Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
penguasa ke 15


__ADS_3

Zhen lu mengamati pedang kematian tanpa berkedip, jari-jari panjang dan berkuku runcing itu, meraba seluruh bilah pedang kematian, tidak ingin melewatkan satu mili pun


" ini pedang yang sangat keras, panjang pedang ini 168 sentimeter sampai gagang nya" ucap Zhen lu sambil menggeleng.


kedua wanita cantik di tempat itu begitu tegang melihat Zhen lu memegang pedang kematian


Zhen lu hanya tersenyum,


" kalian berdua tenanglah, aku sudah tidak memiliki kekuatan untuk membunuh bocah ini, lagipula jiwaku sudah memilih tinggal di tubuh bocah itu, daripada kembali ke tubuh ku" ucap Zhen lu


kedua Dewi itu menghembuskan napas nya dalam-dalam lega, karena terlihat kejujuran di mata iblis itu, dan tiba-tiba mereka dikejutkan oleh kedatangan harimau berduri yang sudah dalam wujud manusia paruh baya.


"tuan kediaman anda sudah aku siapkan, ini adalah pulau keseimbangan bumi, muncul setiap 15 ribu tahun sekali dan anda adalah penguasa yang ke 15, selamat tuan muda, dan namaku adalah zhifu " ucap pria setengah baya itu


"hahahah, ini begitu tiba-tiba rupanya, pantas saja, tidak aku ketahui sejak awal" ucap Zhen lu


xiao Zhou menggeleng,


"ada satu pertanyaan yang ingin aku ketahui jawabannya kakek iblis, bagaimana jiwamu bisa masuk kedalam tubuh ku?" ucap xiao zhou


"hahaha itu ulah kakakku mou lu, dia selalu selangkah di depanku, dia pasti sudah mempersiapkan semua ini, dia pasti akan tahu aku akan memukulmu dengan pukulan tujuh jiwaku, dan si licik tua itu memasang kutukan dalam tubuh mu, terhadap pukulan tujuh jiwaku itu" ucap Zhen lu menggeleng seakan tidak percaya.


"bocah sebaiknya kau cepat mendapatkan bagian jiwa mou lu yang terakhir, atau aku akan mendominasi dalam tubuh mu, dan ada satu hal yang sangat penting lagi, aku sudah membuka gerbang terdalam, dalam 90 hari gerbang itu akan tertutup, aku harap saudara ku tidak melepaskan binatang iblis kami, atau peradaban manusia akan musnah" ucap Zhen lu


semua mata terbelalak, wajah mereka menjadi pucat


"binatang iblis?? bukan kan saat ini di bumi banyak binatang iblis" ucap xiao zhou dan semua ikut mengangguk setuju


" yang ini sedikit berbeda bocah, bahkan kami para iblis harus merantai tulang punggung binatang itu, untuk mengendalikan nya, gaya bertarungnya hampir mirip dengan mu, dan pedang yang digunakan juga sangat panjang tapi binatang itu memiliki dua pedang panjang yang haus darah" ucap Zhen lu tersenyum jahat ada sedikit kengerian di wajahnya..


"baiklah waktu ku telah tiba" ucap Zhen lu


dan perlahan tubuh Zhen lu mulai berubah menjadi debu hitam dan melayang ke udara dan lenyap....


langit mulai gelap semua orang mengikuti zhifu masuk kedalam sebuah istana, tampak istana itu begitu indah dalam temaram cahaya, walaupun tidak begitu megah, tetapi terasa begitu hangat di ruangan itu.


"ini adalah kediaman anda di tingkat terbawah, kalau anda ingin melihat tingkat berikutnya di pulau ini aku akan menemani anda tuan, tuan hanya perlu memanggil namaku saja" ucap zhifu sopan.


"baiklah paman zhifu, terimakasih atas kebaikan mu" ucap xiao zhou


kedua Dewi itu langsung mendekati xiao Zhou begitu zhifu meninggalkan mereka, Lou fang hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"sekarang sebaiknya kita semua beristirahat, dan kakek Lou fang ada yang ingin aku katakan besok" ucap xiao zhou dan melangkah kedalam pintu besar di lantai dua


Lou fang mengangguk, dan memasuki salah satu kamar di lantai bawah.


Li Mei yin, memeluk lengan kanan xiao Zhou, dan seperti tidak mau mengalah Yun Li Wei memeluk lengan kiri xiao Zhou


"bocah aku akan mengobati luka mu dulu" ucap Li Mei yin setelah mereka masuk kedalam kamar


Xiao Zhou hanya mengangguk,


" apa kalian keberatan jika aku membuka seluruh pakaianku? tanya Xiao Zhou


kedua Dewi itu menggelengkan kepala mereka, tidak ada kata yang keluar dari bibir mereka, hanya terdengar pelan suara ludah yang tertelan.


