
suami?" guman wanita yang membawa soup ayam itu, dan juga beberapa pria di dekat Xiao Zhou, sambil menatap seperti tidak percaya.
"adik Xiao.... jadi, wanita seperti Dewi ini adalah istrimu?" ucap seorang pria dengan suara bergetar hebat.
Park Min Ji tersenyum ramah menatap pria di dekat Xiao Zhou
"suami kau tidak mengenalkan aku pada teman-teman mu? kau suami yang buruk," ucap Park Min Ji dengan nada merajuk
"dan adik... terimakasih kau telah begitu baik membawakan suami ku soup ayam, aku sebenarnya ingin, tapi aku sedang mengandung anak kami, jadi aku sedikit mual jika mencium aroma ayam, bisa kau singkirkan soup mu itu," ucap Park Min Ji dengan begitu lembut, namun hawa pembunuh yang pekat.
dan tidak lama gadis itupun meninggalkan meja Xiao Zhou dan Park Min Ji yang tersenyum penuh kemenangan, dan semua teman-teman Xiao Zhou kembali bekerja.
"apa yang kau lakukan nyonya? permainan apa lagi ini, aku tidak mengerti kau selalu mencoba menghindar dari ku, dan sejujurnya itu sama sekali tidak masalah," ucap Xiao Zhou tenang
"hemm.... pelan kan suara mu saat menyebut nama nyonya, apa kau ingin di tangkap penduduk karena kita tidur satu rumah tanpa ikatan suami istri," ucap Park Min Ji.
"dengar... kau saat ini berperan sebagai suami ku, jadi bertingkah lah sebagai suami yang setia, aku tidak tahan para gadis kecil itu mencoba menggoda mu," ucap Park Min Ji yang sudah tidak mampu menahan rasa cemburunya, dan menatap Xiao Zhou dengan sorot penuh ancaman.
Xiao Zhou mengangguk, dan mencoba menelan makanan nya yang seperti tersangkut di tenggorokan nya.
siang berganti malam, para penduduk mulai pulang, hanya ada beberapa yang tinggal, Xiao Zhou dan tuan Wen serta kepala desa sedang duduk dengan pasangan mereka sambil menikmati guci masing-masing.
"aahhh... adik Xiao kau benar-benar beruntung, istri mu begitu cantik," ucap kepala desa sambil mengangguk-angguk, wajah memerah karena sudah mabuk.
__ADS_1
"kepala desa benar, adik Xiao kau harus menjaganya dengan baik," ucap tuan Wen menimpali
tuan Wen yang memiliki kumis yang tumbuh hanya di bagian ujung bibirnya saja terlihat lebih mirip ikan dengan alis melengkung ke bawah.
"sudah-sudah kalian para lelaki sudah minum dari sore, sebaiknya kalian mandi dan istirahat," ucap nyonya Wen.
Park Min Ji yang selalu menempel dengan Xiao Zhou hanya tersenyum memegang guci milik Xiao Zhou namun tidak menuangkan guci Xiao Zhou ke cawan milik remaja itu.
"kau tidak akan mendapatkan setetes pun dariku, minta saja pada para gadis itu," bisik Park Min Ji, yang juga sudah meneguk beberapa kali isi guci milik Xiao Zhou.
"aahhh... melihat kalian aku jadi ingat masa lalu ku, istriku dulu meski tidak secantik nyonya Xiao, tapi tubuh subur nya sangat indah, bahkan dia mencukur rambut di bagian itu nya... hahaha...." ucap kepala desa yang sudah begitu mabuk.
"prannkkkkk....," sebuah guci mendarat di kepala Kepala desa dan membuat nya pingsan.
tuan Wen hanya tertawa melihat kejadian itu,
"hahaha.... aku suka bagian yang sudah di cukur i-....
"prannkkkkk....." sebuah guci yang serupa juga sudah mendarat di kepala tuan Wen, membuat pria berkumis mirip ikan itu tertidur di atas meja.
"aahhh... aku bilang juga jangan minum terlalu banyak," ucap nyonya Wen sambil membuang sisa guci yang di gunakan memukul kepala suami nya.
"sebaiknya kalian berdua pulang saja, ingat tiga hari lagi datang lah," ucap istri kepala desa sambil memapah suami nya yang pingsan, begitu juga dengan nyonya Wen.
__ADS_1
Xiao Zhou dengan cepat berdiri dan segera meninggalkan tempat itu di ikuti oleh Park Min Ji, kepala wanita cantik itu melenggak-lenggok seperti begitu senang.
"seharian berperan sebagai istri dari pemuda ini membuat ku begitu bahagia, meski dia sedikit bodoh tapi aku menyukai nya, aahhh.... seperti nya aku tidak mampu melawan perasaan ku lagi," batin Park Min Ji
"aaahhh... semua pria menyebalkan," guman Park Min Ji di sela-sela perjalanan mereka.
Xiao Zhou hanya tersenyum tipis,dan hanya diam dan terus melangkah.
"bagaimana dengan mu apa kau juga menyukai wanita yang di cukur?" tanya Park Min Ji yang sudah terpengaruh minuman dari Xiao Zhou.
Xiao Zhou hanya mengangguk,
"apa nyonya juga akan memukul kepala ku?" tanya Xiao Zhou menatap tangan Park Min Ji yang tidak memegang guci.
"hihihi... ternyata kau bocah nakal juga, tapi tenanglah, aku tidak akan memukul mu, hemmm... kadang para pria memang suka yang aneh-aneh," ucap Park Min Ji sambil menggeleng tidak percaya membahas hal memalukan seperti itu.
mereka berdua menelusuri jalan desa yang masih cukup ramai dan di hiasi lentera-lentera pernikahan, mata indah Park Min Ji mengamati keindahan jalanan desa malam itu, beberapa pelayan terlihat keluar masuk kediaman kepala desa membawa gerobak barang,
"malam ini sangat indah," guman Park Min Ji menatap Xiao Zhou yang juga seperti menikmati keramaian malam itu.
Park Min Ji berhenti di depan sebuah toko khusus wanita, dan menatap ke arah Xiao Zhou.
"kau tunggu aku di sini, dan jangan mengintip ke dalam," ucap Park Min Ji dengan mata melebar ke arah Xiao Zhou, dan merogoh jubah nya mengeluarkan kantung uang milik Xiao Zhou, dan menggoyang-goyangkan nya sambil menatap Xiao Zhou dengan tersenyum licik, membuat Xiao Zhou hanya memajukan ujung bibirnya dengan tatapan begitu acuh.
__ADS_1
saat Park Min Ji masuk, dua orang mendekati Xiao Zhou.