
gerbang besar itu di dorong oleh Xiao Zhou hingga terbuka, terlihat jalan begitu lebar terbuat dari batu bata ke abu-abuan membentang di hadapan nya, tembok setinggi sepuluh meter membentang di sisi kanan dan kiri sepanjang jalan itu.
di ujung jalan lebar itu terdapat sebuah gerbang lagi, tetapi gerbang itu begitu besar dan tinggi.
"penjantan ku itu adalah gerbang ke tujuh" ucap siluman laba-laba.
"kakak laba-laba, apa kau tidak bisa bicara normal, apa kau tidak bisa melihat disini ada nona kecil" ucap pemuda berpakaian Shinobi itu karena begitu risih mendengar kata pejantan.
"gerbang ke tujuh? bagaimana dengan gerbang ke lima dan ke enam? tanya Xiao Zhou.
dan di depan mereka tiba-tiba dari samping kanan dan kiri keluar dua orang yang yang satu menggunakan caping bercadar, dan yang satunya setengah wajah nya menggunakan topeng, melangkah dengan tenang kearah Xiao Zhou dan teman-teman nya.
"pejantan, kami akan menunggu mu di sini, kedua orang itu adalah penjaga gerbang ke lima dan ke enam," ucap siluman laba-laba.
Xiao Zhou menurunkan Jung Min Ha dari punggung nya dan mengangguk,
"hemm... dua orang sekaligus, ini benar-benar menyenangkan" ucap Xiao Zhou dan mencabut pedang panjang nya dan menyerang ke arah kedua orang itu.
"hemm... seperti nya orang yang menggunakan caping bercadar itu tidak asing bagiku" batin Xiao Zhou, keningnya sedikit berkerut.
Xiao Zhou menebaskan pedangnya nya sebuah Phoenix merah melesat kearah orang yang mengunakan topeng itu dan tiba-tiba seekor harimau memakan burung Phoenix merah itu dan membuat nya lenyap.
mata Xiao Zhou hampir tidak berkedip melihat hal itu,
"apa? seranganku begitu mudah di hancurkan oleh orang itu, ini akan sulit menghadapi dua orang dengan kemampuan seperti itu" batin Xiao Zhou.
dan orang yang mengunakan caping itu, kini sudah membelah diri nya menjadi sembilan dan mengelilingi Xiao Zhou, dan kesembilan orang itu mengeluarkankan pedang yang sama persis dengan pedang kematian milik Xiao Zhou.
"ilusi iblis, orang ini tidak salah lagi," batin Xiao Zhou.
"bagaimana kau bisa ada di sini? mengapa kau menggunakan tubuh ku?" tanya Xiao Zhou.
orang memakai caping bercadar itu membuka penutup kepala nya dan terlihat wajah Xiao Zhou di kehidupan pertama nya,
"itu tidak penting saat ini, bocah kau begitu lemah, kau terlalu memikirkan orang-orang di sekitar mu, sifat lembek mu itu membuat ku sangat muak, sangat berbeda dengan kehidupan mu yang dulu, orang-orang di sekeliling mu sudah membuat mu tidak akan bisa menjadi yang terkuat" ucap orang yang menggunakan tubuh lama nya.
"bedebah.... kau pikir bisa menang hanya dengan menggunakan tubuh lama ku, aku sudah pernah memotong leher itu, dan akan ku lakukan lagi saat ini" ucap Xiao Zhou terlihat senyum lebar di wajahnya.
"cobalah, karena kali ini bukan hanya tubuh mu saja, tetapi jiwa lama mu juga ada di sini" teriak orang itu.
dan seorang yang menggunakan topeng setengah mendarat di samping orang yang menggunakan tubuh lama Xiao Zhou,
walaupun hanya memperhatikan setengah wajah nya, tapi dapat di pastikan orang itu sangat tampan, dengan mata hijau gelap, dan pakaian yang begitu ketat berwarna hitam memperlihatkan tubuh tinggi ideal, menambah daya tarik nya
"adik ke tiga sebaiknya kau tidak usah membuang waktu kita habisi saja bocah ini" ucap pemuda bertopeng setengah itu
__ADS_1
"seperti nya orang ini sudah gila, menganggap dirinya adalah diriku yang dulu, bagaimana mungkin? jiwa ku bisa menjadi dua?" batin Xiao Zhou.
