
di kota kecil dekat istana ke 15.
api mulai berkobar di rumah sewa, para penjaga yang tersebar di beberapa tempat di kota kecil itu sudah bertarung dengan para penyerang yang jumlahnya ribuan orang.
orang-orang berpakaian hitam itu mulai membunuh siapa pun yang mereka temui, para pelayan dan tamu yang sedang menginap di kota kecil itupun berlari menyelamatkan diri,
"kalian semua akan mati," teriak orang berpakaian hitam itu dan mulai mengejar para pelayan itu sampai seorang sepuh dengan tombak bersinar menghadang orang-orang berpakaian hitam itu.
"apa yang kalian tunggu, bunuh orang tua itu," teriak seseorang yang seperti salah satu dari pemimpin mereka.
dan para penyerang itu mulai berlari ke arah pria sepuh itu dan menebaskan pedangnya.
tubuh pria sepuh itu mengeluarkan energi sangat besar membuat pakaian dan rambut berserta jenggot panjang nya berkibar,
"berani sekali kalian menghancurkan kota yang selama ini aku bangun," teriak Lou Fang dan mengayunkan tombak nya.
traaangggg.....
traannnngggg....
serpihan pedang bertebaran di udara, Lou Fang mulai menghacurkan pedang para penyerang itu sekaligus orang-orang berpakaian hitam itu mulai merasakan sengatan petir di sekujur tubuh nya.
aahhhkkkk...... darah mengucur dari tubuh mereka, luka bakar merusak tubuh-tubuh penyerang itu, dan nyawanya mereka pun mulai melayang.
Dewa Yang Dong mulai berlari di sepanjang jalan utama di kota itu dan menghantam setiap penyerang yang ingin melukai para pelayan di kota itu.
mayat-mayat orang perpakaian hitam itu mulai berterbangan di udara karena keras nya pukulan Dewa Yang Dong,
para penyerang mulai mengurung Dewa Yang Dong dan melepaskan senjata mereka ke tubuh Dewa batu itu.
di istana ke 15.
para penjaga gerbang sudah terbunuh, dan di ganti oleh seorang berwajah mirip harimau, dan menebaskan pedang besar ke setiap orang yang ingin memasuki gerbang itu, ada beberapa orang yang terbang dan mencoba melewati gerbang itu, namun selalu gagal karena Li Mei yin dan Liu fenghua sudah membuat segel di atas gerbang itu, hanya pintu itu saja jalan masuk ke dalam istana.
Huang Lang dan tiga orang bermata merah penerima mutiara Dewa, menghancurkan segel tersebut, dan berhasil mendarat di halaman istana ke 15, dan puluhan penyerang lain nya mulai bisa menerobos segel yang sudah hancur itu.
puluhan anak panah di lepas kan oleh istri Xiao Zhou dan membunuh para penyerang yang berhasil melewati gerbang.
"seperti kau pemimpin dari pengacau ini?" ucap seorang pemuda kurus dengan dua pedang runcing di tangan nya.
"hahaha... kau benar, sebaiknya kau berlutut karena aku sudah memiliki kemampuan seorang Dewa," ucap Huang Lang, dan mencabut pedang dari pinggang nya.
dua orang sudah muncul di belakang pemuda dengan dua pedang runcing itu, mereka adalah Yang Tian dan Dewi pemburu Xiang yu.
pemuda dengan pedang runcing itu tidak bergerak sama sekali, mata sipit nya tetap menatap pedang yang mengayun ke arah nya.
"tuan Huang Lang, sekarang adalah hari kematian mu," ucap pemuda itu yang tidak lain adalah Fei yu
"traaangggg...." keduanya saling melepaskan tebasan, dan berhasil menghindari serangan satu sama lain.
"siapa kau? kenapa bisa tahu namaku?" tanya Huang Lang.
__ADS_1
"aku memiliki pengetahuan itu karena aku adalah mantan Dewa kematian, dan aku rasa tidaklah bijak mengacungkan pedang di hadapan dewa kematian mu," ucap Fei yu dan sebuah sungai yang terbuat dari pedang melesat ke arah Huang Lang dan membuat Huang Lang terlempar menghantam gerbang besar istana, karena menahan serangan itu.
blarrrrr.....
belum sempat Huang Lang berkedip sungai pedang itu sudah menghantam nya lagi, dan
"booommmmmm...."
sungai pedang itu menembus dinding batu dari gerbang itu, bersama tubuh tidak berkutik Huang Lang, serpihan kayu, dan debu memenuhi udara di sekitar gerbang istana ke 15.
tidak kalah dengan Fei yu, Yang Tian dan Dewi pemburu sudah mulai beraksi dengan kemampuan mereka, ketiga orang bermata merah itu mulai kewalahan dengan serangan tiga pedang Dewi pemburu, dan gurita pedang dari Yang Tian.
jangan biarkan mereka melewati gerbang teriak tetua Zhifu dan terus menebaskan pedang besar nya ke arah para penyerang itu.
****
di dermaga kayu, delapan sosok berkerudung sudah mengurung Xiao Zhou, tujuh mendekati Xiao Zhou dan seorang bermata merah tetap diam di belakang ke tujuh orang itu.
"aku pikir lawan kita sangat kuat, tapi ini hanya serangga kecil," ucap orang berkerudung itu.
"cih.... aku tidak ada waktu bermain-main dengan kalian, kultivasi di tingkat suci, dan dua orang di tingkat surgawi, baiklah... majulah kalian semua," ucap Xiao Zhou, yang masih menatap cawan kosong nya.
