Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
Pangeran ke empat


__ADS_3

Pangeran ke empat mengetahui siapa sebenarnya Zhang Rui.


"hemm... aku begitu menyukai nya, aku dengar dia wanita itu dahulu melakukan apa saja demi tahta, bahkan bersedia menjual tubuhnya pada adik Kaisar Wang, ini celah yang sempurna untuk ku," guman Pangeran ke empat, yang mengetahui jika sore hari wanita itu akan bermain dengan anak nya di taman belakang dekat sungai.


Pangeran ke empat sudah lebih dulu di sungai itu, berpura-pura memancing ikan, agar tidak terlihat jika dia yang mendatangi wanita itu, tetapi wanita itu lah yang mendatangi nya.


Rencana Pangeran ke empat berjalan mulus, benar saja, anak dari Kaisar Zhang Rui sudah menceburkan dirinya ke sungai.


"anak kecil jika kau berenang di tempat itu bagaimana paman bisa mendapatkan ikan," ucap Pangeran ke empat, sambil tersenyum tipis.


Pangeran ke empat tahu betul cara mendekati seorang ibu harus dengan mendekati anak nya terlebih dahulu.


"Maafkan aku paman, aku tidak melihat jika paman sedang memancing di tempat ini," ucap putera Zhang Rui.


"hahaha... lihat wajah mu itu, sudahlah tidak apa-apa, paman hanya bercanda, baiklah... kita akan berenang bersama kau tidak keberatan bukan?" ucap Pangeran ke empat, yang berpura-pura tidak melihat Zhang Rui yang sudah dekat dengan mereka.


byurrrrr.... Pangeran ke empat hanya mengenakan celana panjang nya saja, memperlihatkan tubuh nya berisi, namun tidak terlalu berotot, keduanya terlihat begitu ceria.


Kaisar Zhang Rui hanya tersenyum tipis melihat putera begitu bahagia.


"ibu... sebaiknya ibu ikut kami berenang, ini begitu menyenangkan," ucap putera Zhang Rui riang.


"hihi... tidak anakku, bersenang-senang lah, kau sudah seharian belajar," ucap Zhang Rui menatap kearah Pangeran ke empat, dan mengangguk seperti sedang mengucapkan terima kasih.


Pangeran ke empat berpura-pura terkejut,


"aahhh... nyonya, maafkan aku, aku begitu tidak sopan bertelanjang dada di hadapan mu," ucap Pangeran ke empat dengan logat kaku nya, dan cepat-cepat mengambil pakaian nya.


"tidak apa-apa Pangeran, lagipula kau terlihat begitu muda bagiku, kau bahkan terlihat seperti anakku, hahaha.." Zhang Rui dengan cepat menutup bibirnya karena tawa nya yang sedikit terbahak, memperlihatkan gigi nya yang rapi dan indah, dengan wajah nya sedikit memerah.

__ADS_1


"demi Dewa... tubuh mu itu benar-benar menggairahkan, kau ribuan kali lipat lebih indah dari istri Jendral Tae Yoon," batin Pangeran ke empat, yang membeku dan sedikit menggeleng kepala nya.


"kau? kenapa menatap ku seperti itu?" tanya Zhang Rui, tersenyum geli melihat Pangeran ke empat hanya terbengong menatap nya.


"tidak... aku hanya berpikir jika ibuku seperti anda, mungkin aku akan sangat bahagia seperti putera anda itu," ucap pangeran ke empat sambil menatap putera Zhang Rui.


"hihihi... Pangeran kau ini sangat lucu, wajah mu juga menggemaskan seperti anak-anak," ucap Zhang Rui dan duduk di sebuah bangku yang biasa di tempati nya.


"haha... benarkah? mungkin wajah ku seperti ini karena aku begitu menyukai anak-anak, aku senang bisa bermain dengan Putera anda," ucap Pangeran ke empat.


"ayah dari anak ini pasti begitu bangga memiliki putera sehebat ini," ucap pangeran ke empat lagi, matanya melirik wajah Zhang Rui, melihat reaksi nya.


Wajah Zhang Rui berubah sedikit murung, teringat akan kepergian Xiao Zhou yang begitu lama, hati nya begitu merindukan pemuda itu.


"haha... nyonya, kau terlihat begitu merindukan suami nyonya, aahhh... maafkan aku aku sudah bicara terlalu lancang, sungguh maafkan aku," ucap Pangeran ke empat, dengan wajah berpura-pura menyesal.


"hemm... aku sudah selangkah lebih maju dari Xiao Zhou, sekarang aku yang akan membuat mu nyaman, apalagi wanita yang memiliki ***** tinggi, akan dengan mudah melebarkan kakinya jika sudah merasa nyaman," batin Pangeran ke empat dan mencoba mencari kelemahan Xiao Zhou lain nya.


