
di istana Kekaisaran Ming
"bukankah kau sudah terlalu tua untuk mengerjai seorang bocah?" tanya seorang wanita pada pria kekar di depan nya yang merupakan kekasih wanita itu.
"jadi kau sudah mengetahui nya, bocah itu memang perlu di beri pelajaran," ucap Wei Jilli.
"hentikan lah, aku muak dengan mu selalu menggunakan nama ku untuk menekan seseorang" ucap wanita itu lagi yang tak lain adalah puteri Ming Mei.
"dan jangan pernah lakukan itu lagi," ucap wanita itu lagi dan pergi meninggalkan Wei Jilli,
mendapat peringatan dari Puteri Ming Mei bukan membuat Wei Jilli sadar, tetapi semakin membuat rasa benci nya berkali-kali lipat dari sebelumnya kepala Xiao Zhou
****
seharian itu Xiao Zhou sibuk membuat ramuan pil, dan akhir nya Xiao Zhou berhasil membuat nya dengan sempurna saat hari sudah sore, Xiao Zhou benar-benar belajar keras, saat teman-teman beristirahat Xiao Zhou selalu belajar lebih lama, dan usaha nya membuahkan hasil pada nya, Xiao Zhou mampu membuat pil yang bahkan tidak bisa di lakukan oleh alchemis atas sekali pun.
"fuhhhhhh.... akhir nya selesai juga," ucap Xiao Zhou.
Xiao Zhou keluar dari ruangan tempat nya belajar, tampak sudah tidak ada seorang pun di tempat itu, Remaja itu melangkahkan kakinya menuju taman, sambil duduk di bangku taman sambil mengambil guci arak nya dan meminum nya sedikit, pikiran nya masih terbayang tehnik pembuatan pil dan tanpa menyadari seseorang sudah mendekati nya.
"apa aku boleh bergabung," tanya seorang wanita.
Tanpa dipersilakan wanita itu sudah duduk, dan meraih guci arak Xiao Zhou, serta meminum nya seperti yang Xiao Zhou lakukan barusan.
"hufff.... arak mu biasa saja, aku punya yang lebih baik apa kau mau mencoba nya?" ucap wanita itu sambil mengeluarkan guci yang sangat indah dan melempar nya ke arah Xiao Zhou.
Xiao Zhou menangkap nya dan hanya menyunggingkan sedikit senyum nya di ujung bibir nya, dan mulai meneguk isi dari guci cantik itu.
"hummm.... selera mu lumayan tinggi juga," tuan Puteri," ucap Xiao Zhou.
"Sejak kapan kau mengetahui nya?" tanya Puteri Ming Mei sedikit terkejut dan juga penasaran
"sejak kau mendekatiku tadi, pria-pria yang mengawal mu setingkat pendekar raja puncak, selain Puteri Kaisar tak seorang pun memiliki pengawal sekuat anda Puteri," ucap Xiao Zhou.
"hah??? bagaimana kau bisa mengetahui dengan tepat tingkat pengawal ku, padahal kau hanya di tingkat mahir tingkat 3?" selidik Puteri Ming Mei bola matanya yang jernih menatap bola Xiao Zhou bergantian.
__ADS_1
"haissshhh... sialan kenapa aku ceroboh sekali, Puteri ini memiliki otak yang jenius dan juga terkenal ambisius," batin Xiao Zhou.
"setiap orang punya rahasia, percayalah padaku putri setiap orang mempunyai nya" hahaha.." ucap Xiao Zhou tertawa mengalihkan kecurigaan Puteri Ming Mei, tentang kultivasi nya.
Puteri Ming Mei mengerutkan keningnya, masih belum puas dengan jawaban Xiao Zhou bagaimana dirinya bisa mengetahui tingkatan kultivasi pengawal nya.
"baiklah... aku percaya padamu tentang semua orang memiliki rahasia, katakan apa rahasia mu?" tanya Puteri Ming Mei seperti seorang yang ingin berbisik.
Xiao Zhou berdiri sambil tersenyum,
"apa Puteri ingin mengetahui nya?" tanya Xiao Zhou pelan dan menatap tajam mata Puteri Ming Mei.
"iniiiiii.... deggggg.... degg.. mata itu begitu tajam dan begitu liar, kenapa aku menjadi bergairah hanya menatap mata nya saja," batin ming mei sambil ikut berdiri dengan nafas mulai berat,
Xiao Zhou mendekati Puteri Ming Mei, dan langkah nya sedikit mundur perlahan, tinggi tubuh Xiao Zhou melebihi tinggi puteri yang memiliki usai 5 tahun lebih tua dari nya.
