
baiklah suami kecil... sekarang aku pergi anakmu sangat nakal, aku harus mengawasi belajar, malam ini kita ada urusan yang belum selesai" ucap Xue dengan senyum nakal nya, dan meremas kebanggaan Xiao Zhou seperti gemas.
Xiao Zhou kembali menatap gambar itu, setelah Xue keluar dari ruang baca nya, pikiran nya teringat ucapan Dewa suci Qing Tao
"lima tahun dari sekarang, tepat nya di akhir tahun rusa api, datang lah ke perpustakaan di sebelah barat kota huangdong, maka kau akan bertemu dengan Sastrawan Tangan Dewa, karena untuk pertama kalinya nama itu di ucapkan di tempat itu, oleh dirinya sendiri" ucap Dewa suci Qing Tao
"hemmm... jadi kurang lebih lagi empat tahun, kekacauan ini sebentar lagi akan berakhir, jadi kira-kira usia pemuda itu saat ini sekitar 20 tahun, dan akan sedikit mudah mencari nya karena dia bukan dari kalangan kultivator" batin Xiao Zhou.
"kekacauan ini tidak bisa di hindari, anakku Zhou'er kau tidak perlu menghancurkan kejahatan, karena semakin kau menghancurkan nya, maka kekacauan itu akan semakin melebar, jika kau ingin membantu kau hanya cukup menahan nya saja, apa kau mengerti?" ucap Dewa suci Qing Tao dalam bayangan Xiao Zhou.
sama seperti ku, aku tidak akan menghentikan Yun fengyin membunuh ku, tapi aku akan merusak tubuh setengah abadi nya, setelah Yun fengyin memakan ku, dengan meminum arak bersama mu semalam" ucap Dewa suci itu lagi
"merusak? apa maksud mu dewa suci" tanya Xiao Zhou saat itu.
"kau, aku, para penjaga pulau, mungkin juga para istri mu adalah setengah abadi, tubuh kita tidak akan menua ataupun mati karena usia, tetapi kita bisa saja di bunuh, para Dewa dan kaisar langit tidak seperti kita, mereka semua akan termakan usia dan menua, tetapi Yun fengyin tubuh setengah abadi nya akan berbeda, kelak kau akan melihat nya.
dan satu lagi marga dari anak-anak mu sebaiknya mengikuti marga ibu nya, karena jika mengikuti marga Xiao pembantaian antara anak-anak mu kelak tidak dapat di hindari." ucap Dewa suci Qing Tao.
"Kenapa bisa begitu Dewa?" tanya Xiao Zhou
"saat mereka dewasa, marga Xiao akan membuat mereka bersaing dan berusaha mengikuti nama besar mu, dan sehingga ambisi membutakan mereka, jangan lupa kau adalah reinkarnasi dari sang Dewa kematian, kau tentunya masih ingat ambisimu di kehidupan pertama mu, tapi di kehidupan ini ambisi mu di segel oleh dewa Lou yi, dan setelah segel mu terbuka, ambisi mu sudah di redam oleh jiwa baru yang masuk di tubuh mu" ucap Dewa suci Qing Tao.
"aku mengerti dewa suci" ucap Xiao Zhou.
Xiao Zhou menarik nafas dalam-dalam, mengingat kejadian waktu itu, dan keluar ruang baca nya, dan melangkah keluar dari pulau nya.
matanya menatap kembali ke istana nya, terlihat beberapa bulan terakhir, ribuan pekerja sedang merenovasi seluruh istana nya.
"maaf tuan muda beberapa hari lagi istana anda akan selesai, kami mohon maaf karena ketidak nyamanan anda," ucap beberapa orang yang membungkuk di samping nya, tampak orang-orang itu tidak memiliki rambut dan terlihat sudah sepuh karena kumis serta jenggot nya begitu panjang.
"aahhh... kalian pasti para alhi bangunan suku bulbul, kalian semua memiliki kemampuan tinggi, aku sangat senang kalian mau membantu ku" ucap Xiao Zhou.
semua orang tadi kini berlutut,
"tuan muda... jangan bicara seperti itu, kami hidup karena tuan muda datang ke pulau ini, jadi sudah sepantasnya kami melakukan yang terbaik hanya untuk anda tuan muda" ucap ahli bangunan itu.
"sudahlah para ahli bangunan, aku perintahkan kalian semua berdiri, dan bekerjalah kembali" ucap Xiao Zhou lembut, merasa tidak nyaman jika orang tua berlutut di hadapan nya, dan tidak ingin berdebat lagi dengan orang-orang itu.
"baik tuan muda, kami mohon diri" ucap orang-orang tidak berambut itu sambil tersenyum mendengar ucapan lembut dari tuan nya dan pergi dengan semangat.
******
__ADS_1
tiba-tiba lautan menjadi tenang, tidak ada gelombang sedikit pun seluas puluhan kilometer di sekitar perahu kecil yang sedang melintas, menuju Kekaisaran Ming.
seorang wanita muda menggunakan jubah berkerudung berdiri, di atas sebuah perahu kecil itu..
tampak sebuah pedang panjang di punggung nya, dan pedang itu melebihi tinggi wanita muda itu, membuat nya terlihat menggelikan.
beberapa bajak laut melihat kearah perahu kecil itu.
"sebaiknya kita tidak menggangu nya, perahu kecil itu harus nya sudah hancur di terjang gelombang, tetapi ini tidak terjadi pada nya" ucap seorang perompak itu.
"hahaha... dasar sampah penakut, melihat perawakan dia adalah wanita muda, kita sudah berbulan-bulan di tengah lautan, apa kau tidak ingin memanjakan adik kecil mu itu pada wanita muda itu hah?" ucap salah satu perompak lain nya, dan di sambut teriakan senang dari perompak lain nya.
