Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
Lepas nya Roda bedebah


__ADS_3

di alam him Sui, Xiao Zhou masih memejamkan matanya,


terlihat dalam pikiran nya seperti mimpi, Xiao Zhou merasa dirinya sedang tertawa bersama seorang pria dengan mata biru cerah, dan mimpi itu tiba-tiba berubah dengan latar yang berbeda, tampak pria itu menduduki singgasana tertinggi, di antara para kultivator yang memiliki tanda di kening nya, dan berubah ke tempat lain dirinya tertawa di sebuah ruangan megah, dan semua orang bersujud pada nya.


mimpi itu terus berubah menjadi teriakan marah para orang yang bersujud tadi, dan pertarungan dengan pria bermata biru yang wajah nya kini sedikit menua, terlihat dua naga saling bertarung, dan mimpi saat dirinya tertahan sebuah segel, dan menghisap lautan lava pijar, dan mimpi itu berakhir saat melihat pertarungan melawan dirinya sendiri di pulau keseimbangan, dan mimpi itu menjadi gelap, dan bersamaan dengan itu, mata Xiao Zhou terbuka, dan semua mimpi itu seperti terserap kedalam ribuan cahaya di pupil mata nya, yang sekarang berwarna coklat gelap.


Xiao Zhou mendapati tubuh nya sudah di lapisi lapisan es yang begitu tebal, tidak ada pakaian yang menempel pada nya, karena sudah hancur di makan waktu.


praaakkkkk......


praaakkkkk......


dan dengan sekali tarikan nafas, lapisan es yang begitu tebal sudah hancur kembali menjadi butiran salju, bersama sebuah gelombang energi qi yang terhisap ke tubuh nya, Xiao Zhou kembali menutup matanya, mengatur dantian nya, yang masih di lapisi oleh mutiara naga milik Xiang Sun


bammm.....


bammmm.....


bammmmm.....


tingkatan kultivasi Xiao Zhou terus meningkat dan berhenti pada ranah dewa tingkat tiga, dan Xiao Zhou membuka matanya,


"Yun fengyin," bibir Xiao Zhou bergerak, itulah kata yang keluar dari bibirnya setelah pertapaan panjang nya.


tubuh nya melesat keudara dan masuk kedalam danau itu. dan tidak lama Xiao Zhou sudah berdiri di pinggiran danau yang ada di alam him Sui.


Xiao Zhou, menulis huruf suci kuno di udara dan perlahan huruf suci itu terserap ke dalam tubuh nya, dan tidak beberapa lama sebuah bayangan roda hitam keluar dari tubuh nya.


Xiao Zhou tersenyum dan jemari tangan kiri nya mengelus lembut gerigi yang terlihat begitu tajam berputar di pinggiran luar roda itu tanpa henti.


"roda bedebah, aku harap kau sudah puas saat ini,"

__ADS_1


kini telapak tangan kiri Xiao Zhou berada di bawah roda kuning kehijauan itu, dan seperti mengangkat nya ke udara perlahan roda itu melayang semakin tinggi dan lenyap tak bersisa.


Xiao Zhou selesai membersihkan dirinya dan mengenakan pakaian baru nya, pakaian hitam dengan jubah panjang dengan potongan lengan jubah yang lebar, dan gambar seekor Phoenix putih menghiasi pakaian itu sebagai motif nya.


Xiao Zhou keluar ruangan itu dan mendapati dirinya di ruang baca di istana nya, tidak ada yang banyak berubah dari dirinya kecuali bola mata coklat nya yang menjadi lebih gelap, serta rambut nya, yang sedikit lebih panjang dari biasanya.


"aku sudah lebih dari tiga ribu tahun di alam him Sui, itu sama artinya satu bulan di bumi, sudah saatnya mengambil yang menjadi milikku," ucap Xiao Zhou dan membuka sebuah gerbang, seperti sudah sangat terbiasa melakukan nya.


****


di pulau gunung terbalik,


"apa yang barusan terjadi, tidak ada gempa bumi di pulau ini, apa ini muslihat dari para utusan langit ini untuk mengecoh ku, aku tidak boleh lengah" batin Yun fengyin.


Yun fengyin melihat seorang utusan memasuki gerbang pulau nya, dengan sekali lambaian tangan sangkar emas itu tidak terlihat lagi di tutupi seperti sebuah tirai, dari balik tirai itu Yun Qixuan dapat melihat ke arah Yun fengyin.


utusan itu berdiri di hadapan Yun fengyin keduanya saling menatap, dan beberapa saat Dewa perang menatap Puteri Yun Qixuan palsu di pegang oleh iblis darah.


