Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
Menyalakan lentera


__ADS_3

akhirnya Jung Min Ha menguasai keadaan,


"ayah angkat, sebaiknya kau mempersilahkan tamu kita untuk duduk," ucap Jung Min Ha dengan begitu lembut.


Lou Fang yang mendengar suara lembut Puteri nya pun ikut tersenyum, dan berpikir jika suasana hati Puteri nya sudah kembali baik.


"ooohhh... ho..ho.. penguasa silahkan duduk," ucap Lou Fang.


"aahhh... ayah, em... ah tetua kota tidak perlu sungkan, panggil saja aku Zhou'er," ucap Xiao Zhou menatap Jung Min Ha yang wajah nya semakin memerah, dan segera masuk membuatkan minuman untuk orang yang selalu di rindukan nya, sambil mendengarkan percakapan kedua orang itu, sesekali tersenyum sendiri.


"penguasa apa yang membawa mu ke tempat ku?" tanya Lou Fang


"itu... aku... emmm... " terdengar suara Xiao Zhou begitu gugup, karena kedatangan nya ingin bicara dengan Jung Min Ha.


"ayah angkat, cepatlah ke tempat paman Rui, biar aku yang menemani penguasa sementara ayah angkat pergi," teriak Jung Min Ha dari arah dapur.


Lou Fang sedikit bingung antara menemani penguasa atau memenuhi permintaan Puteri kesayangan nya, bola matanya bergerak-gerak ke arah Xiao Zhou dan ke arah dapur silih berganti.


"aahh... tetua kota, sebaiknya kau cepat pergi sebelum Puteri angkat mu marah lagi," ucap Xiao Zhou.


"aahhh... aku mohon diri penguasa, kita bicara setelah aku kembali," ucap Lou Fang yang sudah setengah berlari.


"ayah bisakah ayah sekalian menangkap ikan nila hijau, aku ingin sekali memakan nya." ucap Jung Min Ha yang sudah membawa minuman dan meletakkan nya di meja.


"tapi Puteri ku, saat ini sedang tidak musim ikan nila hijau," ucap Lou Fang


"ayah angkat cepatlah," ucap Jung Min Ha lembut namun dengan senyum yang begitu mematikan.


"ohhh... iya tentu saja Puteri ku, tentu saja" ucap Lou Fang, dan keluar dari kediaman nya.


dalam sekejap Lou Fang sudah melompat ke atas atap dan menghilang, keduanya terdiam insan itu tidak ada yang bicara, mata mereka sesekali bertemu.


"kakak ipar malam itu...


"adik ipar malam itu tidak terjadi sesuatu, aku hanya terlalu lelah dan tertidur di ranjang mu, itu saja," ucap Jung Min Ha dengan wajah dingin menyambar ucapan Xiao Zhou.


"kakak ipar dengarkan aku,....


"sudah lah adik ipar, aku tidak ada waktu mendengar mu, sebaiknya kau bantu aku menyalakan lentera, langit sebentar lagi akan gelap." ucap Jung Min Ha dan menarik lengan Xiao Zhou membawa nya masuk ke kamar nya.


Jung Min Ha masuk ke kamar nya dan berdiri menempel di dinding, tangan nya menarik tubuh Xiao Zhou, sehingga kini tubuh mereka saling menempel.


nafas keduanya mulai terdengar kencang dan saling menatap dengan sorot mata yang penuh gairah, seperti sama-sama merasakan hal yang sama mereka mulai saling ******* dengan buas, tangan Xiao Zhou mulai membuka sedikit pakaian atas Jung Min Ha dengan sedikit kasar, sehingga dada putih nya kini terlihat dalam ruangan yang sedikit mulai meremang.


Xiao Zhou sesekali meremas buah itu, dan lidah nya bermain di tempat itu.


Jung Min Ha yang tampak sudah begitu terangsang hanya bisa menggigit bibir bawahnya agar suara nya tidak keluar, hanya nafas nya yang mulai terdengar kencang, dan tersengal-sengal.


