
langit mulai gelap Xiao Zhou sedang di gubuk kecil yang di tempati saat latihan, dua wanita menemani nya.
"suami kau terlihat lelah, minumlah dulu," ucap Puteri Yun Qixuan memanasi Jung Min Ha yang mengeluarkan makanan dari keranjang makanan nya.
"adik ipar makan lah," ucap Jung Min Ha yang tidak menanggapi provokasi dari Puteri Yun Qixuan.
"cih... adik ipar, iblis licik permainan apa yang sedang kau mainkan?" guman Puteri Yun Qixuan.
"sudah lah Puteri, aku sedang tidak ingin bermain dengan mu," ucap Jung Min Ha yang terlihat begitu dingin, tidak ada ekspresi dari wajah itu.
rambut nya di Gelung keatas walaupun tidak begitu rapi, tetapi memperlihatkan wajah dewasa nya yang begitu anggun.
"hihi... iblis licik, aku tidak akan percaya, tidak semudah itu mengelabui ku," guman Puteri Yun Qixuan acuh.
"terserah apa yang ada di balik kepala batu mu itu, aku hanya datang dan membawa makanan untuk adik ipar, hanya itu yang bisa aku lakukan sekarang, mungkin aku tidak akan bisa melakukan nya kelak, saat aku pergi dari sini," ucap Jung Min Ha dan meninggalkan Xiao Zhou berduaan dengan Yun Qixuan, tanpa berbalik sekali pun.
"suami apa kalian bertengkar? apa yang kau lakukan padanya?" tanya Puteri Yun Qixuan, menatap marah ke arah Xiao Zhou.
Xiao Zhou tidak menjawab, matanya menatap Jung Min Ha dari kejauhan.
"maafkan aku Min Ha, kau akan bermasalah jika menjadi istri ku, selagi kau belum menjadi istri ku, pergilah sejauh-jauhnya dari ku, lawan ku kali ini sangat berbeda, karena jika langit tidak bisa menghentikan nya, maka pulau ini adalah sasaran selanjutnya, aku akan bahagia jika tetap hidup walaupun jauh dariku." batin Xiao Zhou.
*****
di bawah reruntuhan perpustakaan tua milik Dewa suci Qing Tao, seorang pria berlutut di hadapan sang pembunuh dewa.
"bukan kah kau putera Kaisar Langit? hahaha... apa kau tidak malu sebagai seorang putera orang terkuat di tiga alam harus mengemis seperti ini?" ucap sang pembunuh dewa dan meletakkan telapak kakinya di kepala Yun Fengyin.
gigi Yun Fengyin menggeretak, tangan nya terkepal kencang,
"Xiao Zhou kau penyebab semua ini, kau akan membayar penghinaan ini, berkali-kali lipat," batin Yun Fengyin, matanya terpejam dan setetes air mata kebencian.
"hahaha... dengarkan aku baik-baik pangeran, aku sang pembunuh dewa sangat membenci kekalahan, dan sumber kekalahan adalah kelemahan," ucap sang pembunuh dewa dan merunduk mensejajarkan tubuh nya dengan tubuh berlutut Yun Fengyin.
"jadi jangan pernah menjadi lemah, buang jauh-jauh apapun yang bisa melemahkan mu," ucap sang pembunuh dewa,
Yun Fengyin tidak keluar kata-kata, dan menyerahkan pusaka jarum emas kepada sang pembunuh dewa.
"hemmm.... ini setengah dari pasukan langit, ini tidak buruk pangeran, tapi aku tidak akan menyerang dengan kecil-kecilan seperti yang kau lakukan, sekarang pergi dan bawakan aku beberapa Dewa yang kuat untuk aku jadikan bayangan," ucap sang pembunuh dewa.
__ADS_1
"baik tuanku," ucap Yun Fengyin.
*****
beberapa hari kemudian.
di sekte pilar keadilan, diadakan pertemuan dengan aliansi aliran hitam.
"ketua muda kita semua sudah mengetahui kekuatan dari pasukan suku bulbul dari pulau keseimbangan, seperti nya rencana kita akan sia-sia," ucap Go Liam pemimpin dari aliansi aliran hitam.
"kau benar tetua Go, tapi yang aku dengar, mereka tidak dapat mengeluarkan pasukan itu dengan seketika, dan kita akan membunuh penguasa ke 15 sebelum pasukan itu keluar," ucap ketua muda itu
"aku sudah memiliki rencana, dan kemungkinan nya berhasil sangat tinggi, jadi kau tidak perlu khawatir tetua Go, kau siapkan orang-orang pilihan mu," ucap ketua muda sekte pilar keadilan lagi.
ketua muda sekte itu masuk keruangan nya setelah selesai mengadakan pertemuan dengan aliran hitam.
seseorang dengan kulit seperti ular, sedang menunggu nya ruangan gelap itu, karena kurang nya pencahayaan dari beberapa lentera yang menempel di dinding ruangan itu telah padam.
ketua muda sekte pilar keadilan merasakan hawa berbeda di ruangan itu dan mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan.
