
sudah beberapa hari Xiao Zhou bekerja sebagai pelayan di sekte pilar keadilan, di kota huangdong, setiap ada kesempatan Xiao Zhou selalu menyelinap, mencari aura dari mutiara formasi itu. namun hasilnya masih nihil.
sekte pilar keadilan di kelilingi oleh tembok tinggi, dan berbatasan dengan gunung di arah belakang nya, memiliki sekitar enam ribu murid setingkat pemula dan mahir, yang masih menempuh latihan kultivasi ketat di dalam sekte, enam ribu di tingkat ahli dan raja yang kebanyakan sudah mendapatkan tugas dari sekte untuk tugas keluar sekte, dan sepuluh ribu murid di tingkat raja dan legenda, yang sudah sebagian besar menjadi pejabat daerah maupun pejabat kekaisaran.
hari itu Xiao Zhou sedang mengendap-endap mencari keberadaan mutiara formasi di kediaman ketua sekte pilar keadilan, dengan status dan pakaian pelayan nya, tidak ada penjaga yang mencurigai nya.
beberapa ruangan telah di periksa nya, tidak ada yang mencurigakan, sampai Xiao Zhou mendekati sebuah kamar tidur utama, terdengar suara wanita sedang berbincang.
tangan kiri Xiao Zhou menggeser secara perlahan jendela dari ruangan tersebut.
zrerrrggg.... terdengar jendela tergeser walaupun sangat pelan.
mata Xiao Zhou sedikit melebar melihat penampilan seorang wanita, wajah nya terlihat cantik dengan bibir yang merah, dan begitu sensual, mata sipit dengan hidung nya yang Bangir membuat terlihat begitu serasi.
rambutnya sepunggung yang terlihat begitu halus dan terawat, dan di sibakan ke bahu bagian kiri, sehingga seluruh rambut nya menutupi gunung bagian kirinya, dan memperlihatkan punggung dan leher indah nya dari belakang.
tampak pakaian tidur yang kenakannya memperlihatkan bentuk tubuh yang menggairahkan, bokong yang begitu membulat kebelakang, di padu pinggul nya yang lebar berbanding terbalik dengan bahu dan lengan nya yang kecil, sehingga dapat memperlihatkan kedua gunung nya yang besar walaupun di lihat dari belakang, serta perut bagian bawah yang sudah sedikit membuncit memperlihatkan jika wanita itu sudah berumur.
"bibi Yui kau terlihat sangat menggoda malam ini, aku akan memuaskan mu" ucap pemuda di belakang wanita itu sambil membelai perut wanita itu dari arah belakang.
"aaahhhhssss... Wang Zhu kau memang sangat pintar merayu wanita, tapi aku tidak tidur dengan teman anakku" ucap wanita yang di panggil bibi Yui itu.
"hehe.... Huang Lang yang bodoh dan naif itu tidak akan tahu bibi, sebaiknya kita segera bersenang-senang, kita sudah pernah melakukan nya sekali, kali ini aku akan membuat mu kualahan" ucap Wang Zhu sambil mengelus gunung wanita cantik itu, dari luar pakaian tidur nya yang transparan.
"aaahh... aku tidak mau, kau sudah mengecewakan aku dulu" ucap wanita dewasa itu lagi.
Wang Zhu tidak mempedulikan ucapan wanita itu, dan mulai menciumi bibir wanita itu dengan begitu bernafsu, keduanya kini sudah saling bertukar ludah,
emsssss... hanya itu yang terdengar, tangan Wang Zhu kini sudah masuk ke sela-sela pakaian bawah wanita dewasa itu, dan mulai bermain di sana.
"aahhhssss... hentikan Wang Zhu... aku tid.... aahhhhsss" suara wanita itu terputus-putus nafas nya mulai berat, dan pandangan mata nya mulai sayu.
"haha... bibir mu berkata tidak, tapi kau sudah sangat basah di sini bibi Yui" ucap Wang Zhu sambil memperlihatkan jarinya yang penuh cairan sedikit lengket, membuat wajah wanita cantik itu memerah.
"sebaiknya kita ke ranjang, kita akan segera mulai" ucap Wang Zhu sambil tersenyum penuh kemenangan.
"aku harap kau tidak mengecewakan aku lagi Wang Zhu, kau sudah membuat ku terbakar saat ini" ucap wanita itu dan melepaskan pakaian nya, serta pakaian dari Wang Zhu,
sesaat mata wanita itu menatap nakal kearah Xiao Zhou, dan terlihat bibirnya sedikit tersenyum, sambil memainkan benda milik Wang Zhu.
"hemm... ukuran punya mu sekarang tidak terlalu buruk, mungkin kelak kau bisa seukuran suami ku" ucap wanita dewasa itu.
"kau benar-benar nakal bibi Yui, aku akan menghukum mu saat ini" ucap Wang Zhu dan mulai menindih wanita cantik itu.
__ADS_1
desahan mereka mulai terdengar, Xiao Zhou sedikit tersenyum melihat peristiwa itu,
"aku tidak merasakan keberadaan mutiara formasi di tempat ini, wanita itu sudah melihat ku, sebaiknya aku pergi" batin Xiao Zhou dan melangkah pergi.
hanya beberapa langkah Xiao Zhou mendengar teriakkan kedua pasangan yang sedang dimabuk permainan nikmat itu.
