Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
Dua penjaga pulau


__ADS_3

pulau tingkat kedua.


Huan Zhi tampak begitu cantik dan sedang menggendong bayi,


"putera ku kau terlihat sangat tampan, kau begitu mirip dengan ayah mu," ucap Huan Zhi tangan nya bayi itu memegang telunjuk dari Huan Zhi.


seorang wanita cantik lain nya hanya duduk sambil tersenyum menatap ke arah Huan Zhi, dan mulai makan makanan yang di bawa oleh dayang istana nya.


"penguasa... kenapa anda membuka topeng anda?" tanya Huan Zhi


"aku ingin putera ku melihat wajah ibunya saat membuka matanya pertama kali, lagipula aku tidak memerlukan topeng itu lagi, putera ku akan selalu mendampingi ku sekarang," ucap Ratu Xhin Ye.


"bagaimana dengan mu, kapan kau akan menikah?" tanya Ratu Xhin Ye.


"kami berdua belum merencanakan menikah penguasa," wajah nya terlihat sedikit murung, mengingat dirinya tidak mencintai kekasihnya.


"tersenyum lah adik Huan, setelah menikah mungkin kalian akan menemukan cinta," ucap Ratu Xhin Ye yang membaca raut wajah Huan Zhi.


Huan Zhi hanya mengangguk,


"aku harap seperti itu, penguasa," guman Huan Zhi pelan seperti tidak bersemangat.


dan seorang pria sepuh datang dan mengeluarkan kitab tebal, pria sepuh itu tidak lain adalah Penyihir Agung.


"Penguasa... sudah waktunya," ucap Penyihir Agung.


"benarkah.... apa kau yakin? tanya Ratu Xhin Ye.


"hamba yakin Penguasa, kutukan dengan pertaruhan nyawa hanya bisa dihapus oleh hidup baru dari orang terdekat pembuat kutukan, setelah melahirkan tuan kecil anda mendapat hidup baru menjadi seorang ibu, jadi hanya anda yang bisa membuka segel kutukan ini, penguasa" ucap Penyihir Agung.


Ratu Xhin Ye mengangguk, dan mendekati bayi yang di gendong oleh Huan Zhi.


"Putera ku.... ibu harus pergi, adik Huan... aku titip putera ku sebentar," ucap Ratu Xhin Ye, mencium kening bayi kecil itu, dan keluar aula keluarga bersama Penyihir Agung.


Ratu Xhin Ye melangkah naik ke atas sebuah panggung besar di halaman istana yang sudah di penuhi ribuan orang.


di atas panggung besar itu tampak para ketua klan, dan pejabat tinggi sudah menunggu nya.


semua orang terdiam menatap ke arah Ratu Xhin Ye yang mulai melayang di udara, untuk pertama kali nya mengeluarkan energi qi setelah melahirkan putera nya.


Ratu Xhin Ye berputar di udara dan mulai menggerakkan jari-jari tangan nya, matanya kini bisa melihat segel yang di buat mendiang suaminya dahulu.


wajah nya tampak begitu serius, dan seperti sudah mengerti, Ratu Xhin Ye menggigit ujung jari nya hingga berdarah, dan mulai menulis sebuah huruf suci di udara dengan darah nya, huruf suci itu bersinar dan perlahan melayang ke angkasa dan terserap oleh segel itu.


segel itupun mulai bersinar dan menyebar ke seluruh penjuru angkasa, di pulau itu.


prakkkkk.....


praaakkkkk.....

__ADS_1


terdengar suara retakan, dan


prannkkkkk......


segel itupun pecah berkeping-keping, dan lenyap, dan semua orang seperti membeku tidak percaya pada kejadian itu, mereka mulai meneteskan air mata mereka, dan tidak menyadari dua orang sedang saling menatap dengan wajah ingin memakan satu sama lain.


dua orang itu berdiri saling berhadapan di sebuah jembatan yang menghubungkan kedua istana itu.


Tetua Zhifu sudah bersiap dengan pedang besar nya sedari merasakan getaran dari segel pulau yang melebur dengan pulau nya.


dan pria yang satu nya adalah Xiang Sun juga sudah mengeluarkan pedang melengkung, dengan gagang hampir satu meter.


keduanya saling mendekat, seperti seseorang sedang bercermin.


"aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi pulau mu sudah melebur dengan pulau ku, jadi kita dalam satu pulau saat ini, dan dua harimau tidak bisa hidup dalam satu gunung yang sama," ucap tetua Zhifu.


Xiang Sun mengangguk,


"aku setuju dengan mu, tapi aku bukan lah harimau, aku ini naga, lagipula aku tidak melihat harimau di tempat ini, kau hanya terlihat seperti kucing manis buat ku," ucap Xiang Sun dan mulai mengeluarkan hawa pembunuh nya.


"apa? naga? kau sedang bercanda bukan? naga tidak se gemuk ini, kau juga hanya terlihat seperti ulat gemuk bagiku," ucap tetua Zhifu mulai saling memprovokasi.


keduanya mulai bersiap bertarung, sampai seseorang menghentikan pertarungan itu.


"tunggu... kalian berdua!!!! teriak Xue yang melangkah paling depan di ikuti oleh beberapa wanita di belakang nya.


"kenapa kalian berdua bertarung, tidak bisakah kita bicara seperti orang dewasa?" ucap Xue.


"tentu saja Ratu," ucap Xiang Sun membuat Xue sedikit terkejut.


"tuan... kenapa anda memanggil ku Ratu, kau bahkan tidak mengenalku," ucap Xue


"namaku Xiang Sun, anda boleh memanggil ku penjaga pulau, atau tetua Xiang, aku tidak mengenal anda tapi hawa anda sama seperti hawa dari penguasa kami, jadi kau adalah Ratu bagiku," ucap Xiang Sun.


para istri Xiao Zhou melebar matanya dan menatap ke arah Xiang Sun.