"penari ini benar, sebaiknya kalian tidak membuang waktu kalian, majulah kalian semua" teriak Xiao Zhou rambut panjang nya mulai melambai dan mata merah nya kembali menyala.
"cih bocah sombong.... matilah kau" teriak pemuda bertopeng setengah itu, dan melesat ke arah Xiao Zhou dan juga orang yang menggunakan tubuh lama Xiao Zhou juga melakukan hal yang sama.
"tarian pedang kematian" teriak Xiao Zhou dan ketiganya sudah bertarung dengan begitu sengit, tebasan-tebasan pedang energi dari ketiga nya menghancurkan apa saja yang di lalui nya.
jalanan lebar, dengan tembok setinggi sepuluh meter di samping kanan dan kirinya mulai hancur oleh pedang energi dari ketiga nya, tidak ada yang terlihat mengalami luka serius, dan tubuh Xiao Zhou harus menghantam tembok tebal saat pedang kematian nya menahan terjangan seekor harimau dan naga hitam secara bersamaan.
blaaarrrrr......
aaahhhhkkkkkkkk......
darah segar menyebur dari bibir nya, wajah nya penuh debu dan keringat dan pakaian atas nya sudah hampir hancur.
Xiao Zhou terbaring di bawah reruntuhan tembok tebal mata nya tidak dapat di buka, karena kelelahan bertarung.
dunia menjadi gelap,
"ahh... untuk pertama kalinya aku melihat malam di alam bodoh ini" batin Xiao Zhou dan menatap seseorang pemuda berusia 15 tahun sedang duduk di depan nya, mata terpejam sambil tersenyum ceria menatap kearah Xiao Zhou.
"tuan ku kau sudah lama bertarung, kemampuan jurus nyanyian pedang kematian, sudah lima puluh persen tuan kuasai, tapi sepertinya anda tidak pernah mau berpikir" ucap pemuda itu
"bukankah kau pedang semesta, kenapa kau membawa ku ke tempat ini" ucap Xiao Zhou.
Xiao Zhou hanya menggeleng, dan menyipitkan matanya,
"inti? kau benar, aku sudah mempelajari kitab nyanyian kematian yang ada di pikiran ku, tapi aku tidak mengetahui inti dari jurus ini, katakan padaku dimana inti dari jurus ini?" tanya Xiao Zhou.
"tuanku, karena kau sudah bertanya, maka aku akan dengan senang hati menjawab nya, ingat kah tuan dengan tulisan yang ada di pedang yang setiap hari ada bawa itu? itu adalah inti dari nyanyian pedang kematian" ucap pedang semesta.
mata Xiao Zhou melebar sesaat, dan mulai mencoba mengingat apa yang tertulis di pedang panjang nya.
mata Xiao Zhou tiba-tiba terbuka, dan mendapati dirinya di bawah reruntuhan tembok tebal dan perlahan mencoba bangkit dengan sisa tenaga nya, dengan punggung tangannya mengusap darah yang keluar dari hidung nya.
"TIDAK BERMATA, TIDAK BERHATI, TIDAK BERJIWA,DAN TIDAK TERPIKIRKAN" guman Xiao Zhou
Xiao Zhou mulai memegang dan mengangkat pedang panjang nya yang melengkung, di depan mata nya, menatap nya dalam-dalam dan memejamkan matanya sebuah sinar kehitaman muncul di pedang itu, dan mulai mengingat ucapan pedang semesta.
"tidak bermata, saat kau memegang pedang kau sudah harus yakin dengan target mu, saat itu kau akan melupakan siapa dia? dan asal usul dari lawan mu itu, yang tersisa adalah kau harus menghabisi nya.
"tidak berhati, saat kau sudah yakin dengan lawan mu, hati mu akan menghilangkan dan kau menyerang tanpa sedikitpun keraguan.
