Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
masa depan istana langit


__ADS_3

"kau yakin ini tidak berbahaya untuk kita?" tanya Jung Min Ha.


"aku tidak tahu, tapi aku pernah melihat benda ini masuk ke tubuh kakak Xia xhialun di ruang baca bocah ini," ucap Yun Qixuan.


wajah kedua wanita itu tampak memerah, kulit mereka terasa begitu sensitif, dan sesekali terdengar suara ludah tertelan dari kedua nya.


"benarkah? aku menyukai benda ini, ini terasa begitu hangat, baiklah aku akan melakukan nya lebih dulu," ucap Jung Min Ha dan melepaskan pakaian dalam nya, seperti sudah tidak tahan, tampak pakaian dalam nya sudah basah.


"baiklah iblis licik, kau boleh melakukan lebih dulu, setelah itu aku juga akan melakukan nya," ucap Yun Qixuan yang masih mengenakan pakaian dalam nya, dan satu tangan nya sedang memegang milik nya, karena merasakan gairah yang sangat.


Xiao Zhou terjaga dari tidurnya, dan melihat Jung Min Ha merangkak di atas tubuh nya dengan satu tangan, tangan yang lain sedang memegang milik nya dan mengarahkan ke tempat milik nya yang paling berharga.


"aahhhhsss.... sssttttt...." suara desahan Jung Min Ha terdengar saat benda Xiao Zhou bersentuhan dengan milik nya, kedua benda itu saling bergesekan, cairan itu membuat gesekan itu sedikit mudah karena licin.


wajah cantik Yun Qixuan begitu tegang saat melihat pemandangan di depannya, mata tidak berkedip melihat ujung besar itu mencoba masuk ke milik Jung Min Ha.


"aahhh.... ini begitu terasa nikmat adik Yun," guman Jung Min Ha yang sudah melupakan rasa malunya, yang tersisa hanya birahi yang segera ingin di tuntaskan.


Nafas Jung Min Ha mulai terdengar tersengal-sengal, gerakan tubuh nya semakin kencang menekan milik Xiao Zhou yang selalu meleset dari milik nya, tak berbeda dengan Yun Qixuan nafasnya juga sudah terdengar, tangan nya sudah masuk ke pakaian dalam nya dan terasa begitu basah di tempat itu.


mata Xiao Zhou terbelalak dan dengan cepat menahan tubuh Jung Min Ha.


"tunggu Min Ha... kau akan terluka jika melakukan nya seperti ini," ucap Xiao Zhou dan mengelus rambut Jung Min Ha, untuk meredakan birahi nya.


"iblis kecil apakah ini salah?" tanya Jung Min Ha, dengan nafas yang masih tidak teratur.


"tentu saja, kalian berdua belum siap," ucap Xiao Zhou dan memeluk kedua wanita setengah telanjang itu.


"sebaiknya kita bangun, dan sarapan bersama," ucap Xiao Zhou.


"tapi bocah, kapan kita melakukan nya, aku ingin membahagiakan mu," ucap Yun Qixuan.


"aku tahu, kalian ingin membahagiakan aku, tapi aku tidak ingin melakukan hanya agar aku sendiri yang bahagia, kita akan melakukan nya jika waktu nya tiba, apa kalian mengerti," ucap Xiao Zhou.


****

__ADS_1


pagi itu mereka sarapan bersama, terlihat Jung Min Ha dan Yun Qixuan tidak lagi menempel dengan Xiao Zhou, tetapi sekarang keduanya menempel pada Xia xhialun, semua istri Xiao Zhou menggelengkan kepala mereka.


"apa semalam mereka melakukan nya?" tanya Xue.


"seperti tidak, para dayang tidak mengganti matras ranjang dari suami kita," ucap Liu fenghua.


"tapi ada apa dengan mereka?" bisik Kim Yun, yang melihat Xia xhialun sedang seperti sedang berbicara serius, wajah Jung Min Ha dan Yun Qixuan tampak memerah, bibir mereka sedikit terbuka dan mengangguk bersamaan, senyum kedua gadis itu pun kadang terlihat di paksakan seperti ada gairah dan kekhawatiran sekaligus, dan berkali-kali menatap ke arah Xiao Zhou.


"kau tahu sendiri adik, seperti nya Kaisar jalang kita, sedang mengajarkan hal buruk pada kedua gadis perawan itu, aku yakin kedua gadis itu akan dilanda rasa penasaran yang hebat saat ini, hemm... rupanya mereka bertanya pada orang yang salah, ini benar-benar membuat ku gila," ucap Yun Li Wei yang terlihat kesal pagi itu.


Kim Yun hanya tersenyum, dan terlihat tidak terlalu berselera dengan makanan, dan tiba-tiba berlari keluar ruang makan itu, dan kembali dengan mata sedikit berair.


"apa kau masih mual adik Kim?" tanya Li Mei Yin, yang di iringi anggukan Kim Yun.


"datang lah ke ruang obat, aku akan membuatkan ramuan untuk mu," ucap Li Mei yin.


****


langit mulai gelap dua orang berlainan jenis sedang berbincang di sebuah beranda di kediaman kepala desa Lou fang.


"baiklah iblis kecil, asalkan kau bahagia aku akan melakukan itu, jawab lah dengan jujur Xiao Zhou apakah kau benar-benar menginginkan hubungan hanya sebatas kakak adik dengan ku?" tanya Jung Min Ha, mata nya menatap lekat-lekat kemata Xiao Zhou mencoba mencari kebenaran.


"iya... kau akan selalu menjadi gadis kecil bagiku," ucap Xiao Zhou.


Jung Min Ha mengangguk, kedua tangan nya menyeka air mata yang terus mengalir.


