
siang itu beberapa pejabat militer, Lou fang dan juga tetua Zhifu berdiri di atas panggung di tengah-tengah desa suku bulbul, jaraknya cukup jauh dari kota kecil yang di bangun oleh Lou fang di bagian depan pulau keseimbangan itu.
"baiklah kalian semua... ini adalah perintah penguasa kita sebelum tidur panjang beliau, penguasa kita ingin kita mempertahankan kota shinjong, jadi menurut ku... kita memerlukan sekitar dua ribu pemanah, tiga ribu petarung tingkat pendekar raja,seribu pasukan berkuda, lima ratus ahli benteng, lima ribu pekerja bangunan, seribu pengendali tanah dan juga 50 mata-mata" teriak pejabat militer itu dengan tenang, seperti sudah terbiasa dengan kegiatan itu.
dan tidak lama dari markas yang biasanya mengeluarkan penjaga istana, kini muncul orang-orang berpakaian perang berwarna hitam, lengkap dengan perisai dan pedang di punggung serta tombak di tangan mereka, tubuh mereka begitu kekar dan tampak sangat gagah dan sangar.
setelah itu pasukan kedua pun keluar dari tempat yang sama pasukan dengan tubuh ramping dengan tatapan mata yang tajam, dan dengan tutup kepala yang khas, di tangan mereka memegang busur yang sangat indah, dan di punggung mereka terdapat ratusan anak panah yang di susun begitu rapi, serta di pinggang mereka terselip pedan melengkung yang tidak terlalu panjang.
dan pasukan ketiga adalah pasukan berkuda, mereka keluar dari rumah yang berbeda, wajah mereka tertutup topeng, dan terlihat ada hiasan seperti rambut yang di kuncir, di atas penutup kepala mereka. mereka juga bersenjata lengkap, dari busur hingga tombak, terdapat bendera yang bergambar harimau dan di pasang di punggung mereka semua, membuat mereka terlihat begitu mengintimidasi lawan mereka.
setelah itu baru para pekerja dan ahli benteng keluar dengan kepala botak mereka, dan terakhir adalah para pengendali tanah, dan mata-mata muncul dengan penyamaran mereka.
tetua Zhifu hanya mengangguk dan melempar sebuah lencana kepada salah seorang prajurit berkuda yang penampilannya paling berbeda,
"kau adalah komandan kecil dari pasukan mu ini, pergilah ke kota shinjong dan pertahanan kota itu sampai kalian tidak bernyawa lagi, ikuti semua petunjuk pejabat ahli strategi perang, kali ini penguasa kita sedang tertidur, aku tidak bisa membuat gerbang untuk kalian, jadi berangkat lah dengan berjalan kaki" ucap tetua Zhifu, dan pasukan itupun mulai bergerak suara langkah mereka begitu bergemuruh dan sangat rapi, meninggalkan pulau keseimbangan.
"panglima Zhifu aku mohon diri" ucap pejabat militer itu dan membungkuk hormat.
"pergilah pejabat, tapi kenapa kau hanya perlu pengendali tanah saja?" ucap tetua Zhifu
"seperti biasa panglima, sebelum memasuki Medan perang aku sudah mempelajari lawan-lawan ku, mereka bangsa Moin zhu, dan mou Gul, mereka terbuat dari air dan api serta lumpur, jadi pengendali api dan air tidak banyak berguna untuk ku " ucap pejabat itu dan meninggalkan pulau keseimbangan dan menuju kota shinjong.
*****
di perbatasan kekaisaran zarzantium dan kekaisaran Tang.
tampak pagoda berlantai empat menghiasi kota perbatasan itu, dan tidak jauh dari tempat itu seseorang sedang berdiri di atas gerbang kota, dan menatap ke arah pagoda berlantai empat itu.
pria itu mengunakan topeng, bermotif semburan darah, rambut hitam sepunggung di ikat dengan rapi.
dua pedang panjang terselip di pinggangnya, dan berlahan kedua pedang panjang itu di cabut dari sarung nya.
__ADS_1
sriiiiirrrkkkk...
sriiiiiinnnnnnnnnggggghh.....
kedua tangan pria bertopeng itu kini memegang pedang panjang dan hanya sekali tebasan, dua buah pedang energi melesat ke arah pagoda itu berbentuk silang.
sraaaakkkkkkkk......
blaaarrrrr......
pagoda itu di terjang pedang energi, dan membuat nya terbelah dan sekaligus memotong nya, di bagian lantai tiga membuat nya hancur dan serpihan kayu bertebaran di udara, dan dewa Gong Du terlihat melayang di antara serpihan pagoda itu.
pria bertopeng itu melesat dan menyerang dewa penjaga pagoda itu dengan ganas,
praaannnkkkk....
pedang dewa Gong Du hancur dan begitu juga dengan tubuh nya, tubuh dewa Guan Du terjatuh bersama serpihan dari pagoda nya, yang bertebaran di udara.
lima ratus prajurit penjaga perbatasan, di bantai seperti binatang oleh pendekar bertopeng itu seorang diri, tubuh mereka begitu rusak sehingga sulit untuk di kenali lagi, kebanyakan luka pada bagian kepala.
para pasukan pemberontak yang beraliansi dengan iblis Lou Rong menguasai kota perbatasan, dan melakukan perampok ke seluruh penduduk kota.
sebuah portal terbuka di kota itu dan keluar wanita cantik, dan dua orang pria mendekati portal itu, dan salah satunya memakai topeng dan membawa dua pedang panjang.
