
di istana langit.
dua pasang mata terus mengawasi Puteri Yun Qixuan, yang sedang sibuk dengan tempat tidur baru nya.
para pelayan nya begitu sibuk dan merapikan kamar tidur Puteri Kaisar Langit satu-satunya.
"Dewa Pengetahuan, apa yang terjadi pada Puteri ku?" tanya seorang pria yang sedang bersembunyi di bawah jendela tidak jauh dari kamar Puteri nya.
Dewa Pengetahuan menggelengkan kepalanya,
"Yang Mulia.... ini tidak ada di kitab pengetahuan yang ku miliki, mungkin Yang Mulia terlalu menekan perjodohan diplomasi kepada tuan Puteri" ucap Dewa Pengetahuan seperti tidak yakin dengan ucapan nya.
"kalian berdua, apa yang kalian berdua lakukan di tempat ini?" ucap seorang wanita setelah baya tapi masih terlihat begitu cantik dan anggun.
"hormatku Ratu" ucap Dewa Pengetahuan dan berdiri merapikan pakaian nya, karena sedari tadi berlutut di bawah jendela.
"istriku" ucap Kaisar Langit yang mengikuti Dewa Pengetahuan berdiri.
"Yang Mulia... apa tidak malu memata-matai Puteri mu sendiri" ucap wanita anggun itu.
"aahhhh... maafkan aku istriku, tapi belakangan ini Puteri kita sedikit tertekan, sebaiknya kau bertanya" ucap Kaisar Langit.
"baiklah, aku akan mencari tahu, Yang Mulia... anda selalu saja memanjakan nya" ucap wanita itu, dan masuk mendekati Puteri Yun Qixuan.
dan kedua wanita itu mulai berbincang sengit.
"aku tidak mau ibu, menikah dengan penguasa bodoh itu" ucap Puteri Yun Qixuan
"sudah cukup Puteriku, kau sudah dewasa harus nya kau bisa lebih baik dari ini" teriak Ratu langit, sambil memejamkan matanya, karena sudah bosan berdebat seharian.
"baiklah, jika itu keputusan mu ibu akan bicarakan dengan Yang Mulia." ucap Ratu Langit mengalah, dan meninggalkan kamar Puteri nya.
**
di sebuah taman, tampak kolam ikan luas dengan air nya yang begitu jernih, sebuah jembatan melengkung seperti membelah kolam indah itu.
terlihat dua pria sedang berbincang dengan serius.
"hmmmm... Dewa Pengetahuan seperti nya kita akan membatalkan perjodohan ini, agar tidak terjadi salah paham, carilah waktu yang tepat untuk menyampaikan pembatalan ini secara resmi, " ucap Kaisar Langit sambil menatap bunga teratai yang bermekaran di kolam indah itu. suara air bergemericik diatas-atas batu begitu menenangkan perasaan.
Dewa Pengetahuan hanya mengangguk menyetujui ucapan Kaisar Langit.
"iya Yang Mulia... hamba rasa juga sebaliknya seperti itu, tapi Yang Mulia tidak usah khawatir, saat ini bocah itu akan menikahi Dewi Li Mei yin, tentu ini akan membuat hubungan kita dengan penguasa itu semakin baik" ucap Dewa Pengetahuan.
__ADS_1
"semoga saja demikian" guman Kaisar Langit, sambil mengangguk dan mengelus jenggotnya.
*****
di pulau keseimbangan.
terlihat para undangan dari jauh sudah mulai berdatangan, walaupun cuma mengundang para kerabat mempelai wanita, tapi jumlah yang dapat begitu banyak.
Xiao Zhou sedang duduk menikmati teh sore hari sambil berbincang, bersama ayah mertua nya Zhang gong, yang kini sedang menggendong seorang bayi lucu, dan juga Lou fang, yang selalu membicarakan, dan mengagungkan tentang patung dirinya di persimpangan pertama memasuki pulau keseimbangan.
