Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
ch.48


__ADS_3

ucapan Dewa Fei yu membuat semua orang di tempat itu terkejut kecuali penjaga tahta dari kekaisaran zharzantium.


"apa yang kau katakan," ucap Adipati Zhou Yun.


Dewa Fei yu melangkah ke depan,


"sudah menjadi tradisi dari moyang kekaisaran zharzantium yang barbar, bahwa pemenang akan mengambil segala nya, dan tradisi itu mengikat kekaisaran itu dari generasi ke generasi, dan saat itu aku sendiri berada di tempat itu, saat penguasa ke 15 membunuh Kaisar khanzes, Kaisar terakhir dari kekaisaran zharzantium, dan setelah itu sesuai dengan tradisi kekaisaran mereka, maka penguasa ke 15 adalah pewaris dari kekaisaran zharzantium, dan karena itu lah penguasa ke 15 mampu membuka makam Kaisar zharzantium pertama karena dia adalah pewaris yang sah," ucap Dewa Fei yu.


"berhenti bicara omong kosong, Yang Mulia darimana anda mendapat orang gila ini?" ucap Adipati Zhou Yun menatap Kaisar Zhang Rui.


"itu benar," ucap penjaga tahta dari kekaisaran zharzantium, membuat Adipati Zhou Yun dan Kaisar Zhang Rui begitu terkejut.


"singasana Kaisar sampai saat ini tidak bisa di duduki oleh siapapun, maafkan ketidak sopanan ku Yang Mulia kaisar Zhang, aku tahu jika suami anda adalah penguasa ke 15, jadi aku harus mengikuti segala ucapan anda," ucap penjaga tahta dan membungkukkan badannya.


Kaisar Zhang Rui hanya mengangguk, masih tidak percaya apa yang di dengar nya,


"mungkin dalam beberapa bulan kami akan datang ke pulau keseimbangan, dan meminta penguasa ke 15 menunjuk pewaris yang sah di kekaisaran kami, dan tentunya atas seizin anda aku mohon diri," ucap penjaga tahta kekaisaran zharzantium.


"kau boleh pergi penjaga tahta, seperti nya kau orang yang bijaksana, mungkin aku akan meminta suami ku untuk mempertimbangkan mu sebagai penerus tahta itu," ucap Kaisar Zhang Rui.


"Yang Mulia begitu murah hati, aku sangat berterimakasih, sekali lagi hamba mohon diri," ucap penjaga tahta dan hampir berlutut.


penjaga tahta mundur beberapa langkah sebelum membelakangi Kaisar Zhang Rui, dan menatap serta menghampiri nya Adipati Zhou,


"ini semua karena kebodohan mu, aku sudah memperingatkan mu dari awal untuk menjauhi semua yang berhubungan dengan penguasa ke 15, tapi kau malah mengundang nya, dan sekarang kau selesai sendiri urusan mu," ucap penjaga tahta dan meninggalkan kuil tua itu dan setengah dari pasukan tadi ikut meninggalkan tempat itu.


"aku mengerti," ucap Adipati Zhou Yun dengan wajah tertunduk.


Adipati Zhou Yun masih menundukkan wajahnya, tampak sorot mata nya begitu marah, tidak ada tawa sedikit pun seperti biasanya, dan menghentakkan kakinya sehingga tubuh nya sudah terbang dan mendarat di atas altar luas itu.


"aku menerima tawaran mu putera mahkota, aku harap kau tidak akan menyesali nya," ucap Adipati Zhou Yun dan menelan sebuah pil.


"prakkkkkk......"

__ADS_1


"prakkkkkk....."


otot-otot Adipati Zhou Yun mulai membengkak, tubuh nya meninggi dan mengeluarkan sebuah pedang besar,


"kau akan berakhir dengan tubuh hancur," ucap Adipati Zhou Yun.


suara nya sudah terdengar serak dan berat, matanya menyala, kuku jari nya meruncing seperti cakar, dan kulit-kulit nya tampak bersisik.


"Kasim Zhou kau sudah melanggar aturan bertarung secara adil, kau benar-benar di butakan oleh kekuasaan," ucap Tang Bao dan mengeluarkan sebuah pedang melengkung milik Xiao Zhou.


semua orang mengangguk dan setuju dengan ucapan Tang Bao, dan mulai berbisik tentang kecurangan Adipati Zhou Yun.


mata Adipati Zhou Yun terlihat membesar,


"pedang melengkung? jadi kau yang sudah membunuh kesayangan ku, kau akan merasakan ganas nya racun dari cakar ku ini," ucap Adipati Zhou Yun.


