Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
ch. 13


__ADS_3

"hihihi.... indah bukan? aku membawa nya dari daerah yang begitu jauh dan lembab, dari kerajaan yang begitu jauh, itu adalah ular sumsum, dia adalah perpaduan lintah belur dan ular, dia akan menghisap sumsum tulang yang remuk, dan memuntahkan daging manusia setelah sumsum tulang nya habis, dan yang paling berharga adalah telur nya, meski tanpa pasangan ular itu mampu bertelur, dan telur nya adalah campuran untuk pil terlarang ku, hihihi..." ucap Adipati Zhou sedikit terkekeh, dan melesat ke udara dan menghilang.


para prajurit itu bergetar karena ketakutan dan tidak tahu harus berbuat apa, dan tidak berlangsung lama, ular itupun menyerang mereka dan menenggelamkan mereka ke dasar rawa-rawa penuh daging muntahan yang sudah busuk.


sepasang mata indah milik seorang wanita bercadar sedang memperhatikan dari semak-semak, mata indah itu tanpa berkedip menatap para prajurit yang sedang dililit oleh seekor ular raksasa, dan tanpa di sadari di belakang nya sudah berdiri puluhan pria menggunakan pakaian Shinobi.


pemilik mata indah itu tersadar dan melompat ke atas pohon namun puluhan Shinobi itu dengan sigap mengikuti semua gerakan pemilik mata indah itu.


wanita itu berhenti di atas puncak pohon bambu, karena para Shinobi itu sudah mengurung nya.


"kami tidak perlu bertanya siapa kau, karena siapa pun kau, bahkan dewa sekalipun harus mati jika memasuki tempat ini," ucap salah satu Shinobi itu, dan mulai mencabut pedang dari pundak nya.


wanita itu hanya terdiam sesaat,


"cih.... kalian banyak bicara, majulah kalian pengecut," ucap wanita bercadar itu dan mencabut pedang nya.


"hahaha.... penyusup wanita rupanya, ini akan mudah," ucap salah satu Shinobi dan melesat dengan senjata rantai yang ujung nya menyerupai sabit.


wanita bercadar itu berputar di udara mencoba lepas dari lilitan rantai itu, tubuh nya terlihat begitu lentur dan gesit, sesekali kakinya menginjak ujung-ujung pohon bambu dan kembali melayang di udara.


"kau lumayan juga nona kecil, tapi ini tidak akan lama," ucap salah seorang Shinobi bersenjata tiga cakar di masing-masing punggung tangan nya, dan melesat ke arah wanita itu, untuk membantu Shinobi yang bersenjata rantai tadi.


trangggggg......


trangggggg.....


zreessstttt......


wanita itu mulai terpojok, di keroyok dua Shinobi, dan seorang pemuda dengan bersenjata pedang sudah membantu nya lolos dari jepitan jurus dua Shinobi itu, dan pria itu tidak lain adalah Tang Bao.


trangggggg.....


trangggggg....


pedang berpadu dengan cakar Shinobi itu, melihat ada penyusup lain yang membantu, puluhan Shinobi lain nya dengan cepat mulai menyerang agar kedua penyusup itu segera lenyap.


"apa kau sendirian?" tanya wanita itu menatap Tang Bao di sela-sela pertarungan mereka.


"Iya nona," ucap Tang Bao yang lupa mengenakan topeng pemberian Xiao Zhou.


"apa kau begitu bodoh, mereka setingkat pendekar ahli, kita akan mati di tempat ini," ucap wanita bercadar itu.

__ADS_1


"tidak.... aku sudah berlatih begitu keras, aku sudah di tahap pendekar raja, mereka pasti bisa aku kalah kan," ucap Tang Bao dan berhasil menebas beberapa Shinobi hingga terluka parah, dan merampas belati milik salah satu Shinobi dan melemparkan ke arah penyerang wanita itu.


trannnnkkkkk.... Shinobi penyerang wanita itu mundur beberapa meter di udara


Tang Bao dan wanita itu menggunakan kesempatan itu untuk melarikan diri, dan mendarat di daerah yang sedikit lapang.


"nona song... mereka begitu berbahaya dan banyak, cepat lah!!!" ucap Tang Bao memegang tangan Song Lung Yi.


dan langkah mereka terhenti saat seorang pria sedang berlutut di atas batu, dengan pedang yang sudah terhunus di tangan nya.


Tang Bao dan Song Lung Yi menatap kebelakang mencoba berbalik arah, namun puluhan Shinobi juga sudah berhasil mengejar mereka.


"dia mungkin pendekar legenda, aku tidak bisa melihat tingkatan kultivasi nya karena sudah diatas kita," bisik Tang Bao dan sedikit mundur.


