
pasangan suami istri sedang menikmati mie, di sebuah kedai di pulau keseimbangan, kedua nya terlihat begitu bahagia, sesekali sang istri mengacak-acak rambut pendek suaminya.
"suami kau sudah berlatih keras belakangan ini, malam ini bagaimana jika kita bersenang-senang," ucap Yun Qixuan menatap nakal ke arah Xiao Zhou.
"hehe.... baiklah, apa yang akan kita lakukan?" tanya Xiao Zhou.
"bagaimana jika kita minum dari guci mu itu," ucap Yun Qixuan
"itu ide yang bagus, baiklah sebaiknya kita makan sekarang," ucap Xiao Zhou menatap beberapa mangkuk penuh hidangan di atas meja mereka.
pemandangan itu terlihat oleh seorang wanita yang di temani oleh seorang pemuda tampan,
"Dewa Song aku tidak lapar bagaimana jika kita ke tempat lain saja," ucap Jung Min Ha mencoba menghindari pasangan itu.
Dewa Song Feng ingin menunjukkan kepada Xiao Zhou jika Jung Min Ha sudah menjadi milik nya dan masuk ke kedai mie itu sambil memeluk bahu Jung Min Ha dan mendekati kedua orang yang duduk di sudut ruangan dekat jendela.
Xiao Zhou menenggelamkan kepalanya ke mangkuk, yang merasakan hawa dari Jung Min Ha.
"apa kami boleh bergabung di meja kalian," ucap Dewa Song menatap kedua orang itu.
"ohh Dewa Song Feng duduk lah," ucap Puteri Yun Qixuan.
"cih...." Jung Min Ha memejamkan mata nya, dan duduk berhadapan dengan Xiao Zhou, sambil menyunggingkan bibirnya, melihat tingkah Xiao Zhou yang masih merunduk dan tidak mempedulikan kedatangan mereka.
"adik ipar kau tidak berencana memakan mangkuk mie itu bukan?" ucap Jung Min Ha, yang melihat jika mangkuk itu sudah kosong.
Xiao Zhou menaikkan wajah nya perlahan, dan menatap ke arah suara wanita itu.
"kakak ipar, kau?" ucap Xiao Zhou menatap Jung Min Ha yang menyilangkan kedua tangan di bawah gunung cantik nya.
mereka berempat duduk bersama, Xiao Zhou berdampingan dengan Yun Qixuan dan berhadapan dengan Jung min Ha.
mereka mulai menikmati minuman dari guci Xiao Zhou,
"iblis licik selera mu bagus juga, kau tahu kekasih mu Dewa Song ini, adalah salah satu dewa tampan di alam langit," ucap Yun Qixuan.
"hahaha... tuan Puteri kau jangan bicara seperti itu, aku hanya dewa biasa saja," ucap Dewa Song Feng, ada kebanggaan di wajah nya saat Puteri Yun Qixuan memuji nya.
"kau bisa mengambil nya jika kau mau," ucap Jung Min Ha kesal.
__ADS_1
"sudahlah kalian tidak usah memperebutkan aku," ucap Dewa Song Feng semakin senang melihat Jung Min Ha seperti cemburu.
"hihi terima kasih nona iblis, tapi aku sudah memiliki suami," ucap Yun Qixuan dan meremas tangan Xiao Zhou.
"ohh iya aku lupa, perjodohan diplomasi itu rupanya, sayang sekali seharusnya tuan Puteri bisa mendapatkan yang jauh lebih baik dari manusia ini," ucap Dewa Song Feng, menatap rendah ke arah Xiao Zhou.
"Dewa Song kau lebih tua dariku, tolong jaga ucapan mu, aku mencintai suami ku saat aku menatap nya untuk pertama kali, dan aku akan menikahi pria ini," ucap Yun Qixuan dengan suara bergetar karena marah.
"kau Dewa Song, jika kau berpikir bisa membuat ku marah dengan ucapan mu, kau salah... aku tidak kekanakan seperti mu itu, seperti nya aku lelah, aku mohon diri," ucap Xiao Zhou dan meninggalkan meja itu.
"dewa Song Feng, kau membuat aku kecewa," ucap Jung Min Ha mengikuti Xiao Zhou dan keluar dari kedai mie itu.
"tunggu!!! adik ipar tunggu sebentar," teriak Jung Min Ha mengejar Xiao Zhou yang sudah berada di jalan setapak menuju tempat latihan nya, jauh dari kedai mie itu.
