
Pangeran ke empat menatap hampa ke arah matahari setengah tenggelam, sambil tersenyum kecut menatap kembali ke arah Xiao Zhou.
"Tapi apa aku begitu terkenal di dataran utama ini? baiklah... senang bertemu dengan mu adik Xiao, aku rasa kau lebih kecil dariku, apa kau tidak khawatir aku berada di tempat ini? kau memiliki istri yang begitu mengagumkan, dan membuat setiap lekaki iri," ucap pangeran ke empat
Xiao Zhou menyungging sedikit sudut bibirnya,
"khawatir? apakah harus?" ucap Xiao Zhou.
"kau seharusnya khawatir adik Xiao, kau adalah seorang yang kehilangan dantian, ibarat nya kau tidak lebih dari seekor singa yang sudah kehilangan taring dan cakar, katakan padaku seberapa lama istrimu akan bisa bertahan di sisi mu? bahkan beberapa dari mereka adalah seorang Kaisar, mereka membutuhkan suami yang bisa menjaga mereka, serta memberikan dukungan mental, dan juga suami yang memiliki wawasan jauh kedepan dengan relasi yang luas, tetapi yang aku lihat disini kau tidak memiliki satu pun dari apa yang aku sebutkan tadi," ucap pangeran ke empat.
"mungkin kau benar pangeran, dan juga mungkin saja kau salah," ucap Xiao Zhou dan menengguk guci kesayangan nya, jawaban Xiao Zhou yang membuat hati pangeran ke empat panas.
"hahaha... seperti nya kau bocah tanpa memiliki visi kedepan, sayang sekali jika para istri mu harus menanggung beban berat nya sendiri, tapi aku mengerti karena usia mu masih begitu muda, jika kau mau biar aku yang menjadi penasehat istri mu, jadi kau bisa tenang dan teruslah menikmati isi guci tidak berguna mu itu," ucap pangeran ke empat.
"hahaha.... kau membuat ku tertawa pangeran, kau sangat lucu," ucap Xiao Zhou dan terus tertawa membuat pangeran ke empat semakin jengkel.
"kenapa kau tertawa? apa ada yang lucu?" ucap pangeran ke empat dengan wajah begitu serius.
"iya.... kau sangat lucu, aku sering meninggalkan istri ku untuk tujuan di masa depan kami, tapi lihatlah dirimu, kau... begitu mengkhawatirkan beban dari istriku, tanpa melihat beban istri mu, kau meninggalkan mereka hanya untuk mengejar wanita hingga bertahun-tahun, bukan kah itu sangat lucu," ucap Xiao Zhou pelan dengan tempo lambat kata demi kata
"apa? bagaimana kau bisa tahu?" guman pangeran ke empat yang sedikit terkejut jika keberadaan di tempat itu untuk mengejar cinta nya kepada Selir Park, dan Choe Eun Soo
Dan seorang wanita cantik mendekati Xiao Zhou.
__ADS_1
"suami kau terlihat senang, apa aku mengganggu mu? seperti nya kau sedang ada tamu," ucap Ratu Xhin Ye sambil menatap ke arah pangeran ke empat sambil mengangguk sopan.
Mata pangeran ke empat seperti tidak berkedip menatap keindahan seorang mantan Ratu Langit, liontin putih berkilau menghiasi leher panjang nya, dan mau tidak mau pangeran ke empat juga dapat menikmati pemandangan belahan dada yang terlihat begitu membulat dan kencang.
"Demi Dewa.... kenapa ada wanita secantik dan memiliki tubuh seindah ini," batin pangeran ke empat, dan menelan ludah nya pelan.
"Ye'er... dia adalah pangeran ke empat, dan pangeran... dia adalah salah satu istri ku Xhin Ye," ucap Xiao Zhou mengenalkan Ratu Xhin Ye.
"salam pangeran," ucap Ratu Xhin Ye, dengan begitu anggun dan duduk menempel dengan Xiao Zhou, gunung nya yang tidak terlalu besar terlihat begitu membulat menyentuh lengan panjang suami nya.
bibir pangeran ke empat masih sedikit terbuka, menatap gerakan indah tubuh Ratu Xhin Ye, dan cepat-cepat menguasai kesadaran nya.
"salam nyonya Xhin... senang bisa bertemu wanita secantik nyonya," ucap pangeran ke empat,
"hihihi... aku bisa menebak apa yang ada di pikiran mu itu, dan kau terlalu memuji ku pangeran," ucap Ratu Xhin Ye, terlihat senyum indah nya, menampakkan gigi samping yang sedikit runcing membuat senyum itu tidak dapat di hargai dengan uang lagi.