"tidak perlu berbasa-basi penjahat fengyin, aku disini untuk pertukaran, serahkan Puteri Yun Qixuan sekarang, dan aku akan memberikan mu apa yang kau inginkan," ucap Dewa perang penuh kemarahan.


"paman Dewa Perang aku disini," teriak Yun Qixuan, tapi Dewa Perang seperti tidak mendengar nya sama sekali.


"hemmm.... apa orang tua itu sudah kehabisan dewa, sehingga mengirimkan Dewa bodoh ini sebagai utusan, walaupun dia itu cukup kuat," batin Yun fengyin, sambil menggelengkan kepalanya.


"hahaha... baiklah Dewa Perang, Puteri sudah ada di samping mu, dan mana pertukaran nya," ucap Yun fengyin.


"Paman Dewa Perang.... jangan di berikan, bajingan ini ingin menipu kalian semua," teriak Dewi Qixuan,


sekencang apapun teriakan Dewi Qixuan tidak dapat di dengar oleh Dewa Perang.


Dewa Perang membuka telapak tangan dan sebuah benda seperti tusuk rambut melayang dan mendekat ke arah Yun Fengyin,

__ADS_1


"Dewa Perang ini benar Jarum Emas, tapi benda ini tersegel," ucap Yun Fengyin.


"hahaha.... aku tidak bodoh, benda itu akan terbuka segel nya setelah kami keluar dari alam ini secara hidup-hidup," ucap Dewa Perang, dan mendekati Puteri Yun Qixuan palsu yang masih di pegang oleh iblis darah


"hehe... tentu saja kau bodoh, lagipula segel ini tidak terlalu rumit, aku bisa membuka nya walaupun tidak akan mudah," batin Yun Fengyin.


"Haha... kau boleh membawa adikku yang cantik itu Dewa Perang pergilah," ucap Yun Fengyin, tersenyum penuh kemenangan.


sebuah gerbang terbuka di atas alam bawah, Xiao Zhou menatap ke bawah dan melihat pulau gunung terbalik, dan dengan sekali hentakan Xiao Zhou melesat ke arah pulau itu dari atas.


Yun Fengyin merasakan getaran energi dahsyat yang datang, ke arah nya.


"apa ini?" teriak Yun fengyin dan melihat cahaya biru melesat dengan begitu cepat ke arah nya, dan dengan cepat membuat segel perlindungan melapisi segel pelindung dari pulau gunung terbalik yang sudah ada.


blarrrrrrrr.......


pelindung Yun Fengyin hancur dengan sangat mudah, berbeda dengan pelindung dari pulau gunung terbalik, Xiao Zhou seperti tidak terpengaruh oleh pelindung itu, dan melewati nya tanpa hambatan, dan masuk langsung dari atas di tengah-tengah pulau itu, tanpa melalui gerbang.


zrerbbbbbb.....


sebuah pedang panjang menancap di lantai batu di antara Dewa Perang dan Yun Fengyin, semua mata menatap pedang yang tertancap dan mengeluarkan asap uap berwarna biru itu.


dan seorang pria dengan kristal biru di kening nya melayang dengan pakaian hitam panjang melambai turun dengan anggun nya, dan berdiri di atas gagang pedang semesta yang tertancap.


rambut depan nya melambai, dan sesekali menutupi sedikit bagian wajah pemuda itu,


"Yun Fengyin," ucap pemuda itu lagi suaranya terdengar parau karena marah.


Puteri Yun Qixuan yang berada di dalam sangkar emas, wajah menjadi begitu terkejut, matanya melebar, bibir indah nya sedikit terbuka, saat melihat pemuda dengan wajah yang begitu tenang melayang turun di hadapan nya, dadanya terasa begitu sesak, tidak ada kata yang mampu keluar dari bibir itu.


bahkan iblis darah terlihat terpesona menatap pemuda tinggi itu berdiri dengan gagah nya di atas pedang, tanpa sadar tangan nya begitu kencang mencengkram lengan iblis tanpa wajah yang masih menyamar menjadi Puteri Yun Qixuan.

__ADS_1


"kau????" ucap Yun Fengyin dengan suara hampir tidak bisa di dengar, wajah nya sama terkejutnya nya dengan Yun Qixuan tidak menyangka akan kedatangan tamunya itu.


__ADS_2