
Yang Dong mendekati Xiao Zhou yang hanya berdiri sedari tadi,
"penguasa ke 15, sebaiknya kau keluar kan lagi batu besar itu, aku kira saat ini aku tidak kalah besar dan keras dari nya" ucap Yang Dong yang kini terlihat lebih besar dan lebih keras
"apa yang terjadi dengan tubuh mu?" tanya Xiao Zhou yang kini harus mengangkat wajahnya tinggi-tinggi untuk menatap mata Yang Dong
"aku sudah berlatih dan memakan Sari Pati batu hitam, sekarang tubuhku jauh lebih keras dan juga tampak hitam" ucap Yang Tian dengan polos nya, tidak kurang dari dua meter tujuh puluh sentimeter tinggi Yang Dong saat ini, dan terlihat kepalanya lebih kecil dari lengannya.
"kau terlihat benar-benar besar dan keras sekarang, tapi kakak batu mu sedang sibuk saat ini, jadi tidak bisa menemani mu bermain, mungkin lain kali" ucap Xiao Zhou dan melangkah memasuki istana nya.
Yang Dong hanya mengangguk, hati nya sangat senang di puji Xiao Zhou dan kembali berlari mengejar Xiang yu, dan Yang Tian seperti anak kecil.
*****
beberapa hari kemudian, Xiao Zhou sudah sepakat menjemput semua istri nya, dan membawa mereka ke pulau keseimbangan.
Li Mei yin masuk ke gerbang yang membawanya ke kekaisaran Tang untuk menjemput Kim Yun, Li Mei yin sudah bercerita bahwa Tang Lien sudah mencintai pria lain, Xiao Zhou pun tidak terlihat kecewa, dan ikut senang bahwa Puteri Tang Lien menemukan cinta nya.
Liu fenghua juga bersiap untuk menjemput Xue di vila kabut rindu, dan tugas Puteri Ming Mei menjemput bibirnya Xia xhialun, sedangkan Xiao Zhou akan menjemput Puteri shin dan Puteri vhin.
mereka semua sudah memasuki gerbang yang di buat oleh Xiao Zhou.
******
di kerajaan oak hijau, tiga wanita cantik dengan daun telinga runcing keatas, sedang duduk dan menikmati sarapan mereka bertiga di belakang kediaman Puteri shin, tanpa mereka sadari sebuah cahaya sekilas memancar dari pintu kamar tidur tempat Xiao Zhou tidur saat mereka bulan madu.
"ibu... ibu tampak sangat cantik belakang ini, bagaimana pria yang ibu cintai itu" tanya Puteri vhin menggoda ibu nya.
"anak nakal kau berani sekali menggoda ibu mu ini" ucap Ratu Alisa sambil tersenyum
"iya ibu sebaiknya ibu cerita pada kami" ucap Puteri shin kali ini.
"dia cinta pertama ibu, dan yang terakhir, karena hati ibu sudah menjadi mutiara, jadi hati ibu tidak akan bisa menerima orang lain lagi" ucap Ratu Alisa mata nya menerawang jauh
"maafkan ibu Puteri ku, ibu sudah berdosa mencintai suami kalian, tapi hati tidak di lawan dan tidak mengenal status orang, tapi biarlah ibu akan menyimpan cinta kami berdua, dan tidak menggangu kalian, ibu sudah sangat bahagia pernah melewati malam yang begitu indah bersama nya, walaupun cuma sekali seumur hidup ibu" batin Ratu Alisa, tanpa dirinya sadari air matanya jatuh.
"ibu... kenapa ibu menangis?" ucap Puteri vhin memeluk tubuh ibunya
"tenanglah ibu, kami akan membaginya bersama ibu, kami akan sangat senang, jika melihat ibu bahagia" ucap Puteri shin
mata Ratu Alisa terbelalak, mendengar ucapan Puteri nya,
"a-apa yang kalian berdua bicarakan Puteri ku?" tanya Ratu Alisa tidak mengetahui arah ucapan kedua Puteri nya.
kedua wanita kembar itu, memeluk tubuh Ratu Alisa,
"kami akan membagi suami kami dengan ibu, jika memang dia pria yang ibu cintai" ucap Puteri vhin sambil tersenyum.