"senyum yang begitu memabukkan," batin pangeran ke empat.
"baiklah adik Xiao... aku mengundang mu minum di kediaman ku, ada hal penting yang ingin ku bicarakan dengan mu, ajak lah istri mu ini, meski tingkat kultivasi ku jauh di bawah nyonya Xhin, tapi mungkin saja nyonya tertarik ingin belajar tehnik pedang, dan aku bisa mengajari nyonya Xhin beberapa trik tehnik pedang walet emas ku," ucap pangeran ke empat dan bersiap-siap pergi, tetapi mata nya tidak pernah lepas dari wajah Ratu Xhin Ye.
"terimakasih tawarannya pangeran, tapi aku bukan Petarung, kulit ku sedikit sensitif jika berkeringat berlebih, benar kan suami?" ucap Ratu Xhin Ye menatap kedua bola mata biru meneduhkan itu.
Xiao Zhou hanya mengangguk, mengingat Ratu Xhin Ye begitu bersemangat jika sudah berkeringat bersama nya.
__ADS_1
"mungkin suami ku ini tertarik?" tanya Ratu Xhin Ye.
"tidak Ye'er... aku sudah tidak belajar tehnik pedang lagi," ucap Xiao Zhou.
"melihat dantian mu itu, aku mengerti keputus asaan mu, kau seperti nya sudah tidak ada harapan untuk belajar lagi, nyonya Xhin... aku mohon diri, percaya padaku tehnik pedang ku aku yakin kau akan begitu menyukai nya, mohon di pikirkan lagi!" ucap pangeran ke empat dengan nada di buat begitu lembut, dan senyum menggoda.
Ratu Xhin Ye mengangguk dan memejamkan matanya pelan,
"silahkan pangeran," ucap Ratu Xhin Ye pendek tanpa senyuman.
"tunggu pangeran.... apapun tujuan mu berada di tempat ini sebaiknya kau hentikan, sebelum kau menyesali nya," ucap Xiao Zhou tanpa menatap pangeran ke empat dan masih menatap para petani suku Fiji.
"hahaha.... menyesal? kau ternyata belum mengenal begitu banyak tentang ku, aku orang yang tidak pernah menyesali perbuatan ku adik Xiao, sekali lagi aku mohon diri, ingat undangan ku besok malam," ucap pangeran ke empat, dan melompat menunjukkan kemampuan meringankan tubuh nya, dan sudut matanya dapat melihat jika tangan Ratu Xhin Ye sudah berada di dalam pakaian bawah Xiao Zhou.
Wajah pangeran ke empat begitu kesal pikiran nya masih teringat peristiwa di mana Xiao Zhou begitu tenang menahan terkaman liar tubuh Zhang Rui, dan juga kini bayangan Ratu Xhin Ye tidak bisa hilang dari pikirannya, senyum indah nya dan pinggang ramping nya dan bokong yang menonjol membuat hati berdebar kencang.
"kau bukan tandingan ku bocah bermulut besar, aku bisa membunuhmu hanya dengan satu tarikan nafas saja, aku akan membalas mu berkali-kali lipat, kau akan melihat bagaimana para istri mu yang seperti Dewi itu aku tunggangi dan mendesah liar penuh kenikmatan saat meladeni ku tanpa bisa menolak ku, itu pasti akan aku lakukan di hadapan mata sombong mu itu," geram pangeran ke empat
"hanya satu kendala para istri bocah itu memiliki kultivasi tinggi, aku tidak boleh gegabah, aku harus bermain halus dan tepat, saat ini aku hanya perlu berpura-pura menjadi teman mu bocah, sama hal nya seperti Jendral Tae Yoon, melakukan itu dengan istri teman adalah hal paling menarik," batin pangeran ke empat pelan, dan terlihat senyum di sudut bibir nya.
****
besok malamnya aula keluarga di istana Xiao Zhou seperti kapal pecah, pakaian berserakan dimana-mana, para dayang berlarian panik kesana-kemari.
__ADS_1
Xiao Zhou menghela nafasnya hanya menatap dengan wajah kebosanan pemandangan menyebalkan itu sambil menggaruk kening nya yang tidak gatal.
terlihat Jung Min Ha dengan wajah seperti ingin menangis berlari ke arah ruangan Li Mei Yin, tidak mempedulikan Xiao Zhou