"ini akan menyulitkan jika wanita ini sampai tahu aku menyembunyikan tingkatan kultivasi, sebaiknya wanita ini membenciku, dan tidak pernah berani dekat dengan ku lagi," batin Xiao Zhou mencari cara.
Xiao Zhou meraih pinggang putri dan menempelkan ke tubuh nya, membuat puteri Ming Mei kaget dengan wajah yang memerah dan bibir yang sedikit terbuka.
dugaan Xiao Zhou meleset kali ini, bukan nya takut tapi Puteri Ming Mei justru menyukai perbuatan Xiao Zhou ini.
Tangan Xiao Zhou yang ingin melepaskan pinggang nya di tahan oleh tangan Puteri Ming Mei, wanita itu memegang tangan Xiao Zhou sehingga pelukan nya tak bisa terlepas,
"jangan lepaskan!!! kau berurusan dengan orang yang salah, kau orang pertama yang memelukku seperti ini, bahkan tunangan ku saja tidak pernah menyentuh jari tangan ku, jadi bersiaplah menerima hukuman dari ku," bisik Puteri Ming Mei mendekatkan wajah nya ke arah wajah Xiao Zhou.
para pengawal yang melihat kejadian melesat ke arah keduanya.
"lepaskan tangan kotor mu dari tuan puteri," teriak beberapa pengawal yang sudah di dekat mereka,
"kau berani sekali memelukku, lepaskan," ucap Puteri Ming Mei menatap Xiao Zhou dengan wajah malu karena kedapatan bahwa dialah yang sedang menggoda Xiao Zhou di hadapan pengawal nya.
"dan kalian pengawal aku tidak mau mendengar apapun dari bibir kalian tentang peristiwa barusan" ancam Puteri Ming Mei dan pergi meniggalkan taman.
***
__ADS_1
di tempat lain
"kapan kau akan melakukan nya," ucap pria gemuk kepada seorang pria berperawakan kurus dengan tulang pipi menonjol dan kantung mata hitam.
pria kurus itu bernama shiek kai, berada di tingkat pendekar raja puncak merupakan tetua sekte laba-laba hitam.
malam ini wanita cantik itu akan jadi budakku, dan bisnis mu tidak akan ada yang mengganggu lagi, hahahaha." ucap shiek kai dengan tawa jahat mengisi ruangan tersebut.
***
Di istana kekaisaran Puteri Ming Mei sedang duduk di taman menikmati teh, puluhan burung merak menghiasi taman dengan berbagai warna indah mereka.
"kenapa kau hadir lagi? aku sudah berusaha keras untuk melupakan mu, kenapa perasaan ini tidak bisa melupakan mu, bahkansudah sekian tahun," batin Puteri Ming Mei.
"ada apa dengan Puteri ayah ini?" tanya Kaisar duduk di samping puteri nya.
"semenjak datang dari mengikuti turnamen di Pavilliun Bulan kau menjadi berbeda sayang," ucap Kaisar Ming.
"aku baik-baik saja ayah" ucap Puteri Ming Mei dengan wajah datar.
"Mei'er kau anak ayah, ayah sangat mengenalmu, baiklah ayah... tidak akan memaksamu untuk bercerita, maafkan ayah tidak bisa bisa menjadi ayah yang baik," ucap Kaisar Ming.
"Sungguh kasihan anakku ini ibunya meninggal saat melahirkan nya dulu, sehingga tidak mendapatkan kasih sayang seorang ibu, sejak kecil," batin Kaisar Ming, dan pergi meniggalkan puteri nya.
"Apa yang harus aku lakukan ayah?" batin puteri ming mei.
Selama dirinya hidup di istana melihat saudara -saudara anak-anak dari selir Kaisar saling membunuh untuk mendapatkan posisi di atas, membuat Puteri muak akan istana yang penuh intrik dan siasat jahat,
itu membuat diri nya ingin menjadi penguasa dan tidak diperalat orang yang ingin berkuasa.
Tapi setelah bertemu Xiao Zhou, untuk pertama kalinya Puteri Ming Mei ingin melepas semua kekuasaan dan hidup sebagai perempuan dan melayani laki-laki itu sebagai suami nya,
Perang batin Puteri Ming Mei terus berlangsung dan selalu di menangkan akan keinginan untuk menjadi penguasa,
"aku harus kuat dan melupakan impian dari gadis bodoh yang tidak mempunyai ambisi," guman Puteri Ming Mei mantap.
__ADS_1
.........