"apa kalian sudah gila, bagaimana bisa ibu menikahi suami kalian? apa kata orang nanti? sudahlah Puteri ku, jika kalian sudah mengetahui nya, biarkan ibu menyimpan cinta kami berdua, itu sudah lebih dari cukup, dan kalian berbahagialah, juga sebaliknya berikan ibu cucu yang banyak" ucap Ratu Alisa sambil mengelus kepala kedua Puteri nya.
krakkkkk.... sebuah pintu menuju halaman belakang terbuka,
mata ketiga wanita itu melebar, pelukan mereka terlepas satu sama lain, melihat seorang remaja, dengan kristal biru terang di kening nya, keluar dari pintu itu.
ketiga nya membeku,
__ADS_1
"apa cuma itu sambutan dari kalian kepada anak manusia ini? tanya Xiao Zhou tersenyum ke arah ketiga wanita cantik itu,
"suami...." ucap ketiga wanita itu hampir bersamaan, dan hanya dua orang kembar saja yang berlari mendekati Xiao Zhou, dan mereka memeluk, dan menciumi seluruh wajah Xiao Zhou.
wajah Xiao Zhou hanya tersenyum, dan matanya masih menatap indah ke arah Ratu Alisa, mata mereka berdua bertemu, dan saling menyapa mesra, dan beberapa saat wajah Ratu Alisa menunduk malu, dadanya terasa sesak, dan bahagia bisa melihat wajah kekasihnya itu.
"anak manusia suamiku, kenapa kau begitu lama, kami baru saja membicarakan mu" ucap Puteri shin
"he' eh... Puteri vhin mengangguk,
"iya..., calon istri mu itu juga sangat merindukan mu" ucap Puteri vhin sambil menunjuk ibu nya.
"hemmm... benarkah? tanya Xiao Zhou yang kini mendekati Ratu Alisa.
"anak manusia kau datang, duduk lah aku akan pergi ada yang harus aku kerjakan" ucap Ratu Alisa dan seperti tergesa-gesa meninggalkan tempat itu, wajahnya memerah karena di goda oleh kedua Puteri nya.
"tunggu Ratu, aku kesini hanya sebentar saja" ucap Xiao Zhou, membuat ketiga wanita itu muram dan tidak percaya apa yang di dengar nya.
"apa maksud mu suami?" tanya Puteri shin dengan wajah mulai marah
"apa kau akan meninggalkan kami lagi?" sambung Puteri vhin.
Ratu Alisa, juga tidak jadi meninggalkan tempat itu, dan berbalik sambil melipat tangannya di bawah kedua gunung nya.
Xiao Zhou masih tetap tersenyum dengan tenang,
"iya aku hanya sebentar, aku ke ketempat ini, hanya mengambil milikku saja" ucap Xiao Zhou
"milik mu?" Ucap ketiga wanita itu bersamaan, dan tidak menambah kan kata suami, dan mulai kemarahan menyelimuti wajah ketiganya.
"iya... kalian bertiga sudah menjadi milikku, dan aku akan membawa kalian pulang bersama ku, dan kau Ratu Alisa apa kau mau menikah dengan ku?" ucap Xiao Zhou menatap mata Ratu Alisa.
kedua wanita kembar, itu tersenyum begitu bahagia, dan mendekati ibu mereka,
"jawablah ibu, kebahagiaan kami tidak akan sempurna jika mengetahui ibu kami sendiri bersedih" ucap Puteri shin.
"iya ibu, bagaimana kami bisa berbahagia, melihat ibu menderita?" sambung Puteri vhin.
"baiklah... akan ibu pikirkan, bisakah aku bicara dengan anak manusia ini berdua saja?" ucap Ratu Alisa.
Ratu Alisa berlari dan memeluk tubuh Xiao Zhou, saat hanya mereka berdua di tempat itu.
"aku sangat merindukan mu kekasih ku" ucap Ratu Alisa dan mencium lembut bibir Xiao Zhou, mereka saling memeluk dan *******, dengan rakus,
"nikahi aku anak manusia, aku tidak bisa hidup tanpa mu lagi" bisik Ratu Alisa di sela-sela ciuman buas mereka.
"sebaiknya kita ke ranjang kita sekarang" ucap Xiao Zhou
"suami ku, jangan sekarang... Puteri ku masih ada di dekat sini, menunggu kita, apa kita melakukan nya di sini saja, dan dengan cepat?" bisik Ratu Alisa tersenyum sedikit nakal.
"kau sangat nakal istriku, baiklah sekarang kita temui mereka, dan membicarakan pernikahan kita" ucap Xiao Zhou dan menggendong tubuh Ratu Alisa dan menemui Puteri kembar itu.
melihat Xiao Zhou menggendong tubuh ibu mereka, kedua wanita kembar itu berlari dan ikut memeluk kedua nya.
"suami aku sangat bahagia" ucap Puteri vhin yang tidak bisa menahan air mata bahagia nya.