Tang Bao yang tidak biasa menggunakan pedang panjang sedikit kesulitan menahan serangan Adipati Zhou Yun namun perlahan Pedang kematian seperti mulai mengikuti gerakan Tang Bao, dan Tang Bao mulai mampu mengalirkan energi qi nya ke dalam pedang kematian,


Adipati Zhou yang terlihat kebih menyerupai siluman kera besar menebaskan pedang besar secara vertikal, seakan ingin menghancurkan pedang Tang Bao, tapi pemuda itu juga menahan serangan itu dengan sebuah tebasan.


pedang besar milik Adipati Zhou Yun itu terpotong dengan rapi, membuat pria menyerupai kera itu begitu terkejut dengan kemampuan pedang Tang Bao.


melihat Adipati Zhou Yun sudah tidak bersenjata, Tang Bao tidak menyia-nyiakan kesempatan dan menyerang siluman kera besar itu,


"hahaha.... pedang ku boleh hancur, tapi cakar-cakar ku ini begitu keras," ucap Adipati Zhou dan menahan tebasan Tang Bao dengan cakar nya.


trankkkkkk......


trannnnkkkkk......


sreeessstttt......"


Tang Bao berputar di udara dan dengan brutal melepaskan tebasan nya, membuat cakar dari Adipati Zhou Yun terpotong, dan bahkan kini kedua tangan nya ikut terpotong pada bagian siku nya membuat menjerit, dan satu tendangan dari Tang Bao membuat pria tanpa tangan itu terlempar ke arah para jendral nya.

__ADS_1


Zhou Chan yang melihat paman nya terluka parah, tanpa pikir panjang melompat ke atas altar namun seorang pemuda bermata biru sudah menunggu nya,


"pertarungan nya sudah selesai, kau tidak boleh melawan putera mahkota," ucap Xiao aku


"kau... siapa kau? wajah mu tidak asing bagiku, tapi itu tidak penting," ucap Zhou Chan dan menyerang Xiao Zhou.


namun belum menyerang beberapa jendral yang awalnya menjadi pengikut Adipati Zhou kini sudah menahan serangan Zhou Chan.


"adik kecil pergilah, biar kami yang mengurus orang ini," ucap seorang jendral.


"kalian... kalian semua berkhianat," teriak Zhou Chan, yang sudah terlihat putus asa.


"kau dan paman mu tidak pernah menganggap kami manusia, dan membunuh keluarga kami tanpa belas kasihan sedikit pun juga, aku sangat muak dengan kalian," teriak jendral itu dan mulai bertarung.


di luar altar para prajurit itu mulai menginjak-injak Adipati Zhou Yun, dan memukuli nya dengan berbagai senjata, dan saat sore menjelang, putera mahkota sudah menjadi pemimpin baru kekaisaran Tang.


"selamat putera mahkota kau sudah mengembalikan apa yang seharusnya menjadi milik mu," ucap Kaisar Zhang Rui.


"kakak terimakasih kau sudah begitu banyak menolong ku dari aku bocah," ucap Tang Bao dengan air mata yang tampak mengalir.


Zhang Rui tersenyum tipis dan mengingat dirinya sering mengurus makan atau apapun dari Tang Bao.


"hihihi... kau menangis seperti bocah kecil yang dulu sering aku pangku, hapus air mata mu Yang Mulia, sekarang kau adalah Kaisar, ini adalah awal dari langkah mu, kekaisaran zharzantium tidak akan tinggal diam, waspada lah selalu bocah kecil ku," ucap Kaisar Zhang Rui dan memeluk Tang Bao, dan juga Song Lung Yi.


sambil memeluk Song Lung Yi sesaat matanya menatap kesal ke arah Xiao Zhou,


Zhang Rui mengetahui jika Xiao Zhou tidak ingin di kenal, membuat wanita tinggi itu tidak mendekati nya, dan mengambil sebuah lilin yang tidak terpakai di dekat nya, dan mematahkan nya sambil menatap Xiao Zhou,


"aku akan mematahkan nya," ucap Zhang Rui mengerakkan bibirnya tanpa keluar suara ke arah Xiao Zhou karena tempat itu begitu ramai, membuat wajah Xiao Zhou memucat sambil menelan ludah nya yang seperti tersangkut di leher nya.


Song Lung Yi dan Tang Bao hanya tersenyum melihat tingkah Zhang Rui yang seperti tidak tahan karena kesal terhadap Xiao Zhou.


"sudahlah kakak... aku tahu kakak begitu merindukan nya, nanti kakak boleh memeluk nya saat di pulau, di sini begitu ramai," ucap Song Lung Yi menggoda Zhang Rui.

__ADS_1


"kau tidak boleh menggoda orang tua, lagipula aku tidak akan sudi di peluk bocah itu, dan adik Song jagalah suami mu baik-baik, mulai saat ini jangan biarkan putera mahkota mengikuti kakak ipar nya, kau tidak ingin bukan suami mu pulang dengan selalu membawa istri baru?" ucap Zhang Rui sambil tersenyum, dan rombongan kekaisaran Zhang akan kembali ke kekaisaran mereka dan bermalam di kota binjong.


__ADS_2