
terlihat Dewa Pengetahuan dan Lou Fang sedang berbincang menuju istana ke 15.
"aahhh, bukan kah kau putera Dewa asmara?" tanya Dewa Pengetahuan menatap ke tempat Song Feng duduk.
Song Feng mendekati Dewa Pengetahuan dan memberi hormat.
"salam hormat, kakek Dewa Pengetahuan." ucap Song Feng membungkuk.
"aahhh... bagus... bagus..., apa kau bisa membantu kami?" ucap Dewa Pengetahuan.
"katakan kakek, aku siap," ucap Song Feng.
"begini... teman ku Lou Fang sedikit khawatir dengan keberadaan orang-orang mencurigakan di pulau ini, apa kau bersedia menjadi pengawal Puteri nya," ucap Dewa Pengetahuan.
"aahhh... Dewa pengetahuan kau tidak perlu melakukan itu, Dewa muda ini sangat sibuk, aku bisa mencari pengawal lain," ucap Lou Fang tersenyum ke arah Song Feng.
"aku akan melakukan nya dengan senang hati tuan," ucap Song Feng memberi hormat kepada Lou Fang, membuat mata Lou Fang sedikit melebar.
"aahhh... baiklah, aku akan merasa tenang jika yang menjaga Puteri ku seorang Dewa," ucap Lou Fang.
beberapa hari Song Feng sudah menjadi pengawal Jung Min Ha, kedua nya terlihat akrab.
sore itu Song Feng berlatih tehnik pedang nya halaman belakang kediaman Lou Fang, dan sengaja membuka pakaian atas nya memperlihatkan otot-otot kekar nya pada Jung Min Ha.
"Dewa muda, kau terlihat sangat menawan, kau pasti sangat terkenal di kalangan para gadis," ucap Jung Min Ha.
"itu benar nona Jung, tapi aku hanya menyukai seorang gadis, dan aku lelaki yang setia, aku dengar adik ipar mu banyak memiliki istri," ucap Song Feng yang sudah mengetahui jika Jung Min Ha, menyukai Xiao Zhou sebelum nya.
Jung Min Ha mengerutkan keningnya,
"aku sedang tidak ingin membicarakan nya," ucap Jung Min Ha.
"hehe... baiklah nona Jung, aku hanya merasa kasian dengan saudari mu nona Jung, perasaan nya pasti begitu tertekan memiliki suami seperti itu," ucap Song Feng, menyudahi latihan nya dan mendekati Jung Min Ha dengan bertelanjang dada.
"aku rasa yang tertekan itu adalah adik ipar ku, memiliki istri seperti adik Yun," batin Jung Min Ha
langkah Jung Min Ha sedikit mundur, ada tatapan takut menatap tubuh berotot Song Feng, dan segera menundukkan kepalanya, Song Feng hanya tersenyum,
"kau boleh menyentuh nya jika kau mau," ucap Song Feng yang mengetahui banyak gadis menyukai otot gagah nya.
"aku harus ke dalam," ucap Jung Min Ha dan meninggalkan Song Feng.
"kau terlihat sangat cantik saat malu seperti itu nona Jung," guman Song Feng sambil menatap goyangan menggoda dari bokong Jung Min Ha saat melangkah meninggalkan nya.
"panah itu akan selalu mendekatkan kita nona Jung, dan perlahan kita berdua akan bersatu," guman Song Feng lagi.
****
sebuah rumah sederhana dengan dermaga kayu membentang di pinggiran sungai jernih, ribuan pohon wisceria merindangi rumah dan sepanjang sungai itu, warna jingga kekuningan mendominasi hutan itu, karena warna dari daun pohon tersebut.
daun kering berterbangan mengikuti sebuah ujung pedang dengan asap uap berwarna biru, yang di mainkan oleh seorang pemuda, yang setengah tubuh bagian kanan, dari pemuda itu berwarna biru keunguan, dengan urat-urat menonjol di seluruh kulit berwarna mengerikan itu, hanya mata nya saja yang terlihat normal berwarna coklat gelap.
