Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
terimakasih untuk makanan nya


__ADS_3

darimana saja kau, semalam kau tidak pulang," ucap seorang pria yang tidak lain bernama bok Joo itu.


"aahhh... kau mengagetkan aku kakak bok Joo, aku sedang melakukan tugas ku di tempat ini," ucap Choe Eun Soo sambil tersenyum.


"sejak kapan tugas mu tidur dengan bocah penjaga perpustakaan itu," ucap bok Joo dan mengencangkan pegangan tangan nya.


mata Choe Eun Soo melebar, wajah nya memerah karena marah dengan ucapan bok Joo.


"lepaskan tanganmu, ini tidak seperti yang kau pikirkan, dengar... aku tidak harus melaporkan semua kegiatan ku padamu, ingat kau hanya pengawal ku saja," ucap Choe Eun Soo.


"kau??? berani nya kau bicara seperti itu padaku, ingat aku pernah menyelamatkan mu dari suami yang lemah itu, jika tidak kau saat ini sudah jadi pelacur," ucap bok Joo.


"jaga ucapan mu, memang benar kau telah menyelamatkan ku, dan aku tidak akan melebar kaki ku pada orang yang tidak aku cintai, meski mati sekalipun," ucap Choe Eun Soo dan menghempaskan tangan bok Joo dari lengannya.


sorot mata bok Joo sedikit melemah,


"aku harap ucapan mu itu benar," ucap bok Joo.


"benar, aku tidak pernah melakukan itu dengan orang lain selain dengan mendiang suamiku dulu," ucap Choe Eun Soo, dan melangkah meninggalkan bok Joo. pikiran nya menerawang ke kejadian semalam.


"semalam aku hampir melakukan kesalahan, aku hampir memberikan kehormatan ku pada pemuda itu tanpa paksaan sama sekali, bahkan terlihat aku yang menginginkan nya dari pada pemuda itu sendiri, mungkin itu pengaruh alkohol, itu tidak akan terjadi lagi," batin Choe Eun Soo


wajah bok Joo tampak sedikit lebih tenang,


"nyonya Choe Eun Soo, maafkan aku, kau tahu sendiri aku begitu menyukai mu, tolong maafkan aku," ucap bok Joo seperti tersadar akan kesalahannya.


Choe Eun Soo berbalik dan menatap bok Joo dalam-dalam.


"aku tahu kau menyukai ku, tapi perasaan ku tidak bisa aku paksakan, setelah peristiwa itu hatiku sudah hancur, dan tidak ada lagi rasa itu di hatiku, yang ada hanya balas dendam," ucap Choe Eun Soo dan meninggalkan bok Joo.


*****


malam itu Xiao Zhou kembali ke ruangan nya dengan wajah penuh kekecewaan karena tidak bertemu dengan Sastrawan yang sudah di nantikan nya beberapa tahun terakhir.


Xiao Zhou masuk dan mendapati seorang wanita sedang menyiapkan makanan untuk nya di atas meja.


malam itu Choe Eun Soo memakai pakaian berwarna coklat tanpa motif dengan bahan sedikit tipis yang begitu lentur, pakaian itu begitu ketat membungkus bokong, dan paha nya.

__ADS_1


bahkan Xiao Zhou hampir bisa warna putih paha Choe Eun Soo, dan dengan mudah menebak warna pakaian dalam yang di kenakan dalam Choe Eun Soo,


dengan pinggang ramping, serta belahan gunung yang tampak mengintip dari balik belahan pakaian nya, membuat Xiao Zhou berkali-kali menelan ludah.


"glupphh" suara ludah yang tertelan terdengar dari bibir Xiao Zhou, membuat Choe Eun Soo tersenyum dan mendekati Xiao Zhou.


"adik nakal... apa kau sudah puas? sekarang makanan lah," ucap Choe Eun Soo, dan mengacak-acak rambut Xiao Zhou


Xiao Zhou sedikit terkejut dan tersadar dari lamunannya, hanya mengangguk, dan duduk.


"terimakasih untuk makanan nya," ucap Xiao Zhou dan makan dengan lahap.


dada Choe Eun Soo bergetar hebat dan duduk di hadapan Xiao Zhou, dan menatap nya menikmati masakan yang di buat oleh nya.


"apa ini? kenapa aku bisa sebahagia ini melihat pemuda ini memakan masakan ku, aku merasa seperti seorang istri yang memasak untuk suami," batin Choe Eun Soo, yang tanpa di sadari nya setetes air mata keluar dari sudut mata nya.


dan dengan cepat di hapus oleh nya.


"hehe.... bocah apa kau tidak takut aku meracuni mu, aku ini wanita yang penuh tipu muslihat," ucap Choe Eun Soo, mengalihkan pikirannya.


untuk beberapa saat Xiao Zhou menatap wajah Choe Eun Soo membuat wajah wanita itu sedikit menunduk, dadanya terasa sesak lagi, Xiao Zhou kembali menikmati makanan itu tanpa bicara.


"apa maksud mu? apa kau terkena penyakit atau racun atau semacamnya?" tanya Choe Eun Soo terlihat kekhawatiran di wajahnya.