"ah... "desah pendek itu keluar begitu saja dari bibir merah Jung Min Ha

__ADS_1


Jung Min Ha menekan kepala Xiao Zhou, agar melakukan lebih kencang, remaja dengan rambut acak-acakan itupun mengikuti keinginan wanita itu, matanya terpejam dan ingin merasakan sentuhan bibir dari pemuda itu di seluruh tubuh nya.


Jung Min Ha menaikkan satu kaki nya dan melipat nya ke paha Xiao Zhou, membuat Xiao Zhou seperti sedang di lilit oleh paha panjang Jung Min Ha.


Xiao Zhou ingin melepas pakaian Jung Min Ha tapi di tahan oleh Jung Min Ha, kepala nya menggeleng.


"apa yang kau lakukan, ingat aku ini kakak ipar mu," bisik Jung Min Ha, di telinga Xiao Zhou,


Xiao Zhou menghentikan aksinya,


tetapi tangan Jung Min Ha menarik belakang kepala Xiao Zhou dan menatap nya masih dengan penuh gairah, dan mereka kembali berciuman panas, terlihat bibirnya Jung Min Ha memerah di sekitar bibir nya karena ganas nya ciuman mereka.


"aku tidak mengerti ini, apa kakak ipar hanya ingin berciuman saja." batin Xiao Zhou.


"kakak ipar apa yang kita lakukan ini?" tanya Xiao Zhou yang semakin bingung akan tingkah Jung Min Ha, saat wanita itu sudah siap melakukan itu.


"apa maksud mu adik ipar, kita hanya menyalakan lentera tidak lebih," ucap Jung Min Ha.


Xiao Zhou mengerti,


"hemmm... jadi kakak Min Ha masih malu jika melakukan secara terang-terangan, dia masih berpegang teguh sebagai seorang kakak ipar yang baik," batin Xiao Zhou.


dalam posisi masih berdiri Xiao Zhou mencoba melepaskan pakaian kecil Jung Min Ha, dan wanita itu membiarkan Xiao Zhou melakukan nya.


"kakak ipar seperti nya lentera nya sudah siap," bisik Xiao Zhou, sambil menekan membuat punggung Jung Min Ha yang menempelkan di dinding kamarnya.


"aahkkk..." terdengar pekikan dari bibir Jung Min Ha, kepala nya mendongak dengan bibir terbuka lebar, untuk sesaat kedua terdiam dan saling memeluk erat.


"kakak ipar kau baik-baik saja?" ucap Xiao Zhou.


"aku tidak apa-apa, eh emmss.. maksud ku saat menyalakan lentera kau sebaiknya diam adik ipar," jawab Jung Min Ha terputus-putus dan bergetar, sudah lupa akan peran nya sebagai kakak ipar yang baik.


"ini sangat memalukan, aku terlihat seperti sangat menginginkan ini," matanya terpejam dan mulai terdengar suara becek, yang membuat Jung Min Ha semakin malu.


kembali ******* pendek yang di tahan mulai terdengar, Xiao Zhou menatap sebuah meja yang seperti rak tempat menaruh pot bunga menempel di dinding.


Xiao Zhou mengangkat kedua kaki Jung Min Ha dan mendudukkan nya di meja tidak terlalu lebar itu, Jung Min Ha sedikit mendongakkan kepalanya saat kedua kakinya di angkat.


aaahhhhkkkkkkkk.... pekikan nya terdengar lagi dan lebih kencang,


prannkkkkk..... suara benda pecah.


Jung Min Ha mendorong pas bunga milik nya hingga hancur, dan sekarang dialah yang duduk di meja kecil itu.


punggung nya masih menempel di dinding, walaupun tubuh nya sedikit melorot kebawah, kedua kakinya di tekuk.


langit mulai gelap, kediaman Lou Fang kini terlihat seperti rumah yang kosong, karena tidak ada cahaya yang terlihat di kediaman itu, hanya sebuah lentera yang menyala di kamar yang merupakan milik anak gadis, bukan gadis lagi, Puteri angkat pemilik rumah itu.


kini permainan itu mau tidak mau sangat terpampang jelas di depan mata mereka.

