Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
Sang Pengganti


__ADS_3

kenapa kau harus berkata sejujur itu bodoh? katakan apa yang ingin kau curi," teriak Xhin Ye, yang tidak bisa membunuh Xiao Zhou karena pernikahan nya belum di ketahui semua orang.


"aku ingin mempelajari kitab-kitab pedang tingkat dewa milik kalian," ucap Xiao Zhou.


Xhin Ye memejamkan matanya, dan memasukkan pedang nya.


"hemm... kitab-kitab pedang itu rupanya, ini tidak terlalu berharga untuk kami, lagipula sudah tidak ada yang ingin mempelajari nya lagi, karena terlalu sulit, lagipula hanya klan petarung yang bisa membuka kitab-kitab itu." batin Xhin Ye.


"apakah hanya itu yang kau inginkan? tanya Xhin Ye, menatap mata Xiao Zhou dalam-dalam, mencari kebenaran.


"iya, hanya itu yang aku inginkan datang ke tempat ini," ucap Xiao Zhou mantap.


"baiklah... itu tidak terlalu penting, lagipula kau tidak akan bisa mencuri nya, karena hanya klan petarung yang bisa membuka nya," ucap Xhin Ye.


"baiklah akan aku coba," ucap Xiao Zhou.


"tapi istri apa boleh aku berlatih di telaga luas mu ini?" tanya Xiao Zhou.


"panggil aku nyonya Xhin Ye, pernikahan kita hanya sebagai penutup aib ku dari orang luar, dan tidak lebih," ucap Xhin Ye dingin.


"orang luar? bukan kah kau terkurung di sini? dan tidak ada orang yang melihat mu," ucap Xiao Zhou, yang berpikir jika Xhin Ye adalah seorang tahanan.


"kera hitam... apa yang kau pikirkan tentang aku?" teriak Xhin Ye marah.


"aku berpikir jika kau adalah seorang bangsawan yang melakukan kesalahan, hingga di kurung di tempat ini," ucap Xiao Zhou sedikit gugup.


Xhin Ye menarik nafas nya dalam-dalam, tubuh nya masih terlalu lelah setelah mengeluarkan hawa yin yang berlebihan di dalam tubuh nya, di dasar telaga itu selama berbulan-bulan.


"sudah jangan bicara lagi, aku ingin beristirahat, lakukan apapun yang kau mau pada telaga itu," ucap Xhin Ye dan masuk ke gubuk nya.


"aahhh.... semoga ini cepat selesai, setelah semua berjalan aku akan mengeluarkan bocah itu secepatnya dari tempat ini," batin Xhin Ye, dan terlelap dalam tidur nya.


****


selama Xiao Zhou di tempat ini, dirinya melihat hampir semua penduduk dari tiga klan memiliki kemampuan langit tingkat dasar dan bawah, hanya beberapa pejabat tinggi memiliki kemampuan langit tingkat menengah, dan Xiao Zhou hanya melihat satu yang memiliki tingkat tinggi, yaitu Xhin Ye.


dua hari Xiao Zhou berlatih di telaga itu, dan mulai menguasai 20 persen dari kitab naga air milik Xiang Sun.

__ADS_1


sore itu Xiao Zhou memasak ikan kuah, dan menghidangkan nya di atas meja.


terlihat Xhin Ye sudah selesai membersihkan diri setelah menata kebun nya dan beberapa bunga sudah kembali pada teman nya yang semula begitu berantakan.


"nona Xhin apakah kau ingin mencoba makanan ini? tanya Xiao Zhou.


"tidak, kau tidak perlu bersikap baik padaku," ucap Xhin Ye dan ikut duduk dan hanya menuangkan teh untuk dirinya.


Xiao Zhou hanya mengangguk, dan mulai makan dengan lahap.


mata Xhin Ye sedikit melebar, melihat Xiao Zhou yang terlihat begitu enak, liur Xhin Ye sedikit keluar dan dengan cepat meminum teh nya, agar tidak terlihat oleh Xiao Zhou.


"apa di dunia luar orang makan makanan seperti ini?" tanya Xhin Ye.


"benar nona Xhin, setelah ini aku akan kembali ke tempat pelatihan itu," ucap Xiao Zhou.


"kau tidak perlu mengatakan apapun yang ingin kau lakukan," tanya Xhin Ye, dan mengambil sumpit dan mencoba masakan itu.


"baik nyonya Xhin, terimakasih sudah membantu ku, dan aku benar-benar minta maaf tentang topeng mu itu," ucap Xiao Zhou.


"lupakan saja tentang itu, aku tahu kau tidak sengaja," ucap Xhin Ye pendek.


setelah mereka selesai makan Xiao Zhou berpamitan.


"baiklah nona Xhin, aku mohon diri," ucap Xiao Zhou


"pergilah, dan kau tidak perlu kembali, aku akan memanggil mu saat aku memerlukan mu, ucap Xhin Ye, sambil melambaikan tangan nya, dan sebuah cincin giok terpasang di jempol kanan Xiao Zhou dan sebuah cincin yang hampir sama terpakai di telunjuk kanan Xhin Ye.


