
para sesepuh yang awalnya duduk kini berdiri dan mendekati Xiao Zhou.
"maafkan aku manusia muda, tapi aku di sumpah untuk menilai secara murni, tanpa melihat asal usul mu, kau bisa masuk ke semua klan, jarang ada orang seperti mu di pulau ini, kau terlalu mesum untuk klan pertapa, walaupun kau cukup bijaksana, kau terlalu pintar untuk menjadi petarung, kau akan mengorbankan potensi otak mu, dan aku menempatkan mu dalam klan penyihir, kau memiliki sisi gelap yang menakutkan, bahkan serigala biru tidak dapat di bandingkan dengan mu, semoga kau berhasil," ucap mutiara besar dan berwarna hitam gelap.
semua mata melebar, dan seorang wanita setengah baya menarik tangan Xiao Zhou, dan mendekati bola mutiara itu.
matanya memerah dan menatap bola mutiara itu, dan bibir sedikit terbuka sambil menggeleng seperti tidak percaya.
suasana menjadi ribut, terutama dari klan penyihir, yang melihat warna akhir dari mutiara besar itu.
wanita itu berdiri dan tangan nya berpegangan pada meja batu itu untuk menyeimbangkan tubuh nya yang hampir lemas, beberapa saat wanita itu mengatur nafas nya, dan mulai menguasai keadaan.
"tenanglah kalian calon pejabat baru, aku sudah memeriksa mutiara ini, hanya saja ada kesalahan yang mengacaukan penglihatan mutiara ini, tidak ada yang boleh menentang apa yang di putuskan oleh mutiara bakat ini, dan kau karena suatu kebetulan, kau akan masuk dalam klan penyihir," ucap wanita itu, menatap Xiao Zhou dalam-dalam.
semua klan penyihir berteriak seperti tidak terima, suasana pun menjadi gaduh.
"sudah cukup!!!! kalian calon pejabat baru, apa ini yang ingin kalian tunjukkan sebagai kemampuan? kalian sangat mengecewakan, jadi sebaiknya kalian mulai kembali ke tempat pelatihan masing-masing," ucap wanita paruh baya itu lagi, membuat para calon pejabat itu terdiam, dan membubarkan diri.
di tempat pelatihan para klan penyihir di komplek istana.
semua mata menatap Xiao Zhou, dengan tatapan jijik, mereka begitu berseberangan dengan klan pertapa,
__ADS_1
"hei wajah lumpur, kau pikir dengan masuk ke klan kami kau akan bisa menjadi pejabat hebat hah?" ucap seorang pemuda berusia sekitar 30 tahun, dan diiringi tawa merendahkan dari beberapa teman nya.
Xiao Zhou hanya menggelengkan kepalanya, dan mendekati seseorang yang duduk di depan sebuah gerbang.
"hemm... kau orang yang di bicarakan itu rupanya, baiklah anak muda... ini kunci kediaman mu, dan ini pakaian mu, cepat pergi dan berganti, pakaian mu itu membuat semua orang di tempat ini sangat gila," ucap penjaga gerbang itu.
sudah delapan hari Xiao Zhou di kediaman para klan penyihir.
"aahhh... pelatihan ini sungguh menguras energi, setiap hari belajar sampai malam, aku hanya memiliki waktu dua jam untuk membaca kitab milik paman Xiang, tapi besok aku mendapat dua hari untuk beristirahat," batin Xiao Zhou dan tertidur.
langit belum terang Xiao Zhou sudah terbangun, dan seperti tidak ingin menyia-nyiakan waktu, Xiao Zhou mencari tempat untuk berlatih pedang naga air. dan memerlukan hawa yin yang cukup banyak, untuk menghidupkan naga air itu.
Xiao Zhou melangkah menelusuri sungai jernih yang membentang di pulau ini, dan menemukan sebuah tempat yang terlihat seperti bendungan.
di dasar bendungan itu terdapat arus air yang memiliki hawa yin yang sangat berbeda di bawah sungai itu, Xiao Zhou mengikuti arus air itu untuk mencari sumber nya, dan mata nya menatap sebuah lorong, dan Xiao Zhou mengikuti lorong itu yang semakin gelap, butuh satu jam bagi Xiao Zhou berenang melawan arus itu, dan semakin lama terlihat cahaya dan Xiao Zhou mengikuti nya dan sampai dirinya di sebuah telaga besar yang berada di sebuah pinggiran tebing,
telaga itu di kelilingi tembok batu tebal, terdapat gerbang tidak terlalu besar di dinding batu itu untuk jalan masuk mencari telaga itu, hanya ada sebuah rumah kecil yang seperti tidak terurus di samping telaga itu.
Xiao Zhou melihat segel dewa mengelilingi tembok beserta tebing itu,
"hemm... ini seperti tempat terlarang, tapi hawa yin di tempat ini begitu tinggi, ini adalah tempat yang sempurna." batin Xiao Zhou, menatap sumber air yang keluar dari dari dasar telaga itu.
__ADS_1
Xiao Zhou menyelam ke dasar telaga, dan mata nya melebar melihat mahluk di bawah telaga itu.
"sumber air ini tidak mengeluarkan hawa yin, tapi sosok itu lah yang mengeluarkan hawa yin ini," batin Xiao Zhou.
Xiao Zhou semakin mendekati sosok itu dan mata nya semakin melebar saat melihat dengan dekat, seorang wanita berada di bawah air, tanpa sehelai benang pun.
hanya sebelah wajah bagian kanan nya yang terlihat, dan bagian kirinya tertutup topeng.
tiba-tiba topeng milik wanita itu pun hancur bersamaan mata nya terbuka, kedua saling bertatapan untuk beberapa saat.
Xiao Zhou sangat terkejut, dan berusaha berenang ke permukaan telaga itu, tetapi wanita itu telah melilit nya dengan gelombang air dan melempar ke permukaan air, dan tubuh Xiao Zhou menghantam tembok batu tebal itu.
blarrrrr......
Xiao Zhou berguling di tanah sebelum akhirnya berhasil berdiri, dan menatap wanita yang tadi berada di dasar telaga itu.
wanita itu sudah mengenakan pakaian nya, dengan rambut basah terurai wanita itu, menatap Xiao Zhou dengan begitu dingin dan hawa pembunuh pun keluar dari tubuh nya.
wajah wanita itu terlihat berusia 35 tahun, dengan alis kecil memanjang, dan kulit putih bersih, serta leher jenjang sempurna, membuat nya terlihat begitu anggun dan bibir bawahnya yang sensual dan rahang yang tidak terlalu lancip membuat nya sangat berkharisma, dan memiliki wajah bangsawan kelas atas.
wajah wanita itu berbanding terbalik dengan wajah Xiao Zhou, kerak yang mengering itu terlihat mulai pecah- pecah, dan rambut acak-acakan memperburuk penampilan nya.
__ADS_1
"hawa pembunuh ini begitu menyulitkan gerakan ku, wanita ini memiliki kemampuan langit tingkat tinggi, aku akan sulit lolos kali ini," batin Xiao Zhou.