Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
nyanyian pengantar adik Fu


__ADS_3

di pinggiran kota huangdong.


tampak sebuah kawah besar dengan bangunan yang sudah rata dengan tanah di sekitar nya.


mata Xiao Zhou melebar, dan melihat seseorang sedang berdiri di belakang pilar langit Zhou shilin, dan tidak menyangka bahwa seorang pilar langit sehebat Zhou shilin tidak mengetahui kedatangan seseorang.


"bagaimana kau bisa ada di belakang ku tanpa aku rasakan? dan apa pengecut seperti mu, hanya berani melakukan ini?" ucap pilar langit Zhou shilin.


"haha... kau murid si tua bangka itu, kau akan mati sama seperti nya," ucap penyerang itu dan memukul punggung pilar langit Zhou shilin membuat nya terlempar beberapa meter.


Xiao Zhou mendekati pilar Langit Zhou shilin dan membantu nya duduk, darah mengucur dari dadanya.


"Dewa... kau pergi lah, kau sudah beberapa kali membantu ku, kali ini tidak ada yang bisa menyelamatkan ku" ucap Xiao Zhou.


"penguasa ke 15, suatu kepuasan aku pernah menyelamatkan mu, jika hari ini aku selamat maka aku akan menceritakan bahwa kau penguasa ke 15 pernah berhutang Budi padaku, aku akan bercerita dengan sangat bangga, tapi jika hari ini aku mati, maka suatu kehormatan bisa mati bersama anda manusia bermata biru," ucap pilar langit Zhou shilin.


aahhkkkk....


darah hitam keluar dari bibir pilar langit Zhou shilin, Xiao Zhou menotok beberapa titik di dada pilar Langit Zhou shilin.


pemuda dengan pedang tebal itu mendekat kearah Xiao Zhou dan pilar langit Zhou shilin.


cahaya terang dari sinar bulan menyinari tubuh pemuda itu, tetapi tidak ada bayangan yang terlihat dari tubuh nya.


"saat ini aku tidak memiliki bayangan jadi aku memiliki keunggulan, kau tidak akan bisa mengetahui kehadiran ku di belakang mu, tetapi aku tidak memiliki kemampuan dalam hal muslihat, jurus ku akan sangat mudah terbaca, jadi hari ini adalah kesempatan yang bagus untuk membunuh mu pilar langit Zhou shilin." ucap pemuda itu.


pemuda itu mencekik leher Xiao Zhou dan mendekatkan wajahnya ke wajah Xiao Zhou.


"penguasa ke 15 aku tahu kau bodoh, kau tidak akan mau mengikuti keinginan ku walaupun aku membunuh mu sekalipun, baiklah dengarkan aku baik-baik, perintahkan keluar si kembar Zhang dan Zhing sekarang juga, maka nyawa Dewa pelindung mu itu akan aku biarkan hidup" ucap pemuda tanpa bayangan itu.


Xiao Zhou menatap wajah pilar Langit Zhou shilin,


"penguasa ke 15 jangan pernah kau melakukan sesuatu hanya untuk menyelamatkan aku, itu akan membuat aku hidup dalam kehinaan" ucap pilar langit Zhou shilin.


Xiao Zhou memejamkan matanya, dan menatap wajah pemuda tanpa bayangan itu.


"baiklah bedebah, kau menang akan aku lakukan" ucap Xiao Zhou.


"seperti nya tidak ada jalan lagi, baiklah aku penguasa ke 15 memerintahkan pelayan ku Zhifu untuk keluar dari pulau ku, aku membutuhkan bantuan mu" batin Xiao Zhou.


"haha... cepat kau perintah keluar si kembar itu" ucap pemuda itu dan melempar tubuh Xiao Zhou, dan menghantam tanah.


sebuah cahaya melesat ke arah pemuda tanpa bayangan itu dan bersamaan dengan itu sebuah pedang energi menghantam pemuda tanpa bayangan itu membuat nya terlempar dan menghantam dinding bangunan, hingga hancur.

__ADS_1


roaaarrrrrrr......


suara Auman harimau begitu memekakkan telinga.


pemuda tanpa bayangan melesat ke arah suara itu dengan pedang tebal di tangan nya.


trangggg......


kedua pedang saling beradu, kedua saling menatap dengan aura pembunuh yang begitu pekat.


"lama tidak berjumpa siluman harimau," ucap pemuda itu, dengan senyum menghina.


"sang pembunuh dewa, kau kah itu? kau begitu lemah saat ini? ini akan sangat mengecewakan aku," ucap tetua Zhifu.


mata pilar langit Huang Fu dan Zhou shilin sedikit melebar dengan ucapan tetua Zhifu. yang mengatakan lemah kepada sang pembunuh dewa yang sangat di takuti.


"haha... aku benar, saat ini aku kehilangan bayangan ku karena majikan mu itu, tapi sebentar lagi aku akan membalas kalian semua." ucap sang pembunuh dewa, kedua pedang masih menempel dan beradu.