"apa yang akan kita lakukan?" guman Song Lung Yi, dan bersiap bertarung lagi.


tiba-tiba seorang berambut pendek berwarna putih, dan bola mata putih sudah berlutut memunggungi Tang Bao, pria itu menggunakan pakaian hampir sama dengan Shinobi tadi, lengkap dengan penutup wajah yang menutupi hidung kebawah, hanya saja tampak beberapa logam gelap sebagai pelindung tubuh dengan huruf-huruf yang tidak di kenal Tang Bao.


"tuan muda... biar aku yang mengurus mereka," ucap pemuda berambut putih itu.


"oohh... senang melihat mu paman Zhan Ji, dimana kakak ipar?" tanya Tang Bao, memejamkan matanya dalam-dalam, dan merasa sedikit lega.


"tuan muda dan nona ini sebaiknya menutup mata, karena ini akan sedikit berdarah," ucap pemuda berambut putih itu lagi, dan mencabut sebuah pedang pendek yang terselip di belakang punggung nya secara mendatar.


para Shinobi di belakang mereka melesat ke udara dan menyerang ke arah mereka bertiga, pria berambut putih itu melepaskan senjata rahasia ke arah para Shinobi di belakang mereka tanpa menatap nya.


zrebbb.....


zrebbb....


sressstttt.....


para Shinobi itu terpental kebelakang tubuh mereka tertembus senjata rahasia milik Zhan Ji, dan belum sempat mereka berpikir Zhan Ji sudah berada di belakang mereka dan menyayat nadi di leher dan ketiak mereka.


"saat mandi anak-anak," ucap Zhan Ji.


sressstttt.....


darah berhamburan di udara, darah dari para Shinobi itu seperti air yang tidak bisa berhenti, keluar dengan begitu deras nya,


nona song Lung Yi hanya membuang wajah nya tidak ingin melihat darah yang mulai membanjiri tempat tubuh para Shinobi yang mengejar nya tadi, hanya dalam hitungan detik, puluhan Shinobi itu sudah tergeletak dengan berkubang darah.

__ADS_1


"kakak Liu darimana kau mendapatkan orang ini?" tanya Song Lung Yi.


"dia salah satu bawahan kakak ipar ku, paman Zhan Ji adalah pembunuh terbaik, sama seperti paman Yang Tian, hanya saja Paman Zhan Ji membunuh dengan memanfaatkan malam dan melakukan nya dari belakang," ucap Tang Bao.


pria yang berlutut di atas batu itu sedikit terkejut melihat kecepatan Zhan Ji.


"kecepatan yang mencengangkan, dan cara membunuh yang begitu efektif, meski perlu sedikit keahlian untuk mengetahui letak nadi manusia, aku sedikit mendapatkan pelajaran dari mu tuan," ucap pria itu.


Zhan Ji hanya diam dan menatap tanpa berkedip ke arah pria itu, dengan bola mata putih nya.


"sedikit pelajaran? seharusnya kau belajar banyak dari ku!! pedang ku tidak setebal pedang kalian, jadi aku tidak perlu repot-repot memisahkan tulang-tulang hanya untuk membunuh kalian," ucap Zhan Ji.


pria yang berlutut di atas batu itu memejamkan matanya sambil merapal mantra, dan begitu mata nya terbuka dan menatap Zhan Ji, sebuah pedang sudah menembus dada dari pria berambut putih itu, dan pria yang duduk di atas batu itu kini sudah berada di depan Zhan Ji.


"tidak...." teriak Song Lung Yi melihat tubuh Zhan Ji tertembus pedang.


"ilusi murahan, orang yang di atas batu itu adalah hanya ilusi mu saja, dan kau sudah menyerang ku saat mata mu terpejam," ucap Zhan Ji sambil tersenyum tanpa ada darah yang keluar dari bibir nya,


"brussssss......"


terdengar ledakan kecil di sertai asap putih tebal keluar dari tubuh Zhan Ji, dan tubuh nya berubah menjadi batang pohon, dan tanpa di sadari oleh pria itu Zhan Ji sudah di belakang nya,


pria itu melebar matanya saat Zhan Ji mengetahui tehnik ilusi nya,


"katakan siap kau? dan bagaimana bisa kau mengetahui tehnik ku?" tanya pria itu.


"jangan banyak bicara, ucapan saja selamat tinggal," bisik Zhan Ji di telinga pria itu dan sebuah pedang pendek milik Zhan Ji sudah memotong nadi di leher nya.


pressttttt.......


darah menyembur dengan deras seperti gerimis dari leher kiri pria itu.


sressstttt....


kembali Zhan Ji melepaskan sayatan di leher kanan nya, kali ini darah bersimbah dengan deras


"uhukk..... uhukk....," pria itu terbatuk darah dan tidak dapat bicara sepatah katapun sebelum ajalnya tiba.


"itu jurus gerimis darah, tehnik tertua dalam masa ku," ucap Zhan Ji dan memasukkan pedang pendek nya di sarung pedang mendatar yang ada di balik pinggang nya, dan menatap ke arah Tang Bao.


"tuan muda... sebaiknya anda menggunakan topeng pemberian penguasa," ucap Zhan Ji dan lenyap begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2