Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
perjamuan istana


__ADS_3

blarrrrrrrr.....


Pintu seperti di tabrak sekumpulan badak, dan daun pintu itu hampir lepas.


"Bocah kau sudah sadar rupanya." ucap salah satu dari 3 orang wanita yang berebut masuk, tidak ada yang mau mengalah.


"kalian bertiga bertingkah lah seperti wanita pada umum nya" ucap Xiao Zhou, kembali dengan mata acuh seperti orang kebosanan.


mereka mendekat dan duduk,


"baiklah zhou'er kau sudah tak sadarkan diri 10 hari akan aku ambilkan makanan," ucap Xia Xhialun.


"tidak usah repot nyonya, bagaimana jika kita makan bersama saja di lantai bawah," ucap Xiao Zhou.


"itu usul yang bagus, ayo aku papah kau bocah" ucap Puteri Ming Mei


"aku bisa berjalan sendiri," ucap Xiao Zhou,


tapi Puteri Ming Mei dan Yumiko tidak bergeming mereka tetap memapah Xiao Zhou untuk berjalan ke lantai 3,


Xiao Zhou hanya bisa pasrah dan mengikuti keinginan wanita-wanita itu


Mereka mulai makan bersama sambil berbincang, jauh dari kata elegan, padahal ketiga nya berasal dari keluarga Kaisar, Xiao Zhou hanya tersenyum melihat tingkah para wanita itu, yang apa adanya di hadapan nya.


"apa kau bisa hidup dengan wanita-wanita berisik seperti ini?" ucap Xia Xhialun.


"bibi lun, aku tidak berisik," ucap Puteri Ming Mei sambil bibir penuh makanan.


"tidak apa nyonya aku suka sikap alami mereka semua," ucap Xiao Zhou, tersenyum kecil.


Wajah Puteri Ming Mei merona merah tersenyum,


"kau dengarkan bibi lun dan bibi Yumiko, bocah ini menyukai ku," ucap Puteri Ming Mei seperti telah menyingkirkan yumiko,


"bocah kecil kau juga menyukai ku kan?" tanya Yumiko tak mau kalah.


"kalian ini sebaik nya makan saja," ucap Xia Xhialun mengetahui posisi sulit Xiao Zhou dan tersenyum ke arah Xiao Zhou.


"kauu...?? kenapa kau selalu membela bocah ini?" tanya Yumiko menatap Xia Xhialun penuh curiga,


"tenanglah kalian berdua, aku tidak ikut dalam perebutan bocah ini," ucap Xia Xhialun menatap Xiao Zhou penuh arti, tidak yang tahu arti tatapan wanita cantik yang satu ini,


mereka semua tersenyum bahagia karena Xiao Zhou sudah sadar.


"Zhou'er... istana akan mengadakan perjamuan para kultivator muda, apakah kau mau datang?" tanya Puteri Ming Mei,


"apa boleh aku ikut?" tanya Yumiko.

__ADS_1


"Jika bibi mau, datang saja," sahut Puteri Ming Mei.


"Zhou'er sebaik nya kita datang, aku ingin mencari hubungan usaha," ucap Yumiko menatap Xiao Zhou.


.....


Dan beberapa hari kemudian.


Di aula istana yang terhubung ke sebuah taman kekaisaran ming.


Para tamu undangan memenuhi ruangan, dan juga ada yang menikmati udara segar di taman, penampilan mereka semua begitu berkelas dan sangat rapi, banyak tamu yang menghabiskan ratusan bahkan ribuan keping emas hanya untuk penampilan mereka malam itu.


Pemusik istana mulai melantunkan suara musik merdu mendawai mengiringi perbincangan dan tawa para tamu, semua memanfaatkan momen itu, untuk kepentingan masing-masing.


Seorang wanita dewasa dengan wajah cantik dengan liontin berwarna biru laut yang terlihat serasi dengan kulit putih nya, menjadi pusat perhatian banyak tamu undangan, karena ke anggunan nya, wanita itu mengenakan pakaian berwarna gelap, dengan potongan yang sopan, tetapi tidak dapat menyembunyikan bentuk tubuh nya yang begitu menggoda, dengan perhiasan yang tidak berlebihan memperlihatkan kepribadian yang rendah hati.


Wanita itu adalah Xia Xhialun yang juga mewakili kerabat istana, senyum para selir sedikit terganggu karena kedatangan wanita itu di Kekaisaran Ming beberapa hari yang lalu, mereka cemas akan bersaing dengan wanita secantik itu, yang tak mungkin bisa mereka saingi.


***


Xiao Zhou dan Yumiko memperlihatkan undangan, dan penjaga mempersilakan mereka masuk dengan hormat.


"silakan pangeran" ucap penjaga, yang tidak tahu orang di depan nya, mereka hanya mengandalkan naluri mereka saja.


Yumiko hanya tersenyum melihat kegugupan para penjaga, bahkan Kaisar sendiri tidak membuat mereka segugup ini.


"bocah tangan mu jangan nakal aku sudah sangat basah," bisik Yumiko di sela-sela senyum kepada para tamu.


sebaik nya kita mencari udara segar.


praangg...


seorang wanita menabrak Xia Xhialun hingga terjatuh dan menyiram air kepada wanita memakai liontin biru, membuat semua tamu melihat kejadian itu.