"ini tidak mungkin, aku mendapat hawa ini dari suamiku," ucap Xue dan Yun Li Wei mendekati Xue, memegang nya seperti ingin ikut dalam pembicaraan itu.


dan seseorang melayang dan mendarat di dekat mereka.


semua istri Xiao Zhou membuka sedikit bibir mereka saat melihat wanita yang begitu cantik bisa muncul di tempat itu.


"aku Xhin Ye... aku adalah penguasa pulau ini sekarang," ucap Ratu Xhin Ye mendekati istri-istri Xiao Zhou.


"kau? tidak bisa... pulau ini adalah milik suami kami, dan kau tidak bisa mengambil nya begitu saja, tetua Zhifu.... lempar wanita ini dari pulau kami," ucap Liu Fenghua kesal.


"Ratu Liu, maafkan aku... tapi wanita ini adalah Ratu dari pulau kita, sama seperti kalian, bahkan pulau kita menganggap nya seorang penguasa, ini sedikit berbeda dengan kalian Ratu Liu," ucap tetua Zhifu yang merasa hawa dari Ratu Xhin Ye.


Ratu Xhin Ye memejamkan matanya dan mulai mengerti apa yang terjadi, dan tahu kemana sumber semua kekacauan ini.

__ADS_1


"baiklah... akan kita luruskan ini, apa suami kalian bernama Xiao Zhou?" tanya Ratu Xhin Ye


"benar," ucap Xue, dan semua wanita di tempat itu begitu terkejut jika wanita asing itu mengetahui nama suami mereka.


Ratu Xhin Ye mengangguk, dan menelan ludah nya, seperti sedikit kesulitan berbicara dengan para madu nya.


"jadi kita... maksud ku kalian dan aku memiliki suami yang sama," ucap Ratu Xhin Ye, membuat semua wanita di tempat itu membeku.


Xiang Sun dan tetua Zhifu kedua berjalan menuju kota kecil milik Xiao Zhou, meninggalkan para wanita yang hanya saling menatap dan tanpa bicara itu, dan tidak ingin terlibat dengan urusan para istri itu.


di aula keluarga istana Xiao Zhou.


"jadi kalian istri dari suami ku itu," ucap Ratu Xhin Ye yang belum begitu siap bertemu dengan madu nya.


semua istri Xiao Zhou mengangguk, dan mulai berkenalan, Ratu Xhin Ye mulai bercerita tentang kejadian di pulau nya, hingga malam Ratu Xhin Ye terus bercerita, dan tampak begitu nyaman di tempat itu.


*****


di istana langit.


Seperti yang di katakan oleh Sang Pembunuh Dewa, setelah kepergian pilar Langit Biksu Suci Mio Ming, dan jatuh nya istana laut membuat banyak Dewa sudah meninggalkan alam langit, dan bergabung dengan pasukan Sang Pembunuh Dewa di istana bawah laut, yang kini menjadi markas mereka.


Kaisar langit membuka matanya, dan menatap sekeliling di aula agung nya, tampak beberapa tempat sudah kosong.


"hemmmm...." Kaisar langit menghela nafas panjang nya.


"Perang besar sebentar lagi akan pecah, tidak lama lagi Sang Pembunuh Dewa sudah terbangun dari tidurnya, teman ku Dewa lautan, kau memiliki kemampuan bertarung yang hebat dan juga kau sudah melewati ribuan peperangan, hari ini aku mengangkat mu menjadi panglima perang ku," ucap Kaisar Langit.


Dewa lautan mengenakan pakaian sutra berwarna biru gelap melangkah dan berdiri di hadapan Kaisar Langit, dan memejamkan mata nya.


"aku Dewa lautan mematuhi perintah anda dan bersedia menjadi panglima perang anda Yang Mulia," ucap Dewa Lautan.


tubuh nya mulai melayang, beberapa cahaya keemasan mengelilingi nya, dan beberapa saat tubuh kekar nya sudah di balut jubah perang yang begitu sangar, dan sebuah tongkat dengan golok panjang di kedua ujung tongkat itu, tubuh Dewa lautan terlihat begitu gagah dan buas dengan pakaian perang nya, dan tubuh nya kembali menyentuh lantai.


Kaisar langit mengangguk, tampak puas melihat penampilan baru dari Dewa Lautan. dan menatap ke arah kumpulan Dewa yang sedang berdiri lain nya.


"Dewa ritual.... kau bangunkan dua belas binatang suci pelindung alam langit, dan persiapan untuk menahan serangan, aku tahu ini tidak akan cukup, tapi setidaknya akan mampu menghancurkan ujung tombak dari serangan pertama," ucap Kaisar Langit.


Dewa ritual maju beberapa langkah dan membungkuk di hadapan Kaisar Langit. tangan kanan nya memegang tongkat pendek dengan rambut putih di ujung terikat di ujung tongkat nya.


dan tiba-tiba dua orang pengawal masuk membungkuk di hadapan Kaisar Langit.


"Yang Mulia, hamba melaporkan, ada seorang wanita datang bernama Ratu Xhin Ye dan tiga orang teman nya ingin menghadap Yang Mulia," ucap pengawal itu, membuat Kaisar Langit mengerutkan keningnya, dan menatap Dewa pengetahuan.


mata Dewa Kebijaksanaan dan Dewa pengetahuan melebar bersamaan dan saling menatap satu sama lain.


"Ratu Xhin Ye?" guman Kaisar Langit sambil mengelus janggut panjang nya.


Dewa Pengetahuan maju beberapa langkah,

__ADS_1


__ADS_2