Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
wanita siluman


__ADS_3

di kediaman penari Choe Eun Soo.


mereka semua berkumpul untuk membahas strategi dalam merampas stempel kerajaan Yunha.


"kita sudah mengetahui jika orang yang menguasai stempel itu saat ini adalah ibu dari ketua sekte pilar keadilan, tuan Huang Lang.


para pendahulu kita tidak pernah berhasil melakukan misi ini, karena tuan Huang Lang bukan orang yang mudah di ajak bekerja sama, dan menolak semua uang yang kita sodorkan, dan penjagaan sekte pilar keadilan begitu ketat.


jadi informasi yang kita dapat saat ini, bahwa setiap akhir tahun ibu dari ketua sekte itu akan selalu berada di rumah hiburan milik nya, dan malam akhir tahun adalah kesempatan bagi kita untuk merampas nya, karena kita akan menari di rumah hiburan itu," ucap Choe Eun Soo.


"ketua, bagaimana dengan pengawal mereka, aku dengar salah satunya adalah pendekar tingkat legenda,"


"bok Joo juga pendekar tingkat legenda, walaupun tahap awal, kita akan mengecoh nya, para penari kita adalah pendekar ahli, jumlah kita cukup berimbang, karena sekte pilar keadilan tidak akan masuk ke tempat itu," ucap Choe Eun Soo.


*****


Choe Eun Soo sedang berdiri tanpa busana, dan tersenyum.


"apa kau menyukai ku?" ucap Choe Eun Soo, mengeluarkan senyum yang paling menggoda milik nya, dan menatap lekuk tubuh telanjang nya.


"Choe Eun Soo, kau masih terlihat menggairahkan di usia mu saat ini," ucap nya lagi, dan menatap pantulan tubuh nya di cermin.


Choe Eun Soo memilih beberapa pakaian terbaik nya, dan menatap nya membanding-bandingkan nya.


"ini terlalu terbuka, bocah itu akan mati berdiri jika aku memakai nya, hihi..." guman Choe Eun Soo bicara sendiri.


sreeeggggg....


suara pintu kamarnya yang bergeser, dan seorang pemuda kekar masuk ke ruangan Choe Eun Soo.


Choe Eun Soo yang masih telanjang berusaha menutupi tubuhnya dengan selimut di dekat nya.


"bok Joo apa yang kau lakukan? cepat keluar!!!!" teriak Choe Eun Soo, matanya terbelalak dengan sorot marah.


mata bok Joo seperti binatang kelaparan,


"aku sudah bosan menunggu, sekarang aku ingin mendapatkan tubuh mu, kali ini kau tidak akan dapat mengelak lagi Eun Soo." ucap bok Joo, dan memegang kedua lengan Choe Eun Soo.


wajah Choe Eun Soo memucat, terlihat sorot kekhawatiran di matanya,


"bok Joo seperti nya sedang di kuasai birahi dan cemburu aku harus berhati-hati, salah sedikit aku bisa di perkosa oleh pemuda ini," batin Choe Eun Soo.


"baiklah tuan bok Joo... dulu kau sudah menyelamatkan nyawa ku, kali ini aku akan membayar nya, dan setelah kau puas aku tidak akan berhutang apapun lagi padamu, karena setelah kau menikmati tubuhku, kau sudah seperti membunuhku, dan aku rasa kau tidak lebih baik dari ayah mertua ku yang bejat itu, sekarang lakukan lah, puas kan dirimu," ucap Choe Eun Soo,

__ADS_1


Choe Eun Soo melepaskan selimut yang menutupi tubuh indah nya, dan menunduk seperti ingin menangis.


"hehe.... kau tidak akan bisa melakukan ini bok Joo, kau masih terlalu naif," batin Choe Eun Soo.


tubuh bok Joo bergetar, dan berlutut di hadapan Choe Eun Soo,


"maafkan aku... aku sangat mencintaimu, aku hanya takut kehilanganmu," ucap bok Joo.


Choe Eun Soo dengan cepat menarik selimut dan menutupi tubuhnya kembali,


"yang tadi itu bukan cinta, itu adalah nafsu bejat, bersabarlah.... kita saat ini sedang melakukan misi, kita tidak pernah tahu keselamatan nyawa kita dalam misi kali ini, jadi setelah kita kembali ke kekaisaran Yunha, baru kita akan bicarakan masalah cinta mu itu," ucap Choe Eun Soo, dan mengambil pakaian nya tadi dan keluar dari kamar nya, meninggalkan bok Joo yang masih berlutut.


dan tidak begitu lama, Choe Eun Soo sudah berada di dalam kamar Xiao Zhou yang ada di perpustakaan.


Choe Eun Soo berbaring di ranjang yang biasa mereka tiduri bersama.


"hemmmm.... aku merasa sangat nyaman di ruangan kecil ini, apa yang dilakukan bocah kecil itu saat ini?" guman Choe Eun Soo, dan terbayang kejadian-kejadian di ruangan itu beberapa hari terakhir.


"aahhh.... kenapa aku selalu memikirkan nya, aku tidak mungkin menyukai pemuda yang usianya jauh di bawah ku, tapi.... bibir nya begitu halus dan lembut, yah Dewa... aku begitu merindukan nya...." ucap Choe Eun Soo dan berdiri dari ranjang Xiao Zhou.


"sebaiknya aku membersihkan ruangan ini, dan memasak, aku ingin menunggu nya seperti seorang istri," batin Choe Eun Soo, dan mulai melakukan kegiatan nya, dengan penuhi kebahagiaan di hatinya dan beberapa saat sudah datang dari pasar dan akan menyiapkan makanan untuk Xiao Zhou.


beberapa saat pikiran nya begitu kacau, sambil menatap pisau di tangan nya.