Xiao Zhou mulai membuka seluruh pakainnya yang sudah rusak, dan mengambil handuk untuk menutupi kebanggaan nya..


wajah kedua Dewi itu sedikit memerah, mata mereka sedikit melebar Melihat tubuh polos Xiao Zhou, kali ini Yun Li Wei dengan jelas melihat itu nya Xiao Zhou, dan terlihat di wajahnya sedikit perasan tidak percaya, bahwa benda itu sudah membuat nya hampir gila.


" luka-luka mu begitu besar, eh maksudku begitu dalam" ucap Yun Li Wei yang sedang membersihkan luka di bagian lambung Xiao Zhou, matanya berkali-kali menatap kearah handuk yang digunakan Xiao Zhou.


"kalian berdua ini sebaiknya istirahat, kita akan bicarakan besok semua nya" ucap xiao zhou pelan setelah selesai mengobati luka-luka nya


"aku setuju sebaiknya kita bicara besok saja, kau adik Li sebaiknya tidur di kamar mu, kami akan tidur dulu tanpa bicara" ucap Yun Li Wei yang juga naik keatas ranjang xiao zhou


Yun Li Wei menatap Li Mei yin dengan kesal keakraban saat xiao Zhou bertarung kini sirna, berganti dengan hawa pembunuh keluar dari kedua Dewi itu.


"aku tidak mau bibi Yun, kalian sudah melakukan itu di dalam pusaka kurang ajar itu, sekarang giliran ku" ucap Li Mei yin mata nya tidak kalah melebar dengan Yun Li Wei, dan tetap memanggil Yun Li Wei dengan sebutan bibi


"bagaimana kau bisa tahu? tanya xiao zhou dan cubitan keras dari Li Mei yin bersarang di perut xiao Zhou


" dasar bocah mesum, hidungku kenal betul aroma mu ada dalam milik nya" teriak Li Mei yin kesal, menatap keselangkangan Yun Li Wei


" dan juga lehernya penuh bekas gigitan, aku rasa tidak ada serangga dalam pusaka itu" ucap Li Mei yin lagi


wajah Yun Li Wei memerah dan jari-jarinya segera menutupi jejak Xiao Zhou di leher dan bawah telinga nya..


Yun Li Wei sedikit tersenyum dan sambil menggigit bibir bawahnya mengingat kejadian indah itu, tubuh nya bereaksi lagi, dan terasa basah, pahanya merapat dan sedikit kesulitan berjalan..


"baiklah, kita akan tidur bersama saja malam ini, aku masih terluka" ucap xiao zhou mencari jalan keluar dari situasi yang bahkan lebih sulit dari pertarungan.


mereka berdua mengangguk setuju,

__ADS_1


" benar kau masih terluka, kita sebaiknya istirahat" ucap Yun Li Wei bijak, segera mengalihkan pikiran nya tadi


.......


di istana langit...


cahaya putih memasuki aula kaisar, dan kaisar langit pun melambaikan tangannya, sehingga pesan itu terbuka di aula itu..


cahaya putih itu kini berubah menjadi sebuah layar dan memperlihatkan apa yang di saksikan oleh pengawal yang di utus itu...


semua memandang pesan dari pengawal itu, terlihat bagaimana Yun fengyin dengan licik membunuh panglima Yun Yuwen, dan juga membunuh pengawal itu..


mata mereka semua tidak berkedip dan banyak diantara menjadi geram.


wajah kaisar langit tetap tenang, karena sebagai kaisar langit dirinya sudah di tempa puluhan ribu tahun dengan berbagai situasi yang menguras emosi....


walaupun wajah nya tenang tapi kaisar langit tetaplah seorang ayah, melihat anak-anak nya saling membunuh, membuat nya begitu sedih.


tangan nya sedikit bergetar, dan mengepal keras...


" aku perintahkan jendral Liu memimpin 10ribu pasukan untuk menangkap penjahat fengyin" ucap kaisar langit setelah selesai melihat pesan itu.


semua orang saling memandang, dan tiba-tiba saja dewa pengetahuan maju selangkah dan memberi hormat..


" maafkan aku yang mulia, saat ini sebaiknya yang mulia tidak mengerahkan pasukan langit, aku yakin penjahat itu sedang bersembunyi, dan ini akan adalah tindakan sia-sia" ucap dewa pengetahuan


kaisar langit mengelus jenggot panjang nya, dan mengangguk...


" apa kau memiliki saran dewa pengetahuan? tanya kaisar langit


dewa pengetahuan menganggukan kepala nya


" setelah menghisap jiwa panglima Yun Yuwen, kekuatan penjahat itu saat ini sama kuatnya dengan panglima Yun Yuwen, jadi yang hampir bisa menghadapi nya hanya 5 dewa pemburu Yang mulia" ucap dewa pengetahuan


kaisar langit mengangguk lagi,


" baiklah... aku perintahkan kelima dewa pemburu untuk membawa kepala penjahat fengyin kehadapan ku" ucap kaisar langit, sudut matanya sedikit memerah..


........


.......

__ADS_1


__ADS_2