"maafkan aku" wanita yang menyiramkan air itu berpura-pura menyesal di sudut bibir nya terlihat senyum puas.


wanita yang pura-pura menyesal itu mendekati Xia Xhialun yang masih duduk di lantai.


"oh bukan kah anda wanita yang menikahi pangeran Song Quon, dan sekarang sudah di buang dan kembali ke rumah orang tua nya, wanita yang malang, hihi," tawa wanita yang menyiramkan air itu, wanita itu yang merupakan undangan mewakili Kekaisaran Song.


para tamu ikut mencibir dan diikuti senyum dari para selir.


xia xhialun hanya membeku mengingat kembali siksaan dari Kekaisaran Song, pakaian yang basah memperlihatkan bentuk tubuh nya yang menggoda.


Xia Xhialun berusaha berdiri sambil menutup daerah dada nya dengan kedua tangan nya


tiba tiba sebuah jubah hitam membungkus tubuh Xia Xhialun dan membatu nya berdiri.

__ADS_1


"tenanglah aku disini untuk menjaga mu," ucap pria itu yang tak lain adalah Xiao Zhou.


xia xhialun sangat mengenal suara pria itu, seketika tubuh nya menjadi tenang dan merasa dilindungi"


"untunglah kau tepat waktu, kau selalu dapat ku andalkan lelakiku," batin Xia Xhialun,


xiao Zhou melangkah dengan tenang kearah wanita yang menyiramkan air ke tubuh Xia Xhialun.


"nyonya bukankah anda undangan dari Kekaisaran Song?" tanya Xiao Zhou.


"kau benar anak muda" jawab wanita itu, dengan tatapan jijik karena pemuda itu telah membantu Xia Xhialun.


"kenapa anda memperlakukan nyonya Xia seperti itu?" tanya Xiao Zhou lagi.


"sudah aku bilang, aku tidak sengaja apa kau tuli?" ucap wanita itu sambil terawa mengejek.


"haha... kau bilang tidak sengaja?? lihatlah nyonya itu yang kau pegang itu nampan pelayan cuci piring, bagaimana bisa seorang wanita terhormat dari negeri Song bisa menjadi pelayan cuci piring di sini?" tanya Xiao Zhou, dan di ikuti tawa oleh para undangan.


"kau telah mempermalukan aku anak muda," ucap wanita itu dengan wajah merah dan mulai menangis.


"tidak nyonya,, bukan aku yang mempermalukan anda tapi, anda sendiri lah yang telah merendahkan diri anda sendiri," ucap Xiao Zhou


"mari nyonya Xia, aku antar anda ke dalam" ucap Yumiko, sambil memegang kedua bahu Xia Xhialun.


Xia Xhialun yang sudah tenang dengan kedatangan Xiao Zhou dan Yumiko, membuat nya mendapat kepercayaan diri nya lagi, dan mengangkat wajah nya menjadi tegak, dan mendekat ke arah wanita dari Kekaisaran Song itu.


"kalian bisa lihat disini, seperti itulah cara mereka, orang yang dari Kekaisaran Song memperlakukan wanita mereka, aku benar-benar beruntung bisa keluar dari kekaisaran seperti itu," ucap Xia Xhialun dan pergi masuk kekediaman Puteri Ming Mei.


Semua orang mulai berbalik mendukung Xia Xhialun, dan mencibir wanita yang menyiramkan air itu.


Di aula utama, tempat undangan para raja dari kerajaan di bawah Kekaisaran Ming.


Seorang wanita muda dengan pakaian putih membalut tubuh indah nya, rambut halus lurus sepunggungnya sedang menuruni anak tangga.


Dengan mahkota kecil indah di kepala nya, menunjukkan wanita muda itu adalah seorang puteri penguasa, bibir merah dengan tatapan mata sendu dan indah itu adalah Puteri Ming Mei, yang dengan anggun menatap semua undangan dengan begitu tenang.


Semua mata tertuju kepada nya, seorang pria tampan paruh baya menyambut nya di ujung anak tangga itu, kedua nya tersenyum dan menyambut para tamu pembesar kekaisaran.


Pria paruh baya itu adalah Kaisar Ming sendiri dan puteri nya puteri Ming Mei.


Seorang pemuda mendekati Puteri Ming Mei dan mereka mulai berbincang, terlihat pemuda itu berusaha menarik simpati Kaisar Ming, dan seperti menunjukkan ke semua orang jika dirinya adalah calon orang penting di kekaisaran ini kelak.


beberapa pengumuman telah di sampaikan oleh kaisar, maka para undangan pun mulai di persilahkan untuk menikmati hidangan yang sudah di sajikan di atas meja-meja di berbagai tempat.


Xiao Zhou yang tidak begitu suka acara seperti itu memilih tempat duduk di pojok, dengan meja bundar besar dihadapan nya penuh makanan dan siap memanjakan perut remaja itu.


"haha... hari ini benar-benar keberuntungan ku," guman xiao Zhou, bahkan dia tidak peduli dengan pengumuman dari kaisar.

__ADS_1


.....


__ADS_2