Xiao Zhou tidak menghentikan langkahnya, Jung Min Ha terbang dan meraih lengan Xiao Zhou, dan menarik nya karena pengaruh minuman dewa Jung Min Ha tidak dapat menguasai keseimbangan tubuh nya, dan menabrak tubuh Xiao Zhou dan kedua nya terjatuh dalam posisi tubuh Jung Min Ha menindih Xiao Zhou.
keduanya saling menatap dengan begitu dekat, dada Jung Min Ha berdebar hebat, menatap pemuda di bawah nya itu, perlahan jemari lentik nya mengelus lembut wajah tampan Xiao Zhou.
"aku sangat merindukan mu," bisik Jung Min Ha lirih, suara nya hampir tidak terdengar
dan perlahan mendekatkan bibir merahnya ke arah bibir Xiao Zhou, mata keduanya masih saling menatap dalam diam, dan perlahan Jung Min Ha menempelkan lembut bibir nya ke bibir Xiao Zhou dan dalam beberapa saat keduanya terlena dalam ciuman lembut itu, dan tidak mempedulikan sekitar mereka lagi.
mata Jung Min Ha melebar, dan baru menyadari apa yang baru dilakukan nya,
"adik ipar apa yang kau lakukan, lepaskan aku cepat," ucap Jung Min Ha.
"kakak ipar aku tidak memegang mu," ucap Xiao Zhou.
Jung Min Ha dengan cepat bangun dan merapikan pakaian nya, dan menatap sekeliling, tidak ada orang yang terlihat di sekitar mereka malam itu.
Jung Min Ha menghela nafas, wajah nya tampak lega,
"adik ipar kau jangan bicara, tidak.... kau jangan berpikir, tidakkk... jangan sampai ada yang tahu, yang barusan bukan apa-apa, itu hanya kecelakaan, anggap tidak pernah terjadi kau setuju bukan?" ucap Jung Min Ha suaranya terputus-putus mencoba memilah kata-kata yang tepat.
"kakak ipar tidak terjadi sesuatu," ucap Xiao Zhou yang juga merasakan kekakuan di antara mereka.
"hahaha... benar, kau tidak jatuh, dan aku tidak menindih mu... baiklah jangan di teruskan lagi, aku ada urusan, yahhh Dewa..." ucap Jung Min Ha meninggalkan Xiao Zhou.
malam itu Jung Min Ha tidak bisa memejamkan matanya, sambil menyentuh lembut bibirnya.
__ADS_1
"apa yang aku pikirkan, dia adik ipar ku, dan aku sudah memiliki calon kekasih, aahhh tidak... ini memalukan, tapi bibir bocah itu sangat lembut dan basah, ohhh demi dewa.. aku sudah gila, aku tidak akan pernah menemuinya lagi." guman Jung Min Ha dan menutup wajahnya yang seperti ingin menangis dengan selimut.
****
di istana ke 15
Huang Lang dan kesepuluh bawahan nya sudah berada di pulau keseimbangan, malam itu suasana begitu hening, beberapa kultivator berkemampuan tinggi mengendap-endap menunggu seseorang keluar istana ke 15.
orang yang di tunggu oleh beberapa kultivator itu keluar, dia adalah pejabat militer yang bertugas saat ini.
"siapa kalian? dan apa yang kalian inginkan?" tanya pejabat militer itu saat beberapa orang berpakaian hitam mengurung nya.
"sreettttsssss......"
"sreettttsssss....."
beberapa tebasan merenggut nyawa dari pejabat militer itu, dan menyembunyikan mayat nya.
isyarat sudah di keluarkan, para penyerang mulai melakukan aksi mereka, dan mulai membakar rumah sewa yang mereka tempati dari dalam.
***
di rumah latihan nya, Xiao Zhou sedang duduk di lantai dermaga kayu dan sebuah meja rendah di hadapan nya tersaji cawan, dan makanan kecil, untuk menemani nya menikmati isi guci kesayangan nya.
kaki kanan nya di lipat secara vertikal dan sebagai tumpuan dari lengan kanan nya yang memegang cawan berisi minuman.
matanya menatap seorang yang sedang mendatangi nya.
seorang itu adalah pria berwajah mirip harimau dan berdiri di hadapan Xiao Zhou.
"tuan muda, pulau kita telah di serang," ucap tetua Zhifu.
Xiao Zhou mengangguk,
"aku tahu, mereka sudah ada di sini," ucap Xiao Zhou dan meneguk isi cawan nya, sekumpulan asap hitam terbang dan berputar di atas mereka.
asap itu terbelah menjadi beberapa bagian dan melesat ke lantai dermaga kayu itu, asap itu berubah menjadi sosok berkerudung hitam, dan mengelilingi mereka.
"tetua Zhifu, pulang lah dan jangan biarkan dewa ataupun serangga menerobos masuk ke istana," ucap Xiao Zhou, sambil mengeluarkan pedang kematian nya.
__ADS_1
"baik tuan muda, aku akan menjaga istana," ucap tetua Zhifu dan melesat ke udara, dan menghilang.