Xiao Zhou melempar pedang semesta ke udara, dan pedang itu pun menghilang dalam beberapa saat, dan perlahan warna mengerikan di setelah tubuh nya juga berangsur-angsur kembali normal.
__ADS_1
seluruh tubuh nya bermandikan keringat, dan Xiao Zhou melepaskan pakaian nya hanya menyisakan celana panjang tipis berwarna putih, dan melempar tubuh nya seperti batu dan tenggelam di sungai jernih itu.
byurrrrr........
tubuh nya tenggelam, kulit putih bersih nya menyerap kesegaran air sungai itu.
tidak beberapa lama kepala Xiao Zhou muncul di permukaan sungai itu dan menatap seorang wanita yang sedang menunggu nya di atas dermaga kau itu.
wanita itu menyipitkan matanya menatap wajah Xiao Zhou.
"apa yang sedang di lakukan bocah itu," batin Jung Min Ha.
"Min Ha?" batin Xiao Zhou dan mendekati dermaga kayu itu.
"adik ipar keluar lah dari air, aku membawakan ramuan dari istri mu Li Mei yin," ucap Jung Min Ha.
Xiao Zhou hanya mengangguk,
"kakak ipar sebaiknya kau berbalik, aku akan keluar dari air," ucap Xiao Zhou.
Jung Min Ha hanya menggeleng,
"apa yang di pikirkan bocah itu, aku sudah sering melihatnya telanjang," batin Jung Min Ha.
"hemmm.... keluar saja, seperti nya aku sudah bisa melupakan perasaan ku padamu, sekarang aku hanya kakak ipar mu saja, kau terlihat seperti bocah sepuluh tahun bagiku, teriak Jung Min Ha, dan masih menatap Xiao Zhou.
Xiao Zhou mengangguk lagi,
Xiao Zhou melompat ke udara, melayang beberapa saat dan mendarat tepat di hadapan Jung Min Ha.
keduanya begitu dekat mata mereka saling menatap,
"tubuh ini masih saja mengganggu pikiran ku, walaupun tidak banyak otot yang terlihat, tapi aku begitu ingin menyentuh nya, sangat terbalik dari dewa song, tubuh nya membuat ku ngeri," batin Jung Min Ha, dan menatap dada dan otot perut Xiao Zhou, yang terlihat ringan.
Xiao Zhou melewati Jung Min Ha dan mengambil pakaian nya, terlihat lengan kecil panjang nya mulai memakai jubah nya, tanpa menggunakan pakaian di dalam nya.
"punggung yang panjang," guman Jung Min Ha, tanpa di sadari nya.
"apa?" ucap Xiao Zhou berbalik menatap Jung Min Ha.
"apa?" ucap Jung Min Ha gugup menyadari jika baru saja dirinya memuji adik iparnya.
"maksud ku aku akan meracik ramuan untuk mu, adik Li Mei yin sudah mengajariku tadi," ucap Jung Min Ha dan bergegas meninggalkan Xiao Zhou menuju dapur di rumah sederhana itu.
Xiao Zhou duduk dan sudah mengganti pakaian nya, Jung Min Ha membawa kan mangkuk berisi ramuan.
"apa Dewa itu kekasih mu?" tanya Xiao Zhou menatap ke arah Song Feng yang berdiri jauh di luar gerbang latihan nya.
"bukan, ayah angkat menyuruh nya untuk melindungi ku," ucap Jung Min Ha.
"seperti nya dia menyukai mu, kakak ipar" guman Xiao Zhou,
"hihi... aku tidak tahu, mungkin saja dia menyukai ku, kenapa kau bertanya itu? apa dia terlihat buruk?" tanya Jung Min Ha.
__ADS_1
mata Xiao Zhou sedikit melebar, dadanya berdebar.
"aahh.. apa ini kenapa aku seperti ini? apa aku cemburu?" batin Xiao Zhou.
"aku tidak apa-apa, maksud ku Dewa itu terlihat cocok untuk mu, wajah dan tubuh nya seperti nya idaman setiap gadis," ucap Xiao Zhou dan menelan ramuan nya.
"aahhh... ini pahit sekali rasanya," ucap Xiao Zhou merasakan sakit di hatinya.