__ADS_1


milik Jung Min Ha yang tampak membusung, membuat nya begitu malu.


kembali tangan Jung Min Ha berusaha menutupi pandangan Xiao Zhou, tetapi kali ini Jung Min Ha lah yang terus menatap ke arah permainan itu, dengan wajah begitu serius, walaupun ada beberapa pakaian mereka yang sedikit menyamar kan pertemuan itu.


plakkkkk...


plakkkkk....


sesekali terdengar suara telapak tangan Jung Min Ha di wajah Xiao Zhou, terlihat sorot matanya begitu kesal ke arah pemuda itu, Xiao Zhou hanya tersenyum dalam hati nya melihat tingkah kakak ipar dan ingin menggoda nya dengan menatap permainan indah itu.


"adik ipar bodoh, jangan, di -lihat," ucap Jung Min Ha, dengan berusaha menutupi pandangan Xiao Zhou dengan telapak tangan nya.


"adik ipar apa kau ingin mati hah? a-ku bilang jangan melihat nya!!!" ucap Jung Min Ha lagi yang sudah begitu marah.


bibir terus terbuka, sesekali terdengar ******* pendek nya, disertai nafas yang begitu kencang seperti sedang berkerja keras.


"aah... aku sudah tidak tahan, aku seperti akan meledak, ini jauh lebih hebat dari malam itu, ini membuat aku gila," batin Jung Min Ha,


tangan Jung Min Ha mencengkeram pakaian Xiao Zhou dan ******* pendek nya semakin sering terdengar dan suara nafas tersengal-sengal, kadang seperti tercekat, dan bersamaan dengan itu keduanya mengejang, dan bergetar hebat, dan keduanya berpelukan dengan erat.


mata Jung Min Ha masih terbenam menikmati sisa-sisa perasaan nya,


" hemmsss...." keduanya mulai mengambil nafas masing-masing, dan tetap dalam posisi itu untuk beberapa menit.


"kakak ipar aku ingin bicara," ucap Xiao Zhou


"adik ipar bisakah aku tunggu di keluar, kita sudah selesai menyalakan lentera, ayah angkat sebentar lagi datang, aku masih membersihkan pecahan pot bunga ini," ucap Jung Min Ha, dengan ekspresi dingin.


aahhhhsss... desah Jung Min Ha saat Xiao Zhou menjauhi nya, keduanya merapikan pakaian nya dalam diam.


****


dan malam itu mereka bersantap bersama, tampak Jung Min Ha begitu lemas, dan wajah terlihat ringan, tidak ada lagi nada keras kepada ayah angkat nya.


" ayah angkat maafkan aku belakang ini aku sedikit sering marah," ucap Jung Min Ha.


"hohoho Puteri ku, aahhh tidak perlu meminta maaf seperti itu, ayah mengerti... adik mu Yun Li Wei mengatakan wanita jika sedang itu biasanya sedikit jadi berbeda," ucap Lou Fang.


"benar tetua kota, mereka kadang menjadi agresif," ucap Xiao Zhou, mata nya menatap ke arah jantung Jung Min Ha, kali ini warna merah itu mulai begitu redup, dan anak panah kecil itupun telah lenyap.


"apakah jiwa tua iblis Zhen lu yang melakukan nya?" batin Xiao Zhou


"adik ipar jangan bicara lagi, makanan lah yang banyak," ucap Jung Min Ha dan meletakkan sebiji cabai merah di mangkuk Xiao Zhou, membuat mata Xiao Zhou melebar.


"he em... makanan lah," ucap Jung Min Ha, tersenyum jahat ke arah Xiao Zhou.


Lou Fang yang melihat itu berusaha menghabiskan makan nya dengan cepat tanpa bicara.


****

__ADS_1


__ADS_2