Ratusan orang berpakaian pengawal dari istana iblis, memasuki gerbang istana mengawal dua buah kereta mewah, dan kotak besar mengikuti paling akhir.
tampak tetua Zhifu dan puluhan dayang mendekati kereta mewah tersebut.
seorang pria dan wanita turun, kedua tidak lain adalah Long Fei dan istri nya Wang Jia Li mereka berbincang dengan tetua Zhifu.
dan pintu kereta kedua terbuka, seorang wanita anggun mengenakan pakaian putih dengan corak burung merak biru, perlahan menginjakan kaki nya di halaman istana itu.
Xiao Zhou mendekati wanita anggun itu, dan memeluk nya.
"kalian sudah datang, silahkan beristirahat di dalam, kalian tampak lelah " teriak Xiao Zhou menatap semua orang.
"dan kau tampak sempurna Wei'er, masuklah!! semua istriku sudah menunggu mu" ucap Xiao Zhou pelan sambil tersenyum tipis.
"kau juga terlihat sangat tampan suami, aku sedikit tegang bertemu dengan istri-istri mu, apa mereka begitu menakutkan?" tanya Yun Li Wei, masih dengan senyuman menawan nya yang memperlihatkan gigi rapi nya.
"selamat datang kembali Ratu Yun, dan juga selamat atas kehamilannya, aku bisa merasakan jika bayi anda sangat kuat, darah dari tuan kecil di perut anda begitu sama dengan tuan muda kami, silahkan" ucap tetua Zhifu penuh hormat.
"terimakasih tetua Zhifu, senang bisa bertemu dengan mu lagi" ucap Yun Li Wei
mereka semua memasuki istana, tidak melalui aula utama, melainkan lewat aula keluarga, terlihat para istri Xiao Zhou berdiri menyambut tamu mereka.
mata mereka sedikit melebar melihat kecantikan Yun Li Wei, di balik topeng yang dikenakan nya, dengan tubuh yang begitu menggoda.
"aku yakin wajah dibalik topeng itu, nyaris sempurna" ucap Li Mei yin pelan, dan di barengi dengan anggukan dari semua wanita Xiao Zhou.
"selamat datang adik Yun, aku adalah Xue istri pertama dari pemuda di samping mu itu" ucap Xue memperkenalkan diri.
Yun Li Wei melangkah dengan begitu percaya diri, seolah sudah terbiasa dengan situasi menegangkan.
"salam hormat ku kakak Xue, apa bisa kita tidak terlalu formal? lagipula sebentar lagi kita akan menjadi satu keluarga" ucap Yun Li Wei, begitu tenang.
Xue yang berdiri di samping Liu fenghua hanya mengangguk menyetujui ucapan Yun Li Wei.
__ADS_1
"itu jauh lebih baik adik Yun" ucap Xue sambil tersenyum.
"ini terasa janggal, usiaku sangat jauh lebih tua dari kalian, tapi memanggil ku adik, walaupun aku istri terkecil bagaimana jika kalian semua memanggil ku kakak Yun saja" ucap Yun Li Wei.
Yun Li Wei melangkah melewati barisan Xue dan Liu fenghua berdiri, dan memeluk bahu kedua nya dari belakang, serta mendelongokan kepala nya di antara Xue dan Liu fenghua, sehingga wajah mereka sejajar, membuat terkejut kedua wanita itu dengan ulah Yun Li Wei.
"aku dengar kau yang paling galak adik Liu, mungkin kita akan menjadi saingan saat ini, percaya lah kita memiliki sifat yang hampir sama" bisik Yun Li Wei di telinga Liu fenghua.
"hihihi... kakak Yun kau begitu pintar, tapi kau bukan tandingan adik Liu , tapi kau boleh mencoba nya" bisik Xue.