"ini adalah cincin pasangan, dengan cincin itu aku akan tahu dimana pun kau berada, dan aku bisa menarik mu ke sisiku kapan pun aku mau," ucap Xhin Ye.


"aahhh... wanita ini begitu dingin, bahkan mata nya sama sekali tidak menatap saat bicara, tapi setidaknya masalah ini sudah selesai," batin Xiao Zhou melompat ke dalam telaga dan menghilang.


******


siang itu terdengar kegaduhan di aula utama kediaman para penyihir, semua orang menatap pengumuman di pajang di sebuah dinding yang sengaja di sediakan untuk itu.


semua orang membicarakan pengumuman itu, dan terlihat para penyihir lelaki begitu bersemangat.

__ADS_1


"Demi pelindung klan... aku tidak percaya ini, sekarang setiap pejabat baru bisa menjadi sang pengganti, hahaha... aku rasa salah satu dari kita harus bisa menjadi sang pengganti untuk kali ini" ucap salah seorang pemuda berteriak kegirangan.


"benar, jika dulu hanya para pengajar saja yang bisa jadi sang pengganti, tapi sekarang ini benar-benar hebat, kita akan buktikan pada klan lain bahwa kita masih yang terbaik di pulau ini," ucap teman nya menimpali.


Xiao Zhou yang duduk di sebuah anak tangga hanya menatap sesaat para pemuda itu.


"wanita tercantik? kalian tidak tahu, aku baru saja menikahi wanita tercantik yang pernah aku lihat, dasar bodoh, " guman Xiao Zhou, menekuk sedikit bibir atas nya, seperti mencemo'oh


dan kembali tenggelam dalam kitab yang di berikan Xiang Sun.


"sebaiknya kalian berhenti bermimpi untuk menjadi sang pengganti, karena masih ada aku yang selalu ada di depan kalian," ucap seorang pemuda berusia sekitar 35 tahun, dan beberapa orang pengikut yang lebih mirip seperti pelayan laki-laki itu, dan seorang wanita cantik di samping nya.


semua orang tidak ada yang berani menentang ucapan pemuda itu, dan semua membungkuk hormat padanya.


wanita itu hanya bersikap acuh, dan kesal saat pemuda itu ingin menjadi sang pengganti.


"hahaha... adik Huan kau tidak perlu cemburu seperti itu, meskipun aku menjadi sang pengganti, aku akan tetap menikahi mu," ucap pemuda itu, dan menatap sekeliling nya.


mata pemuda sombong itu terhenti di arah Xiao Zhou, wanita cantik itu pun ikut menatap kearah Xiao Zhou.


"adik Huan, aku paling benci jika di tempat ku ada seekor kecoa, adik Huan kau tahu apa yang harus kau lakukan," ucap pemuda sombong itu.


"apa? kakak Liu Fang kau sedang bercanda bukan?" ucap wanita cantik itu menatap mata pemuda itu dalam-dalam.


"apa aku terlihat sedang main-main adik Huan Zhi, tunjukkan jika kau adalah wanita tercantik di seluruh klan, semakin tergoda pria itu akan semakin terluka saat kau mencampakkan nya," ucap Liu Fang tenang.


mata sipit Huan Zhi sedikit berkaca-kaca,


"kakak Liu Fang, pria itu begitu menjijikkan," ucap Huan Zhi menatap kesal ke arah Xiao Zhou.


Xiao Zhou yang memfokuskan telinga nya, mendengar pembicaraan mereka, mulai berdiri menatap kearah orang-orang itu, dan meninggalkan aula utama itu menuju kediaman nya.


"aku bisa menebak ini, ini sangat buruk," batin Xiao Zhou, dan melangkah meninggalkan aula utama dan masuk ke koridor sedikit gelap menuju kediaman nya.


Tetapi seorang wanita cantik sudah berdiri tidak jauh dari hadapan nya, mata panjang sedikit sipit dengan bulu mata lentik, menghiasi wajah bulat telur nya, hidung Bangir dan bibir sedikit tebal membuat nya terlihat sangat menggoda.


di padu dengan bahu kecil dan pinggul yang lebar dan sedikit berisi, membuat nya tidak bisa di tolak bahkan oleh seorang pertapa sekali pun.

__ADS_1


wanita itu adalah Huan Zhi, tangan mungil nya melepaskan dua kancing atas nya, memperlihatkan leher putih jenjang nya, dan sedikit bagian di dadanya.


Xiao Zhou terus melangkah tanpa mempedulikan wanita cantik itu, dan tiba-tiba langkah nya harus terhenti saat sepasang kaki indah itu sudah di depan nya, pandangan Xiao Zhou menelusuri kaki itu ke atas dan berhenti di wajah cantik yang berdiri di hadapan nya.


__ADS_2