
sudah 100 hari setelah kepergian Xiao Zhou, di istana diadakan malam mengenang kepergian pendamping penguasa, Ratu Xhin Ye mengenakan pakaian seperti seorang yang berkabung.
tampak semua orang juga memakai pakaian yang senada, terlihat wajah kesal dari Yu Jin tua dan istri nya menatap ke arah Sang Pengganti yang duduk di sebelah Ratu Xhin Ye.
malam ini adalah malam ke seratus setelah kepergian suamiku, dan mulai hari ini aku anggap suami.. suamiku sudah meninggal, tidak ada waktu untuk bersedih terlalu lama, meski sederhana silahkan kalian menikmati hidangan seadanya ini," ucap Ratu Xhin Ye, wajah nya tampak begitu tenang, tetapi hatinya menangis sejadi-jadinya.
"aahhkkk..." bibir Ratu Xhin Ye terbuka berusaha sekuat tenaga agar tidak menangis dan tidak menunjukkan kesedihan nya, dan secepat nya makan agar mata nya tidak mengeluarkan air.
tangan Yu jin tua bergetar hebat, ingin sekali dirinya menghancurkan tempat itu.
Sang Pengganti hanya tersenyum tipis, dan mengeluarkan sapu tangan dan mengusap sudut bibir Ratu Xhin Ye, meski tidak ada sisa makanan di sudut bibir itu.
Ratu Xhin Ye hampir saja menampar wajah Sang Pengganti, tetapi dengan cepat mengendalikan perasaannya, tangan nya meraih jemari Sang Pengganti, dan mengambil sapu tangan itu, dan melakukan hal yang sama, jemari kurus dan panjang itu meremas sapu tangan itu dan mengusap sudut bibir Sang Pengganti.
"kau juga meninggalkan sisa makanan mu," ucap lembut Ratu Xhin Ye.
Sang Pengganti hanya tersenyum, karena berpikir jika Ratu Xhin Ye hanya ingin menyentuh wajah nya, karena tahu jika dirinya sama sekali tidak menyentuh makanan nya dari awal.
"aku senang kau menjadi wanita yang seperti dulu, dingin dan rasional, bagaimana jika setelah ini kita minum-minum sedikit di kediaman ku, aku sudah menyiapkan taman indah untuk kita," ucap Sang Pengganti.
Ratu Xhin Ye menggelengkan, dan tersenyum tipis.
"Zhou Lan... apa kau lupa, aku ini sedang mengandung, dan juga minum bersama orang seperti mu sedikit berbahaya, aku sedikit takut, hihi" ucap Ratu Xhin Ye.
"benarkah aku berbahaya? hahah... aku baru tahu jika penguasa cantikku ini bisa merasa takut," ucap Sang Pengganti begitu menikmati percakapan yang begitu di idam-idamkan nya selama ini.
"katakan padaku penguasa apa yang kau takutkan dari pria seperti ku ini?" tanya Sang Pengganti.
"hahaha... kau terlalu mengejar ku Zhou Lan, aku hanya takut, terlalu lama dekat dengan mu, bisa saja aku melepaskan topeng ini untuk mu, hihi," ucap Ratu Xhin Ye sedikit berbisik.
Bibir Sang Pengganti sedikit terbuka, dan menelan ludah nya, pikiran nya mulai terbayang lekuk indah dari wanita yang tengah hamil muda itu.
Dan tidak jauh dari tempat mereka seorang pria tua sudah terbakar amarah melihat tingkah pasangan itu.
"Ini sudah tidak bisa di biarkan!!! aku sudah muak," guman Yu Jin tua.
"suami apa yang kau lakukan?" ucap istri Yu Jin tua.
"anak kita sudah lahir, dan sekarang sudah di dunia luar, tidak ada yang perlu kita cemaskan lagi," ucap Yu Jin tua dan melangkah ke meja Ratu Xhin Ye.
__ADS_1
"Ayah mertua?" ucap Ratu Xhin Ye yang terkejut dengan kedatangan Yu Jin tua.