"kau berhak mendapatkan yang lebih baik dariku Min Ha, dan yang paling penting pemuda itu akan membuatmu tetap hidup," batin Xiao Zhou.
"hemm... kau benar kebanyakan gadis menyukai penampilan seperti itu, adik ipar seperti nya kau tidak menyukai pahit?" tanya Jung Min Ha, seperti tidak ingin membahas Song Feng lagi.
mata Xiao Zhou terbelalak, menatap dalam-dalam ke arah Jung Min Ha,
"apa ini? kau sudah begitu sering membuat ramuan untuk ku, kau selalu menambahkan air agar tidak terlalu pahit, apa kau benar-benar sudah mulai melupakan aku?" batin Xiao Zhou, sekilas cahaya biru terang terlihat di bola mata Xiao Zhou.
kening Xiao Zhou sedikit berkerut dan menatap ke arah lain,
"hemmm... aku tidak tahu apa di jantung mu itu, tapi sepertinya benda itu yang menutupi perasaannya, baiklah.... mungkin ini jalan yang terbaik untuk kita," batin Xiao Zhou lagi.
****
malam itu Jung Min Ha dan Dewa Song Feng sedang berjalan-jalan, kedua nya berbincang dan sesekali senyum indah tampak di wajah Jung Min Ha.
"nona Jung kau sudah terlalu lama tidak menjawab cinta ku, nona Jung percaya lah aku mencintaimu, dan akan menikahi mu, apa di hatimu ada lelaki lain," ucap Song Feng.
Song Feng memegang jemari Jung Min Ha dan mendekatkan wajahnya ke arah wajah Jung Min Ha, keduanya saling menatap dan bibir Song Feng ingin mencium bibir Jung Min Ha, namun Jung Min Ha membuang wajah nya ke tempat lain, sehingga Song Feng menghentikan ciumannya.
"kau tidak perlu mengucapkan nya berkali-kali Dewa Song, tapi maafkan aku, aku belum bisa menerima cinta mu, aku tidak tahu apa yang menahan ku, yang aku tahu hatiku belum bisa menerima hatimu, tapi saat ini aku tidak menyukai lelaki lain, bisakah kau lebih bersabar?" ucap Jung Min Ha.
"baiklah aku tidak akan memaksa mu lagi, tapi aku takut kau di dekati pemuda lain, bisakah kau mengatakan jika kita saat ini pasangan, itu akan membuat ku tenang," ucap Song Feng.
"baiklah Dewa Song, jika itu membuat mu tenang, aku akan melakukan nya," ucap Jung Min Ha.
"terimakasih nona Jung, sekarang tugas ku untuk meyakinkan hatimu," ucap Song Feng tersenyum menatap Jung Min Ha.
"ini sudah hampir sebulan, tapi hati wanita ini belum juga luluh, ini akan lebih cepat jika pemuda yang di cintai nya menghilang, aku harus lebih bersabar," batin Song Feng.
tiba-tiba saja beberapa orang berpakaian hitam mengendap-endap dan masuk ke salah satu rumah sewa.
"Dewa Song seperti nya mereka berencana jahat," ucap Jung Min Ha.
"kau benar nona Jung, diam disini biar aku menyelidiki nya," ucap Dewa Song Feng, dan melesat seperti bayangan dan masuk ke atap rumah sewa.
"rencana kita seperti nya akan berhasil, orang- orang kita sudah memenuhi pulau ini, tanpa ada yang menyadari nya, penguasa ke 15 akan segera mati, kita hanya menunggu perintah dari ketua muda saja," ucap salah satu orang yang berpakaian hitam tadi.
Dewa Song Feng sudah berada di dekat Jung Min Ha.
"Dewa Song Feng apa aku mendengar sesuatu dari mereka?" tanya Jung Min Ha.
"tidak mereka hanya akan mengadakan pertemuan dengan teman mereka di kota huangdong," ucap Dewa Song Feng, berbohong.
"seperti nya akan ada orang yang menyingkirkan adik ipar tercinta mu itu untuk ku nona Jung," batin Dewa Song Feng dan mereka kembali kekediaman kepala desa.
__ADS_1