
sudah lima hari Xiao Zhou tidak sadarkan diri, tampak seluruh tubuh nya kini sudah dilapisi oleh pecahan seperti kaca, bahkan pakaian Xiao Zhou mulai robek karena desakan pecahan seperti kaca itu dari dalam.
"tetua Zhifu apa ini?" tanya Liu fenghua sambil meraba benda yang melapisi tubuh Xiao Zhou
"aahhh... aku tidak yakin, tapi sepertinya ini adalah berlian, semakin hari lapisan ini semakin tebal" ucap tetua Zhifu sambil menggelengkan kepalanya.
"suami.... cepatlah sadar, kau sudah berjanji bukan? akan membawa kami bersama mu, kami akan ikut kemanapun kau pergi" ucap Liu fenghua sambil terisak dalam tangisnya.
para suku bulbul tampak seperti mulai kelelahan, dan juga wajah dari tetua Zhifu sekarang sudah kembali mirip ke wujud harimau nya, bahkan tangga di bagian paling bawah yang menyatukan kota huangdong dan pulau keseimbangan mulai hilang, sehingga jembatan itu sekarang benar-benar sudah terputus beberapa meter.
Lou fang hanya menggeleng, sambil menikmati teh nya malam itu, tidak ada kata-kata yang keluar dari bibir nya, sampai dirinya mendengar suara ribut dari salah satu rumah yang biasanya di sewakan.
"kau jangan memaksaku, aku belum siap melakukan itu" ucap seorang wanita cantik yang tidak lain adalah Tang Lien.
"kenapa? kita sudah menjadi kekasih, sebentar lagi kita akan menikah" ucap seorang pria yang mengaku kekasih nya itu.
pria itu menarik tubuh Tang Lien dan merobek pakaian nya, Tang Lien mulai panik dan mencakar wajah kekasihnya itu dan meninggalkan beberapa bekas goresan di wajah nya.
plakkkkk... tamparan mengenai wajah Tang Lien dan tubuh nya terdorong beberapa langkah,
"kau benar-benar kasar," ucap Tang Lien dan berlari keluar rumah sewaan itu dan mendekati penjaga gerbang pulau itu yang merupakan penjaga dari suku bulbul.
"tolong aku penjaga, orang itu ingin melukai ku" ucap Tang Lien
penjaga itu melihat kedatangan pria ke arah nya yang tidak lain adalah Hua Ming.
"nona tenanglah, bukan itu teman pria anda nona?" tanya penjaga itu
"iya... tapi dia begitu kasar" ucap Tang Lien.
"tuan sebaiknya anda menjauhi nona ini, jika tidak aku akan melupakan jika tuan adalah tamu di sini" ucap penjaga itu
Hua Ming hanya tersenyum dan menarik leher pakaian penjaga itu,
"kau sebaiknya tidak ikut campur urusan orang penjaga bodoh, kau tidak tahu aku adalah seorang jenius kultivator di sekte terbesar kekaisaran Tang, bahkan Kaisar Tang sendiri begitu sopan padaku" ucap Hua Ming dengan sombongnya.
"aku akan memberi mu waktu 5 detik untuk melepaskan penjaga itu, atau kau akan tidak pernah pulang ke kekaisaran Tang mu itu" ucap Lou fang yang berjalan dari kegelapan, hawa menjadi berubah begitu dingin, dan tatapan Lou fang sangat mengintimidasi Hua Ming
__ADS_1
"hawa pembunuh ini begitu kuat, tidak ada untungnya aku berhadapan dengan orang tua ini sekarang" batin Hua Ming dan dengan cepat melepaskan leher pakaian penjaga itu, tidak ada kata yang keluar dari bibir nya.
"bagus, sebaiknya kau kembali ke kediaman mu" ucap Lou fang lagi
seperti anak kecil yang penurut, Hau Ming menuruti ucapan Lou fang tanpa sepatah kata pun, Tang Lien masih terisak di samping penjaga itu
"kakek Lou, bisakah aku bertemu nona Kim Yun, aku ingin bersama nya malam ini" ucap Tang Lien, sambil mengusap air matanya
"istana saat ini tertutup Puteri Tang, kau bukan Ratu di istana ini, aku tidak tahu apakah kau di izinkan masuk, tapi aku akan coba berbicara dengan tetua Zhifu," ucap Lou fang dan melangkah ke arah istana di ikuti oleh Tang Lien.
tetua Zhifu mengizinkan Puteri Tang Lien tidur di dalam istana itu bersama Kim Yun, tampak mereka sedang bermain dengan anak-anak kecil yang tidur bersama.