"aahhh... Ayah mertua bisa-bisa mengacaukan rencana ku, tapi.... sebaiknya aku melihat nya dulu," batin Ratu Xhin Ye
"Menantu bisakah kita bicara berdua," ucap Yu Jin tua.
"Mulai saat ini aku tidak menyembunyikan apapun dari Sang Pengganti Ayah mertua, baiklah ikut aku," ucap Ratu Xhin Ye, berdiri dan meninggalkan tempat itu, dan diikuti oleh Yu Jin tua, dan tidak lama Sang Pengganti mengekor mereka berdua.
Penyihir Agung yang duduk bersama Huan Zhi dan dua ketua klan lainnya hanya menatap sambil menyipitkan matanya.
"Menantu apa yang terjadi? demi pelindung klan.... anakku belum meninggal, dan kau sudah bermesraan dengan penjahat itu," ucap Yu Jin tua yang sudah tidak bisa mengendalikan perasaannya.
Sang Pengganti hanya diam mendengarkan dari balik pintu.
"anakmu sudah meninggalkan ku ayah mertua, dan itu sama artinya jika dia sudah mati, dan aku saat ini adalah wanita bebas, apa Ayah mertua mengerti." ucap Ratu Xhin Ye dengan mata melebar.
"dan apa maksud mu penjahat?" tanya Ratu Xhin Ye lagi.
"orang itu sudah mengusir suami mu, dengan mengancam anak yang dikandung oleh istriku," ucap Yu Jin tua.
"apa? Zhou Lan ku, tidak mungkin melakukan itu, meskipun dia melakukan aku akan mendukung nya, aku sangat mempercayai nya dari muda, dan dia pasti punya alasan kuat jika itu terjadi, dan untuk bermesraan seperti katamu tadi, iya.... aku masih menyukai nya bahkan dari dulu," ucap Ratu Xhin Ye, dengan gigi bergeretak, dan begitu jijik dengan bibir nya sendiri.
"apa? yahhh Dewa... aku tidak bisa percaya ini, baiklah.... aku tidak akan melarang anda untuk menyukai siapa saja, tapi tunggulah sampai cucu kami lahir, aku tidak ingin cucu ku terlibat dalam perbuatan menjijikkan kali..... ," ucap Yu Jin tua terputus saat sebuah pukulan menghantam dada nya, dan terlempar menghantam meja hingga hancur di ruang istirahat untuk penguasa itu.
"bammmm......."
'brakkkk...." suara meja yang hancur dihantam tubuh Yu Jin tua.
Sang Pengganti sudah di hadapan Yu Jin tua dengan tangan terkepal, mata Ratu Xhin Ye melebar saat melihat Yu Jin tua sudah mengeluarkan darah segar dari bibir nya.
"Zhou Lan apa yang kau lakukan?" ucap Ratu Xhin Ye, berusaha seperti tidak marah saat Sang Pengganti memukul Yu Jin tua.
"aku akan membunuh orang ini penguasa, dia sudah berani menghina mu," ucap Sang Pengganti.
dan melangkah mendekati Yu Jin tua,
"tunggu Zhou Lan, kau tidak perlu mengotori tangan mu dengan membunuh nya, tapi apa benar apa yang di katakan oleh Yu Jin tua ini, tentang anaknya?" tanya Ratu Xhin Ye seperti mendukung Zhou Lan.
"iya... aku yang merencanakan semuanya penguasa, tapi aku melakukan nya untuk anda, selama ini pemuda licik itu sudah berbohong penguasa, dia adalah orang luar yang menyamar menjadi putera Yu Jin tua, tapi tua bangka ini malah mendukung nya," ucap Sang Pengganti.
__ADS_1
tangan Ratu Xhin Ye bergetar hebat, air matanya yang di tahan nya keluar tubuh nya seperti membeku karena begitu marah menatap ke arah Sang Pengganti yang kini pemuda itu sudah siap melayangkan tinjunya ke arah Yu Jin tua yang sudah tidak berdaya, tapi tubuh Ratu Xhin Ye tidak dapat mengeluarkan energi qi untuk membantu Yu Jin tua
blarrrr....