"baiklah, karena aku kakak dari istri mu, kau panggil saja aku kakak ipar, aku harap kau tidak menyesali ini," ucap Jung Min Ha wajah nya seketika berubah menjadi dingin, dan melangkah meninggalkan Xiao Zhou.


Jung Min Ha menghentikan langkahnya sesaat.


"dan satu lagi adik ipar, mulai saat ini kau tidak perlu lagi mengawasi ku, sekarang aku bisa saja menjalin hubungan kekasih dengan siapa saja," ucap Jung Min Ha, dan benar-benar meninggalkan Xiao Zhou sendirian untuk kali ini.


****


malam itu Li Mei yin tertidur terlelap dalam pelukan suaminya, dan malam itu Xiao Zhou mulai bermimpi, kening nya berkerut, keringat dingin mulai membasahi pakaian kedua orang itu.

__ADS_1


terlihat seperti Medan pertempuran yang begitu luas, dan sebuah roda besar berputar di atas medan perang itu, para pasukan yang hampir terlihat sama, mereka terbang dan bertarung dengan keberanian yang setara, dan roda itu mulai retak dan pecah, dan mimpi nya berubah menjadi sebuah halaman istana yang begitu megah, dan beberapa mayat bergelimpangan dan Xiao Zhou mengenali betul wajah-wajah dari tubuh tidak bernyawa itu.


dewa Lou yi, dewa pengetahuan, dewa Perang, dan beberapa orang yang tidak di kenal Xiao Zhou apakah dia seorang dewa atau tidak semua terlihat tidak bernyawa dengan luka menganga di sekujur tubuh mereka. Xiao Zhou dapat melihat punggung seseorang dengan jubah kuning keemasan, Xiao Zhou tidak dapat melihat wajah dari pemuda itu, dan sebuah pedang tebal di tangan nya yang penuh noda darah, sesekali tampak jenggot yang melambai dari balik wajah nya.


"sang pembunuh Dewa, tapi bagaimana dia memiliki bayangan," batin Xiao Zhou dan terbangun dari mimpi nya, tangan nya memegang tangan Li Mei yin, kedua nya terbangun bersamaan, Li Mei yin memeluk tubuh Xiao Zhou.


"apa yang terjadi Yin'er?" tanya Xiao Zhou.


Li Mei yin masih terisak dalam tangisan nya.


"suami apa kau tahu, aku adalah titisan dari teratai surgawi, Dewa suci Qing Tao mengatakan aku bisa melihat masa depan sesekali waktu dalam mimpi, hari ini aku bermimpi ini lagi suami, aku sangat takut jika itu terjadi," ucap Li Mei yin.


"aku tidak bisa melihat ayahku meninggal, tidak seperti ini, aku benar-benar belum siap" ucap Li Mei yin dalam tangisan nya.


Xiao Zhou memeluk Li Mei yin,


"tenang lah Yin'er, kita akan berusaha berbuat sesuatu, aku akan bicara dengan Dewa Pengetahuan," ucap Xiao Zhou.


hari itu pun berlalu, Xiao Zhou dan Li Mei yin tidak membicarakan ini kepada siapapun.


beberapa hari berikutnya, Dewa Pengetahuan pun datang untuk sesekali mengajar anak-anak Xiao Zhou, Dewa Pengetahuan, dan Lou fang adalah guru di tempat itu, selain guru-guru dari suku bul-bul.


Xiao Zhou dan Dewa Pengetahuan sedang berbincang serius di menara tertinggi di istana ke 15, mata Dewa Pengetahuan terlihat kosong menatap ke arah kota huangdong yang tampak sedikit ditutupi awan tipis.


"roda besar yang terbelah? pasukan yang hampir mirip? itu adalah roda kebijaksanaan milik ayah mertua mu, Dewa Li, jika roda itu pecah, maka sudah di pastikan Dewa Li sudah meninggal saat itu, karena nyawa keduanya adalah satu, bahkan Dewi Li juga tahu akan hal ini, dan pasukan yang sama itu adalah pasukan Jarum Emas ratu Langit," ucap Dewa Pengetahuan dan seperti memainkan ujung kuku nya,


"jika seperti itu, kau dan Dewi Li sudah melihat masa depan, kau sudah tahu apa yang akan terjadi, hemmm... kita tidak dapat mengubah nya, aaahhh demi pengetahuan.... semoga ada yang mampu menjaga Kaisar Langit, setelah kami mati." ucap Dewa Pengetahuan, kepala menggeleng.


"seperti nya akan terjadi perang di alam langit, sang pembunuh dewa.... kau adalah petaka, ini tidak bisa di hindari, sangat di sayangkan," ucap Dewa Pengetahuan lagi


perasaan Xiao Zhou begitu tidak menentu,


"ini semua terjadi karena kesalahan ku, aku sudah melepaskan mahluk jahat itu dari penjara nya, akulah penyebab semua ini," teriak Xiao Zhou


"tidak Zhou'er.... kau tidak bersalah akan hal ini, cepat atau lambat semua akan terjadi sesuai kehendak waktu, kita hanyalah bidak catur, seperti nya itu akan terjadi lebih dari dua tahun, karena membuat bayangan tidak akan bisa di lakukan kurang dari dua tahun, dan jika itu Pasukan Jarum Emas, perlu waktu lebih dari itu untuk bisa menggunakan nya bertempur." ucap Dewa Pengetahuan.

__ADS_1


"aku harus bertemu seseorang, Zhou'er... kau tidak perlu memikirkan nya, ini mungkin pertempuran terakhir kami, jikapun kami mati, setidaknya kami sudah melakukan perlawanan, dalam dua tahun ini kami akan melakukan berbagai cara, agar Kaisar Langit tetap selamat," ucap Dewa Pengetahuan dan terburu-buru meninggalkan istana Xiao Zhou.


__ADS_2