"hemmm... kau sudah cukup lumayan Wang Zhu, sebaiknya kau pergi sekarang sebelum suami dan anakku melihat mu" suara wanita itu terdengar oleh Xiao Zhou dari kejauhan, dan Xiao Zhou meninggalkan kediaman ketua sekte, dan terus melangkah ke belakang bangunan itu.
**
"tempat ini memang sudah di segel oleh seseorang yang sangat jenius," batin Xiao Zhou.
dan mulai melangkah menuju ke arah paling belakang sekte itu, terlihat para tetua dan murid sudah selesai berlatih, dan mulai masuk ke kamar mereka semua, hanya para tetua saja yang masih duduk di balai kecil beratap, di tepi sebuah hutan.
"hutan ini memiliki segel tersendiri" batin Xiao Zhou, dan mulai merapal mantra, dan menjentikkan jari nya, membuat sebuah lubang tanpa merusak segel itu, sehingga tidak ada yang mengetahui jika segel itu telah di lubangi.
Xiao Zhou menyelinap memasuki hutan itu, dan melangkah kan kaki nya semakin kedalam.
jalan semakin menanjak karena menuju kaki gunung, dan langkah nya terhenti melihat jalan setapak yang sangat di kenali nya.
"ini jalan setapak dalam mimpi ku" batin Xiao Zhou.
Langit sudah mulai gelap, Xiao Zhou terus melangkah pelan, sampai mata nya menatap sebuah bangunan kecil persis seperti dalam mimpi nya.
Xiao Zhou mendekati gubuk tua itu dan melihat segel yang begitu rumit di sumur tua yang ada didalam bangunan.
"hemmm... tidak mungkin mutiara formasi ada di tempat ini, sebaiknya aku tidak menggangu iblis di sumur ini" batin Xiao Zhou dan dengan cepat meninggalkan gubuk itu.
****
malam itu Huang Lang memerintahkan Xiao Zhou mengikuti nya, dan membawa sebuah kotak.
" harus dia bisa pergi sendiri, kotak ini bisa di masukan kedalam cincin penyimpanan nya" batin Xiao Zhou
degggg... mata Xiao Zhou melebar dan menatap cincin dari Huang Lang memiliki segel.
"apa? baru kali ini aku melihat cincin penyimpanan menggunakan segel berlebihan seperti itu, akhirnya aku menemukan tempat mutiara formasi itu" batin Xiao Zhou, dan mengikuti langkah Huang Lang.
dan tiba-tiba saja mereka sudah berada di depan sebuah gerbang rumah begitu besar dan mewah.
para penjaga mempersilahkan kami masuk, terlihat seorang pria sepuh sedang duduk di temani wanita muda yang begitu cantik, duduk di belakang meja kecil sambil berbincang.
Huang Lang membungkuk memberi hormat
__ADS_1
"tuan Lun aku datang ingin bermain catur dengan anda" ucap Huang Lang penuh sopan.
"aahhhh... apakah kau tuan Huang Lang? kau teman nya cucuku rupanya, hemmm.... baiklah... tidak apa-apa duduk lah anak muda... duduklah" ucap pria sepuh itu yang tidak lain adalah Lun Xiang Tien.
Lun Zhing yue hanya diam tidak ada ekspresi dari wajah nya, bahkan terlihat bosan.
"pelayan bawa papan catur nya kemari" ucap Huang Lang dengan tenang.
Xiao Zhou yang menggunakan topi pelayanan berlari kecil dan menaruh kota kayu itu diatas meja kecil itu.
mata Lun Xiang Tien sedikit melebar, tidak berbeda dengan Lun Zhing yue bibirnya sedikit terbuka menatap wajah Xiao Zhou hanya sekilas saja.
"tuan Huang, siapa pemuda ini?" tanya Lun Xiang Tien dan menatap tajam ke arah Xiao Zhou.
Xiao Zhou hanya mengangguk, penuh arti membuat Lun Xiang Tien mengerti.
"tuan Lun dia pelayan ku, beberapa hari yang lalu aku menyelamatkan nyawa nya dari para pecundang, dan juga panggil saja aku Lang'er, tuan Lun" ucap Huang Lang.
"hemmm... benarkah kau sangat pemberani Lang'er" ucap Lun Xiang Tien.
Lun Zhing yue terlihat sedikit bersemangat,
"kakek aku akan membuatkan minum untuk tamu kita, tunggu di sini" ucap Lun Zhing yue, melangkah meninggalkan keduanya.
Lun Zhing yue menatap tajam ke arah Xiao Zhou,
"kau ikut aku membuat minuman" ucap Lun Zhing yue dingin.
Xiao Zhou mengangguk, dan mengikuti langkah lun zhing Yue.
Lun Zhing yue mendekati pelayan wanita di dapur nya.
"bibi... sebaiknya bibi istirahat biar aku menyiapkan minuman kali ini" ucap Lun Zhing yue, pelayan tua itu hanya mengangguk dan pergi ke bagian belakang rumah mewah itu.
"katakan apa kau pemuda yang dihajar waktu itu?" tanya Lun Zhing yue.
"benar nona" ucap Xiao Zhou menunduk tidak berani menatap wajah lun zhing Yue.
Lun Zhing yue menarik topi Xiao Zhou hingga lepas,
"jika bicara dengan seseorang kau harus menatap orang itu, seperti itulah yang bisanya yang dilakukan oleh binatang liar" ucap Lun Zhing yue.
mata Xiao Zhou sedikit melebar,
__ADS_1