Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
kenapa kau selalu menyakiti ku


__ADS_3

aaahhh..... untunglah aku menemukan mu" ucap Xiao Zhou sambil menghembuskan nafas panjang, perasaan begitu lega.


"ckckck..... apa kau begitu merindukan ku?" tanya wanita itu lagi.


"jangan bicara omong kosong lagi, sebaiknya kita pulang sekarang Puteri" ucap Xiao Zhou dan menatap wajah Puteri Yun Qixuan, kedua nya saling bertatapan di atas atap tinggi.


wajah Puteri Yun Qixuan memerah, dada nya bergetar hebat.


"demi langit... kenapa aku tidak pernah bosan melihat wajah pemuda ini." batin Puteri Yun Qixuan, yang menatap wajah tampan bercahaya di bawah sinar bulan penuh.


"apa kau baik-baik saja, wajah mu terlihat merah, apa kau sakit?" tanya Xiao Zhou, membuyarkan lamunan Puteri Yun Qixuan.


plakkkk....


sebuah pukulan mendarat di kepala Xiao Zhou,


"a-pa?? bocah bodoh.... apa kau tidak tahu sekarang ada pertunjukan tarian yang banyak di bicarakan orang," teriak Puteri Yun Qixuan, sedikit gugup dan memalingkan wajahnya merah nya.


"aku sedang tidak ingin menonton apapun" ucap Xiao Zhou ketus.


dan kedua nya kembali bergulat, dan seperti biasa Puteri Yun Qixuan selalu memenangkan pertarungan itu.


akhirnya mereka sampai di sebuah tempat hiburan, sambil menyeret pakaian Xiao Zhou, Puteri Yun Qixuan masuk dan duduk di sebuah bangku paling depan.


semua orang menatap Puteri Yun Qixuan, kecantikan yang sulit di tandingi, dengan kulit putih bersih yang begitu halus, membuat para penonton di rumah hiburan itu seperti ingin serigala yang kelaparan.


Xiao Zhou mengambil sebuah kain transparan berwarna putih, dan memakaikan nya di wajah calon istri nya, Puteri Yun Qixuan hanya diam dengan perlakuan Xiao Zhou.


"bocah bodoh... apa yang kau lakukan?" tanya Puteri Yun Qixuan.


"apa kau tidak melihat para pengunjung di tempat ini dalam menatap mu, aku hanya khawatir akan di bunuh di tempat ini hanya karena iri melihat aku bersama dengan mu," ucap Xiao Zhou.


"kenapa harus iri? bukan kah mereka juga membawa pasangan masing-masing" ucap Puteri Yun Qixuan.


"apa kau tidak pernah bercermin, kecantikan mu yang tidak manusiawi, dapat membuat dua kekaisaran berperang hanya untuk melihat senyum mu itu," ucap Xiao Zhou.


"kau?" hanya itu suara keluar dari bibir Puteri Yun Qixuan, dadanya terasa sesak mendengar pujian yang di keluarkan oleh Xiao Zhou, dan akhirnya hanya diam dan memegang pakaian Xiao Zhou dan mengikuti nya dari belakang, dan akhirnya mereka duduk di bangku paling depan.


"um.. ini sempurna" ucap Puteri Yun Qixuan, senang saat melihat panggung besar tepat di hadapan nya.


para pelayan rumah hiburan itu menyajikan makanan di meja Xiao Zhou dan mempersilahkan nya.


Xiao Zhou mulai mengeluarkan guci nya menghilangkan kebosanan, sampai tiba-tiba beberapa wanita cantik melewati mereka, yang akan naik ke panggung.

__ADS_1


di antara rombongan wanita itu, seorang wanita yang tampak sangat berbeda dari yang lainnya, wajah nya yang khas wanita kekaisaran Yunha, dengan mata sipit indah dan rahang tidak terlalu tirus, pipi yang sedikit berisi serta bibir merah sensual, membuat nya terlihat begitu menggairahkan, wanita cantik itu melangkah di barisan paling belakang.



ilustrasi penari kekaisaran Yunha.


rombongan penari itu melambaikan tangan kepada semua penonton, tapi ada yang aneh dari wanita itu, tangan nya melambai ke arah penonton lain nya tetapi wanita mata wanita cantik itu sesekali mencuri pandang ke arah Xiao Zhou.


pertunjukan pun di mulai para penari itu terlihat begitu gemulai dengan gerakan sensual, mengikuti suara musik yang sangat sesuai dengan tarian itu.


"bocah, sebaiknya kita pulang, aku tidak menyukai pertunjukan ini" ucap Puteri Yun Qixuan, yang melihat jika wanita paling cantik di atas panggung itu selalu menatap Xiao Zhou dan sesekali memberikan senyum menggoda nya.


Puteri Yun Qixuan kembali menyeret pakaian Xiao Zhou dan meninggalkan tempat hiburan itu.


kedua melewati jalanan sepi, dan tiba-tiba angin berhembus sedikit kencang.


"tetaplah di belakang ku," ucap Xiao Zhou.


Puteri Yun Qixuan yang melihat wajah Xiao Zhou berubah menjadi begitu serius hanya mengikuti ucapan Xiao Zhou.


"adikku lama tidak berjumpa" terdengar suara serak, dan sesekali desis ular terdengar.


wajah Yun Qixuan sedikit memucat, walaupun tidak begitu pasti tapi Puteri Yun Qixuan yakin jika suara itu milik kakak nya Yun fengyin.


"kau bukan kakak ku lagi" teriak Yun Qixuan.


Xiao Zhou mengeluarkan pedang panjang nya, dan menyelipkan di pinggangnya.


"saat aku bertarung, berusahalah untuk melarikan diri, aku akan mencoba menahan nya" bisik Xiao Zhou.


