
beberapa hari kemudian Xiao Zhou berpamitan dengan seluruh keluarga nya, dan mengatakan akan pergi untuk beberapa bulan, dan tidak memberi tahu tujuan nya, hanya Li Mei yin yang mengetahui tekanan yang sedang di hadapi oleh suami nya.
dan di depan gerbang pulau tingkat ke dua Xiao Zhou dan seorang pria berwajah mirip harimau sedang berbincang.
"dari semua istri ku Puteri Yun Qixuan adalah yang paling keras kepala, aku sudah memerintahkan penghuni alam Qing Sui untuk menjaga nya, dan kau tetua Zhifu tolong kau awasi nona Jung, jangan biarkan kekasih dewa nya itu berbuat kasar," ucap Xiao Zhou, dan melangkah menuju gerbang ke pulau tingkat ke dua.
"tentu saja tuan muda, sudah menjadi kewajiban ku menjaga Ratu Jung." ucap tetua Zhifu, sambil membungkuk memberi hormat mengiringi kepergian Xiao Zhou.
"Ratu Jung? wanita itu begitu sulit di ajak bicara dan juga belum menjadi istri ku," guman Xiao Zhou tanpa menatap tetua Zhifu dan terus melangkah memasuki gerbang pulau tingkat ke dua.
"tentu saja Ratu Jung, aku bisa merasakan hal yang begitu ku kenal di tubuh nya," ucap tetua Zhifu.
******
Xiao Zhou melangkah melewati jembatan panjang dengan ratusan anak tangga dan akhirnya sampai di puncak tangga itu dan sebuah gerbang besar di depan nya.
seorang pria dengan tubuh subur sudah menunggu Xiao Zhou di gerbang masuk pulau ke dua.
senyum mengembang di wajah pria dengan wajah bulat, kumis tebal melingkar ke atas hingga menyentuh jambang di pipi.
dan janggut panjang nya, membuat wajah nya terlihat semakin besar dan berwibawa.
"kenapa tersenyum?" tanya Xiao Zhou dan melangkah meninggalkan pria itu menuju kediaman dari pria gemuk itu.
pria itu mengikuti Xiao Zhou dari belakang,
"ahhh... buah besar kau sudah sembuh dengan cepat, selamat dan terima kasih berkat dirimu penguasa kami sudah kembali," ucap pria gemuk itu yang tidak lain adalah Xiang Sun.
"benarkah? aku tidak melakukan apa-apa paman, bagaimana penguasa paman bisa kembali?" tanya Xiao Zhou dan duduk di balai kecil di halaman rumah sederhana milik Xiang Sun.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi, menurut penguasa, dia bisa kembali karena mengikuti seekor naga hitam," ucap Xiang Sun.
"hemmm... seperti itu rupanya, baiklah paman Xiang Sun... aku datang untuk berterima kasih juga, berkat bantuan mutiara mu aku sudah sembuh, dan aku ingin mengembalikan nya," ucap Xiao Zhou.
"hahaha.... aku senang kau bisa selamat, buah besar," ucap Xiang Sun tersenyum lebar.
"tapi paman Xiang... ada sesuatu yang ingin aku bicarakan, aku ingin mempelajari kitab tehnik berlatih pedang tingkat dewa dari pulau ini paman," ucap Xiao Zhou tanpa berbasa-basi.
"apa? kenapa kau ingin mempelajari nya?" tanya Xiang Sun sedikit terkejut dan menatap mata Xiao Zhou dalam-dalam.
"hemmm... melihat reaksi mu seperti hal itu tidak bisa aku lakukan," ucap Xiao Zhou.
"tentu saja tidak bisa buah besar, jurus-jurus pedang tingkat Dewa tidak boleh di pelajari sembarang orang, hanya klan petarung di pulau ini yang boleh mempelajari nya, maafkan aku kali ini aku tidak bisa membantu," ucap Xiang Sun, dengan wajah kesal tidak dapat membantu temannya.
"hemm... aku mengerti paman Xiang, aku tidak akan menyulitkan mu, seperti nya jalan itu sudah buntu," ucap Xiao Zhou lagi.
Xiang Sun mengerutkan keningnya,
__ADS_1
"tunggu buah besar, ada sebuah jurus tingkat dewa yang bisa kau pelajari, aku memiliki kitab itu, itu adalah kitab pedang naga air, jika kau mau aku bisa memperlihatkan nya padamu," ucap Xiang Sun.
"benarkah paman Xiang? apakah paman Xiang seorang dari klan petarung?" tanya Xiao Zhou.
"sama sekali bukan, aku seekor naga jadi kitab itu memang milik ku," ucap Xiang Sun.
mata Xiao Zhou melebar, karena untuk pertama kalinya bertemu seekor naga, kening nya sedikit berkerut, dan kepalanya menggeleng.
"pantas saja paman Xiang memiliki mutiara naga, tapi apa semua naga segemuk paman Xiang?" batin Xiao Zhou
"ouhhh, terimakasih paman, apa aku harus memanggil mu guru?" tanya Xiao Zhou, lamunan nya pun buyar.
"hehe... tapi maafkan aku buah besar, kau harus belajar sendiri, aku penjaga pulau tidak bisa menjadi seorang guru," ucap Xiang Sun sambil menepuk punggung Xiao Zhou.
malam itu Xiang Sun mengeluarkan mutiara naga dari tubuh Xiao Zhou dan tidak jadi melakukan nya,
"Paman Xiang, kenapa kau tidak mengeluarkan mutiara itu dari tubuh ku?" tanya Xiao Zhou.