"tidak berjiwa, saat tidak ada keraguan, maka jiwa mu akan menghilangkan, saat tahap ini tidak akan ada lagi ketakutan akan kematian mu, karena kau sudah tidak berjiwa.
__ADS_1
"tidak terpikirkan, tahap terakhir ini dimana lawan mu sudah tidak dapat lagi membaca gerakan mu, dan kau tidak akan dapat mengalahkan orang yang bahkan tidak bisa kau pikirkan." ucapan pedang semesta terngiang di pikiran Xiao Zhou.
Xiao Zhou melayang tubuh nya dengan begitu lentur dan efektif mengatasi serangan dari kedua lawannya yang terus menyerang.
"ini sangat berbeda dengan yang tadi, pejantan ku seperti sudah di tahap yang berbeda kali ini, kultivasi nya meningkat lebih cepat dari pada seorang berlatih" ucap siluman laba-laba sambil menggigit bibir bawahnya.
"kakak siluman benar, bocah itu berlatih saat melakukan pertarungan hidup dan mati, jadi hasil nya lebih efektif dari pada sekedar berlatih, karena resiko nya sangat berbeda jika sampai kalah" ucap pemuda berpakaian Shinobi itu.
xiao Zhou dengan mata terpejam mulai melakukan serangan balasan, walaupun dapat di tahan oleh lawan tetapi wajah Xiao Zhou begitu tenang, dan perlahan senyum nya mulai terlihat
"lingkaran pedang kematian" guman Xiao Zhou dan berputar di udara membuat lingkaran searah jarum jam.
Xiao Zhou mulai mengeluarkan selendang pedang, dan jurus kegelapan tak berujung nya, kedua lawan Xiao Zhou tidak mau kalah dan mengeluarkan jurus naga hitam, dan cahaya harimau, jurus-jurus itu beradu di udara dan membuat sambaran petir di mana-mana.
dan kini dua orang kembar yang sedang bertarung menghentikan pertarungan nya dan merasakan sesuatu yang berbeda di alam mereka dan melesat kearah gerbang dan duduk dengan tenang di samping siluman laba-laba.
mata semua orang tidak pernah lepas dari gerakan Xiao Zhou yang begitu indah dan tepat di setiap langkah yang di ambil nya.
"kakak ke dua kita tidak akan bisa mengimbangi nya jika terus seperti ini serang dengan kekuatan penuh sekarang" teriak orang yang bertopeng setengah itu.
kedua nya berubah dan menjadi bayangan naga hitam dan harimau cahaya, dan menyerang dari segala arah.
senyum lebar Xiao Zhou terlihat jelas saat ini
"apa yang terjadi dengan bocah itu, tidak ada raut kekhawatiran di wajahnya," ucap Dewa api Zhang.
dan kedua lawan Xiao Zhou mulai mendekat dengan ke arah Xiao Zhou, dan bersamaan dengan itu mata Xiao Zhou terbuka,
dan sebuah bayangan naga putih keluar dari tebasan nya dan menghancurkan kedua bayangan binatang lawan nya yang menyerang ke arah nya.
bammmmm.......
bammmmmmm.....
keduanya terkena terjangan naga putih itu tanpa dapat menghidar....
blaaarrrrr.....
kedua menghantam tembok tebal membuat tempat itu hancur dan runtuh,
Xiao Zhou mendarat dengan pelan rambut panjang nya dan pakaian nya kini melambai dengan begitu lembut, dan halus.
kristal biru di kening nya kembali bersinar sesaat, membuat wajah nya begitu tampak mempesona,
bibir siluman laba-laba, dan Jung Min Ha terbuka lebar, dan tersadar saat mereka menelan ludah nya sendiri.
__ADS_1
"ememmm.... seperti nya penjaga gerbang ke lima dan ke enam harus mengakui kekalahan mereka, kali ini" ucap siluman laba-laba, dan hanya sedetik sudah merapat di tubuh Xiao Zhou yang bertelanjang dada,
"tubuh mu ini begitu menakjubkan, beristirahat lah sebentar biar aku melayani mu" ucap siluman laba-laba dan memberikan sebuah jubah indah pada Xiao Zhou.