Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
pembantai bermartabat


__ADS_3

"seperti nya ada yang salah dengan tubuh suci dewa Qing Tao, aku merasakan aroma arak di tubuh nya, tapi itu tidak mungkin" batin Yun fengyin dan melangkah setelah menyerap khasiat dari tubuh suci Qing Tao, walaupun belum sempurna.


"iblis darah, aku perlu tempat untuk menyerap khasiat tubuh suci Qing Tao, kita harus cepat, aku masih belum bisa menahan dewa pemburu saat ini" ucap Yun fengyin dan matanya melihat sebuah sekte menengah di pinggiran hutan.


Yun fengyin terbang merendah dan mendarat tepat di depan sekte tersebut, terlihat seorang penjaga, bertubuh besar dengan kepala botak, berdiri gagah.


dooonnnnnggggg......


tubuh penjaga sekte menengah itu terlempar dan menghantam lonceng raksasa di menara setinggi delapan meter, membuat suara menggema di sekitar sekte tersebut.


terlihat bercak darah hitam di lonceng raksasa yang masih bergoyang itu, para murid dari sekte tersebut mendekati penjaga yang terlempar tadi sudah tak bernyawa, dengan kepala hancur mengengaskan,


"penyerangan" teriak salah satu murid dan beberapa murid lain nya sudah berlari mencari tetua sekte, dan patriack mereka.


Yun fengyin masuk kedalam sekte tersebut dan menghancurkan setiap orang yang menyerang nya, hanya dalam beberapa menit ratusan mayat sudah tergeletak di tanah, dengan tubuh sudah tidak utuh, bahkan bisa di bilang hancur,


"cara membunuh yang begitu brutal, aku pernah mendengar sebelum nya hanya ada satu orang yang melakukan pembunuhan dengan keji seperti ini, orang yang melakukan nya adalah sang penguasa bayangan Yang Tian, tapi dia hanya membunuh orang yang se level dengan nya, tapi ini kau membunuh begitu banyak orang yang jauh di bawah kekutan mu, bahkan kau membunuh pelayan kami, seperti nya kau bukan orang itu" ucap seorang pria sepuh yang merupakan satu-satunya orang yang masih hidup di sekte itu.


"kau tidak usah mengulur-ulur waktu mu tua bangka, jika kau berlutut aku akan membiarkan kau hidup, aku adalah dewa Yun fengyin" ucap Yun fengyin dengan sombongnya.


"ohh.... kau dewa rupanya, tapi kelakuan mu seperti binatang, bahkan ada legenda kuno yang menyebutkan ada seorang pembantai yang jiwa nya bahkan di tolak neraka, dia seorang yang haus darah, puluhan ribu hilang di tangan nya dalam Medan perang, tapi semua lawan dan kawan nya setuju jika dia adalah orang yang memiliki martabat, dan pembantai itu bernama Xiao Zhou, tapi hari ini aku sangat yakin bahwa kau dewa Yun fengyin, kau sama sekali tidak memiliki nya, dan aku bukanlah orang yang takut mati...


zrerbbbbbb....


ucapan pria sepuh itu terhenti, darah segar menyembur dari bibir dan hidung nya,


lengan Yun fengyin memanjang dan menembus dada pria sepuh itu, kini tangan Yun fengyin sudah memegang jantung dari pria sepuh itu, lengan nya bisa memanjang dan meliuk seperti ular dan jantung yang dipegang nya itu di perlihatkan di depan wajah pria sepuh itu.

__ADS_1


Yun fengyin mendekat ke pria sepuh itu,


"kau boleh mengoceh sesuka mu, tapi jangan pernah menyebut nama orang itu di depan ku" ucap Yun fengyin pelan dan tangannya menghancurkan jantung yang di genggam nya tadi.


"Xiao Zhou, kau adalah penyebab semua ini, dan aku akan membuat mu menderita, puluhan kali lebih menderita" teriak Yun fengyin


*****


di sebuah ruangan di rumah makan gratis Kekaisaran zarzantium, dua orang sedang tertidur dengan lelap nya, dan mulai terbangun,


"nona Zhania, ini sudah pagi apa kau masih ingin tidur lagi," ucap Xiao Zhou


"panggil aku dengan sebutan istri, itu akan membuat ku lebih senang setelah apa yang ku berikan padamu semalaman" ucap Zhania dengan senyum di bibirnya.


