Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
ch. 39


__ADS_3

di penginapan mewah di kota binjong,


Park Geun Soo selalu menghindari Kim bong Goo, meski pemuda itu selalu mencoba menggoda nya,


"tuan Kim aku ini sekarang kekasih dari pangeran ke empat, mengertilah semua yang pernah terjadi di antara kita sebaiknya kita lupakan mulai saat ini, aku sekarang aku akan menjadi kekasih yang setia untuk pangeran," ucap Park Geun Soo, yang hanya membuka sedikit pintu kamar saat Kim bong Goo mengetuk pintu itu.


"kau tidak bisa membuangku begitu saja nyonya, dan aku yakin kau masih mengingat permainan kita yang belum selesai," ucap Kim bong Goo yang membuat Park Geun Soo menggigit bibir bawahnya.


"tidak... aku sudah melupakan nya," ucap Park Geun Soo berusaha menutup pintu itu, namun Kim bong Goo masih menahan nya.


"bagaimana dengan obat yang ku berikan padamu, apa kau sudah memberikan nya pada pangeran?" tanya Kim bong Goo pelan.


Park Geun Soo mengangguk,


"obat itu tidak berbahaya bukan?" tanya Park Geun Soo.


Kim bong Goo memasukkan kepala nya kedalaman ruangan itu dan menatap ke arah meja, tampak pangeran ke empat tertidur sambil duduk dengan setelah tubuh nya di atas meja makan.


"hahaha.... benar itu tidak berbahaya, dan malam ini kita bisa bersenang-senang sampai pagi," ucap Kim bong Goo dan memeluk tubuh sedikit berisi Park Geun Soo, dan menutup pintu ruangan itu.


"apa yang kau lakukan tuan Kim, sudah ku katakan aku tidak mau dengan mu, cepat lepaskan!! aku memberikan obat itu agar kita bisa bicara saja, bukan hal seperti ini," ucap Park Geun Soo berusaha berontak.


"haha... kau tidak perlu berpura-pura nyonya, malam ini kau tampak begitu mengai*rahkan, apa kau berdandan untuk ku?" ucap Kim bong Goo.

__ADS_1


"hentikan omong kosong mu tuan Kim, cepat keluar dari ruangan kami, sebelum pangeran terbangun," ucap Park Geun Soo dengan wajah begitu khawatir.


malam itu Park Geun Soo mengenakan pakaian begitu minim, dengan gaun sutra biru sebatas paha, di tutupi dengan jubah berenda berwarna hitam.


"kekasih baru mu itu tidak akan terbangun jika kau sudah memberikan obat ku itu," ucap Kim bong Goo dan dengan rakus mulai menjilati leher jenjang Park Geun Soo.


"mmmmssss..... aahhh.... cukup tuan Kim, jangan di terus kan," ucap Park Geun Soo yang mulai sedikit terang*sang dan sekaligus masih khawatir karena pangeran ke empat tidak menghabiskan minuman yang sudah di campur obat itu.


"nyonya tolong kau membantuku malam ini saja, aku sudah benar-benar ingin," ucap Kim bong Goo berbisik, sambil menciumi telinga dan leher wanita dewasa itu, dan menarik tangan Park Geun Soo dan meletakkan di atas benda nya yang sudah begitu tegak.


Park Geun Soo sedikit mengendur perlawanan nya dan membuka bibir saat permainan bibir tebal Kim bong Goo begitu pintar bermain di leher dan menuju semakin ke bawah, dan tangan nya menyentuh benda yang terasa panas di balik pakaian bawah Kim bong Goo, mulai meremas nya dengan lembut.


"aahhh.... ini sudah cukup, jangan lebih jauh lagi," ucap Park Geun Soo, sambil menatap ke arah pangeran ke empat yang terlelap.


"ouuuhhhh....." de*sah Park Geun Soo, tangan nya mencoba menahan tangan Kim bong Goo yang sudah menyingkapkan pakaian dalam Park Geun Soo dan mulai mengelus nya dengan begitu pelan.


nafas Park Geun Soo mulai memburu, tangan Park Geun Soo yang awalnya ingin mencegah gerakan Kim bong Goo hanya memegang tangan pria itu bermain tanpa menolak nya.


"ahh... tuan Kim... sudah," ucap Park Geun Soo dan kaki nya sedikit melebar dan bergetar hampir terjatuh.


Kim bong Goo memasukkan kedua tangan nya dan meremas bongkahan besar pinggul Park Geun Soo dan menariknya hingga benda mereka menempel, serta Kim bong Goo mulai menggerakkan pinggulnya dan tangan nya menahan pinggul Park Geun Soo, agar gesekan milik mereka semakin terasa.


keduanya mulai mendesah, menikmati sentuhan dari milik masing-masing, bibir hitam Kim bong Goo mulai memburu bibir Park Geun Soo dan berhasil, kedua mulai saling mel*umat dengan rakus,

__ADS_1


"mmmmsss...," suara lenguhan dari keduanya dengan tubuh saling menempel ketat,


Kim bong Goo yang sudah mulai di atas angin, karena Park Geun Soo mulai terbuai menarik kedua paha besar wanita itu ke pinggang nya, dan kini Kim bong Goo sepenuhnya menggendong Park Geun Soo dengan milik saling menekan satu sama lain, dan membawanya ke ranjang tidak jauh dari tempat mereka berciuman.


Kim bong Goo membaringkan Park Geun Soo dan membuka jubah wanita itu serta menurunkan pakaian biru hingga ke perut nya, dan gunung besar wanita itu mulai terpampang di hadapan Kim bong Goo, seperti tidak membuang waktu pria itu pun mulai menghisap nya dengan lembut, sesekali menggigit pelan pucuk nya, sehingga membuat wanita itu semakin terbakar bi*rahi, dan meremas rambut pemuda yang usianya jauh dibawah nya.


"aahhsss.... " lenguhan Park Geun Soo mulai terdengar sambil menekan kepala Kim bong Goo agar semakin bermain di daerah yang diinginkan nya.


di sela-sela ciu*man nya, tanpa di sadari oleh Park Geun Soo, Kim bong Goo mulai menaikkan gaun pendek wanita itu untuk menarik pakaian dalam wanita itu namun Park Geun Soo masih dapat menyadari nya dan berusaha memegang pakaian dalam nya.


"jangan..., milik ku ini sekarang hanya untuk pangeran saja," bisik Park Geun Soo menggeleng dengan wajah begitu tegang dan juga bi*rahi


"tapi nyonya aku sudah tidak tahan," ucap Kim bong Goo sambil membebaskan milik nya yang besar dan menunjukkan nya kepada wanita yang lebih pantas menjadi kakak nya itu.


mata Park Geun Soo melebar, dan masih begitu terpesona melihat benda yang bahkan sudah pernah di lihat sebelumnya, dan seperti dalam dilema.


"baiklah tuan Kim, tapi kau tidak sampai memasukkan nya, aku akan membantu mu mengeluarkan nya dengan menggesekkan nya saja, dan ini untuk terakhir kali nya," ucap Park Geun Soo, yang sudah menyadari jika pria sudah terlambat untuk dihentikan.


"baiklah nyonya," ucap Kim bong Goo sambil tersenyum licik.


mereka kembali saling berci*Uman dengan panas, dan Kim bong Goo mulai menekan-nekan benda panas nya ke celah milik Park Geun Soo yang hanya di tutupi selembar kain yang sudah begitu basah,


"aahhhhssss....."

__ADS_1


__ADS_2