"apa yang kau inginkan?" ucap ketua muda itu yang tidak lain adalah Huang Lang.
keringat dingin mengucur di wajah Huang Lang, tubuh nya sedikit merinding menatap wajah pucat tanpa ekspresi menatap nya, sesekali terdengar desis ular di tempat itu.
"siapa kau, dan kenapa ingin membantu ku, dan katakan kenapa kami harus menerima bantuan mu," ucap Huang Lang.
"kau tidak perlu tahu siapa aku, anggap saja aku teman mu," ucap Yun Fengyin.
"kau jangan bodoh, kau dan teman aliran hitam mu itu, akan hancur tidak bersisa jika menyerang pulau itu, kau tahu beberapa dewa menjaga pulau itu," ucap Yun Fengyin.
Huang Lang menatap kosong, pikiran nya menerawang dan pernah melihat manusia batu setinggi tiga meter di pulau keseimbangan.
"Dewa tidak mencampuri urusan manusia," ucap Huang Lang.
"hahaha... itu aturan hanya untuk Dewa yang bersih, tapi di tempat itu penuh dengan dewa yang sudah membuang gelar Dewa mereka dan memilih menjadi budak dari penguasa ke 15." ucap Yun Fengyin.
"lagipula saat ini sedang terjadi kekacauan di alam Langit, aturan seperti itu sudah tidak ada lagi," guman Yun Fengyin.
"bagaimana kau tahu terjadi kekacauan di alam langit, apa kau seorang Dewa?" tanya Huang Lang.
__ADS_1
"itu tidak penting, aku akan memberikan sepuluh mutiara Dewa, dan satu mutiara penguasa, telan lah mutiara penguasa ini, maka kau akan dapat memerintahkan ke sepuluh orang yang menelan mutiara Dewa itu sesuka hati mu, kesepuluh orang itu akan memiliki kekuatan setara dewa," ucap Yun Fengyin.
Huang Lang berlutut, dan bersujud di hadapan Yun Fengyin,
"terimakasih atas bantuan mu Dewa, aku akan menghancurkan istana itu, dan akan membunuh penguasa ke 15," ucap Huang Lang, semangat nya membara dan menjadi begitu percaya diri akan kemenangan mereka karena telah menerima bantuan dari Dewa.
Huang Lang keluar dari ruangan nya, sambil membawa mutiara dalam sebuah kantung.
"hemmm... penguasa ke 15 selama ini kau selalu mengganggu perang di orang lain, tapi kali ini kau akan merasakan bagaimana rasanya jika perang itu terjadi di rumah mu, kau akan melihat kehancuran dan kematian orang-orang mu yang tidak bersalah," guman Yun Fengyin, dan menghilang dari kediaman Huang Lang.
*****
Puteri Yun Qixuan masuk ke sebuah rumah sederhana di pinggiran sungai jernih tempat Xiao Zhou beberapa hari ini berlatih, hujan mulai turun membasahi tempat itu.
masakan pun jadi dan terhidang di atas meja di rumah sederhana itu, Puteri Yun Qixuan duduk bersama Xiao Zhou, terlihat wajah Puteri Yun Qixuan penuh noda abu, dan arang.
Xiao Zhou membersihkan wajah Puteri Yun Qixuan dengan sapu tangan nya, membuat wajah cantik Yun Qixuan menunduk, dan melihat sapu tangan Xiao Zhou kotor,
wajah nya semakin merah karena malu,
"tunggu... kau jangan berani menatap wajah ku," ucap Yun Qixuan dan pergi ke pinggir sungai itu dan setengah jam telah berlalu, dengan pakaian baru dan rambut sudah di sisir tanpa hiasan rambut, hanya sepasang anting panjang yang masih mempercantik telinga Puteri Yun Qixuan dan mulai duduk di dekat Xiao Zhou.
walaupun tidak berdandan wajah nya terlihat begitu anggun, rambut yang tergerai dan mulai kering membuatnya semakin terlihat menggairahkan.
ilustrasi Puteri Yun Qixuan
"bocah kenapa kau melihat ku seperti itu?" tanya Yun Qixuan dadanya terasa sesak, tubuh nya terasa panas.
"tidak Puteri, kau terlihat cantik tanpa perhiasan rambut," ucap Xiao Zhou dan mulai memakan masakan Puteri Yun Qixuan.
Yun Qixuan hanya menatap bibir Xiao Zhou yang mengunyah makanan nya,
"apa kau menyukai nya?" tanya Puteri Yun Qixuan.
"aku suka," ucap Xiao Zhou dengan bibir penuh makanan, seperti terburu-buru.
"aku akan menghabiskan nya, aku tidak akan membagi nya padamu," ucap Xiao Zhou.
__ADS_1
wajah cantik Yun Qixuan tampak begitu senang, dan mengambil sedikit ikan yang masih tersisa di mangkuk dan mengunyah hasil masakan nya.
wajah nya tiba-tiba memerah, tubuhnya bergetar karena marah, dengan sekali hentakan semua mangkuk yang ada di atas meja sudah terlempar ke luar ruangan itu.