
Wanita yang sedang di tindih itu terlihat kesal,
"tuan aku bukan nyonya Zhang!!! dan anda begitu kasar, kau membuat ku sakit," ucap wanita itu.
"diamlah... aku membayar mu aku bebas memanggil mu dengan sebutan apapun yang aku mau," ucap pangeran ke empat yang terlihat begitu kesal, wajah nya terlihat begitu kecewa karena wanita yang sedang di tindih nya begitu berbeda bentuk tubuhnya dari tubuh Zhang Rui.
Wanita itu adalah seorang wanita penghibur di kota huangdong, meski tinggi tetapi tubuh nya tidak seindah Zhang Rui yang begitu ideal dengan bahu sampai pinggang nya kecil tetapi pinggul lebar gunung yang begitu bulat dan bokong yang menonjol kebelakang, tidak ada yang mampu menandingi keindahan tubuh Zhang Rui di kota huangdong, dan di padu dengan wajah cantik dan lengan kecil serta leher panjang, membuat nya menjadi idaman Pangeran ke empat.
tidak lama berselang pangeran ke empat hanya duduk bertelanjang dada, dan melemparkan sekantong uang kepada wanita sewaannya, dan terlihat wajah kesal wanita itu mengambil kantong uang pemuda itu dan pergi tanpa bicara apapun.
pangeran ke empat meneguk cawan di hadapan nya, matanya menerawang kejadian saat pertunjukan badut di kota huangdong.
**
flash back
"aku sudah tidak sabar lagi," batin pangeran ke empat dan berlari keluar dari kerumunan penonton, mencari-cari kebenaran Zhang Rui.
terlihat bayangan seorang wanita mengenakan pakaian yang begitu ke kenalinya, sedang melangkah dengan tergesa-gesa menuju ke arah tepian danau biru.
pangeran ke empat mengendap-endap dan melihat Zhang Rui sedang berbincang sebentar dengan seorang pria muda, dengan kristal biru cerah di kening nya.
dan tiba-tiba saja wanita dewasa itu menarik lengan panjang pria itu, dan membawa masuk kesebuah gubuk milik nelayan.
Dengan perlahan pangeran ke empat mengintip dari sela-sela dinding yang sudah rusak dari ruangan yang hanya di terangi sebuah lentera itu.
Mata nya terbelalak melihat Kaisar Zhang Rui begitu liar dan seperti begitu bernafsu, mencoba mencari benda pemuda itu sambil berciuman dengan buas.
Seperti tidak berkedip pangeran ke empat terlihat begitu marah, tangan nya terkepal kencang, dan begitu iri pada pemuda yang terlihat jauh di bawah usianya, sedang memperlakukan wanita pujaan nya dengan begitu pintar.
Dan yang paling menyakitkan Zhang Rui terlihat begitu puas, dan beberapa kali harus menyemburkan cairan, dan membasahi tempat itu, wajah cantik nya terlihat begitu menikmati benda pemuda itu membuat wanita itu hanya bisa tersengal seperti kehabisan udara, dengan lenguhan begitu merangsang nya.
__ADS_1
"kenapa dia bisa begitu murahan, bahkan dengan pemuda yang baru saja di temui nya, aku yang sudah berusaha begitu keras selama ini tidak mendapatkan nya, ini benar-benar menyakiti ku, nyonya Zhang Rui kau akan membayar semua ini," batin pangeran ke empat dengan kemarahan yang membara, dan berusaha melihat benda pemuda itu, namun tidak berhasil karena tempat itu sedikit gelap, dan kemampuan kultivasi nya masih begitu rendah.
***
bayangan kejadian itu masih membekas di kepala pangeran ke empat.
"siapa sebenarnya bocah itu? seperti nya Kaisar Zhang Rui memiliki kekasih gelap yang begitu muda," batin pangeran ke empat.
"hemmm.... ini begitu menarik, menaklukkan wanita beristri begitu menyenangkan, dan akulah benar-benar bagus dalam hal ini, nyonya aku akan menggantikan posisi kekasih gelap mu itu, aku akan memberikan mu pengalaman yang lebih daripada bocah kurang ajar itu," guman Pangeran ke empat yang tidak mengetahui benda milik pemuda itu.
