Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
lima dewa pemburu


__ADS_3

seharian itu Long Fei disibukkan oleh Li Mei yin dan Wang Jia Li, kedua wanita itu sudah sepakat ingin membantu Yun Li Wei untuk menikmati akhir kebersamaan nya dengan pemuda yang begitu dirinya cintai.


" suami... aku dan Dewi Li ingin makan kue beras, bisakah kau ke kota dan membelikan nya" ucap Wang Jia Li manja


" baiklah, biar naga emas Utara yang pergi, aku ingin istirahat" ucap Long Fei


" tidak, aku ingin kue beras darimu, seperti perutku sedikit mual, apa mungkin aku??? Wang Jia Li sengaja tidak melanjutkan ucapannya


mata Long Fei sedikit menyipit mendengar ucapan Wang Jia Li, dan segera melesat ke udara, menuju kearah kota huangdong.


" wanita hamil memang merepotkan" guman Long Fei terlihat senyum bahagia di bibirnya.


tiba-tiba langkahnya terhenti, hidung nya mencium aroma tubuh yang sangat dirinya kenal


" ibu" guman Long Fei dan memutar tubuh nya menjauhi toko kue, dan mengikuti penciuman nya.


sambil menutup tubuh nya dengan jurus pelindung tubuh, sehingga aroma dari tubuhnya tidak tercium oleh ibu nya.


perlahan kaki Long Fei memasuki rumah hiburan, dan kaki nya menuntun nya ke lantai dua terlihat sebuah balkon, yang di kelilingi oleh kain tipis di depan nya.


" apa yang ibu lakukan di tempat seperti ini?" batin Long Fei dan mulai menajamkan pendengarannya.


terlihat di bangku panjang kepala Yun Li Mei menyender di sandaran bangku yang empuk. kedua insan itu terlihat sedang di pengaruhi minuman arak dewa dari guci milik Xiao Zhou.


" kau jangan gila, apa kau yakin melakukan ini di tempat seramai ini?" ucap Yun Li Wei suara terputus-putus, tetapi tubuh bereaksi sebalik nya, dan mulai melebarkan kedua kaki indah nya yang panjang.


desahan Yun Li Wei mulai terdengar, mata Long Fei berubah menjadi hitam pekat dan hawa pembunuh keluar dari tubuhnya.


Yun Li Wei dan Xiao Zhou keduanya tersadar dan saling menatap,


" diamkan sebentar, kita akan ke ranjang kita" bisik Yun Li Wei dan dengan beberapa gerakan jari, keduanya yang masih berpelukan sudah berteleportasi, dan menghilang dari tempat itu.


braaakkk..... suara atap rumah pecah, dan jatuh menimpa bumi.


Yun Li Wei dan Xiao Zhou jatuh, dari atap bangunan di salah satu istana di pulau nya.


beberapa dayang dan pengawal istana, berlari kearah mereka.


Xiao Zhou bergegas merapikan pakaiannya dan juga pakaian Yun Li Wei yang sudah tidak sadarkan diri, karena terlalu banyak minum.

__ADS_1


"tuan muda, anda tidak apa-apa" tanya para pengawal itu dan membantu Xiao Zhou berdiri.


para dayang mengangkat tubuh Yun Li Wei dan membawa nya ke kamar kediaman nya.


.......


........


pagi itu Lou fang berdiri di gerbang pulau mengambang itu, dan mengeluarkan tenaga dalam nya, udara di sekitar nya terbentuk lingkaran perisai, untuk menahan terjangan dari beberapa orang yang sedang mendekat kearah gerbang itu.


bommmm.... suara perisai milik Lou fang hancur oleh terjangan beberapa orang tersebut.


tubuh Lou fang terlempar beberapa meter kebelakang, terlihat 5 orang kini sudah di bawah gerbang pulau itu.


" aku mencium hawa siluman yang begitu pekat di pulau ini" ucap salah seorang dari lima orang tersebut


" kalian tidak bisa masuk ke pulau ini tanpa izin dari ku" ucap Lou fang dan berusaha berdiri.


" kau manusia... berani sekali, kau tidak tahu kami ini siapa?" ucap seorang bertubuh paling besar, kulit nya terlihat kasar, seperti terbuat dari batu karang.


dalam sekejap angin kencang bertiup dari arah istana milik Xiao Zhou, dan terlihat sosok terbang kearah ke lima orang tersebut.


