
pangeran ke empat mulai mencium bibir Park Geun Soo dengan rakus, dan keduanya tampak penuh nafsu malam itu, tampak kedua begitu buas dan saling melu*mat.
pangeran ke empat yang sudah benar-benar ingin menikmati tubuh Park Geun Soo dengan cepat mengendong tubuh wanita itu dan membawanya ke ranjang, dan membaringkan wanita yang jauh lebih dewasa dari nya.
kreekkkk.....
suara pakaian Park Geun Soo yang di robek dengan kasar oleh pangeran ke empat
"aaahhh.... pangeran tenanglah, aku tidak akan kemana-mana, kau bisa menikmatiku sepuasnya," ucap Park Geun Soo, sedikit geli melihat tingkah pangeran ke empat yang sudah begitu terbakar naf*su.
Park Geun Soo membantu pangeran ke empat membuka pakaian nya, wajah nya sedikit kecewa saat melihat benda pangeran itu, karena milik pangeran ke empat tidak segagah milik Kim bong Goo,
"hemmm... aku harap benda ini cukup handal sayang," bisik Park Geun Soo dan kembali mereka saling mel*umat,
pangeran ke empat mendorong Park Geun Soo dan mulai menindih nya, dan Park Geun Soo yang juga sudah begitu panas secara alami merenggang paha nya lebar-lebar.
"bibi.... kali ini aku akan memberikan mu kepuasan, dan besok aku akan menyuruh kakak Kim untuk menjauh dari mu, mulai malam ini bibi adalah kekasih ku," ucap pangeran ke empat dan mulai memasukkan milik nya.
"aahhhh... kau sudah mulai masuk pangeran, dan mulai malam ini aku akan menjadi kekasih mu saja," ucap Park Geun Soo dan mulai mendesah pelan, dan keduanya begitu menikmati pergumulan panas itu, dan tidak menyadari bahwa sepasang mata menatap perbuatan mereka dengan sorot begitu marah.
"kalian berdua akan mendapatkan balasan yang setimpal," ucap Kim bong Goo dan meninggalkan kamar pangeran ke empat.
****
__ADS_1
Xiao Zhou bersiap berkerja di rumah kepala desa, nyonya Wen sudah duduk di balai kecil di halaman depan menunggu Xiao Zhou.
pagi itu Park Min Ji mengenakan pakaian putih bersih pemberian dari nyonya Wen, di balut jubah hitam Xiao Zhou meski sedikit panjang tapi tubuh Park Min Ji juga tinggi hingga jubah itu tidak sampai menyentuh lantai.
"tunggu!!! apa kau bekerja dengan rambut seperti itu?" tanya Park Min Ji, yang melihat Xiao Zhou sudah keluar kamar nya.
Xiao Zhou hanya terdiam tidak mengerti maksud ucapan wanita itu, dan sudut matanya menatap ujung rambut nya.
Park Min Ji hanya menghela nafas nya dan mendekati Xiao Zhou,
"duduk lah," ucap Park Min Ji dan masuk ke ruangan nya sesaat dan keluar membawa sisir dan ikat rambut,
Park Min Ji mulai menyisir rambut kecoklatan dan sedikit panjang milik Xiao Zhou, tampak anak-anak rambut yang tumbuh lebat di tengkuk, dan rambut halus yang tidak sempat menjadi ****** di depan telinga pemuda itu.
"rambut nya begitu harum dan lembut, bulu mata nya seperti wanita, dan bibir nya merah kekuningan seperti ceri muda," batin Park Min Ji dan seperti terbius sesaat.
"mulai hari ini kau jangan menyebut nama sepupuku itu lagi, dia wanita yang tidak sesuai untuk mu," ucap Park Min Ji sambil mengikat rambut Xiao Zhou seperti ekor kuda.
"baik nyonya," ucap Xiao Zhou yang kini terlihat menggemaskan.
"hihihi... sudah selesai, kau sangat tampan, seandainya aku beruntung mungkin aku sudah memiliki putera sebesar dirimu saat ini," guman Park Min Ji tanpa sadar.
"bagaimana kau mendapat potongan rambut seperti ini?" tanya Park Min Ji, sambil mengacak-acak rambut depan Xiao Zhou yang tidak mampu terikat kebelakang.
__ADS_1
"istri ku yang kadang memotong nya nyonya," ucap Xiao Zhou sedikit tersenyum.
"benarkah," ucap Park Min Ji sambil tersenyum menatap wajah Xiao Zhou.
"istri?" suara Park Min Ji terhenti sesaat
"maksud mu kau sudah menikah?" tanya Park Min Ji dengan mata melebar dan bibir sedikit terbuka, yang baru sadar ucapan Xiao Zhou.
Xiao Zhou mengerutkan keningnya menatap perubahan ekspresi wajah Park Min Ji yang berubah drastis.
wanita itu memejamkan matanya dalam-dalam, dan mencoba menguasai kemarahan nya.
"nyonya apa kau baik-baik saja?" tanya Xiao Zhou
"hahaha.... tentu saja aku baik, sekarang kau cepat bekerja, dan aku tidak mau bicara lagi padamu, cepat keluar!!!!" teriak Park Min Ji.
Xiao Zhou kini sudah di halaman depan dimana nyonya Wen sudah menunggu nya, dan keduanya siap berangkat.
"hehe... bocah tampan, sebaiknya kita berangkat, cepat berpamitan dengan istri mu, agar kerja mu berhasil," ucap nyonya Wen menatap ke pintu rumah yang terbuka.
Xiao Zhou hanya mengangguk,
"istri... aku akan bekerja," teriak Xiao Zhou.
__ADS_1
"prannkkkkk....." beberapa mangkuk tembaga terlempar keluar.
"aahhh... Zhou'er mungkin istrimu sedang sibuk, sebaiknya kita bergegas," ucap nyonya Wen yang mengerti jika pasangan muda itu sedang bertengkar.