"kakak Rong kau sudah datang" ucap seorang pria setengah baya.
"adik ketiga pekerjaan mu sangat bagus, sekarang ikutlah denganku" ucap Lou Rong menatap dua orang pria itu.
"sun long tugas mu di tempat ini sudah berakhir, ikutlah denganku ada tugas untuk mu, kita akan ke kekaisaran Ming, seorang pemuda bernama Xiao Zhou harus mati di tangan ku" ucap Lou Rong lagi dan menatap pria bertopeng itu.
pria yang di panggil sun long itu hanya berlutut di hadapan Lou Rong, dan Lou Rong mengelus kepala sun long, pemandangan yang aneh dalam kehidupan normal pada umumnya.
__ADS_1
******
di pulau keseimbangan, hari ke 8 Xiao Zhou tidak sadarkan diri, lapisan berlian cair masih membalut tubuh nya dan masuk kesemua rongga, bahkan ke pori-pori terkecil milik Xiao Zhou. terdengar suara retakan tulang dari dalam tubuh nya, mata Xiao Zhou masih terpejam, keningnya sesekali berkerut seperti menahan sakit.
malam itu seseorang sudah berdiri di bawah gerbang pulau itu, orang itu adalah Dewa Pengetahuan.
Lou fang yang merasakan kehadiran seorang dewa datang menyapa nya,
"salam Dewa, silahkan masuk apa ada yang anda inginkan" ucap Lou fang.
"kau Lou fang, kita bertemu lagi aku kesini ingin bertemu dengan penguasa ke 15" ucap Dewa Pengetahuan
"tapi Dewa Pengetahuan, saat ini penguasa pulau ini sedang tidak sadarkan diri" ucap Lou fang sambil menceritakan tentang kondisi Xiao Zhou, mereka berdua duduk di sebuah balai kecil beratap di pinggir pulau itu, seorang pelayan dari suku bulbul membawakan teh untuk mereka berdua.
"silahkan teh nya tuan" ucap pelayan itu dan meninggalkan mereka berdua.
"hemmm... begitu rupanya, segel pelindung ini membuat aku tidak mengetahui apa yang terjadi di pulau ini" ucap Dewa Pengetahuan dan mulai meminum teh buatan pelayan itu.
"Dewa ada yang ingin aku tanyakan, apa yang terjadi dalam tubuh penguasa ke 15? kekuatan apa yang ada di tubuh nya?, jika pada umumnya seorang pendekar di ranah suci tidak memiliki kekuatan seperti itu" ucap Lou fang.
dewa pengetahuan tersenyum,
"kalian para kultivator, kalian mengukur tingkatan kultivasi seseorang melalui jumlah energi qi murni di dalam tubuh bukan?"
"dengarkan aku baik-baik Lou fang, ini sedikit sulit di jelaskan, tapi baiklah... kau Lou fang kau pendekar di ranah dewa puncak kau memiliki 5000 energi qi murni, sedangkan Yang Tian memiliki 4000 ribu energi qi murni, jika kalian bertarung siapa pemenang nya? tentu saja kau Lou fang,
tetapi dalam bertarung bukan hanya itu yang menjadi ukuran. ada yang nama nya tehnik, kecepatan, ketepatan dan pengalaman bertarung, saat ini jika kau dan Yang Tian bertarung walaupun jumlah energi qi murni kalian jauh berbeda, tetapi jika tehnik dan pengalaman bertarung Yang Tian lebih baik, maka aku yakin kalian akan imbang saat ini, apa kau paham?
sama saat Yang Tian dan Xiao Zhou bertarung, Xiao Zhou hanya memiliki 1800 energi qi murni, jauh di bawah Yang Tian yang memiliki 4000 energi qi murni, tetapi tehnik berpedang Xiao Zhou begitu sempurna, dan kecepatan serta ketepatan dalam bertindak cepat, milik Xiao Zhou tiada dua nya, harus nya mereka imbang. tetapi Xiao Zhou menang karena dia memiliki sesuatu yang tidak di miliki siapapun di tiga alam ini" ucap dewa pengetahuan.
mata Lou fang melebar,
__ADS_1
"apa yang bocah itu miliki Dewa Pengetahuan?" tanya Lou fang penasaran.