"tidakkkkk...." teriak Ratu Xhin Ye telapak tangan nya terbuka mencoba menghentikan pukulan Sang Pengganti.
Tetapi hal terbaik sedang terjadi, tubuh Zhou Lan lah terlempar saat memukul tubuh Yu Jin tua, karena tubuh pria tua itu sudah terlapisi pelindung tubuh.
Mata Ratu Xhin Ye terbelalak dan baru bisa menggerakkan tubuhnya, dan melihat sekeliling mencari orang yang menolong Yu Jin tua.
"pelindung tubuh ini milik Pertapa Suci," batin Sang Pengganti, dan menatap kearah pintu.
seorang berpenampilan seperti seorang biksu masuk dan menatap tajam ke arah Sang Pengganti.
"Zhou Lan kau sudah melakukan kesalahan besar, Yu Jin muda atau siapapun dia, pemuda itu tetaplah suami dari penguasa, meski melakukan kesalahan, kau tidak memiliki hak untuk menghukum nya, dan juga melihat energi qi yang kau gunakan tadi, kau baru saja benar-benar ingin membunuh Yu Jin tua," ucap Pertapa Suci dan mendekati Yu Jin tua, dan di belakang nya terlihat Penyihir Agung ikut masuk ke ruangan baca itu.
"melarang orang luar masuk ke pulau? semua orang hanya mengetahui sedikit tentang aturan itu, baiklah... biar aku jelaskan, aturan itu hanya berlaku saat perang melawan Zhangji zaman itu, dan setelah para Zhangji itu tertidur dan kekaisaran langit baru tercipta, aturan itu sudah tidak di terapkan lagi, dan aku yakin kau sudah membaca tentang ini Sang Pengganti," ucap Penyihir Agung.
"selamat penguasa... kau sudah menemukan orang yang menjadi otak dari perginya suami anda," ucap Penyihir Agung lagi, membuat Yu Jin tua terbelalak, dan juga Sang Pengganti.
"jadi semua kemesraan itu hanya kepura-puraan dari penguasa," batin Yu Jin tua wajah nya menunduk karena merasa bersalah sudah menghina menantu nya.
"suami ku adalah orang yang telah menyelamatkan ku di gerbang neraka itu, jika tidak ada dia mungkin saat ini aku masih menjadi jiwa penasaran di gerbang itu atau mungkin untuk selama nya, dan kau dengan cara licik memaksa nya pergi, kau benar-benar tidak terampuni.
jika bukan karena mendiang ayah mu yang begitu baik padaku, dan juga pengabdian mu padaku sewaktu kau masih muda, mungkin aku sudah membunuh mu hingga tidak berbentuk saat ini dengan tangan ku sendiri," ucap Ratu Xhin Ye menatap Sang Pengganti dengan penuh kebencian, tubuh nya saat ini tidak bisa menggunakan energi qi nya karena kehamilan nya.
"Ketua klan enyah kan orang itu dari hadapan ku sekarang juga, aku tidak ingin melihat wajah nya lagi," ucap Ratu Xhin Ye dengan begitu pelan dan serius.
kedua ketua klan mendekati Sang Pengganti yang masih merangkak di lantai, pemuda itu berpura-pura terluka parah, tetapi sudah bersiap untuk melakukan serangan dan secara bersamaan menghantam kedua ketua klan yang mendekati nya.
kedua orang tua itu terlempar karena tidak menyangka jika Sang Pengganti masih begitu kuat.
"kau wanita iblis, aku akan membunuh anak dalam kandungan mu itu," teriak Sang Pengganti dan melesat kearah Ratu Xhin Ye.
Ratu Xhin Ye yang sedang hamil tidak bisa mengeluarkan energi pelindung nya, dan naluri seorang ibu keluar dari diri nya tanpa berpikir dua kali membalikkan badannya agar pukulan Sang Pengganti tidak mengenai perut nya.
"tidak...." batin Ratu Xhin Ye sambil memegang perutnya yang sudah sedikit membuncit.
****
__ADS_1