Xiao Zhou hanya mengangguk, dan mereka berdua sama-sama tersenyum bahagia.


"kau lihat ini tungku pusaka dewa yang aku ambil dari tumpukan harta itu, tungku itu bisa merubah semua jenis tumbuhan menjadi makanan sederhana, jadi aku tidak pernah kekurangan bahan makanan untuk anak-anak di luar itu" ucap zhania sambil sibuk memasak dengan tungku ajaib nya, terlihat wajah Zhania begitu senang, senyuman tidak pernah menghilang dari sudut bibirnya, meskipun sedang sibuk sekalipun.


"istriku, apa kau akan tetap tinggal di sini?" tanya Xiao Zhou


"tentu aku akan ikut dengan mu, kau adalah suamiku aku akan selalu mematuhi mu" ucap Zhania di sela-sela kesibukan nya.


"aku tidak tahu, apakah kau akan suka tinggal bersama ku, tapi tempat ku sangat jauh dari sini, kau seperti sangat menyukai pekerjaan mu daripada hidup bersama ku" ucap Xiao Zhou


"bocah kau bicara apa? dengar... walaupun pekerjaan ini sangat aku sukai tetapi aku juga harus memikirkan hatiku, tenanglah pekerjaan ini sudah ada orang yang akan menggantikan ku, atau apa kau yang keberatan membawaku ikut bersama dengan mu?" tanya Zhania balik bertanya.


Xiao Zhou menggelengkan kepalanya dan tersenyum,

__ADS_1


"aku sama sekali tidak keberatan, kita akan pulang dan kau juga masih bisa bekerja di tempat ini" ucap Xiao Zhou


mata Zhania menyipit, dan mencoba mencerna ucapan Xiao Zhou,


"apa maksud mu suami?"tanya Zhania.


Xiao Zhou mulai bercerita dan akan membuka pintu sembilan gerbang nya di kamar Zhania, wajah Zhania begitu bahagia air mata nya membasahi wajahnya,


"aku tidak percaya ini, awalnya aku kira akan memilih salah satu dari semua ini, dan aku sudah memutuskan memilih mu, tapi sekarang aku bisa mendapatkan keduanya, aku benar-benar tidak bisa mempercayai nya, terimakasih suami, aku sudah memilih dengan sangat tepat, aku sangat bahagia sudah memilih suami yang tepat untuk ku" ucap Zhania dan memeluk tubuh Xiao Zhou di depan banyak orang membuat wajah Xiao Zhou sedikit memerah karena malu.


Dewi pemburu kembali menutup mata Yang Tian dengan telapak tangan nya,


"sudah aku bilang pejamkan matamu, jika melihat hal-hal seperti itu" guman Dewi pemburu itu.


Yang Tian hanya mengangguk dan memenggang tangan Dewi pemburu agar telapak tangan nya tetap menutupi matanya,


dada Dewi pemburu bergetar tangannya tidak pernah di pegang seorang pria sebelumnya,


"nyonya kenapa detak jantung mu begitu kencang? apa kau sakit? tanya Yang Tian dengan tenang nya


"plakkkk... apa kau sebegitu bodoh kah? kau sudah di racuni bocah mesum itu" ucap Dewi pemburu dan cepat-cepat menarik tangan nya yang di pegang Yang Tian.


"seperti aku tidak akan pernah menyukai wanita seperti yang di lakukan tuanku" ucap Yang Tian tanpa ekspresi.


"kau benar-benar bodoh, aku membenci mu sangat" ucap Dewi pemburu dan meninggalkan Yang Tian.


...........

__ADS_1


disini gw ga akan bahas bagaimana Yun fengyin memakan dewa Qing Tao, karena seperti nya kurang elok, dan juga gw tidak menceritakan tentang anak-anak Xiao Zhou, agar tidak terlalu melebar alur nya, walaupun akan ada beberapa yang berkaitan dengan sastrawan tangan dewa. dan juga muncul nya pedang semesta.


__ADS_2