"tidak ada sebentar lagi tuan pembunuh Dewa, karena kau akan mati sekarang" ucap tetua Zhifu dan menghempaskan pedang besar nya membuat tubuh sang pembunuh Dewa terlempar, dan tetua Zhifu sudah melesat dan menebaskan pedangnya dari belakang sang pembunuh dewa.


"tanpa bayangan aku tidak dapat melakukan tehnik apapun, semua serangan ku akan sangat mudah terbaca," batin sang pembunuh dewa.


traaangggg.....


kedua nya saling beradu jurus, sang pembunuh dewa mencari celah melarikan diri, dan kini pemuda itu sudah berada di dekat pilar langit Huang Fu.


dan dengan sekali gerakan sang pembunuh dewa sudah melempar tubuh pilar langit Huang Fu ke arah tetua Zhifu dan dengan cepat tetua Zhifu menangkap leher dari pilar Langit Huang Fu.


"hahaha.... aku serahkan orang itu pada mu, lain kali kita akan bertemu lagi" terdengar suara di udara.


"pengecut.... sang pembunuh dewa ternyata tidak lebih dari seorang pengecut" teriak tetua Zhifu yang merasa kesal karena telah berhasil di perdaya.


"aahhhhkkkkkkk...." hanya itu suara yang keluar dari bibir pilar langit Huang Fu.


"aku sudah menduga ini," batin pilar langit Huang Fu dan sekarang sudah berlutut di hadapan Xiao Zhou.


"hari ini kau pasti mati" ucap Xiao Zhou dan melangkah mendekati pilar Langit Huang Fu.


pilar langit Huang Fu tidak menjawab, hanya menunduk dan pasrah menerima takdir nya.


dan tiba-tiba seorang gadis kecil mendekati Xiao Zhou,


"iblis kecil, pinjamkan pedang mu padaku" ucap gadis kecil itu.

__ADS_1


Xiao Zhou sedikit terkejut dengan kehadiran gadis kecil itu, dan menatap nya, dan mengingat perbuatan keji pilar langit Huang Fu menyiksa gadis kecil itu di dalam sumur hingga ribuan tahun.


Xiao Zhou berjongkok dan mensejajarkan tubuh nya dengan gadis kecil itu dan membelai lembut kepala nya.


"tentu saja kau lebih pantas dari ku, baiklah... akan aku pinjamkan," ucap Xiao Zhou dan menyerahkan pedang panjang nya kepada gadis kecil itu.


gadis kecil itu memegang pedang yang terlihat tidak sesuai dari tubuh nya, gadis itu terlihat seperti sedang menyeret pedang panjang itu mendekati pilar Langit Huang Fu.


mata gadis kecil itu berkaca-kaca, pikiran nya mulai terbayang saat keduanya masih kecil.


kenangan dua kakak beradik saling berlarian di tengah-tengah hujan, mereka berdua terlihat begitu senang, dan bahagia, tubuh kecil kedua begitu terlihat menikmati turun nya hujan tanpa terpengaruh oleh tekanan dari ambisi dan keserakahan.


sesekali adik laki-laki dari gadis kecil itu tertawa lucu, dan memeluk tubuh kakak nya.


"adikku fu-fu, berhenti lah bermain, sudah saatnya kau tidur, aku akan selalu menjaga mu," ucap gadis kecil itu air mata nya mulai membasahi pipi lucu gadis itu.


"kau benar kakak Jung, cepat lakukan... aku sudah sangat lelah kakak, sangat" ucap pilar langit Huang Fu, air matanya juga mulai membasahi kulit pipinya nya yang sudah mulai tua.


gadis kecil itu mengangguk, dan mengarahkan ujung pedang panjang itu ke arah tubuh pilar langit Huang Fu.


zrerbbbbbb......


sebuah tusukan tepat di jantung langit Huang Fu.


aaahhhhkkkkkkkk....


darah menyembur dari dada, bibir dan hidung pilar Langit Huang Fu, matanya sedikit melebar menatap wajah Jung Min Ha.


bibir nya yang penuh darah sedikit tersenyum.


Jung Min Ha mencabut pedang panjang itu dan memeluk tubuh pilar langit Huang Fu.


"maafkan aku kakak Jung," ucap pilar langit Huang Fu


"hik.... hik.... aku sudah memaafkan mu sekarang, adik fu-fu, tidur lah dengan tenang" ucap Jung Min Ha, dan mulai menyanyikan lagu nya.


bayangan masa kecil mereka kini terbayang di pikiran pilar langit Huang Fu, saat mendengar nyanyian gadis kecil itu, matanya menerawang dan terlihat senyum damai di wajahnya


"kakak Jung, nyanyian mu membuat aku mengantuk, air hujan ini sangat menyenangkan, terimakasih sudah merawat ku kakak Jung, terimakasih...." suara pilar Langit Huang Fu mulai melemah, dan tubuh nya sudah menjadi dingin.


" kau akan selalu menjadi adik kecil ku fu-fu... selamat jalan adik fufu... hik... hik.... selamat jalan" ucap gadis kecil itu.


tubuh pilar langit Huang Fu berubah menjadi butiran debu dan terbang bersama hembusan angin.---

__ADS_1


__ADS_2