Pangeran ke empat tersenyum tipis, sambil menutup matanya membuat nya terlihat riang seperti tanpa dosa.


"haha... tidak perlu berterimakasih, aku juga senang melakukan nya, sebaiknya kita bicara tentang hal lain saja, bagaimana dengan pekerjaan nyonya sebagai penguasa di Kekaisaran Wang?" tanya Pangeran ke empat.


"itu cukup melelahkan ku, kau cukup cepat mengetahui tentang ku? itu mengesankan, apa kau sedang mata-matai ku?" ucap Zhang Rui dengan senyum menggoda, yang tahu jika Pangeran ke empat baru beberapa hari tinggal di pulau keseimbangan, dan sudah mengetahui tentang dirinya.


"seperti anda butuh teman bicara nyonya, aku bersedia menjadi penasehat anda, hahaha.. aku bercanda nyonya, jangan di ambil hati," ucap Pangeran ke empat.


"hahaha... kau terlalu muda untuk menjadi penasehat ku, aahhh kau sudah membuat ku terus tertawa, Pangeran," ucap Zhang Rui.


"aku senang bisa menghibur mu, aku ingin bertemu dengan penguasa ke 15, apakah dia tampan, sehingga kau terlihat begitu mencintai nya" ucap Pangeran ke empat, mencari celah jika ada kerenggangan di hubungan mereka.

__ADS_1


Zhang Rui merapat kan bibir, sambil mengangkat kedua alis nya, pipinya yang sedikit menggelembung membuat nya terlihat begitu mengemaskan.


"jujur saja... suami kami begitu tampan, iya... dia begitu rupawan," ucap Zhang Rui tatapan nya kosong mengenang Xiao Zhou,


"Zhou'er bukan hanya mempesona, tingkah nya yang sedikit acuh, membuatku tidak pernah bosan menatap nya, dan yang paling penting dari semua itu dia berkali-kali menolong nyawaku, bahkan nyawa ayahku tanpa menginginkan apapun dariku, aku sudah sering menawarkan tubuh ku pada nya, tapi dia sama sekali tidak menginginkan nya, sampai aku yang harus memaksamu melakukan nya padaku, dia sangat berbeda dari pria lainnya, yang hanya mengincar tubuh ku, suamiku tidak bisa di bandingkan dengan siapapun," batin Zhang Rui.


Ada sedikit kekecewaan di mata Pangeran ke empat, biasanya wanita lain pasti mengatakan jika dirinya juga tampan, atau bahkan secara terang-terangan memuji ketampanan nya melebihi suami mereka, tapi ini tidak berguna pada dua wanita Xiao Zhou, Choe Eun Soo dan Zhang Rui, tidak menyandingkan sedikit pun ketampanan dirinya dengan Xiao Zhou.


"tapi sekarang tampan saja mungkin tidak cukup nyonya, haha.. seorang suami harus memperhatikan dan selalu ada di dekat istrinya, dan juga peduli pada anak-anak nya, bukan kah aku benar?" ucap Pangeran ke empat.


"kau benar pangeran... suami ku juga perhatian pada kami semua, hanya saja saat ini bocah itu sedang ada sedikit masalah," ucap Zhang Rui.


"bocah itu? apa Xiao Zhou itu begitu muda? aahhh sudah lah aku tidak begitu mengerti ungkapan dataran utama," batin Pangeran ke empat.


"baiklah nyonya hari sebentar lagi gelap, aku mohon diri," ucap Pangeran ke empat, sengaja agar Zhang Rui semakin penasaran dengan nya.


Zhang Rui hanya mengangguk,


"aahhh... silahkan pangeran, senang bicara dengan mu," ucap Zhang Rui.


"aku juga merasakan seperti itu nyonya, katakan jika kau membutuhkan teman berbagi aku siap membantu," ucap Pangeran ke empat.


Zhang Rui tidak menjawab hanya mengangguk, tersenyum tipis.


beberapa hari pangeran ke empat selalu ke sungai itu, tetapi Zhang Rui tidak pernah muncul, kadang hanya putera Zhang Rui yang berenang di antar oleh para dayang.


"Kurang ajar wanita itu begitu jual mahal, bukan kah dulu dia wanita murahan," batin pangeran ke empat dan meninggalkan sungai itu.


Pangeran ke empat terus mencari jalan untuk bertemu para istri Xiao Zhou terutama Zhang Rui, bahkan Pangeran ke empat membuat perjamuan di rumah tamu, dan mengundang para istri Xiao Zhou, namun tidak ada yang hadir di acara perjamuan itu, sampai malam larut seorang wanita dengan tubuh yang begitu menggoda datang mendekati nya.

__ADS_1


__ADS_2