"mereka semua begitu menggemaskan" ucap Tang Lien sambil mencubit pipi dari anak Xia xhialun.
"iya.... mereka begitu lucu, aku jadi tidak sabar dan ingin memiliki bayi seperti ini juga, hihi" ucap Kim Yun
"terlihat wajah Tang Lien sedikit gusar, dan cepat-cepat mengalihkan pandangannya, dan mulai tidur bersama anak-anak kecil itu.
*****
"tuanku, seperti nya anda akan menjadi pewaris tahta langit, mereka semua menunggu perintah anda tuanku" ucap iblis tanpa wajah.
Yun fengyin menatap para pengikutnya,
"hemmm... mereka tidak terlalu buruk, hahaha... aku akan mulai membentuk pasukan ku" ucap Yun fengyin.
Yun fengyin melempar pedang bintang nya dan menancap di sebuah batu karang seperti gunung,
tampak ular-ular mulai keluar dari lubang-lubang yang ada karang itu, mereka mendekati pedang bintang itu, dan perlahan satu persatu ular itu menjadi manusia kekar berkepala ular.
kulit bersisik kasar dan sangat keras, serta membawa perisai cangkang kura-kura.
"hahaha... dengarkan kalian semua, sebentar lagi kita akan menaklukkan kekaisaran Langit" teriak Yun fengyin.
"kalian semua akan mendapat balasan nya, harusnya akulah yang kalian jadikan panglima besar, bukan kakak ku yang bodoh itu" ucap Yun fengyin.
pasukan ular itu semakin banyak, dan mulai saling menyerang satu sama lain, Yun fengyin melihat itu dan menyipitkan matanya,
__ADS_1
"mereka tidak terkendali" batin Yun fengyin, dan mulai membuka gerbang menuju lapisan langit terendah, Yun fengyin menunjuk gerbang itu dengan pedang bintang nya,
"kalian pasukan ku mulai lah menyerang" ucap Yun fengyin
" semua pasukan ular yang awalnya saling menyerang temannya, kini mulai mengikuti pedang bintang itu dan masuk kedalam gerbang menuju lapisan kekaisaran langit paling bawah.
*******
lapisan langit paling bawah adalah tempat para penghuni langit dengan jabatan terendah, mereka seperti penduduk suku bulbul, yang berkerja untuk kebutuhan istana Langit.
dan secara tiba-tiba gerbang hitam terbuka di tempat itu dan ribuan pasukan ular menyerang mereka, mendapat serangan yang tidak pernah mereka pikirkan sebelumnya membuat para penghuni langit terbawah panik dan berlari kesegala arah,
para pasukan ular itu begitu ganas, dengan bersenjata lengkap mereka mulai membantai, penduduk yang tidak bersenjata, dan bahkan mereka membunuh para wanita sekalipun.
pemandangan itu begitu mengerikan, mereka tidak hanya membunuh, ada beberapa pasukan ular berwarna hitam dan bertubuh besar, langsung memakan, dan menelan kepala penduduk itu.
darah mulai membanjir, mayat-mayat mulai memenuhi tempat itu.
seorang pengawal berlutut di hadapan Kaisar Langit, dan melaporkan kejadian itu.
brakkkkkk....
meja di depan Kaisar Langit hancur menjadi debu, mata nya merah dan wajah nya begitu marah.
"jendral Liu, kau dan delapan belas ribu pasukan mu, tahu apa yang harus kau lakukan saat ini, hancurkan sampai tidak bersisa prajurit ular itu, tanpa penundaan... jendral!!!!!" teriak Kaisar Langit.
"baik... Yang Mulia" ucap jendral Liu dan melesat keluar aula istana langit, dan mulai terbang ke lapisan terbawah kekaisaran langit.
"Yang Mulia tenangkan pikiran anda, ini adalah awal serangan, Yang Mulia harus tetap tenang dan mencari strategi yang tepat dan tanpa amarah, Yang Mulia" ucap penasehat Kaisar.
Kaisar Langit menarik nafas nya dalam-dalam,
"ini serangan pertama sejak aku mulai menjadi Kaisar, tidak pernah sebelumnya terjadi penyerangan di wilayah kita.
dewa perang.... cari tahu siapa yang menjadi dalang dari serangan ini, dan aku ingin besok kau sudah melaporkan nya padaku" ucap Kaisar Langit yang tampak mulai tenang.
"baik Yang Mulia... akan hamba laksanakan perintah anda" ucap Dewa perang dengan tegas, dan keluar dari aula megah itu.
__ADS_1