"barang sekali kalian menyerang kepala desa kami, sebaiknya kalian meminta maaf dan cepat-cepat tinggalkan pulau ini" ucap sosok itu yang tidak lain adalah Zhifu


salah satu dari ke lima orang itu maju mendekati Zhifu,


"hahaha, hanya kepala desa? bahkan jika dia kaisar kalian sekalipun akan kami bunuh, jika menghalangi kami menggeledah pulau ini" ucap orang yang melangkah maju itu dengan sombongnya


Zhifu hanya tersenyum dan mendekat, hawa membunuh keluar dari tubuh nya membentuk lingkaran energi di sekeliling tubuh nya.


orang yang tadi maju itupun tidak mau kalah dan juga mengeluarkan energi yang sama, dan menahan energi yang di keluarkan Zhifu.


" aku tidak tahu kalian dewa tersesat dari mana, tapi pulau ini sama sekali tidak di bawah kekuasaan kaisar langit kalian, tanpa izin dari pengusaha pulau ini, kalian jangan harap bisa melewati gerbang itu" ucap Zhifu


kedua lingkaran energi itu saling bergesekan, terlihat orang yang maju tadi mulai mundur, darah terlihat keluar dari sudut bibirnya.


"kenapa kau mundur?, tadi kau begitu sombong dengan ucapan mu" ledek Zhifu yang tetap melangkah mendekati orang yang maju tadi.


dan dalam sekali gerakan kedua telapak tangan Zhifu di hempasan kedepan, ke lima orang tersebut sudah terlempar keluar gerbang pulau itu, walaupun keluar gerbang, namun kelima orang tersebut masih melayang di udara.

__ADS_1


"siluman berani-beraninya kau menghalangi lima dewa pemburu, kali ini kau akan kami bunuh" ucap orang yang paling besar berkulit batu tersebut.


Lou fang mendekati Zhifu, dan keduanya bersiap bertarung menghadapi ke lima dewa pemburu itu.


orang yang bertubuh batu tersebut melayang dan ingin menyerang Zhifu, namun di halangi oleh teman nya,


"tenanglah sebentar... kita kesini tidak untuk hal sepele seperti ini, ada tugas yang lebih penting dari menghabiskan waktu bertarung melawan ke-dua orang itu" ucap orang yang menghalangi dewa bertubuh batu itu, dan mendarat mendekati Zhifu.


"namaku Wang Cong, sekarang katakan pada penguasa kalian aku ingin bertemu" ucap Wang Cong dengan wajah datar nya


"hemmm.... itu jauh lebih baik" ucap Zhifu dan menatap Lou fang.


Lou fang mendekat kearah Zhifu dan berbisik di telinga Zhifu, wajah Zhifu sedikit berubah, dengan kening berkerut


"seperti nya kalian lima dewa pemburu, sedang tidak beruntung, penguasa kami saat ini..... hemmm..." ucapan Zhifu terhenti seperti memikirkan sesuatu.


" penguasa kami saat ini sedang latihan tertutup dengan ratu Yun, dan tidak bisa di ganggu karena latihan sangat keras... dan tertutup." ucap Zhifu seperti tidak yakin dengan ucapan nya, dan berbelit-belit serta ada kata yang di ulang.


Wang Cong pun mengangguk,


" baiklah sepertinya kita tidak ada pilihan selain harus bertarung" ucap Wang Cong dan mulai mencabut pedang nya di ikuti dengan ke empat rekan nya.


di pihak lain Zhifu dan Lou fang juga mengeluarkan senjata mereka.


mereka mulai bertarung, Zhifu menghadapi empat dewa pemburu, dan Lou fang melawan satu dewa pemburu yang merupakan seorang wanita.


Zhifu terlihat masih bisa menahan ke empat dewa pemburu itu, tetapi berbeda dengan Lou fang yang sedikit kesulitan menghadapi kelincahan dan kekuatan dari lawan nya.


Dewi pemburu itu menggunakan tiga pedang dan melemparkan ke tiga pedang nya ke arah Lou fang.


" walaupun kau wanita aku tidak akan segan-segan" ucap Lou fang sambil menangkis serangan-serangan dari tiga pedang yang di lepaskan oleh Dewi pemburu itu


" jangan banyak bicara orang tua, sebentar lagi ajal mu akan tiba" ucap Dewi itu dan dalam sedetik sudah pelepasan ratusan anak panah kearah Lou fang yang masih sibuk dengan tiga pedang yang terus menyerang nya.


anak panah itu melesat begitu cepatnya kearah jantung Lou fang, dan


traaangggg....


tiba-tiba saja Lou fang mengeluarkankan sayap pedang dari punggung nya, dan melindungi tubuhnya dari tiga pedang dan ratusan anak panah milik Dewi pemburu itu

__ADS_1


__ADS_2