"kau seperti nya akan sedikit lebih lama di tempat ini, untuk belajar kitab naga air, kau membutuhkan itu untuk penyamaran mu, tidak ada orang luar yang boleh masuk ke pulau ini, dengan mutiara itu orang-orang di tempat ini tidak akan bisa melihat apapun dari balik tubuh mu, hanya mata tampan ku saja yang mampu melihat nya, lagipula kau harus menghidupkan naga air dengan mutiara ku," ucap Xiang Sun, sambil tersenyum terkekeh.
Xiao Zhou menganggukan kepala nya.
"tapi paman Xiang Sun, kenapa kau mau membantu ku? Paman Xiang sebagai penjaga, harus kau mengusir ku dari pulau ini" ucap Xiao Zhou.
Xiang Sun menggelengkan kepalanya sambil mengelus jenggotnya.
**
keesokan harinya Xiao Zhou sudah berada di pinggiran sungai, dan mulai berlatih jurus pedang naga air, dan dua orang sedang mendekati nya.
"apa remaja itu yang kau maksud penjaga," ucap salah satu dari kedua pria itu.
"kemarilah sebentar buah besar," ucap Xiang Sun.
mereka bertiga duduk di bawah sebuah pohon oak kuning yang sudah sangat tua.
"dengarkan aku, ini adalah Yu jin tua, dia dari klan pertapa, dia adalah seorang pejabat hubungan luar," ucap Xiang Sun memperkenalkan teman nya itu.
orang yang di panggil Yu jin tua itu hanya mengangguk menatap Xiao Zhou, terlihat wajah nya sudah murung, terlihat guratan-guratan keriput di kening nya.
"istri Yu jin tua sedang mengandung kali ini, dan itu membuat nya sangat sedih," ucap Xiang Sun.
"apa mengandung di pulau ini merupakan berita yang menyedihkan?" batin Xiao Zhou menyipitkan matanya.
"hemm... aku mengerti reaksi mu itu buah besar, begini... di pulau ini setiap keluarga memiliki dua anak, laki-laki dan perempuan, jika, dan jika keluarga itu mengandung lagi maka anak mereka bearti salah satu anak mereka sudah mati, anak laki-laki dari yu jin tua sedang di luar pulau dari bayi, dan itu berarti anak itu sudah mati saat ini," ucap Xiang Sun.
terlihat wajah yu jin tua semakin murung dengan sorot mata sedih.
__ADS_1
"kau turun berduka paman Yu jin," ucap Xiao Zhou.
Yu jin tua hanya mengangguk
"Jadi buah besar... selama kau di pulau ini kau menyamar lah sebagai anak Yu jin tua ini, dan nama mu adalah Yu jin dari klan pertapa, apa kau mengerti? dan satu lagi buah besar berusaha lah tidak terlalu mencolok, atau mencari masalah." ucap Xiang Sun.
"tentu saja, itu aku sangat mengerti paman Xiang," ucap Xiao Zhou.
Xiang Sun menyipitkan matanya menatap wajah Xiao Zhou, membuat pemuda itu bingung.
"Dengan wajah mu itu... seperti nya kau akan sulit untuk melakukan permintaan ku," ucap Xiang Sun.
Xiang Sun mendekati Xiao Zhou dan terdengar gemuruh dari perut Xian Sun.
mata Yu jin tua melebar,
"penjaga pulau apa kau yakin melakukan itu?" tanya Yu jin tua, dan sedikit mundur dari tempat nya duduk.
uwwaaarrrrrggghhhhh.....
bibir Xiang Sun terbuka lebar dan keluar gumpalan asap hitam tebal dan sedikit cipratan api ke tubuh Xiao Zhou.
uhukkkkk.... uhukkkkk..." suara batuk Xiao Zhou dan keluar dari gumpalan asap di sekitar nya.
"paman Xiang apa ini?" tanya Xiao Zhou, pakaian nya sudah terbakar di bagian atas.
"aku sedang bersendawa," ucap Xiang Sun.
"setidaknya dalam enam bulan wajahmu tidak akan menarik perhatian lagi," ucap Xiang Sun.
Xiao Zhou menggaruk kepalanya tidak mengerti, rambut nya terasa kaku dan Xiao Zhou menatap tangan nya yang sudah berwarna hitam.
**
"oh tidak," batin Xiao Zhou saat menatap wajah dan tubuh bagian atas di pantulan air sungai.
seluruh wajah nya menghitam, rambut nya kaku karena abu yang menempel, dan seluruh bagian tubuh atas nya penuh abu hitam, yang kini sudah seperti kerak yang tidak bisa hilang.
Xiao Zhou kembali menatap pantulan tubuh nya di permukaan sungai, sambil menyipitkan matanya.
"hemmm... seperti nya tidak terlalu buruk, aku terlihat jauh seperti laki-laki saat ini, kenapa aku tidak memikirkan ini dari dulu," batin Xiao Zhou terlihat sedikit senyum di bibirnya.
"pria itu cukup jantan," guman Xiao Zhou, sesekali menunjuk-nunjuk bayangan nya di sungai, dan melangkah pergi dengan hati senang dan penuh percaya diri.
****
RDK, sudah memasuki tahap akhir, karena di pulau tingkat ke dua inilah merupakan akhir dari petualangan Xiao Zhou, terima kasih atas dukungan nya, salam satu imajinasi.. izzyl
__ADS_1