Xiao Zhou mulai mengeluarkan jurus tarian pedang kematian, dan menyerang Yun fengyin.


"cepatlah Puteri," teriak Xiao Zhou dan mulai mengayunkan pedangnya ke arah Yun fengyin.


trangggg.....


blarrrrrrrr......


meskipun tebasan Yun fengyin dapat di tahan oleh Xiao Zhou tetapi perbedaan energi qi mereka bagaikan langit dan bumi.


tubuh Xiao Zhou harus beberapa kali menghantam tanah, dan darah segar pun menyembur dari bibir nya.


Puteri Yun Qixuan yang sudah jauh, tetapi dapat melihat kejadian itu, air matanya tidak bisa di bendung lagi.

__ADS_1


"maafkan aku bocah, aku tidak bisa melakukan nya" guman Yun Qixuan.


pakaian Xiao Zhou penuh darah, dalam posisi berlutut berusaha bangkit dari tanah.


dan seorang wanita membantu nya berdiri.


"Puteri apa yang kau lakukan, apa kau tidak mau mendengar ucapan calon suami mu lagi?" ucap Xiao Zhou.


"tidak, aku tidak akan meninggalkan mu, tidak akan pernah, apa kau mendengar ku" teriak Puteri Yun Qixuan, yang terlihat lebih marah dari Xiao Zhou.


"tapi, aku tidak bisa melindungi mu, maafkan aku Puteri aku calon suami yang buruk, tapi mungkin setelah kematian ku ini kau akan menemukan pasangan yang bisa kau andalkan, kita belum resmi menikah, jadi kau harus pintar dalam memilih" ucap Xiao Zhou


mata Puteri Yun Qixuan semakin berderai air mata,


plakkkkk......


"kenapa kau selalu menyakiti hati ku, tidak bisakah kau memaafkan aku?" ucap Puteri Yun Qixuan.


"dengarkan aku Xiao Zhou, aku tahu kenapa kau menolak perjodohan kita, aku tahu kenapa kau sengaja membuat ku kesal, aku tahu kau kenapa selalu kau membuat ku agar membenci mu, itu semua karena sudah di ujung hidup mu saat ini, apa kau begitu mencintai ku?" ucap Puteri Yun Qixuan dan memeluk tubuh penuh darah Xiao Zhou.


Xiao Zhou berusaha berdiri, matanya memejam, darah keluar dari hidung nya lagi.


"sejak kapan kau mengetahui semua ini?" Xiao Zhou tidak menjawab pertanyaan Puteri Yun Qixuan tetapi balik bertanya.


"aku mendengar kau bicara dengan kakak Ming Mei, saat di malam kau menghancurkan masakan ku" ucap Puteri Yun Qixuan.


"jadi kau sudah tahu, tapi kau tetap ingin menikahi orang tidak berguna seperti ku, kenapa kau begitu naif? ayah mu Kaisar Langit pasti berharap memiliki menantu yang hebat, dan bisa di andalkan kelak," ucap Xiao Zhou.


"suami ku, apa kau mengatai ku naif? lihatlah dengan mata bodoh mu itu, pemuda di hadapan kita, dia adalah orang yang selalu menggunakan otak nya, tanpa menggunakan hati, dia orang yang selalu menghitung semua nya dengan untung dan kerugian yang di dapat, dan sekarang lihat lah, apa dia terlihat bahagia? apa dia memiliki seseorang yang menunggu nya di rumah dan merindukan nya?


tidak.... orang itu bahkan tidak mempunyai anjing kecil yang merindukan nya di rumah nya, dia terlihat begitu hebat dan memiliki segalanya, tapi sebenarnya dia tidak memiliki apapun, dan aku tidak akan mau menjadi orang itu, aku hanya ingin bahagia bersama orang yang aku cintai, terlihat seperti impian gadis bodoh, tapi aku menginginkan hidup seperti itu" ucap Yun Qixuan.


"hahaha.... kalian membuat ku ingin muntah" teriak Yun fengyin yang kini sudah ada di belakang Puteri Yun Qixuan dan memeluk nya, dan sebuah pukulan tepat di punggung Xiao Zhou membuat nya terlempar dan menghantam dinding bangunan membuat bangunan itu hancur.


"haha... adik bodoh kehidupan miskin seperti itu kah yang kau impikan, aku tidak percaya memiliki adik senaif ini" ucap Yun Qixuan.


"kau iblis.... saat aku mendapatkan kekuasaan yang kau inginkan, maka saat itu kau akan melalui hari-hari yang begitu membosankan, tanpa seorang pun yang benar-benar menyayangi mu di sisi mu, kau akan kesepian seumur hidup mu, hari-hari yang begitu dingin, tapi aku.... aku akan hidup dengan suami bodoh ku itu, dan selalu bertengkar kecil setiap hari dengan nya, dan menikmati kelucuan anak-anak kami, jika pun kami miskin, itu akan membuat kami semakin bersatu dan berusaha melewati nya bersama." ucap Yun Qixuan.


"adik kecil kau begitu cerewet, sekarang kau akan lihat betapa menyakitkan nya melihat orang yang kita cintai terbunuh" ucap Yun fengyin,


mata Yun Qixuan menghitam, lidah bercabang nya sesekali keluar dan mendesis.


Xiao Zhou keluar dari reruntuhan bangunan itu dan dengan langkah gontai mendekati Yun fengyin.

__ADS_1


"lepaskan istriku, dan kita selesaikan urusan kita" teriak Xiao Zhou.


"haha... ini sangat mudah, tapi sepertinya bukan aku yang membunuh mu hari ini, tapi dia" ucap Yun fengyin, dan menatap seseorang yang melayang di udara dengan jubah panjang nya.


__ADS_2