, keduanya keluar dan mendekati kedua pemuda itu, dengan cepat Yun Li Wei menyelimuti tubuh Xiao Zhou dengan kain dari cincin penyimpanan nya.


"kalian baik-baik saja bukan? tanya Yun Li Wei mendekati Long Fei yang tampak cidera cukup parah.


malam itu penjagaan begitu ketat, tidak ada lagi para tamu undangan, semua pejabat militer kerajaan itu berjaga.


para tabib mulai memeriksa Long Fei yang terbaring di ranjang nya.


"kakak Long Fei kau tidak apa-apa bukan?" tanya Wang Jia Li sambil memegang lembut tangan suami nya.


"pangeran tidak apa-apa nyonya, luka dalam nya walaupun serius tapi tidak mengancam hidup pangeran, jadi nyonya tidak perlu terlalu khawatir, pangeran perlu istirahat dan minum ramuan dari kami" ucap tabib istana iblis.

__ADS_1


Wang Jia Li mengangguk, tapi air matanya masih mengalir


"organ dalam anak tiriku banyak terluka, darah mati masih di dalam tubuhnya, aku bisa membantu nya" ucap Xiao Zhou dan perlahan mendudukkan Long Fei dan mulai mengalirkan qi murni ke telapak tangan nya dan menempel kan ke punggung Long Fei.


Terlihat tubuh Xiao Zhou mengeluarkan debu melayang berwarna biru, begitu juga dengan Long Fei, lebih dari satu jam kedua nya tetap seperti itu dan sudah tidak terhitung darah hitam keluar dari bibir Long Fei.


"semua darah yang mati sudah keluar, luka dalam nya juga sudah mulai sembuh dia hanya perlu istirahat" ucap Xiao Zhou dan turun dari ranjang Long Fei


perlahan mata Long Fei terbuka, menatap semua orang masih menatap nya dengan khawatir.


"kalian pergi lah aku sudah sembuh, dan kau bocah jangan memanggilku dengan sebutan seperti itu lagi" ucap Long Fei dan mulai berdiri.


"istriku aku ingin membersihkan diri, bantu aku" ucap Long Fei, dan mereka berdua memasuki ruang mandi yang ada di kediaman mereka.


****


pagi itu tampak semua dayang dan penjaga istana begitu sibuk membersihkan semua tempat.


wajah Long Fei terlihat segar, walaupun sedikit kesulitan berjalan.


mereka berempat menikmati sarapan di ruangan terbuka di bawah sebuah pohon di taman istana itu.


"bagaimana menurut mu anakku?" tanya Yun Li Wei


"ibu kau seorang Ratu di sini, ibu tidak bisa menikah seperti acara kemarin" ucap Long Fei tegas.


" apa maksud mu nak?" tanya Yun Li Wei menatap Long Fei seperti tidak sabaran.


"bocah tentukan hari kapan kau akan menikahi ibu ku? dan saat itu kami akan mengantarkan Ratu kami ke pulau mu, dengan upacara sesuai kerajaan kami ini, apa kau mengerti?" tanya Long Fei.


"hemmm... baiklah pangeran Long Fei, aku mengerti" ucap Xiao Zhou, dan berdiri mendekati Yun Li Wei, dan memegang jemari panjang milik Yun Li Wei, dan tangan kedua orang itu saling meremas lembut, mata mereka saling menatap penuh rindu. Xiao Zhou mendekatkan tubuhnya dan mensejajarkan dengan sedikit berlutut, karena Yun Li Wei masih duduk di tempat makan mereka.


"aku Xiao Zhou orang tua ku sudah tiada, jadi maafkan aku nyonya, aku hanya datang seorang diri ke tempat mu, dan hari ini aku menanyakan pada mu nyonya Yun Li Wei, bersedia kah kau menjadi istri ku, dan ibu dari anak-anakku kelak?" tanya Xiao Zhou dengan tulus.


wajah Yun Li Wei menjadi merah, mata nya berkaca-kaca, hatinya begitu bahagia, mendengar ucapan dari kekasihnya itu.


kedua tangan Yun Li Wei memegang jemari Xiao Zhou dan mengarahkan nya pada perut nya yang sedikit membuncit, Xiao Zhou mengerti dan mengelus lembut perut Yun Li Wei.


air mata nya terus mengalir, sambil mengangguk, bibirnya bergetar hebat.


"a-aku bersedia..." suara nya terputus karena terisak.


"a-ku, kembali suaranya kembali terputus, tangan kiri Xiao Zhou mengelus lembut telinga Yun Li Wei mata keduanya bertemu kembali, memberi ketenangan, dan kesejukan pada Yun Li Wei, tangan mereka saling meremas.


"aku sangat bersedia tuan Xiao Zhou," ucap Yun Li Wei dan memeluk leher Xiao Zhou dan menangis sejadi-jadinya.


"aku bersedia suamiku... aku bersedia" Yun Li Wei berulang-ulang mengucapkan kata-kata itu, sambil menangis.

__ADS_1


Long Fei tersenyum begitu juga dengan Wang Jia Li, mereka berdua juga berpelukan, air mata Wang Jia Li ikut mengalir terharu melihat pasangan yang akan menikah itu.


__ADS_2