"aku tidak tahu lagi apa yang telah aku perbuat? bahkan aku sudah melupakan tujuan ku berada di kekaisaran Wang ini, yang aku inginkan saat ini hanya melakukan apa yang menjadi kebahagiaan ku, karena setelah aku kembali ke kekaisaran Yunha, aku tidak akan pernah merasakan hal ini lagi," batin Choe Eun Soo sambil menghapus keringat di kening nya, dan menebaskan pisau nya melanjutkan pekerjaannya di dapur kecil Xiao Zhou.


*****


Han Yui masih duduk tenang menatap tubuh telanjang Wang Zhu.


"melakukan semua yang aku inginkan? hahahaha.... kau jangan membuat ku tertawa tuan muda Wang Zhu, kau bahkan tidak dapat membuat seekor ayam kecil puas, dengan milikmu yang kecil itu," ucap wanita cantik itu dengan nada begitu merendahkan.


ucapan wanita itu sontak membuat pejabat Bao melepaskan pelayan wanita itu dan tertawa terbahak-bahak, membuat wajah Wang Zhu memerah karena malu.


"pejabat Bao kau bahkan belum pernah benar-benar memasuki aku, bukankah kau selalu muntah di luar gerbang ku?" ucap wanita cantik itu.


sekarang giliran Wang Zhu yang tidak dapat menahan tawanya, dan wajah pejabat Bao begitu merah dan hampir berwarna keunguan, tampak urat-urat keluar dari kepala nya.


"wanita siluman, kau akan menerima balasan atas ucapan mu," dan menarik tangan Han Yui dan melemparkan nya ke atas bangku panjang yang empuk tempat duduk nya semula.


"kau benar-benar membuat ku bernafsu," ucap pejabat Bao dan bersiap menjamah tubuh indah Han Yui.


karena terlalu bernafsu, pejabat Bao tidak menyadari jika seorang pendekar wanita di tingkat pendekar legenda tahap akhir sudah di dekat nya.

__ADS_1


plaakkkkkk....


baaammmmm.....


sebuah tamparan di wajah pejabat Bao dan pukulan telak di perut nya membuat nya terlempar beberapa meter dan terbaring di lantai.


bibir nya mengeluarkan darah, dan mencoba berdiri


"aahhh, wanita ini adalah salah satu tetua dari sekte pilar keadilan, dia sudah keluar dari sekte dan menjadi pengawal dari Han Yui," batin pejabat Bao.


pejabat Bao yang mengenali wanita pendekar itu hanya tersenyum kecut, wajah nya tampak memucat karena ketakutan.


"nyonya Huang, kenapa kau menjadi seperti ini? apa kau tidak takut jika para murid dari sekte suamimu tidak memiliki masa depan di istana lagi?" ucap pejabat Bao.


"hahaha... aku tidak peduli lagi pada suamiku, selama ini dia sudah menjual ku pada banyak lelaki, dan aku sudah bosan.... kini aku hidup dengan kemampuan ku sendiri, kalian berdua seperti binatang, cepat tinggalkan tempat ini," ucap Han Yui.


"nyonya Huang kau akan membayar semua perbuatan mu ini," ucap pejabat Bao.


"sekali lagi kau memanggilku nyonya Huang, kau akan mati, dan aku yakin mayat mu dan teman bejat mu itu, tidak akan bisa di temukan" ucap Han Yui menatap marah pada pejabat Bao, dan kedua lelaki hidung belang itu pun buru-buru meninggalkan tempat itu.


Han Yui masuk ke ruangan nya, dan menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.


"kenapa aku tidak memiliki keberanian ini sejak dulu, keberanian ini muncul saat aku bertemu dengan mu Zhou'er, dan aku tidak pernah berani muncul di hadapan mu lagi," guman Han Yui.


tok...tok...


suara ketokan pintu membuyarkan lamunan Han Yui, dan seorang pelayan wanita masuk.


"nyonya seorang pemuda ingin bertemu dengan anda," ucap pelayan itu.


"pasti Wang Zhu bajingan itu lagi," guman Han Yui


"hemmm.... katakan pada pemuda itu untuk melupakan aku, aku tidak sudah tidak berminat lagi pada laki-laki, dan tidak ingin mendengar apapun dari nya, suruh dia pergi" teriak Han Yui, yang masih kesal dengan peristiwa tadi, dan pelayanan itu pun keluar dengan ketakutan.


Han Yui keluar ruangan nya dan ingin pulang kerumahnya, dan berpapasan dengan pelayanan yang tadi di koridor rumah hiburan itu


"maafkan aku tadi membentak mu nona, apa kau tahu nama pemuda itu?" ucap Han Yui berbasa-basi agar pelayan itu tidak takut lagi padanya.


"tidak apa-apa nyonya, semua tadi salah ku, lagipula pemuda sudah pergi," ucap pelayan itu, dan Han Yui meninggalkan pelayan itu.


" nyonya... nama pemuda itu jika tidak salah mengaku bernama, pelayan kecilmu," ucap pelayan wanita itu.mata Han Yui melebar, tubuh nya terjatuh karena kakinya begitu lemas, dan bibirnya bergetar, dadanya terasa begitu sesak.


dengan posisi berlutut, Han Yui menatap pelayan wanita itu.

__ADS_1


"katakan sekali lagi nama pemuda itu," ucap Han Yui, matanya melebar dengan bibir terbuka.


"cepat katakan!!!!" teriak Han Yui, membuat semua orang di tempat itu sangat ketakutan.


__ADS_2