"aku akan membantu mu untuk menyembuhkan mu, kau jangan bicara seperti itu lagi," ucap Choe Eun Soo.


Xiao Zhou tersenyum tipis, tatapan nya begitu kosong.


"iya... dan aku akan membantu mu mengambil stempel itu," ucap Xiao Zhou tanpa berbasa-basi.


"ba-bagaimana kau bisa mengetahui nya? katakan siapa kau?" tanya Choe Eun Soo, matanya menatap gagang pisau yang ada di atas meja memasak nya tadi.


"kakak Eun Soo, kalian terlalu mencolok, para pemusik itu sangat kaku, sangat terlihat jika mereka adalah prajurit yang sangat terlatih, jadi tidak perlu di pikirkan, akan aku usahakan yang terbaik untuk mendapatkan stempel itu untuk kalian," ucap Xiao Zhou.


"katakan Zhou'er di dunia ini tidak ada yang percuma, kenapa kau ingin membantu kami? apa ada imbalan yang kau inginkan?" tanya Choe Eun Soo.


"bagaimanapun juga stempel itu ada di kekaisaran ini, sedikit banyak di karenakan oleh ku juga," batin Xiao Zhou, yang tidak ingin menambah pertanyaan dari Choe Eun Soo.

__ADS_1


"baiklah kakak Eun Soo kau benar, kita akan bicarakan bayaran untuk ku jika aku sudah berhasil, aku akan berangkat malam ini, besok pagi datang lah kesini, jika malam ini aku berhasil, kau akan mendapatkan nya," ucap Xiao Zhou, dan kini sudah berdiri dan bersiap keluar dari kamar nya.


Choe Eun Soo berdiri, mendekati Xiao Zhou dan menghadang langkah nya.


"tidak Zhou'er... tidak malam ini, malam ini kita tidak akan kemana-mana, dan tetap di kamar ini kau dan aku," ucap Choe Eun Soo matanya tidak berani menatap Xiao Zhou.


"ada apa dengan ku? apa aku lakukan ini? aku hanya ingin bersama dengan nya lebih lama malam ini, aku tidak tahu kenapa aku melakukan ini," batin Choe Eun Soo, perasaan nya tidak lagi dingin seperti sebelum nya.


terlihat sungging kecil di ujung bibir Xiao Zhou, pikiran nya mulai ingin mengerjai Choe Eun Soo, karena Xiao Zhou berpikir jika Choe Eun Soo menggoda nya hanya untuk mendapatkan keinginannya,


"wanita licik... aku akan membantu mu mendapatkan stempel itu, tapi aku akan memberikan sedikit pelajaran agar tidak selalu melakukan perbuatan seperti ini kelak," batin Xiao Zhou.


"hemm... apa maksud ucapan mu kakak Eun Soo?" tanya Xiao Zhou dan kini mendorong pelan tubuh Choe Eun Soo.


bibir merah Eun Soo sedikit terbuka membuat nya terlihat begitu sensual, langkahnya sedikit mundur sampai punggung nya menabrak diding ruangan Xiao Zhou.


"tidak, bukan ini maksud ku," ucap Choe Eun Soo wajah nya menatap ke tempat lain.


tubuh keduanya kini menempel, Choe Eun Soo tidak dapat bergerak mundur lagi karena dinding di belakang nya.


"benarkah? sekarang hanya ada kau dan aku, dan juga ada ranjang," bisik Xiao Zhou di telinga Choe Eun Soo.


"aahhhsss..... a-pa yang ka-u lakukan?" tanya Choe Eun Soo kedua tangan nya mencoba menahan dada Xiao Zhou agar tidak menempel dengan gunung besar nya.


Xiao Zhou tertawa dalam hati nya, memegang kedua tangan Choe Eun Soo dan mengangkat nya serta menempelkan nya di dinding di atas kepala Choe Eun Soo.


Xiao Zhou mulai mendekatkan bibirnya di leher panjang Choe Eun Soo.


"kau terlihat sangat cantik saat malu seperti ini kakak Eun Soo," ucap Xiao Zhou.


"aahhhsss..... Zhou'er jangan bicara seperti itu, aku sangat malu" desahan kecil tidak dapat di tahan oleh Choe Eun Soo sambil menggigit bibir bawahnya.


"apa yang harus aku lakukan, tubuh ku begitu sensitif, dadaku bergetar hebat, aku tidak pernah merasakan hal seperti ini bahkan saat pertama kali melakukan dengan suamiku, bahkan aku sudah basah di bagian bawah ku" batin Choe Eun Soo memejamkan matanya.


Xiao Zhou menekankan pinggul nya kedepan membuat tubuh bagian bawah mereka kini saling bersentuhan.


"aahhh...." bibir Choe Eun Soo kembali terbuka, dan kini bibir keduanya sudah begitu dekat, mata Choe Eun Soo sudah terlihat begitu sendu penuh dengan birahi.

__ADS_1


"cium aku" guman Choe Eun Soo pelan.


__ADS_2