"Kakak Xue benar, kau baru saja masuk ke kandang singa kakak Yun, semoga kau betah" Liu fenghua juga ikut berbisik sambil tersenyum dingin.
"aku menyukai cara kalian berdua, aku rasa kita akan cocok, bocah itu akan dalam masalah besar, mengumpulkan wanita seperti kita menjadi istrinya" guman Yun Li Wei tersenyum dan memberi salam kepada semua wanita Xiao Zhou satu-persatu.
dan semua mulai duduk dan berbincang di aula keluarga itu, semua tampak begitu akrab, beberapa dayang mendekati Yun Li Wei dan para tamu yang dari istana iblis serta mengantarkan mereka semua ke kediaman nya masing-masing untuk beristirahat, dan membersihkan diri, sebelum makan malam bersama.
meja-meja makan panjang terbuat dari kayu kualitas terbaik, tampak begitu elegan dengan kursi kursi cantik mengelilingi nya, tertata rapi di berbagai tempat dari ruang makan hingga taman yang terhubung langsung dengan ruang makan itu.
ruang makan itu tampak begitu mewah dengan pencahayaan dari ribuan kristal bersinar putih di padu dengan kekuningan, dengan ukuran kecil-kecil, susun sedemikian menyerupai puluhan bunga mawar beserta tangkai dan daun nya, bergantung ditengah langit-langit ruang makan itu.
mereka semua menikmati hidangan istimewa dari tukang masak terbaik milik di istana ke 15, yang di iringi pemusik yang memainkan irama pelan yang mendawai-dawai.
"kakak Yun setelah ini sebaiknya kau istirahat, kau baru saja melakukan perjalan yang melelahkan, untuk wanita hamil" ucap Li Mei yin.
"adik Li aku tidak apa-apa, justru aku merasa sangat tenang di sini bersama kalian" ucap Yun Li Wei, dan menatap kearah meja lain nya tampak Xiao Zhou dan para lelaki sedang berbincang penuh tawa.
"bibi kenapa menggunakan topeng, apa wajah bibi menakutkan?" tanya seorang bocah kecil berekor sembilan.
"Liang'er, kau sebaiknya ajak adik-adik mu main di luar" ucap Xue sambil membelai lembut kepala bocah kecil itu.
Yun Li Wei sedikit terkejut, dan menyadari kesalahannya.
"aahh... maafkan aku, aku melupakan sopan santun ku, aku akan masuk ke keluarga ini, aku harus memperhatikan wajah ku, selama ini hanya zhou'er manusia yang masih hidup yang mengetahui wajah ku, dan mungkin beberapa dewa yang melihat wajah ku saat muda ku di Langit dulu, tapi saat ini bahkan anakku sendiri tidak mengetahui wajah ibu nya, " ucap Yun Li Wei sedikit terputus, terlihat ada rasa benci dengan wajah cantik nya itu.
tangan sedikit bergetar, dan jari-jarinya menyetuh ujung topeng nya, sampai seseorang menghentikan jemari itu.
"tidak kakak Yun, jika kau belum siap jangan di buka, kami akan tetap menyambut mu dengan hati terbuka" ucap putri Ming Mei yang duduk di sebelah nya.
"terimakasih adik Ming, tapi aku akan memasuki hidup baru bersama suamiku, dan juga kalian, aku harus bisa melepaskan masa laluku yang begitu hancur, karena wajah ini, aku sangat membenci wajah ini, tapi hari ini aku akan harus melupakan masa laluku, dan hidup sebagai manusia baru, bersama suami, kalian, dan juga anak-anak yang akan lahir di keluarga baru ku," ucap Yun Li Wei yakin, dan jarinya perlahan melepaskan topeng nya.
topeng yang selama ini telah menutupi sebagian keindahan ciptaan semesta.
*****
__ADS_1
kenapa sebagian??? karena sebagian nya lagi ada di tempat lain, tempat lain yang begitu lembab, jauh dari yang pernah kita bayangkan.