"ayo kita tangkap wanita itu" ucap kepala perompak itu dan mendekati perahu kecil itu.
"nona daratan masih sangat jauh dari sini, sebaiknya nona ikut dengan kami," teriak seorang perompak itu.
wanita berkerudung itu hanya diam saja, sampai tiga perahu kecil milik perompak mendekati nya dan ingin menangkap nya.
"kalian semua pergilah, aku tidak ada urusan dengan kalian" ucap suara wanita itu menggema di udara, seperti bukan suara milik nya.
beberapa perompak terkejut dengan suara menggema itu, dan ingin mengurungkan niatnya menangkap gadis itu tetapi kepala perompak di atas kapal tetap memerintahkan menangkap gadis itu.
"apa yang kalian tunggu bodoh, cepat tangkap hidup-hidup wanita itu" teriak kepala perompak, para perompak di perahu kecil masih diam tidak bergerak.
wanita muda itu melayang dan terbang menuju atas kapal para perompak itu, dan mendarat dengan keras di atas nya.
blarrrrrr.....
kapal perompak itu hancur menjadi serpihan kecil-kecil termasuk para perompak yang ada di atas kapal itu.
beberapa serpihan kapal mulai tenggelam, tampak laut berwarna merah di sekitar kapal itu karena darah dari tubuh yang hancur.
wanita itu melayang kembali ke perahu kecil nya, dan perahu kecil itu pun melintas dengan tenang mendekati daratan.
wajah perompak di perahu kecil-kecil itu membeku melihat kejadian di depan mereka, tidak ada kata yang keluar, mereka hanya diam membiarkan wanita dengan pedang panjang itu pergi begitu saja.
langit sudah gelap, perahu kecil itu baru mencapai pantai, wanita berkerudung itu melompat dan menginjakkan kaki nya di atas pasir putih di kekaisaran Ming.
"dataran utama, aku datang" ucap wanita itu.
****
__ADS_1
di tempat lain di bagian timur ibukota kekaisaran Ming.
di sebuah penginapan kecil, seorang wanita cantik duduk tatapan matanya terlihat kosong, pikiran nya menerawang, sampai seorang pelayan wanita masuk ke ruangan nya
"nyonya ini ramuan anda" ucap pelayan itu, dan menaruh mangkuk di hadapan wanita cantik itu
wanita cantik itu tidak menjawab ucapan pelayan itu, pikiran nya masih melayang-layang.
"apa orang yang membawa ke tempat ini datang?" tanya wanita cantik itu
"oh... suami anda? tidak nyonya suami anda belum datang" ucap pelayan itu
"cih... suami? aku tidak memiliki suami seperti itu" batin wanita itu yang tidak lain adalah Lou Rong
ilustrasi Lou Rong.
"nyonya kalian berdua begitu serasi, nyonya begitu cantik dan suami anda juga sangat rupawan, walaupun suami anda terlihat lebih muda dari nyonya, apa nyonya berasal dari kekaisaran zarzantium? wajah nyonya berbeda dengan orang di sini pada umumnya, aku dengar tubuh orang di kekaisaran itu lebih besar dan tinggi dari kami" pelayan itu begitu banyak bicara nya.
"benarkah?" maksudku benarkah kami serasi?" tanya Lou Rong, dadanya berdebar kencang.
"tentu saja nyonya kalian sangat cocok," ucap pelayan itu dan meninggalkan ruangan Lou Rong.
Lou Rong tersenyum mengingat beberapa hari yang lalu, saat membuka matanya pertama kali setelah sadar, adalah pemuda yang sangat di rindukan nya.
tubuh nya penuh dengan lumpur hitam dengan bau sangat menyengat, tetapi Xiao Zhou seperti tidak peduli dan mengangkat tubuhnya dan memasukkan nya di dalam bak mandi.
wajah Lou Rong merah dan matanya terbelalak saat menyadari jika selama ini dirinya tidak menggunakan pakaian sama sekali.
"bocah tengik, aku pasti akan membunuhmu" ucap Lou Rong dengan suara terputus-putus, kondisi nya masih begitu lemah, karena organ-organ tubuh nya yang hancur baru mulai bekerja lagi.
"lakukan itu saat tubuh mu sudah kuat kembali" ucap Xiao Zhou yang kini sudah membantu Lou Rong membersihkan tubuh nya.
"pergilah, aku bisa sendiri dasar manusia mesum" ucap nya semakin lemah, jangan kan mandi mungkin dirinya akan tenggelam di bak mandi itu jika tidak di pegang oleh Xiao Zhou karena tubuh lemah nya.
Xiao Zhou yang mengetahui kondisi Lou Rong tidak menjawab, dan terus saja menggosok tubuh Lou Rong dengan cairan pembersih, membuat nya merasa geli dan nikmat di saat bersamaan, hanya bagian-bagian paling pribadi nya saja yang tidak tersentuh tangan Xiao Zhou.
ammmmssss... Lou Rong mendesah kecil, saat tangan nakal Xiao Zhou membersihkan daerah tertentu di tubuhnya,
Lou Rong hanya bisa menggigit bibir bawahnya dan pasrah dengan perlakuan Xiao Zhou.
__ADS_1
Lou Rong menutup wajahnya, saat mengingat kejadian itu, tanpa sadar tangan nya sudah menyentuh kedua gunung milik nya.
"bocah kecil itu begitu nakal aku sangat malu, walaupun aku tahu dia begitu tulus menolong ku" batin Lou Rong.