
wanita itu tidak dapat melihat apa yang terjadi karena kecepatan pertarungan itu, tidak ada benda yang utuh di halaman itu, semua ornamen penghias halaman tidak ada yang utuh, terkena tebasan pedang energi yang keluar dari kedua pedang pendekar itu. bahkan patung- besar yang terbuat dari logam dan batu sudah terpotong seperti tahu.
"sudah kuduga kau melakukan gerakan itu," ucap Raijuta
Posisi Xiao Zhou yang terbaring sangat tidak menguntungkan,
"inilah serangan sebenar nya," ucap Raijuta lagi yang melesat dari udara membelah tubuh xiao zhou
"jurus pedang badai salju,"
sressshhhh... pedang salju milik raijuta membelah tubuh xiao zhou.
"aku tidak akan melakukan itu, jika aku jadi dirimu," ucap Xiao Zhou mendorong tubuh nya kesamping dengan bantuan pedang panjang nya yang tertancap di tanah,
tangan kiri Xiao Zhou meraih tengkuk Raijuta dan mencengkeram nya dengan keras dan menghempaskan kepala raijuta ke bawah.
bommmm...
wajah raijuta membentur tanah menciptakan kawah dihalaman sedalam satu meter.
darah mengucur dari semua rongga di kepala Raijuta, yg tergeletak tak berdaya.
wanita bercadar itu melebarkan mata nya, dirinya tidak akan percaya jika tidak melihat nya sendiri, seorang pendekar surgawi di hancurkan oleh pendekar tahap raja.
"pemuda ini seperti sudah memiliki pengalaman bertarung jutaan kali," batin wanita bercadar itu, tersenyum di balik cadar nya dan mengagumi kemampuan dari Xiao Zhou.
__ADS_1
"dimana ketenangan seorang ahli siasat itu? hanya karena melihat pedang ku kau kehilangan fokus bertarung mu paman," ucap Xiao Zhou.
"apa? bocah kauuu?" hanya itu keluar dari bibir berdarah raijuta dan tertunduk.
"semua yang di ucapkan bocah itu benar adanya, aku yang biasa bertarung dengan menyerang secara bertahap, dan bertahan dengan sangat rapi, sekarang bertarung dengan kemarahan, sehingga dengan mudah bisa di taklukan." batin Raijuta.
"uaakkkk..." seteguk darah kembali keluar dari bibir nya.
Xiao Zhou menyeret pedang nya mendekat kearah raijuta dan menempelkan pedang panjang di leher Raijuta, dengan posisi kedua kaki tertekuk, Raijuta memejamkan matanya.
"satu kehormatan aku mati di tangan mu dan pedang indah ini," ucap Raijuta.
"nyawaku punya mu sekarang lakukanlah," ucap raijuta pelan...
"baiklah... sampai bertemu di neraka paman," ucap xiao zhou.
"benarkah nyawamu punyaku?"tanya xiao zhou.
"itu benar, bocah apa yang kau tunggu?" jika kau tidak membunuh ku sekarang suatu saat aku yang akan membunuh mu," ucap Raijuta
Xiao Zhou pun hanya mengangguk,
"tidak ada gunanya membunuh orang ini, sebaiknya aku menyuruh nya melakukan sesuatu, itu akan lebih menguntungkan," batin Xiao Zhou.
'baiklah kau pemilik nyawaku, akan aku lakukan apapun yang kau perintahkan," ucap raijuta lirih.
__ADS_1
"apa kau ingin aku membunuh tuan Fubuki dan penyihir itu? akan aku lakukan tunggulah di sini" ucap Raijuta
"itu tidak perlu paman aku akan melakukan nya sendiri, bisakah paman membebaskan guru Susimaru dan keluarga nya?" tanya Xiao Zhou
"itu sangat mudah, guru Susimaru dan keluarga nya di sekap di luar kota ini sekarang aku akan berangkat ke sana," ucap Raijuta meninggalkan xiao zhou.
****
di villa kabut rindu.
Liu Fenghua duduk di bangunan kecil mirip gasebo yang ada di atas air.
malam itu hatinya begitu resah, ketenangan air danau dan penerangan di sudut ruangan gasebo itu tak dapat menerangi kegundahan jiwa nya.
"kau dimana zhou'er? ujar nya lirih hampir tidak terdengar, dan tidak terasa air mata nya menetes.
"kenapa hatiku begitu lemah, aku terlalu merindukan senyum bocah itu" batin nya lagi.
"kau terlalu cepat pergi zhou'er, kenapa?" guman Liu Fenghua.
Liu Fenghua sangat merindukan Xiao Zhou, karena selama ribuan tahun hidup, wanita itu hanya memfokuskan diri nya dalam dunia kultivasi.
dan pelajaran dan tehnik dalam sekte Lembah Perawan Suci sangat mentabukan untuk menjalin hubungan dengan laki-laki. sehingga membuat hati Liu Fenghua menjadi sedingin es.
jangankan tersenyum pada laki-laki, Liu Fenghua tidak pernah bicara basa basi pada lelaki, setampan apapun laki-laki dan dewa tidak pernah menggetarkan hati Liu Fenghua.
__ADS_1
tapi setelah bertemu Xiao Zhou hati es dari Liu Fenghua perlahan mencair, remaja itu telah membuat nya menjadi wanita cerewet, kadang pemarah, kadang manja, dan yang terakhir membuat Liu Fenghua menjadi wanita penggoda, dan sisi liar nya keluar yang membuat nya merasa geli dan malu jika mengingat kejadian itu.
aku tidak tau kapan kau kembali suami, tapi aku akan selalu menunggu mu," batin Liu Fenghua