****
di atas sebuah tebing yang di penuhi rumput ilalang, dua orang ahli pedang sudah bersiap bertarung.
Tidak jauh dari kedua orang itu terdapat sebuah gubuk dan dua orang sedang berbincang.
"Kakek... sudah aku katakan aku tidak tertarik lagi pada laki-laki, sebaiknya Kakek menyerah saja, dan bawa kedua pria itu sebelum aku membunuh mereka," ucap salah satu orang yang berbincang di gubuk itu dengan kedua matanya tertutup sebuah kain hitam.
orang yang di panggil Kakek itu hanya tersenyum tipis sambil meneguk isi cawan putih yang terbuat dari keramik.
"aku adalah keturunan mu Kakek, ada darah mu mengalir dalam tubuh ku, jadi kakek tidak perlu membuang energi untuk membujuk ku, aku sama keras kepala nya seperti mu," ucap wanita dengan mata tertutup kain itu.
Wanita itu mulai memetik kecapi nya, dan bersamaan dengan suara kecapi itu kedua ahli pedang itu mulai melesat ke satu titik, dan terdengar suara dentingan pedang beradu, membuat gelombang kejut seperti riak air dan memotong bunga ilalang di sekitar nya.
trannnnkkkkk.....
triiiinnnkkkkk....
Suara nyaring pedang beradu begitu riuh, ratusan jurus sudah mereka lesakkan, keduanya terlihat berimbang,
"sebaiknya kau menyerah, kau sama sekali tidak pantas mendampingi nona Lun Zhing Yue," ucap salah satu orang bertarung itu.
__ADS_1
"cih.... kau bukan apa-apa buat ku, jika kau sayang nyawa mu, sebaiknya kau segera pergi," ucap lawan nya tidak mau kalah.
"cucuku... seperti nya salah satu dari mereka sangat tampan," ucap Lun Xiang Tien mencoba mempengaruhi cucu nya.
"diam lah Kakek, aku sedang bermain kecapi ku," ucap Lun Zhing Yue, terlihat sedikit kesal.
Dan tiba-tiba seorang melangkah di ujung tebing itu, dan mendekati dua orang yang sedang bertarung itu, mata nya menatap tehnik bertarung kedua orang itu.
"seperti nya ada tikus yang menonton pertarungan kita," ucap salah satu ahli pedang itu yang kini terlihat lebih unggul.
"Kakek apa kau yakin teman mu hanya dua orang saja?" tanya Lun Zhing Yue yang merasa ada satu orang yang sedang menonton pertarungan itu.
Lun Xiang Tien hanya mengangguk, dan kembali menyeruput isi cawan nya.
Lun Zhing Yue mengalir kan energi qi nya ke kecapi nya, dan sebuah tebasan pedang energi keluar dari suara kecapi itu, melesat ke arah orang yang menonton pertarungan itu.
tebasan pedang energi itu memotong bunga ilalang yang di lewati nya begitu halus, terlihat jika pedang energi itu begitu tajam, kedua orang bertarung itu menghindari pedang energi milik Lun Zhing Yue, dan melesat ke arah penonton itu.
"Sreeessstttt......"
"matilah kau...." teriak salah satu ahli pedang itu yang melihat pemuda yang menonton itu sudah terlambat untuk menghindar.
Pemuda itu hanya diam, saat pedang energi itu menebas tubuh nya, terlihat pakaian nya tersobek,
Pemuda itu hanya memejamkan matanya, dan mulai melangkah mendekati arah dari pedang energi itu.
Lun Xiang Tien menyipitkan matanya, dan sedikit menggeleng saat mengetahui pemuda itu masih mampu berjalan setelah terkena pedang energi dari cucu nya.
Lun Zhing Yue yang merasakan penonton itu terus bergerak kembali mengeluarkan pedang energi nya, dan kini berjumlah ratusan.
kedua ahli pedang itu berhenti bertarung dan melihat ratusan pedang energi mengarah ke penonton itu.
__ADS_1
"seperti nya jasad pemuda itu akan tak berbentuk lagi," ucap salah satu ahli pedang itu dan menutup matanya dengan lengan jubah nya.
"sreeessstttt......"