__ADS_1
"aku juga" ucap Puteri shin dan mereka mulai duduk dan berbincang, Ratu Alisa duduk di pangkuan Xiao Zhou dengan menghadap ke samping, karena permintaan kedua Puteri mereka, yang tidak memperbolehkan ibu nya turun dari pangkuan Xiao Zhou.
"kalian berdua ini begitu aneh" ucap Ratu Alisa tersenyum dan hanya pasrah atas permintaan kedua Puteri kesayangan nya.
"iya ibu sebentar lagi akan menikah, jadi harus mesra seperti itu" ucap Puteri vhin, mereka mulai makan dan saling menyuapi.
*****
Xiao Zhou sudah kembali ke pulau keseimbangan, Puteri kembar dan Ratu Alisa sudah menempati kediaman nya di istana milik Xiao Zhou.
terlihat pulau kecil muncul sama seperti sebelumnya, kali ini Li Mei yin keluar dari pintu itu, terlihat beberapa orang mengikuti nya, wajah dari orang-orang itu tampak begitu bersemangat, dan begitu tercengang melihat pulau yang begitu indah milik Xiao Zhou.
Xiao Zhou ikut menyambut kedatangan mereka, terlihat Kim Yun tersenyum cantik kearah nya, terlihat kerinduan yang mendalam di mata indahnya.
Li Mei yin mendekati Xiao Zhou dan memeluk nya,
"apa kau tidak merindukanku?"tanya Li Mei yin
"tentu saja yin'er... tentu saja aku merindukan mu"ucap Xiao Zhou jemari panjang mereka saling bertemu,
"suami aku akan membersihkan diri dulu, apa kau mau menemani ku?" bisik Li Mei yin
"kau duluan saja, aku akan menyusul mu, aku ingin menyapa mereka dulu" ucap Xiao Zhou.
"iya kau benar, tapi menyapa nya jangan lama-lama, aku akan menunggu mu" ucap Li Mei yin pelan, dan mencium lembut bibir Xiao Zhou dan melangkah memasuki istana mereka.
kini giliran Kim Yun yang memeluk Xiao Zhou, tubuh mereka melekat, mata Kim Yun terpejam,
"kau sama sekali tidak berubah adik kecil, lihat aku... apa aku sudah terlihat tua?" tanya Kim Yun
Xiao Zhou menggelengkan kepalanya
"kau masih tetap terlalu cantik buat ku" ucap Xiao Zhou tersenyum
"hihi... bibir mu selalu manis, adik kecil aku sangat merindukan mu, malam ini datanglah ke kamar ku, aku punya sesuatu yang indah buat mu," ucap Kim Yun dan mencium lembut bibir Xiao Zhou.
"iya... aku akan datang, aku juga sangat merindukan mu yun'er" ucap Xiao Zhou, dan melepaskan pelukan Kim Yun.
"kalian datang juga" ucap Xiao Zhou menatap orang di belakang Kim Yun.
"apa kami tidak boleh berkunjung ke tempat mu? adik kecil kau terlihat seperti buah anggur hijau yang manis" ucap seorang wanita cantik, wajah tampak begitu bahagia melihat Xiao Zhou, ada kerinduan dari tatapan matanya, dan seperti ingin menelan Xiao Zhou secara bulat-bulat, jari-jari tangan nya ingin menyentuh tangan Xiao Zhou, namun seperti tersadar dan mengurungkan niatnya menggenggam tangan pemuda itu.
"hahaha... silahkan saja tuan Puteri Tang, dan tuan muda ini pasti kekasih tuan Puteri" ucap Xiao Zhou yang mencoba menebak lelaki yang ikut bersama nya
"nama ku Hua Ming, kau benar aku kekasih dari tuan Puteri Tang Lien" ucap lelaki kekar itu, yang sejak awal mata nya tidak pernah lepas dari tubuh indah Li Mei yin, terlihat jelas kecemburuan di wajah nya saat Dewi itu mencium Xiao Zhou
"selamat datang di tempat ku tuan muda, silakan" ucap Xiao Zhou sopan, Hua Ming tidak menjawab dan melangkah sambil menggenggam dan menarik tangan Puteri Tang Lien, yang tampak belum ingin pergi dari tempat itu.
dan orang yang terakhir mendekati Xiao Zhou,
"lama tidak berjumpa bocah, jangan katakan kau merindukanku" ucap lelaki itu
"tentu saja aku sangat merindukan mu adik ipar" ucap Xiao Zhou dan mendekati Fei yu dan memeluk nya.
"lepaskan pelukan mu ini bocah tengik, dan jangan memanggilku adik ipar," ucap Fei yu pelan.
__ADS_1
"hahaha... baiklah mantan dewa Kematian, silakan" ucap Xiao Zhou, dan mereka semua memasuki istana Xiao Zhou.