Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
ch. 85


__ADS_3

Dewa pengetahuan mondar-mandir di sebuah ruangan yang di penuhi rak-rak buku yang begitu tinggi dan di penuhi berbagai macam buku, sesekali matanya menatap sebuah kotak, Dewa tua itu keluar dari ruangan itu, dan tidak beberapa kepala muncul dari balik pintu dan menatap kotak itu.


Dewa tua itu kembali masuk sambil membaca sebuah buku, namun mata nya masih saja sesekali menatap kota itu, dan Dewa itu menggelengkan kepalanya dan melemparkan buku yang di pegang nya ke belakang kepala, dan mendekati kotak itu, sekarang wajah yang di penuhi kumis dan jenggot panjang itu terlihat begitu besar.


"baiklah.... baiklah... aku akan bicara," ucap Dewa pengetahuan di hadapan kotak itu, sambil mengeluarkan sebuah catatan kecil.


"emmmm... aku ucapkan banyak terimakasih atas semua apresiasi kalian, apapun itu, saran, kritik, komentar, like, tips, vote, bahkan hujatan, aku terima dengan segala kerendahan hati, karena mungkin saja pantas untuk di hujat, karena semua itulah yang membuat penulis bisa berkarya lebih baik lagi, jadi jangan bosan, dan terus lah menghujat para author, di penghujung ini tidak lupa author meminta maaf jika ada kesalahan-kesalahan maupun kata-kata yang tidak berkenan di hati para Genk semua, akhir kata author ucap kan, salam satu imajinasi... Izzyl," ucap Dewa pengetahuan, wajah nya tampak ditekuk dengan senyum masam.


Dewa pengetahuan menyipitkan matanya menatap catatan kecil itu lagi, kepalanya menggeleng seolah tidak percaya,


"judul, reinkarnasi Dewa Kematian, ini sebaiknya di ganti saja, banyak reader yang tidak setuju,


"author, izzyl


"cita-cita, polygami? aahh... seperti nya itu bukan cita-cita, tapi obsesi,

__ADS_1


"apalagi ini? mata Dewa pengetahuan melebar, bola matanya bergerak-gerak.


"jika kau pikir aku akan membaca catatan memalukan mu ini, kau salah, aku ini pria terhormat, tidak... tidak.. aku tidak Sudi membaca nya, ini membuat ku bibir ku geli, benar-benar sampah," ucap Dewa tua itu meremas catatan kecil itu menjadikan debu.


sambil menghela nafas panjang, wajah Dewa pengetahuan kembali normal,


"aahhh... mungkin banyak pertanyaan dari kalian semua, kemana gerbang itu membawa keluarga Xiao Zhou? atau kenapa wanita bercadar itu membantu Xiao Zhou, baiklah.... baiklah, nanti aku akan menjawabnya, jika ada pertanyaan lagi, masukkan dalam komentar, mungkin akan terjawab di RDK 2, tapi sepertinya author masih sibuk menaikan batu bata di belakang,"


Dewa pengetahuan mendekatkan wajahnya ke kotak itu, sesekali matanya menatap kebelakang, dan meletakkan telapak tangan di samping bibir nya seperti orang berbisik,


"kalian bisa lihat kan? lihat pakaian lusuh dan wajah Kumal nya, seperti nya author izzyl sudah tiga hari tidak makan, jadi bersabarlah," bisik Dewa pengetahuan dengan mata menyipit serta mengangguk-angguk kecil, dan pria tua itu mengambil sebuah buku dan membawa nya keluar dari ruangan itu.


****


di ujung goa itu, sebuah ruangan di kelilingi pilar-pilar kokoh, dengan dinding yang di ukir dengan berbagai motif, beberapa goresan pedang sedikit merusak keindahan ukiran-ukiran di dinding batu itu.

__ADS_1


tampak seorang pria berusia sekitar 35 tahun, membeku dengan posisi setengah berlutut berada dalam di tengah-tengah ruangan berpilar itu, wajahnya terlihat begitu tampan dengan sebuah kristal merah di kening nya, sepasang sayap terbuat dari Pedang es menutup sebagian besar tubuh nya


bahkan dari balik cadar dapat di pastikan jika wanita itu sedang tersenyum, jemari tangan nya menelusuri permukaan sayap dari pria itu.


"jubah pedang, sangat indah, mungkin tulang Phoenix di tubuh mu membuat mu terlihat anggun, terlahir sebagai jenius pedang, Dewa dari semua Dewa Pedang, guru dari semua guru pedang, dan guru Wu Xiang kau selalu terlihat mempesona," ucap wanita bercadar itu, tiba-tiba saja telinga dari pria membeku itu sedikit bergerak, membuat beberapa serpihan es terjatuh.


"kau sudah terbangun rupanya," ucap wanita itu sambil tersenyum di balik cadarnya.


wanita itu berbicara dengan bahasa Dewa kuno, melantunkan sebuah syair di zaman nya, dan bersamaan dengan itu muncul huruf suci keemasan dan masuk ke kristal merah yang ada di kening pria membeku itu.


"meski sedikit angkuh, Phoenix adalah binatang yang setia, kau begitu mencintai pedang mu, dan sayang kau juga mencintai ku, wanita yang tidak memiliki hati, bangun lah, pasangan mu sudah menunggu, tapi tentunya kau harus mengalahkan Phoenix lain nya, dia adalah seekor Phoenix hitam, kau tentu lebih tahu artinya itu," ucap Dewi Liu Xiang Lin.


wanita itu melayang,


"hemmm... Phoenix hitam? dia liar dan mematikan, tapi dia juga memiliki sisi lain, dia sedikit lebih bergairah," batin wanita itu dan menghilang.

__ADS_1


"praaakkkk.... praaakkkk.... prakkkkk...." terdengar suara retakan di ruangan itu.


*****


__ADS_2