"hahaha, bocah sombong, apa kau akan masih bisa sesombong ini jika mengetahui kami adalah tujuh pembunuh terbaik di negeri ini," ucap orang itu.
"kalian ini bodoh atau apa? jumlah kalian ini berdelapan," ucap Xiao Zhou tenang dan masih duduk di lantai.
"hahaha... orang bermata merah itu hanya memastikan jika tugas kami selesai dengan cepat, dan.....
tanya kanan Xiao Zhou terangkat keatas, dan sebuah tusukan tepat di dagu orang yang bicara itu dan menembus kepalanya, Xiao Zhou melepaskan pedang itu dan membiarkan tubuh orang itu melayang mengikuti pedang yang masih melesat ke atas.
ke enam orang lain nya begitu terkejut karena teman mereka terbunuh begitu saja,
"seharusnya kalian menyerang saat teman kalian sudah terbunuh," teriak Xiao Zhou
"slaaassshhhh......"
sebuah pedang dengan asap uap biru sudah memisahkan kepala mereka,
preeesssssttt.....
darah menyembur ke segala arah dari ke enam leher tanpa kepala itu.
dan kepala mereka semua terjatuh bersama dengan tubuh orang yang pertama terbunuh.
"kalian terlalu banyak bicara," ucap Xiao Zhou dan memasukkan pedang semesta nya, Xiao Zhou mencabut pedang kematian dari tubuh orang pertama itu, dan meletakkan nya di atas bahu nya dan melangkah ke arah orang bermata merah itu, beberapa tetes darah, menetes dari ujung rambut Xiao Zhou mengenai wajah nya.
"apa kau juga akan diam saja seperti orang bodoh," ucap Xiao Zhou dengan senyum lebarnya.
"orang ini sudah gila," batin orang bermata merah itu dan mengeluarkan sebuah golok beranting, yang gagang nya sangat panjang, dari balik jubah nya
pria bermata merah itupun, menghilang dari hadapan Xiao Zhou.
__ADS_1
traaangggg.....
sebuah tebasan di tahan oleh pedang kematian yang mengarah ke leher Xiao Zhou.
orang bermata merah itu pun berputar di udara dan melakukan serangan dengan kekuatan penuh nya.
trangggg...
traannnngggg....
selendang pedang Xiao Zhou keluar dari punggung nya dan menyerang pria bermata merah itu, pria itu mulai menghindar dan terbang ke segala arah, dan berdiri di atas pohon.
"ini cukup lumayan bocah, sekarang rasakan serangan mematikan milik ku," ucap dan mulai merapal mantra, empat anting di golok itu terlepas dan membesar mengarah ke tubuh Xiao Zhou.
Xiao Zhou menusukkan pedang nya ke arah anting itu, dan anting itu mengecil dan mencengkeram pedang kematian dan seperti ingin menghancurkan nya.
Xiao Zhou merapatkan jari telunjuk dan jari tengah tangan kiri nya, bibirnya merapal mantra dengan sekali lambaian dari tangan kiri Xiao Zhou, ke empat anting itu berbalik menyerang pria bermata merah itu dan ke empat anting itu membesar dan mengikat leher, dada, pinggang, dan pergelangan kaki pria itu, membuat nya terjatuh dari atas pohon, dan perlahan anting itu mengecil dan menghancurkan tubuh pria bermata merah itu.
Xiao Zhou menatap kearah kota kecil nya, terlihat langit berwarna merah akibat kebakaran dari para pengacau itu.
Xiao Zhou memejamkan matanya dan tangan nya bergerak sedemikian rupa.
"aku penguasa alam Qing Sui memerintahkan kalian semua keluar," ucap Xiao Zhou.
sebuah gerbang terbuka di atas Xiao Zhou dan seorang pria berpakaian putih melayang dengan anggun, pria itu menggunakan penutup kepala setengah kerucut, dan enam orang di belakang nya.
"penguasa anda memanggil kami," ucap pemuda itu, saat sudah mendarat di hadapan Xiao Zhou sambil setengah berlutut.
"Wang er-lang, bawalah orang-orang mu dan hentikan kekacauan di tempat ini," ucap Xiao Zhou.
"hamba mengerti tuan ku," ucap Wang er-lang dan di sekitar tubuh nya kini muncul roda-roda besar berjumlah ratusan, dan melesat ke arah kota kecil itu.
"hemmm... dan untuk mu iblis air, kau padam kan api di tempat ini," ucap Xiao Zhou yang di sambut tawa riang seorang remaja.
"bagaimana dengan ku? aku sebaiknya menemani mu tuanku, aku rasa aku lebih di perlukan di sini," ucap seorang wanita yang begitu menggoda mendekati Xiao Zhou.
pinggulnya yang lebar dan paha pajang nya sesekali terlihat dari pakaian nya yang memiliki belahan tinggi, saat berjalan.
"lama tidak berjumpa pejantan ku, aku selalu memikirkan mu," ucap siluman laba-laba itu.
rambut hitam panjang begitu harum, serta wajah dewasa nya sangat menggairahkan, dengan senyuman nakal nya, mulai menggoda kelelakian Xiao Zhou
"aku yakin mereka bisa mengatasi semua, bagaimana jika tuanku beristirahat dan biarkan aku yang berkeringat," bisik siluman laba-laba itu dengan senyum nakal nya.
Xiao Zhou mengangguk,
"baiklah nona siluman, kau ikut bersama ku kita akan bersenang-senang," ucap Xiao Zhou dan memeluk pinggang siluman laba-laba itu dan melesat ke udara.
wanita itu sedikit terpekik, karena terkejut tidak menyangka Xiao Zhou memenuhi keinginannya.
****
__ADS_1